Inilah cara-cara mendeteksi setan,iblis,hantu dan sejenisnya.

Pertanyaan: Menurut eyang suatu saat manusia akan sanggup menyaksikan spirit yang bertubuh astral hingga tak memiliki komponem massa dapat disaksikan lewat layar TV dan monitor. Saat ini tayangan misteri/mistik dan sejenisnya dilarang karena  bertentangan dengan tuntunan agama, padahal semua itu menurut eyang hanyalah hasil manipulasi atau rekayasa manusia. Kalau prediksi eyang itu benar,kapan itu dapat dilakukan oleh manusia dan bagaimana caranya? Harap dijelaskan secara ilmiah, bukan mistis.
Jawaban: Saat inipun sebenarnya kita dapat menyaksikan spirit, tetapi dalam ujud living organisme, termasuk manusia. Menurut Teori Paralogika setiap living organisme “dikendalikan” oleh soul (nyawa) dalam ujud whiteblank body atau dikendalikan spirit (astral body + soul) dalam ujud reincarnated body. Soul adalah z # -x + y yang invalid, tak memenuhi Formula Supernatural Modern  E= -x + y sehingga tak mungkin terakses oleh kemampuan manusia, tetapi spirit memiliki unsur energi karena memenuhi FSM  sehingga masih mungkin terdeteksi oleh manusia dengan bantuan peralatan fisika  berkat  kerja keras  dan kemampuan otak yang cerdas dan berbagai masukan lewat : fikiran, bathin, pancaindra dan kemampuan paralogika. Tayangan misteri dan mistik dalam TV dan monitor komputer adalah langkah menuju kearah terwujudnya impian/cita-cita manusia untuk menyaksikan spirit secara sungguhan, sebagai halnya dahulu manusia ingin menyaksikan “makluk halus” sejenis jazat renik hingga virus yang kini telah terwujud.
Sebenarnya kurang bijaksana melarang tayangan misteri maupun sesuatu yang irrasional, sebab akan menjadikan hambatan bagi keseimbangan kemampuan fikiran, bathin, pancaindra lebih-lebih  perkembangan paralogika. Yang harus diwaspadai adalah akibat sampingannya, misalnya rasa takut, sesat  akibat tak sanggup membedakan antara yang nyata dan yang semu. Masyarakat harus mendapat informaasi yang benar bagaimana tayangan itu direka yasa dan apa tujuannnya membuat tayangan itu, dengan demikian mereka tak sesat dan beranggapan semua itu memang sungguh-sungguh terjadi, bukan hasil rekayasa dan manipulasi. Saya ambil contoh: Ada tayangan magig/sulapan  di Global TV, lalu diungkapkan bagaimana yang sebenarnya hingga tayangan itu dapat diujudkan. Ceritera Harry Porter juga sangat irrasional dan mistis namun terbukti sangat laris. Mengapa? Karena secara jujur manusia menyukai hal-hal yang irrasional disamping yang rasional. Seharusnya jika membuat film yang  memerlukan trik-trik tertentu  diinformasikan kepada penonton  bagaimana film itu dibuat, agar penonton tak menjadi sesat dan percaya pada hal-hal yang sebenarnya belum sanggup disajikan secara benar dan jujur. Lain halnya jika hanya berupa tulisan yang membutuhkan imaginasi pembaca, anggap saja sebagai sebuah mimpi,  yang harus disikapi dengan kemampuan paralogika positip.
Agar manusia dapat cerdas berilah kesempatan berfikir sebelum mempercayai. Bagi yang kurang mampu berfikir berikan  informasi yang benar, tidak malah dilarang atau ditakut-takuti yang justru lebih dalam  terjerumus dalam mistis.
Disamping menyaksikan spirit dalam tubuh living organisme yang sanggup membedakan antara yang “masih hidup” dan yang telah mati karena tak dimanfaatkan lagi oleh soul maupun spirit, banyak cara untuk mengakses, berkomunikasi, hingga cara menghadapi spirit (terutama yang jahat), diantaranya adalah tuntunan agama, keyakinan, ilmu putih, ilmu hitam,  laku tapa brata, mimpi, imaginasi, illusi,………………… hingga saint yang tak sepenuhnya terbelenggu oleh materialisme ,misalnya psychologi, ilmu jiwa, namun tak semudah yang ditayangkan di TV atau monitor komputer. Jika tak ingin “terlibat” urusan dengan spirit tiruan yang ditayangkan dilayar elektronik, cukup pindahkan canel atau matikan TV. Tak demikian halnya dengan “terlibat” urusan dengan “spirit asli”  lewat monitor komputer maupun layar kaca TVdibutuhkan peralatan fisika yang sanggup menciptakan detektor gelombang elektromagnet yang sanggup melacak  ban frequensi sangat lebar dari frequensi sangat rendah hingga sangat tinggi, paling tidak  harus sanggup membuat frequensi pencampur untuk menimbulkan layangan frequeni atau FM (medium frequenai) yang dapat dikuatkan dengan merata hingga  lebih mudah “diambil” signal yang memodulasinya hingga terdeteksi oleh indra  manusia yang relatif hanya sanggup menerima frequensi sangat terbatas baik ban frequensinya maupun intensitasnya. Spirit itu memiliki tubuh astral yang terjadi dari eter dan hanya mungkin dilacak dengan gelombang transien (sejenis cahaya) dengan frequensi yang tak tersdeteksi oleh indra manusia, disamping itu signal nya sangat lemah hingga harus dikuatkan sebelum dapat terekam oleh “camera” digital untuk kemudian diproses hingga memiliki resolusi sangat tinggi. Saat ini telah dibuat berbagai kamera yang sanggup mengakses berbagai jenis cahaya, misalnya kamera infra merah, kamera ultra violet, kamera sinar x, bahkan telah tersedia kamera yang sanggup mengakses aura, cakra yang dipancarkan oleh benda , organisme, dan living organisme, yang terjadi dari dipole yang telah mengalami keseimbangan prima hingga memiliki massa, namun masih harus dikembangkan kamera yang sanggup mendeteksi astral body yang tidak memiliki massa dan merupakan dipole yang memiliki kutub magnet yang belum mengalami keseimbangan prima.
Kalau TM benar, bahwa komponen dasar pembentuk isi alam semesta adalah monopole magnet U dan S bukan seperti anggapan saat ini isi alam semesta khususnya bumi terjadi dari materi saja (quanta yang dibangun oleh quantum), maka pasti dapat dibuat dibuat alat yang sanggup menghasilkan osilator untuk membangkitkan frequensi sangat tinggi guna  melacak getaran eter maupun eter yang terakumulasi dalam astral body.
Cobalah kita telusuri sejarah kemampuan manusia membangkitkan dan memanfaatkan gelombang radio dengan generator yang membangkitkan arus bolak-balik untuk memancarkan gelombang radio dengan panjang gelombang (lambda) sangat panjang, kemudian menggunakan tabung hampa, transisitor, IC……………hingga micro chip yang sanggup membangkitkan dan meresonan gelombang dengan frequensui sangat tinggi karena telah diketemukan pembentuk elektron dan proton yang memiliki massa jauh lebih kecil hingga sanggup bergetar lebih tinggi dari getaran elektron dalam membangkitkan gelombang elektro magtnet.
Disamping pengolahan materi/partikel lewat Tehnologi Pengolahan  Bahan berskala nanno dibutuhkan teori-teori fisika mutakhir yang sanggup “menemukan” partikel-partikel dasar seperti quark, lepton, messon dan yang lebih mendasar lagi, yaitu eter dan eteric untuk mewujutkan peralatan fisika yang sanggup meresonansi  dan mendeteksi  gelombang elekctro magnet berfrequensi sangat tinggi, membuat camera dengan resolusi sangat tinggi, cpu yang sanggub bekerja sangat cepat dll.
Kapan hal itu terjadi? Tergantung dari “keinginan dan upaya manusia”, apakah manusia puas dengan tehnologi yang hanya sanggup menjangkau penguasaan energi nyata dan materi saja dan tak peduli terhadap energi semu yang bukan materi, apakah manusia hanya berusaha menguasai energi fisik saja , malah mungkin dijadikan budak materi ataukah  manusia akan memanfatkan energi transien yang menurut TM sangat jauh jangkauannya. Saat ini manusia mulai kembali ke nature, tetapi masih menisbikan supernature.
ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 10, ’11
Sesuatu dapat kita akses jika kita memilik alat pelacak yang menggunakan media pelacak lebih halus dari yang akan kita lacak. Mikroskup optik konvensional tak sanggup melacak objek yang sangat halus karena memanfaatkan cahaya kromatik yang sifatnya menyebar (tak terfokus) dan saling berinterferensi hingga saling melemahkan. Mikroskup elektron sanggup melacak objek yang lebih kecil, namun karena elektron memiliki ukuran tertentu, maka tak mungkin melacak objek yang lebih kecil dari ukurannya. Penggunaan sinar laser yang menggunakan cahaya monorkomatis yang dapat difokuskan serta intensitasnya hampir tetap, memungkinkan pelacakan objek yang lebih halus dari mikroskup elektron.. Namun cahaya memiliki keterbatasan akibat timbulnya photon, sehingga tak mungkin melacak eter yang tak memiliki massa hingga belum memerlukan tempat. Satu-satunya cara untuk melacak eter bukan melacak massa atau ukurannya melainkan sifat eter yaitu dipole yang belum mengalami keseimbangan prima sehingga sangat mudah “bergerak atau berubah bentuknya”, namun bagaimanapun eter memiliki properti dasar, yaitu kutub magnet yang membangkitkan medan magnet. Perubahan medan magnet akan membangkitkan medan listrik. Dua sifat inilah yang memungkinkan eter dapat dilacak,
Jika eter dapat dilacak, maka astral body akan dengan mudah dilacak. Jika astral body terlacak, maka spiritpun akan dapat dilacak. Yang tak mungkin dilacak adalah z (soul),

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 11, ’11
Nenek moyang kita yang belum terbelenggu oleh materialisme sanggup melacak eter dengan kemampuan supernaturalnya, ini dapat kita pelajari dari sejarah peradaban manusia, ceritera dan kissah lama, filosofi, agama dan ilmu yang kini dianggap sesat. Bagi kita yang telah meneikmati hasil tehnologi hal itu pasti diqanggap omong kosong, ini dapat kita “balikkan” jika kita menceteriterakan kehidupan modern yang telah kita nikmati kepada mereka yang masih hidup primitip atau buta kemajuan tehnologi, pasti dianggap omong kosong. Mana mungkin seseorang atau barang dapat berpindah dari suatu tempat ketempat lainnya dengan mudah dan cepat, sebab mereka belum mengenal adanya kendaraan yang digerakkan oleh mesin.. Sebaliknya kita banyak yang menganggap kissah perjalanan spiritual nenek moyang kita yang sanggup mengarungi alam semesta yang sangat luas menuju ke “kayangan” dalam waktu yang sangat singkat. Nenek moyang kita telah sanggup memanfaatkan “makluk” halus atau sebaliknya diperintah/dikuasai oleh makluk halus yang kini tak mungkin lagi dilakukan.
Akibat dari materialisme yang berlebihan sering kali menyebabkan manusia tak lagi sanggup mendeteksi spirit bebas hingga hanya sanggup meneteksi lewat perilaku living organisme saja. Yang paling sulit terdeteksi adalah spirit jahat yang telah menguasai diri kita sehingga kita tak lagi takut akibat dari dosa.
Andai kata manusia sanggup menciptakan alat fisik pendeteksi spirit, maka mereka yang terbelenggu oleh materialisme dan tak percaya lagi akibat dosa hingga bebas melakukan kejahatan akan berfikir dua kali, sebab hasil pendeksian secara ilmiah dapat dipertanggungkan untuk menegakkan hukum buatan manusia.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s