Hiii, orang mati dapat hidup kembali! !

Pertanyaan: Dalam Sinetron “Putri yang ditukar” di RCTI yang ditayangkan setiap pukul !9.00 s/d pukul 22.30 tokoh Aini yang telah komma (tak sadarkan diri) lama dan telah dinyatakan mati oleh dokter tiba-tiba jantungnya dapat berdetak dan bernafas lagi, sehingga dinyatakan hidup kembali, walau masih dalam kondisi tak sadarkan diri.
Menurut Fiksi Blackhole karya eyang yang disajikan di Multiply hal ini baru  terjadi pada abad ke 30 saat  “manusia” pertama kali dapat “menginjakkan” astral bodynya  (spirit) di pusat galaksi Bimasakti dengan menumpang CSPN buatan Max Freud, hingga inti galaksi kita ini dinamakan Blackhole John Kopernikus. Jika fenomena seperti digambarkan pada sinetron “Putri yang ditukar”  sungguh-sungguh dapat terjadi, berarti prediksi eyang salah, sebab eyang memprediksikan baru terjadi di abad 30, kenyataan telah terjadi saat ini.
Dalam sinitron itu juga digambarkan roh Aini yang meninggalkan jazatnya, menyaksikan orang-orang yang sangat dicintai sedang “menangisi dirinya” dan mengharapkan dia dapat hidup/sadar kembali. Roh Aini  memohon kepada Tuhan YME  diberi kesempatan hidup “sejenak” untuk mengungkapkan “rahasia” keingininannya yang belum tercapai.
Saya lalu teringat teori eyang, Teori Paralogika yang dengan gamblang menjelaskan fenomena-fenomena Sub Alam Transien, sehingga saya menjadi yakin (setelah berfikir) bahwa Sub Alam Transien memang ada. Yang saya masih ragukan adalah: apakah mengungkap dan percaya  adanya Sub Alam Transien merupakan keyakinan sesat yang tak ada manfaatnya?
Bagaimana pendapat pernilaian eyang terhadap sinetron ini yang terus terang menurut saya “luar biasa” dan telah  terbukti banyak menyedot iklan, ditayangkan dalam waktu puncak dengan waktu putar sangat panjang dan lama. Apakah  kunci kesuksesan sinitron ini? Mungkinkah tren-tren dalam film ini akan diikuti oleh sinetron lainnya?
Cucu lalu berfikir: Mengapa fiksi eyang yang “mengungkap” fenomena serupa dengan sinetron yang laku keras ini tak  ditulis dan diteruskan penulisannya , padahal eyang sudah menjelaskan kepada kami lewat Teori Minimalis, Paralogika, dan Quantum Eterik yang menjadikan kami memahami isi dan makna yang terkandung dalam Fiksi Blackhole.?
Jawaban: Terima kasih atas perhatian cucu pada tulisan-tulisan eyang, Yang perlu eyang luruskan adalah: Roh itu merupakan rahasia Allah sehingga tak mungkin terakses oleh kemampuan manusia. Cucu keliru jika menyatakan roh Aini yang dilukiskaan sebagai “citra” manusia yang diliputi oleh cahaya putih kebiru-biruan/indigo dalam sinetron “Putri yang ditukar” menurut Teori Paralogika yang dilukiskan itu adalah spirit, yaitu soul atau roh yang memanfaatkan astral body sebagai halnya roh dan soul yang dapat “disaksikan” dalam tubuh organisme. Yang terdeteksi adalah energi, baik energi nyata yang terpancar dari organisme maupun energi transien  yang terpancar dari astral body, jadi bukan  bukan  “citra” soul maupun roh yang jelas bukan energi.
Banyak ceritera, fiksi atau tayangan misterius dan tak masuk akal justru sangat laku, sebab jika mau jujur manusia itu ingin tahu hal-hal yang “sulit” atau tak mungkin diketahui lewat sesuatu yang nyata. Aoa yang tak mungkin terjadi dalam Sub Alam Nyata, dapat terjadi di Sub Alam Transien, misalnya mimpi, dalam kondisi komma, .berangan-angan, imaginasi, illusi…………..sampai mabok/teller. Mimpi tak mungkin menuruti kehendak yang ingin mimpi, sesuatu yang terbayang dalam alam bawah sadar, kondisi unconsious termasuk kondisi komma juga tak mungkin dikendalikan oleh otak, sehingga tak mungkin menuruti kemauan yang sedang mengalaminya. Lain halnya: menyaksikqan TV, membaca buku, atau berchayal masih mungkin dikendalikan oleh kemauan yang mengalaminya. Semua yang masih dapat disaksikan atas kemauan dan terkendalikan oleh kemauan dapat digolongkan dalam Dunia Maya, sedangkan yang tak dapat dikendalikan oleh kemauan sipelaku termasuk dalam fenomena Sub Alam Transien.
Sebenarnya Sub Alam Transien dikenal dalam filosofi, keyakinan dan agama. Justru saint yang menganggap Sub Alam Transien termasuk dalam wilayah Sub Alam Fisika (Sub Alam Nyata). Jadi mempercayai adanya Sub Alam Transien bukan menyimpang dari agama atau sesat, melainkan menyimpang dari kaedah saint dan dipandang tak ada fanfaatnya.

6 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 17, ’11, edited on Jan 18, ’11
Fiksi Black hole agaknya mulai difahami oleh mereka yang rajin mengikuti tulisan eyang itu. Banyak yang “mengharap” fiksi itu eyang lanjutkan, disamping yang menganggap fiksi itu tak ilmiah dan memperbodoh pembaca.
Tema yang diangkat dalam sinetron ” Putri yang ditukar” memang sudah nampak “diikuti” oleh sinetron lainnya, mungkin karena sangat kreatif dan varietif , mengupas berbagai masalah kehidupan nyata dan semu, status sosial dan karakter manusia, yang memang terjadi dalam kehidupan walau terkesan dunia terasa sangat sempit, dan diselingi dengan humor hingga tak menjemukan , realistis dan mistis (mimpi dan ilusi),sangat kuat acting para pelakunya hingga dapat melukiskan perubahan/perkembangan perilaku masing-masing sesuai dengan yang sedang diperankan sehingga seakan tak dikendalikan oleh skenario maupun sutradara, walau sering berlangsung terlalu mudah dan cepat dan kurang logis.
Pesan yang terkandung dalam ceritera ini sangat luas dan dalam, diantaranya adalah pesan kemanusiaan, pesan spiritual, sampai sifat buruk dan baik manusia yang berkembangdalam sesuai dengan kondisi lingkungan dan hubungan antara yang satu dengan yang lain. Kesadaran akan “kesalahan” sering kali “terlambat” hingga menimbulkan penyesalan, namun tetap berharap dan memohon pada Tuhan YME agar dapat memperoleh pengampunan untuk mendapatkan penyelesaian seperti yang diinginkan, namun ternyata semua hanya akan diberikan Nya melalui perjuangan, bukan diperoleh dengan cuma-cuma. Inipun hanya akan diperoleh justru pada saat hampir mendekati keputus asaan.
Tanpa menisbikan peradilan akherat digambarkan kejahatan akan berbuah/berakibat juga dalam kehidupan yang sama, tak melalui “hukum kharma” pada kehidupan berikutnya melainkan juga “hukum kar’na.” pada kehidupan ini juga. Perasaan dendam akan “membakar” diri seseorang dan menjadikan manusia bagaikan dikuasai setan,iblis bahkan monster, sebaliknya kasih sayang membuahkan “kedamaian ” walau sering kali harus melewati jalan pahit dan berliku bagaikan kesembuhan bukan karena terobati oleh manisnya madu, melainkan pahitnya kehidupan.
Eyang mengacungi jempol pada ide ceritera (semoga bukan hasil jiplakan), penulisan skenario (walau sering tak logis), penyutradaraan (yang sangat kuat namun memberikan pelaku bebas berakting namun menghayati karakter yang sedang diperankan. Tak boleh dilupakan kemampuan dan kesungguhan acting pelaku dan kekompakan dan dedikasi seluruh team hingga sanggup menyajikan sinetron ini tiap hari. Sayang sekali cara penayangannya terkesan terlalu pelit, editing juga terasa kacau hingga sering menimbulkan “kejengkelan” penonton. Membeludagnya iklan sampai-sampai “meniadakan” Tayangan Azan Magrib dan menggantikannya dengan sekedar “tulisan” dan iklan.
Kesimpulan: Disamping acungan jempol keatas eyang perlu juga mengacungkan jempol kebawah: Kebersasilan memukau pemirsa agaknya menjadikan penayang senetron ini tidak sekedar pelit melainkan juga menjadi rakus.
Komentar eyang ini karena cucu meminta tanggapan eyang atas sinetron “Putri yang ditukar”. Tak ada sesuatu yang sempurna!

.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 17, ’11, edited on Jan 19, ’11
Dalam Fiksi Blackhole eyang menggambarkan perjalanan “spiritual ilmiah” yang sangat berbeda dengan perjalanan “ilmiah” yang “terkungkung” dalam materialisme, sehingga manusia hanya berusaha mengarungi angkasa dengan kendaraan yang memiliki massa dan membutuhkan energi (fisika) sangat banyak, waktu sangat lama sehingga untuk mencapai planet lain dalam tatasurya saja belum dapat dilakukan pada abad ke 30 dengan membawa manusia dan peralatan fisik. Fiksi Blackhole juga berbeda dengan perjalanan spiritual alamiah yang banyak dilakukan oleh nenek moyang manusia saat manusia belum dibelenggu oleh materialisme. Perjalanan spiritual alamiah hanya mungkin diterima lewat logika keyakinan karena tak mungkin dilakukan secara nyata, sehingga sangat sulit difahami oleh generasi saat ini yang cenderung materialistik akibat kemajuan tehnologi yang berbasis materi ( mekanika quantum).
Eyang menginformasikan bahwa tubuh manusia terdiri dari organisme dan spirit atau soul. . Organisme sangat rentan terhadap waktu dan lingkungan sehingga mudah rusak/hancur dan terdaur ulang karena kesadaran systemnya terurai menjadi kesadaran partial. Spirit memilik kesadaran laten, walau tak sekuat kesadaran organisme.Tanpa tubuh organisnme spirit masih memiliki tubuh astral yang hanya memerlukan energi transien.
Spirit tak memiliki massa sehingga tak terpengaruh oleh gaya gravitasi. Spirit dapat berkelana keseluruh penjuru alam semesta hanya dengan memanfaatkan energi transien, sangat berbeda dengan living organisme yang memiliki massa hingga sangat terikat oleh berbagai gaya fisika , diantaranya gaya gravitasi. Kelemahan spirit adalah tak sanggup memanfaatkan energi fisika sehingga memerlukan organisme agar dapat memenfaatkan berbagai energi. Living organisme adalah interaksi antara organisme dengan spirit maupun soul. Organisme yang ditinggalkan oleh spirit atau soul akan kehilangan kontrol sehingga mudah rusak. Spirit tak akan mau memanfaatkan organisme yang tak dapat memenuhi kebutuhannya. Itulah sebabnya organisme yang sedang ditinggalkan oleh spirit harus dirawat secara medis agar tak segera rusak hingga sewaktu-waktu dibutuhkan lagi oleh spirit saat kembali dari “perjalanan jauh” tetap “siap pakai”.
Spirit bebas tak memiliki sistem navigasi dan komunikasi sehingga mudah tersesat saat melakukan perjalanan spiritual. Max Freud dengan kemampuan supernaturalnya menciptakan kendaraan spiritual ilmiah yang dinamakan CSPN ( Capsule Sub Pra Natural). Kendaraan ini hanya dapat dimuati oleh spirit dan eter yang tak memiliki massa. CSPN dilengkapi dengan sarana navigasi dan telekomunikasi yang memanfaatkan asymetrical transwave (ATW) yang kecepatannya melebihi c (kecepatan cahaya).

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 18, ’11, edited on Jan 19, ’11
Definisi mati berubah setiap saat. Dahulu orang yang tak bernafas dianggap telah mati, kemudian yang detak nadinya tak lagi ada baru dianggap mati. Kalau ini difinisi mati, maka sudah terbukti kini orang mati dapat dihidupkan kembali.
Saat ini difinisi mati sangat kompleks, paling tidak saat system organisme secara keseluruhan tak berfungsi atau unconscious, ternyata bagian-bagian tertentu masih dapat dimanfaatkan untuk menggantikan bagian tubuh orang lain, sebatas bagian itu masih berfungsi dengan baik. Bahkan dalam kondisi koma saat otak dalam kondisi unconscious, bagian-bagian lainnya masih tetap berfungsi, dan dengan perawatan medis dapat bertahan lama, sebab selain otak terdapat sumsum tulang belakang yang sanggup mengatur metabolisme tubuh. Sewaktu kondisi organisme memungkinkan dan atas dorongan kemauan kuat dari spirit dapat terjadi fenomena aneh misalnya “tubuh” yang sedang komma itu sanggup “bangkit” untuk melakukan aktivitas sebagai orang sehat, atau astral body keluar dari organisme dan melakukan aktivitas tanpa organisme. Kondisi ini justru sangat kritis sehingga orang tersebut menjadi benar-benar sadar dan sanggup melakukan aktifitas fisik maupun spiritual, dan sembuh dalam seketika atau akan justru akan benar-benar mati.
Aini telah dinyatakan dokter mati dan digambarkan spiritnya telah meninggalkan organisme, namun spirit Aini masih memiliki kemauan kuat untuk kembali pada organismenya. Hanya atas izin Nnya manusia yang telah mati dapat kembali hidup, karena Dia memberikan kesempatan untuk memilih, bukan memaksakan kehendak Nya. Ada kemungkinan spirit yang telah keluar dari organisme berusaha mencari organisme lain karena ingin melakukan aktivitas sebagai living organisme yang dirasa belum terselesaikan. Jika yang digunakan organisme yang sama, yang telah ditinggalkan, disisebut sebagai mati suri. Jika menggunakan tubuh lain yang masih digunakan spirit lain, akan terjadilah fenomena kesurupan. Reincarnasi adalah fenomena dimana spirit bebas (dan masih memiliki tubuh astral dan energi transien cukup kuat memanfaatkan organisme baru, yang baru terbentuk dari proses alami maupun rekayasa genetika. Reincarnasi hanya dapat terjadi jika spirit mempu untuk mendeteksi peluang yang tersedia untuk memilih organisme baru sesuai dengan yang diinginkan. Tanpa kemampuan ini spirit akan “menyasar” kesembarangan organisme. Disamping kemampuan spirit, organisme baru yang masih tergantung dari “indungnya” juga memiliki kemampuan untuk “memanggil” spirit disekitarnya . Akan terjadi proses resonansi antara spirit dengan organisme baru seperti halnya proses pemilihan frequensi pada receiver pada penerima lewat tunner.
Analisa ini mungkin bertentangan dengan agama atau keyakinan tertentu, dan juga bertentangan dengan sains, namun secara saintific spiritual dapat dijelaskan dengan bukti-bukti yang selama ini dinamakan mujijat atau penyimpangan/ paradox/anomali.

Teori Paralogika memanfaatkan komputer sebagai model organisme dan user sebagai spirit atau soul. Antara komputer dan user dapat terhubung secara nyata yaitu saat user memanfaatkan komputer secara nyata ( hubungan fisik user dengan fisik komputer) atau saat user menggunakan media lain yang bukan fisiknya sendiri, misalnya menggunakan internet atau menggunakan alat perekam untuk mengendalikan kerja komputer (termasuk pemrograman) sementara itu user dapat meninggalkan komputer untuk melakukan aktivitas lain, misalnya tertidur dan bermimpi. Kalau user yang terikat pada organisme dapat “mimpi” (yang termasuk dalam aktivitas transien) , maka spirit jauh lebih mampu meninggalkan organisme untuk melakukan “mimpi” sebab tubuh astralnya” selalu menyatu dengan soul.
Dengan model komputer dan user kita dapat memahami kerja spirit dalam mengendalikan organisme, karena komputer dan user jauh lebih nyata dan sederhana jika dibanding dengan organisme apalagi spirit.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 20, ’11, edited on Jan 22, ’11
Sebenarnya eyang telah berniat melanjutkan fiksi Blackhole, pada tulisan selanjutnya ( Bh III) manusia berusaha melakukan perjalanan spiritual ilmiah yang bukan saja mengirim spirit ke galaksi lain melainkan mengirim kendaraan yang memiliki massa dan living organisme,bukan dengan perjalanan ilmiah namun dengan cara “menihilkan” massa dengan memanfaatkan kondisi “anti matter” , sehingga objek cukup dikirim dengan menggunakan energi transien yang tersedia diseluruh alam semesta, tak harus dibawa dari bumi. Setibanya di tujuan kondisi anti matter digeser kembali menjadi matter. Baca tulisan eyang:” Mungkinkah manusia berpindah dari galaksi Bimasakti ke galaksi lainnya.”

Setelah eyang pertimbangkan ternyata terasa sangat premature untuk menulis Bh III, sebab saat ini manusia sedang berusaha keras untuk mengungkap rahasia Sub Alam Fisika yang selama ini ditafsirkan sebagai Alam Semesta. Perkembangan terakhir manusia telah berusaha “menyatukan” berbagai teori fisika menjadi sebuah teori tunggal yang dapat menjelaskan “Bagaimana mekanisme/kerja alam semesta dan mengapa demikian”. Langkah ini sangat penting agar manusia sadar bahwa ciptaan Tuhan YME bukanlah sekedar partikel dan quantum, melainkan banyak yang jauh lebih hebat.
Pelarangan tayakan yang tak ilmiah seperti Putri yang ditukar, memburu hantu, Herry Porter, Dunia Maya akan semakin digemari karena tak dijelaskan semua itu adalah hasil rekayasa, bukan kejadian yang sebenarnya sehingga dipandang membodohkan/menyesatkan manusia yang akan dilarang baik karena tak ilmiah dan karena menyimpang dari ajaran agama tertentu. Pada hal ceritera itu hanya terbatas pada fenomena duniawi yang dalam lingkup sangat kecil, sedangkan fiksi Blackhole menginformasikan fenomena Alam Semesta yang jauh lebih besar, sampai informasi terjadinya Alam Semesta, informasi mengenai Tuhan YME yang bukan sekedar Pencipta Agung, melainkan Perencana Agung, informasi bahwa Dia memberikan pilihan kepada setiap ciptaan Nya, dan tak memaksakan kehendak Nya melainkan meminta pertanggungan jawab akibat pilihan masing-masing dll.
Tanpa menjelaskan latar belakang fiksi Blackhole, ada dua kemungkinan: Fiksi ini tak akan dibaca, atau jika menarik pembaca dianggap menyesatkan/membohohkan pembaca. Jika dijelaskan (seperti yang telah eyang lakukan) ternyata banyak mendapatkan tantangan karena tak ilmiah dan menyimpang dari ajaran agama tertentu.
Pada fiksi Blackhole yang telah eyang tulis: para ilmuwan abad 30 merasa dilecehkan karena saat manusia masih berusaha mengirim manusia ke wilayah solar system, John Kopernikus telah menginjakkan kaki di pusat galaksi Bimasakti. Nah, maka eyang akan menanti sampai manusia sanggup menerima kenyataan bahwa ciptaan Nya bukanlah hanya sekedar meteri yang dibebani oleh massa hingga sangat sulit untuk “memindahkannya”.
Semoga saja tayangan yang dapat menginformasikan adanya fenomena transien yang sulit dijumpai dalam kenyataan (Sub Alam Fisika) tak dilarang, sebab semua itu merupakan jembatan/pintu gerbang memasuki Sub Alam Transien yang sesungguhnya. TM hanyalah jendela untuk meneropong fenomena alam semesta.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 24, ’11
Ada yang bertanya kepada saya: Aini dalam sinetron “Putri yang dtukar” ketika sadar dari komma menganggap Amira adalah putrinya dan Ikhsan adalah suaminya, sehingga Prabu Wijaya dan Saira sangat pedih, namun demi kesembuhan orang yang sangat dicintai mereka “membiarkan” hal itu berlangsung untuk sementara. Penanya yang menyatakan sangat terharu dengan adegan itu meminta tanggapan saya:Bagaimana hal itu mungkin terjadi dalam kehidupan? Mengapa demikian? Siapa yang sanggup menghadapi dan mengatasi hal yang demikian?
Saya memberikan kesempatan kepada siapapun, terutama para spycholog, ahli ilmu jiwa, ilmu kedokteran, ahli ilmu sosial, para ulama dan orang-orang pandai lainnya untuk menanggapi pertanyaan tersebut dari sudut pandang disiplin ilmu dan keyakina masing-masing.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 26, ’11, edited on Jan 27, ’11
Logika kejiwaan: Sebelum komma Aini “meyakini” Amira adalah anak kandungnya yang tertukar dan dia berusaha menemui Ichsan untuk meyakinkan Ikhsan (bekas pacarnya) bahwa Amira adalah anak kandungnya. Memory ini masuk kedalam bawah sadar Aini , sehingga saat sadar dia “hidup dalam bermimpi”atau negative paralogist.. Orang yang “bermimpi indah” jika dibangunkan mendadak dapat menimbulkan goncangan kejiwaan. Itulah sebabnya harus disadarkan secara berlahan agar jiwanya tak goncang.
Logika keyakinan: Yang sanggup mengatasi masalah serumit yang dihadapi oleh Prabu Wijaya, Ichsan, Utari, Amira, Saira dan orang-orang yang mendukungnya adalah iman/idealisme yang kuat, dorongan cinta kasih hingga rela berkorban.
Logika fikir dan logika kenyataan: Jika ditelusuri semua keruwetan terjadi akibat mereka terbelenggu emosi/naluri dan menisbikan logika fikir dan logika nyata. Jika kenyataannya sejak kecil Amira dibesarkan oleh keluaraga Ikhsan sedangkan Saira dibesarkan oleh keluarga Prabu Wijaya, maka pastilah tak akan terjadi masalah jika masing-masing mau berfikir jernih hingga menerima kenyataan.
Ikhsan menggunakan logika nyata, yang didasari egoisme hingga tak mau menerima kenyataan lain, bahwa Amira memiliki kedekatan emosi pada “orang lain”. Prabu mengunakan logika fikir yang juga egois dan materialisik dan beranggapanm segalanya dapat dibeli.
Dendam dan kebencian membuat mereka saling menyakiti!
Menurut Teori Paralogika.
Dipandang dari sisi kejiwaan yang sepenuhnya ilmiah :Aini memiliki kepribadian ganda, disatu sisi dia masih tetap mencintai Ichsan, disisi lain dia tergiur kenikmatan duniawi hingga “memilih” Prabu Wijaya yang dapat memberikan kesenangan hidupnya. Dipandang dari sisi “spiritual ilmiah” kepribadian ganda dapat disebabkan oleh dua spirit yang mengendalikan satu organisme. Sebaliknya: anak kembar dapat disebabkan oleh “spirit kembar” atau bahkan satu spirit yang mengendalikan dua organisme. Jika organisme dapat kembar, maka spiritpun dapat kembar.
Aini telah dinyatakan meninggal oleh standard kedokteran, tetapi dapat “hidup” lagi. Misteri ini seharusnya tak dibiarkan begitu saja , tak ada salahnya melakukan penelitian pada mereka yang memiliki kepribadian ganda. Apakah ada kaitannya antara mereka yang memiliki kepribadian ganda dengan fenomena mati suri? Disisi lain, adakah kaitannya anak kembar dengan kepribadian yang sama atau mendekati sama, bukan atas dasar ilmiah berupa persamaa gen, melainkan atas dasar persamaan spiritnya.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s