Kemana larinya bintang dan matahari yang tak bersinar lagi atau mati?

Pertanyaan: Bintang /matahari di galaksi lain yang usianya bilionan tahun walau sinarnya masih terlihat dari bumi, mungkin saat ini sudah padam/tak bersinar lagi atau mati. Apakah mereka masih berada di alam semesta ini,  atau keluar dari alam semesta menuju ke alam semesta yang lain atau bahkan menghuni  alam abadi? Seandainya mereka masih bersinar, dari mana energi atau bahan bakar untuk melakukan reaksi thermo nuklir?
Jawaban: Menurut TM energi tak mungkin keluar dari alam semesta ini,  jadi semua yang terbentuk dari energi, apalagi energi nyata akan tetap di alam semesta ini. Menurut Fisika   bahan bakar untuk melakukan reaksi thermonuklir hanya terdapat di bintang atau matahari yang masih aktif, sehingga sewaktu bahan bakar itu habis pasti bintang/matahari  akan padam.
Lain halnya menurut TM. disamping energi fisika yang hanya terdapat di Sub Alam Fisika terdapat energi semu yang terdapat diseluruh alam semesta. Kedua jenis energi ini setiap saat dapat berganti ujud, menyatu menjadi body atau berosilasi memancarkan gelombang. Perubahan jenis dan status dapat terjadi antar energi semu, antar energi nyata, semu menjadi nyata atau sebaliknya. Pertukaran ini dapat berangsur (evolusi), maupun mendadak (revolusi). TM menginformasikan STW adalah transisi energi semu menjadi energi nyata secara evolusi, sedangkan ECL adalah transisi energi nyata menjadi energi semu secara evolusi. Perubahan energi secara mendadak dapat terjadi akibat komplementasi eter membentuk matter atau sebaliknya terbentuknya anti mater dari mater akibat perubahan operator X (penyatuan) menjadi operator + (penggabungan) pada paket quantum eteric.
Atas dasar adanya eter disamping matter, maka TM menginformasikan umur bintang dan matahari dapat lebih panjang dari yang diperkirakan/diperhitungkan  secara fisika. Mengapa: eter terdapat diseluruh alam semesta dan sanggup berpindah sangat cepat menuju ketempat yang membutuhkan. Eter adalah dipole magnet yang kutubnya belum seimbang hingga tak memiliki kelembaman.
Walau alam semesta bersifat teratur (cosmos), namun masing-masing Sub Alam Semesta memiliki hukum yang berbeda. bahkan sering terkesan berlawanan. Tetapi karena sifatnya berbeda sehingga hukum yang berlaku juga berbeda, justru  satu dengan yang lainnya saling melengkapi hingga  saling mengimbangi dan terjadilah rantai kesinambungan.
Sub Alam Fisika dikuasai oleh dimensi massa dan ruang nyata disamping dimensi waktu, hingga memiliki kelembaman sangat tinggi,  Sub Alam Transien tak berdimensi massa dan ruang nyata, namun mengenal dimensi ruang semu dan koordinat nyata, sehingga walau  berdimensi sangat banyak masih mungkin dilacak oleh manusia dengan logika fikiran atau peralatan fisika, ini tergantung dari nilai E nya, semakin kecil nilai E nya, semakin mendekati Sub Alam Nyata.Transformasi energi dalam Sub Alam Transien dapat berlaku sangat cepat karena tak memiliki kelembamam, namun bagaimanapun eter memiliki komponen magnet,sehingga masih mungkin dilacak oleh fikiran apalagi dengan bantuan peralatan fisik. Sub Alam Gaib  hanya berdimensi waktu, tak mengenal dimensi ruang  maupun koordinat ruang dan hanya terisi energi gaib (bright energy)  yang belum berubah menjadi kutub magnet, sehingga sangat sulit untuk dilacak oleh fikiran manusia walau dengan bantuan peralatan fisik.Sub Alam Gaib hanya mungkin terakses oleh keyakinan.  Sub Alam Metafisika berdimensi waktu dan koordinat ruang semu justru sangat mudah dilacak oleh fikiran (karena fikiran termasuk dalam Sub Alam Metafisika), namun tak mungkin dilacak dengan peralatan fisika karena dark energy belum berubah menjadi kutub magnet.
Perputaran/pergantian jenis energi ini menyebabkan adanya berbagai jenis energi, berbagai jenis body dan berbagai jenis wave (gelombang). Kehidupan adalah interaksi vitalistik antara energi/ body dengan Soul, sehingga di Alam Semesta terdapat berbagi kehidupan, diantaranya spirit dan living organisme. Spirit memiliki tubuh Astral hingga hanya membutuhkan trans energi, Spirit tak sanggup memanfaatkan energi fisika, sebaliknya living organisme sanggup memanfaatkan berbagai jenis energi, namun berakibat membutuhkan berbagai jenis energi.
Yang sanggup keluar dari Alam Semesta hanyalah yang bukan energi, diantaranya adalah soul (z# -x +y).

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s