Benda tak mungkin dimanfaatkan oleh nyawa (soul), tetapi masih mungkin dihuni spirit.

Pertanyaan: Mengapa benda, termasuk hasil tehnologi canggih tak mungkin dimanfaatkan oleh soul  secara langsung, tetapi masih mungkin dimanfaatkan  oleh soul lewat living organisme khususunya manusia maupun  lewat  spirit, misalnya benda dan tempat keramat? Mohon dijelaskan secara ilmiah.
Jawaban: Saya tak mungkin menjelaskan secara ilmiah, namun akan saya jelaskan lewat  teori paralogika yang sekedar informasi atas dasar gagasan saya pribadi, sebab hingga saat ini yang dianggap ilmiah  hanya  bersifat monolistik yang menganggap isi alam semesta hanyalah partikel atau materi yang dibangun oleh quantum atas dasar Mekanika Quantum. Teori Paralogika merupakan bagian dari Teori Minimalis yang bersifat dualistik, yang menginformasikan bahwa isi alam semesta bukan hanya dibangun oleh quantum, melainkan quantum eterik yang terdiri dari quantum yang membangun partikel dan materi, dan eteric yang membangun eter. Baik quantum maupun eterik adalah energi  hingga saling
berhubungan” dan saling terkonek atas dasar hubungan mekanistik. Teori Paralogika menginformasikan bahwa disamping energi (baik nyata maupun semu) terdapat soul (z) yang bukan merupakan energi sehingga tak mungkin terhubung dengan energi atas dasar hubungan mekanistik. Hubungan soul dengan energi berdasar hubungan vitalistik, atau hubungan supernatural. Hubungan vitalistik  tak dikenal dalam saint yang ilmiah, sehingga mustahil saya menjelaskan hubungan antar soul dengan partikel,materi atau hasil tehnologi dengan soul.
Dengan Teori Paralogika saya berusaha mengungkapkan mengapa: soul hanya mungkin terkonek  secara langsung dengan eteris, bukan dengan quantum. Hal ini dapat dijelaskan dengan Formula Supernasural E = – x + y dan Formula Som Wyn z # – x + y. Hubungan E  dengan z hanya mungkin terjadi jika E # 0, sebab saat E=0 maka pasti x = y yang berakibat z = 0. Jadi pada saat  E = 0  pastilah z tak memenuhi Formula Som Wyn, yang artinya yang terjadi bukanlah soul melainkan energi. Lain halnya saat E # 0, maka yang terjadi mungkin energi (jika memenuhi FSM), maupun  bukan energi (yang memenuhi Formula Som Wyn). Saat E#0 mungkin sekali terjadi link antara E dan z pada nilai E=z. Hubungan ini dinamakan interaksi vitalistik, bukan interaksi mekanistik, sebab yang satu berupa energi semu (eteric) yang lainnya bukan energi melainkan soul. Interksi antara soul dengan energi semu atau body semu menghasilkan spirit.
Spirit terkonek dengan organisme lewat hubungan semi vitalistik, sebaliknya soul terkonek dengan living organisme lewat hubungan vitalistik sebagai halnya hubungan soul dengan astral body. Hubungan soul dengan organisme dimasukkan dalam hubungan vitalistik karena organisme tak hanya terjadi dari partikel (konsentrasi energi nyata) malainkan memiliki unsur energi semu (aura maupun cakra). Materi taik mungkin terkonek secara langsung dengan soul, melainkan harus melalui jalur spirit atau living organisme.  Living organisme dapat memanfaatkan berbagai energi sedangkan spirit hanya sanggup memanfaatkan energi transien. Benda atau tempat keramat hanya mungkin terjadi jika didukung oleh energi relatif dari living organisme lainnya. Ambil contoh uang hanya memilki spirit   jika diakui sebagi alat bayar antar manusia. Keris sakti memiliki spirit jika  didukung  oleh mereka yang mensakralkan. Tempat tertentu   memiliki spirit jika disakralkan oleh sekelompok manusia. Jadi spirit masih mungkin terkonek dengan benda, namun bukan hubungan vitaliistik, melainkan hubungan semi vitalistik.
Hasil tehnologi  dapat terkonek dengan soul maupun spirit lewat hubungan semi vitalistik, namun tak mungkin terkonek secara mekanistik maupun vitalistik dengan soul.
Sampai kapanpun dan dimanapun tak mungkin ada benda yang bernyawa, apalagi memiliki roh..

2 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 13, ’11
Saat ini manusia telah sanggup membuat berbagai peralatan yang dapat melakukan aktivitas tanpa dikendalikan secara langsung oleh manusia, melainkan dengan komputer dan sejenisnya, namun bukan berarti benda-benda itu terkonek secara vitalistik maupun mekanistik dengan soul melainkan hubungan semi vitalistik. Mengapa? Program artau informasi yang tersusun atas dasar rekaman data yang bermanfaat untuk “menggerakkan” peralatan secara “mandiri” sehingga tak perlu dikendalikan secara langsung atau terus menerus oleh manusia adalah berupa energi semu atau eter karena tak memiliki massa namun memiliki energi, walau masih dibutuhkan media nyata. Fenomena ini justru dapat dikembangkan hingga dapat digunakan untuk menjelaskan kemungkinan kemampuan manusia dengan hasil tehnologi lewat rekayasa genetika, manusia suatu saat sanghgup atau mungkin saat ini telah sanggup, membuat telor imitasi (hasil tehnologi yang menggunakan tiruan organisme yang diberikan program khusus) untuk “menarik spirit” agar telor itu dimanfaatkan oleh spirit dan dikembangkan menjadi living organisme tiruan yang sanggup menetas menjadi ayam tiruan. Namun harus diingat: semua itu hanya mungkin terjadi jika Tuhan YME mengizinkan.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 13, ’11, edited on Jan 13, ’11
a. Hubungan vitalistik adalah hubungan yang sangat sulit untuk terpisahkan, yaitu hubungan antara eter atau astral body dengan soul dalam membentuk spirit. Hubungan ini hanya mungkin terpisahkan jika soul telah sanggup melepaskan cengkeraman astral body yang telah sanggup/pernah memanfaatkan berbagai jenis energi yang tersedia disekitarnya, dialam semesta termasuk didunia dalam memperoleh kenikmatan sementara dan belum puas pada kehidupan yang telah dialami hingga cenderung untuk melakukan reincarnasi. Sebaliknya bagi soul yang meyakini tersedianya kebahagiaan abadi dan tak menginginkan sekedar kenikmatan sementara tak akan bereincarnasi melainkan sabar menanti di alam penantian, yang dalam Teori Paralogika disebut Sub Alam Transien.
Spirit tak membutuhkan sesuatu yang tersedia dialam semesta , kecuali energi transien. Lain halnya soul yang dibutuhkan hanyalah kebahagiaan abadi yang tersedia di Alam Abadi.
b.Hubungan mekanistik adalah hubungan antar energi, baik antar eteric atau antar eteric dengan quantum.
Mekanika Quantum menjelaskan hubungan antar quantum dan paket quantum atau antar energi fisika dengan massa yang dinyatakan dengan Formula E = mc^2. dan ditunjang oleh Mathematika Modern.
Quantum Eteric menyatakan hubungan antara quantum dengan eteric dan ditunjang oleh Mathematika Minimalis dan Formula Supernatural Modern E = – x + y.
c. Hubungan Semi Vitalistik adalah hubungan antara soul dengan organisme atau partikel/matter melalui eter, astral body dan spirit. Hubungan Semi Vitalsitik marupakan hubungan pengontrolan (pengendalian) yang dilakukan oleh soul pada body maupun energy. Pengendalian dapat dilakukan dengan berbagai cara, namun jalur utamanya adalah eteric. Tanpa adanya eteric mustahil soul dapat melakukan pengendalian terhadap isi alam semesta.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s