Bahasa adalah media yang sanggup menghubungkan dua individu, kelompok atau system.

Pertanyaan: Mungkinkah manusia atau living organisme berkomunikasi dengan setan, hantu.
Sarana apakah yang dibutuhkan agar manusia sanggup berkomunikasi dengan mereka? Mungkinkah manusia yang masih hidup bekomunikasi dengan mereka yang telah lama meninggal dunia?
Jawaban: Saya menggunakan model komputer dengan user untuk menjelaskan hubungan antara living organisme atau bahkan organisme dengan spirit. Mengapa user dapat “memanfaatkan” sebuah komputer, sebagai halnya spirit sanggup memanfaatkan organisme? Bahasalah yang menghubungkan antara dua system, individu maupun kelompok. Dua system, individu atau kelompok hanya mungkin melakukan komunikasai , memberikan informasi dari yang satu ke yang lain,  jika (if) dan hanya jika ( only if) keduanya menggunakan sebuah bahasa yang dapat dimengerti dua belah fihak.
Pada dasarnya ada dua jenis bahasa, yaitu bahasa alamiah yang digunakan untuk berkomunikasi secara alamiah oleh seluruh isi alam semesta dan bahasa tiruan atau bahasa buatan masing-masing kelompok. Bahasa alamiah pada dasarnya universal hingga sanggup dimengerti oleh semua ciptaan Tuhan YME karena masing-masing dibekali kesadaran  akan keberadaannya dalam suatu lingkungan (consciousness  individual existant among invironment). Bahasa ini kemudian berkembang sebab tiap system dan kelompok atau lingkungan mengembangkan bahasa masing-masing agar komunikasi lebih efektif. Disamping untuk berkomunikasi antar individu/kelompok  bahasa juga dibutuhkan untuk menghubungkan antara masukan (input atau  premis)  yang  akan menjadi dasar argumentasi untuk  pengambilan kebutusan (execusion), untuk kemudian bahasa juga digunakan untuk “merintahkan” suatu aktivitas atau tindatan yang berupa output dari sebuah system. Bahasa juga bermanfaat dalam penyusunan data yang akan diolah oleh cpu.
Agar komunikasi berjalan efisien, maka berkembanglah  bahasa nyata yang berlaku diantara  benda , organisme serta living organisme yang  merupakan bahasa yang dimanfaatkan dalam meyusun program dasar logika nyata, bahasa transien merupakan  bahasa yang digunakan untuk menyusun program dasar (system)  paralogika, bahasa gaib adalah bahasa yang dibutuhkan dalam menyusun program dasar logika keyakinan, bahasa metafisika dibutuhkan untuk menyusun program dasar  logika fikiran.
Organsime manusia dianugerahi fisik lemah namun otak (bagian khusus dari organisme) manusia sanggup mengolah data dari berbagai masukan, karena manusia sanggup memahami berbagai bahasa alamiah, yaitu bahasa  nyata lewat pancaindra, bahasa gaib lewat keyakinan, bahasa metafisik lewat fikiran dan bahasa transien lewat paralogika. Jadi otak manusia pada dasarnya dapat memiliki program dasar nyata, program dasar gaib, program dasar metafisika, program dasar transien.  Jadi secara alamiah manusia sanggup “menguasai” berbagai bahasa alamiah hingga dapat menguasai berbagai  program dasar alamiah itu.
Namun saat ini agaknya manusia “memilih” program dasar nyata dan mengembangkannya menjadi  program dasar ilmiah. Ini tak mengherankan, karena program dasar ini dapat dimanfaatkan untuk  “mengelola”: berbagai program terapan untuk menguasai materi demi memperoleh kenikmatan duniawi.
Manusia mengembangkan bahasa buatan untuk sanggup melakukan komunikasi dengan materi, diantaranya adalah  berkomunikasi dengan komputer. Komputer itu hasil rekayasa manusia untuk membantu kemampuan manusia dalam menyelesaikan masalah yang sulit dipecahkan oleh otak manusia secara langsung. Manusia saat ini menciptakan bahasa untuk berkomunikasi dengan komputer, bahasa dasar hingga bahasa dengan taraf (level) lebih tinggi. Hasilnya telah kita nikmati yaitu mempermudah kerkomunikasi dengan peralatan canggih ini. Disisi lain kita menisbikan bahasa dan program dasar alami lainnya sehingga saat ini “seakan” mustahil kita melakukan komunikasi dengan “penghuni” alam semesta yang lain diluar  materi. Namun sebenarnya manusia juga “dikemudikan” oleh spirit, sehingga paling tidak manusia  dapat berkomunikasi dengan spirit lainnya, namun bukan yang bertubuh astral melainkan yang bertubuh organisme. Untuk sanggup berkomunikasi dengan mereka yang telah meninggal namun masih menggunakan astral body (yang termasuk dalam spirit) kita harus menggunakan bahsa mereka, sebagaimana halnya kita berkomuniikasi dengan komputer.
Apakah anda ingin berkomunikasi dengan setan, pelajari bahasa setan!

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s