Kalau otak hanya sekedar digunakan untuk berfikir.

Pertanyaan: Saya berkeberatan kalau manusia diibaratkan sebagai sekedar sebuah komputer. Manusia memiliki hati nurani, emosi, sanggup membedakan antara yang benar dan yang salah. Manusia itu ciptaan Allah swt sedangkan komputer hanyalah buatan manusia. Teori Paralogila benar- benar edan!
Jawaban: Terima kasih atas hujatan anda, semoga anda diampuni oleh Nya sebab menganggap Dia hanya sekedar mencipta, padahal Dia adalah Perencana Agung. Apakah  menurut anda Dia hanya menciptakan manusia sedangkan yang lainnya buatan alam hingga tak sesempurna manusia ?
Anda benar, manusia berbeda dengan komputer dalam hal beberapa hal, tetapi juga memiliki persamaan bahkan  kelebihan dibandingkan manusia. Tumbuh-tumbuhan dan binatang memiliki kelebihan dari manusia dalam beberapa hal, misalnya fisiknya, kemampuan berkembang biak, instink dll.
Manusia maupun komputer memiliki kesamaaan, misalnya dalam kemampuan “berfikir” atau mengolah berbagai masukan untuk mengambil kesimpulan guna diwujudkan dalam sebuah. tindakan atau perbuatan.
Logika berfikir komputer sangat mirip dengan manusia tetapi komputer dapat mengambil keputusan jauh lebih cepat justru karena komputer hanya menggunakan logika fikir, tak diprogram dengan logika keyakinan sebagai yang dimiliki manusia sehingga memiliki hati nurani, dan emosi.  Adalah tak benar jika anda katakan komputer tak dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, bedanya komputer tak memasukkan sesuatu yang irrasional sebagai  yang  anda namakan hati nurani atau sekedar instink.
Seharusnya anda jangan berprasangka buruk terhadap  Teori Paralogika. Teori Paralogika menggunakan model komputer dan user untuk “menjelaskan” living organisme, bukan hanya manusia. Organisme saya modelkan sebagai seperangkat komputer agar mudah dimengerti oleh orang awam saat ini, sedangkan spirit yang mengendalikan organisme saya modelkan sebagai user (manusia).. Organisme tak sesederhana komputer, bukan sekedar materi  yang tersusun dari energi fisika atau quantum,spirit juga tak sesederhana user dalam ujud manusia yang dapat terakses oleh pancaindra sehingga dapat diketahui perilakunya. Spirit memiliki tubuh astral yang  sampai saat ini belum dapat terdeteksi oleh pancaindra secara langsung, bahkan menggunakan peralatan hasil tehnologi.
Dalam Sains seringkali sesuatu yang sulit (tak terakses oleh pancaindra) harus dijelaskan dengan menggunakan sebuah model yang jauh lebih sederhana dan kasat mata  agar mudah dijelaskan. Contohnya, atom.
Saya berusaha menjelaskan perilaku manusia yang teramat komplek dengan kemampuan /perilaku sebuah komputer yang saat ini masih sederhana karena hanya bermodalkan program rasional, belum diprogram emosional. Namun seandainya komputer dapat  diprogram emosional maka keduanya tetap berbeda, fisik komputer dengan organismen living organisme. Sebenarnya saat ini komputer dapat diprogram emosional, tetapi justru akan mengurangi kecepatan dalam mengambil keputusan. Saat ini manusia telah sanggup membuat robot yang dikendalikan oleh komputer sehingga lebih mendekali ujud dan perilaku manusia, namun belum memiliki hati nurani. Robot dan komputer adalah rekayasa tehnologi yang sama sekali berbeda dengan living organisme karena benda tak mungkin dikendalikan oleh soul maupun spirit.
Anda akan lebih menuduh TP jauh lebih gila karena menyatakan bahwa manusia suatu saat sanggup membuat “sejenis” robot melalui rekayasa genetika.
Saat ini manusia telah sanggup menghidupkan dinausaurus dan sejenisnya lewat tehnologi dengan digerakakan oleh mesin dan dikendalikan oleh program komputer.
Bagaimana reaksi anda jika TP memprediksikan suatu saat manusia dapat “membuat” dinausaurus sungguhan yang memiliki tubuh organisme persis dengan aslinya dan dapat benar-benar hidup karena dikendalikan oleh spirit dinausaurus yang telah “dipensiunkan” beratus abad? Semua ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan rekayasa genetika, disamping rekayasa tehnologi  dan berdasar Teori Paralogika. “Edan tenan!”
Kalau hal ini terjadi, pastilah telah mendapatkan izin dari Tuhan YM, namun pasti akan menggoyangkan peradaban manusia. Tuhan YME memang bukan sekedar mencipta, melainkan sebelum mencipta telah merencanakan dengan saksama dan menyertakan hukum untuk mengaturnya. Alam Semesta dikuasai oleh dimensi waktu agar ciptaan Nya dapat berubah secara evolusi maupun revolusi.

1. Mereka yang tak mau berfikir dan tak melihat kenyataan terjadinya  dinausaurus yang bukan sekedar “mesin” melainkan living organisme akan menyatakan ini melanggar wewenang Tuhan YME. Meraka akan menetang perbuatan manusia yang membuat dinausaurus tiruan yang persis dengan yang pernah ada dan telah punah. Meraka tak menggunakan fikirannya untuk mempelajari mengapa hal itu dapat terjadi. Jika hal itu tak mendapatkan izin dari Nya tak mungkin dapat terjadi. Mereka tak akan berfikir bahwa hal itu dapat terjadi karena yang dibuat manusia hanyalah sekedar organismenya, bukan yang mengendalikan organisme yang sepenuhnya merupakan rahasia Nya. Ini artinya mereka terjerumus dalam asaz monolistik dan tak menghayati ajaran agama yang meyakini adanya soul (nyawa atau roh)  disamping organisme (jazat). Yang akan mempertanggung jawabkan pada pengadilan akherat adalah soul, bukan “seluruh” living organismenya. Organisme akan membusuk dan berubah menjadi organisme yang lain. Manusia masih berwenang untuk memanfaatkan organisme yang telah ditinggalkan oleh spirit, ini telah terbukti organ tubuh orang mati yang masih memenuhi syarat dapat digunakan untuk menggantikan organisme pasien yang memerlukannya. Apakah hal ini tak melampaui wewenag Tuhan YME.
2. Yang mendewakan fikiran akan beranggapan manusia benar-benar telah sanggup membuat makluk hidup sehingga mereka akan menjadi takabur karena telah menyamai kemampuan Tuhan YME. Ini adalah akibat jika manusia menggunakan otak hanya sekedar untuk berfikir, tak dapat membedakan antara yang valid (sanggup dimengerti hingga dapat  dibuat oleh manusia ) dan yang  invalid  ( yang tak mungkin dimengerti oleh manusia hingga tak mungkin  dibuat  oleh manusia)
3. Menurut Teori Minimalis Tuhan YME bukan sekedar pencipta, melainkan Perencana Agung. Sebelum menciptakan Alam Semesta  Dia telah merencanakan dengan saksama dan menyertakan hukum untuk mengaturnya. Dia memberikan kesempatan setiap ciptan NYa untuk “mengurusi” diri, jenis dan lingkungannya.
Selama ini sains menisbikan adanya interaksi vitalisatik antara soul dengan organisme apalagi interaksi vitalistik antara soul dengan astral body.  Saint juga menisbikan interaksi semi vitalistik antara spirit dengan organisme.  Living Organisme dipandang sebagai proses bio kimia, hingga tak peduli adanya soul atau spirit. Dalam bidang fisika hanya dikenal quantum, hingga menisbikan adanya energi semu. Ini akibat otak sekedar digunakan untuk berfikir, yang selalu menuntut bukti nyata yang terakses oleh pancaindra., otak bukan untuk mengolah data dari berbagai masukan, termasuk batin dan kemampuan paralogika.
Teori Minimalis dan “turunannya” menganut asaz dualitik , bukan azah monolistik. Alam semesta menurut TM berasaz dualistik, semua berpasang-pasangan, kecuali Dia Yang Maha Satu.
Manusia  memiliki fisik lemah dan pancaindra penuh keterbatasan,namun manusia dikaruniai fikiran yang cerdas, bathin yang peka,  kemampuan paralogika  yang sanggup membedakan antara yang rasionil dan yang irrasionil, yang semu dan yang nyata dan yang valid dengan yang invalid.Otak adalah organ tubuh manusia yang menjadikan manusia unggul  sepanjang tak hanya digunakan sekedar untuk berfikir.
Banyak yang beranggapan otak  hanya bermanfaat untuk  “berfikir”. sehingga menisbilan bahwa otak  sanggup juga menerima masukan dari batin disamping pancaindra. Kalau otak hanya digunakan untuk berfikir, maka manusia tak upahnya sebagai komputer.
Saya memodelkan otak sebagai cpu dalam sebuah komputer. Dalam hal organisme, otak juga berlaku sebagai pengolah data dari berbagai masukan, bukan hanya dari pancaindra atau momery yang terbentuk sekedar dari pancaindra atau fikiran yang rasional  Diluar pancaindra yang sangat terbatas otak menerima masukan dari batin yang bersifat gaib, masukan dari fikiran yang rasional, masukan dari paralogika yang merupakan sintesa dari yang rasionil dan irrasionil. Seluruh masukan itu diolah oleh otak, diambil keputusn untuk diwujudkan dalam perbuatan.
Kalau manusia hanya menggunakan logika keyakinan dan logika fikiran, maka yang terjadi adalah sebagai yang saya sebutkan diatas (1 atau 2 ).
Paralogika adalah sintesa dari logika keyakinan, logika fikir dan logika keyataan. Paralogika positp dapat memilah berbagai  masukkan sedangkan yang negatip cenderung mencampur adukkan.
TM membedakan antara yang valid (dapa dimengerti oleh manusia” dan yang invalid (tak dapat dimengerti oleh manusia) dengan menggunakan FSM E = – x + y dan FSSW z # – x + y
Living organisme merupakan interaksi vitalistik antara E dan z. Dengan membedakan antara E dan z, maka manusia akan menjadi cerdas namun tak akan menjadi tak abur. Wilayah yang sanggup dimengerrti oleh manusia hanyalah hanyalah  E yang  mempermasalahkan energi (baik yang nyata E=0 maupun yang semu E#0) sedangkan  z # – x + y  sepenuhnya merapakan rahasia Tuhan YME.
Jadi: Seandainya dinausaurus dapat “diwujudkan” lagi mirip  ujud aslinya, maka bukan berarti manusia sanggup membuat dinausaurus hidup, melainkan hanya sanggup membuat organisme dinausaurus yang sangat mirip dengan ujud aslinya bermodalkan rekayasa genetika yang ditunjang oleh tehnologi, kemudian sesuai dengan Teori Paralogika organisme tersebut akan dimanfaatkan oleh spirit dinausauras yang tetap ada dalam Sub Alam Transien.
Apakah Teori Paralogika edan?

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s