Mengapa orang baik usianya lebih pendek?

Pertanyaan: Setiap kali saya mendengar dalam upacara pemakaman seseorang dilakukan upacara  doa dan sambutan bagi  orang yang  akan dimakamkan atau dikremasikan,  almarhum didoakan semoga semua amal ibadahnya diterima  Tuahn YME,  segala dosanya dimaafkan. Yang menyambut selalu menyebut kebaikan  dan kenang-kenangan tentang kebaikan almarhm serta jaza-jazanya.
Saya mencoba melakukan “pencatatan”/  in memorial  sahabat-sahabat saya yang telah mendahului saya, tetapi hanya untuk keperluan pribadi sehingga saya dapat bersikap objektip, mengenang kebaikan dan keburukan teman saya itu. Tujuannya adalah: Benarkah orang baik (menurut memorial saya) lebih pendek usianya? Ternyata menurut “pengamatan saya” teman-teman yang saya berikan nilai positip telah meninggal pada usia muda, sedangkan yang negatip masih diberi umur panjang. Usia saya sekarang hampir  tiga perempat abad, banyak teman saya yang jauh lebih muda telah dipanggil ke sisi Tuhan. Kalau begitu saya termasuk mereka yang memiliki nilai negatip. Benarkah begitu pak Ibnu ?
Jawaban: Terima kasih!  Anda sebaya dengan saya dan sangat peduli kepada lingkungan anda, jadi menurut saya  anda punya nilai positip, ini terbukti anda rajin “melayat” dan melakukan introspeksi, Setiap orang memiliki nilai positip maupun negatip, namun dalam pergaulan tak etis jika mengungkap nilai negatip seseorang yang telah meninggal, apalagi pada pemakaman seseorang.
Umur manusia ditentukan oleh faktor z dan faktor E. Tuhan YME menentukan faktor z, sedangkan E memiliki faktor x yaitu lingkungan hidup dan y kemampuan individu dalam mengurusi diri dan lingkungannya. Tuhan YME memberi pilihan kepada setiap ciptaan Nya, pilihan yang membawa konsekwensi. Bagi mereka yang telah memiliki keyakinan tertentu atas bimbingan suatu agama, seharusnya tak usah mempermasalahkan masalah kematian diluar yang disebutkan dalam kitab suci dan yang ahli dalam urusan itu. Lain halnya bagi mereka yang memilih jalan hidup sendiri, apalagi yang meyakini atas dasar fikiran bahwa Tuhan YME memberikan kesempatan untuk memilih, karena memilih menggunakan logika fikir maka bebas dalam mensikapi kehidupan, sehingga berusaha untuk mengungkap makna kematian dan makna kehidupan, membuat statistik tentang kelahiran dan kematian, statistik tentang umur manusia,  hubungan antara umur dan kondisi lingkungan, umur dan kondisi tubuh/kesehatan seseorang, sebab suatu kematian, bagaimana upaya memperpanjang umur sampai apakah orang yang hidupnya sangat sengsara dapat mengakhiri hidupnya.
Adalah terlalu apriori menganggap Tuhan YME memberikan kesempatan hidup kepada orang yang baik lebih pendek dari yang buruk.Ini sangat berbahaya, sebab setiap orang ingin berumur panjang, sehingga akan memilih jadi orang buruk/jahat dari menjadi orang baik karena akan cepat mati.
Jika benar statistik bahwa orang baik umurnya pendek, harus dilakukan penelitian, mengapa hal itu dapat terjadi.

Ini sedikit analisa dan  dugaan saya. Orang baik mempunyai tantangan hidup lebih berat dari yang buruk karena harus menghindarkan diri dari berbagai godaan, misalnya tidak melakukan korupsi sehingga “terbelakang” dalam kesejahteraan hidup nya.
Sering kali kita hanya melihat  dari sikap dan perbuatannya, banyak yang nampak tegar dan kuat imannya menghadapi lingkungan buruk dan  berusaha tetap baik, namun sebenarnya  selalu merngelami konfik bathin.
Kesehatan badan saja tak akan berarti jika tak diimbangi keteguhan bathin. Mereka yang sanggup hidup panjang umumnya mentalnya kuat untuk mempertahankan jati dirinya  atau sanggup menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Orang muda yang idealis umumnya lebih mengandalkan kekuatan fisiknya sehingga menisbikan kemampuan mentalnya dalam menghadapi konflik bathin. Keletihan mental menyebabkan spirit tak mampu mengendalikan organisme.
Kesimpulan: Seandainya menurut statistik yang anda kumpulkan memang orang baik usianya lebih pendek dari usia orang jahat seharusnya anda tak hanya berhenti pada hasil dari pengumpulan data in memorial, melainkan melangkah lebih jauh untuk mencari sebab-sebabnya.
Menyimpulkan bahwa  orang baik umurnya lebih pendek dari yang jahat sangat berbahaya jika tak didasari argumen yang mendukungnya. Maaf, ini bukan bermaksud kita  tak mau dikatakan buruk atau jahat karena kita diberikan umur panjang.
.

1 CommentChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 7, ’11
Antara organisme dan spirit harus tumbuh secara serasi. Organisme sangat rentan terhadap waktu dan lingkungan, sehingga spirit harus “mengendalikan/mengontrol” kerja dari organisme agar dapat menunjang aktivitasnya.
Secara model Paralogika: Agar sebuah komputer dapat berfungsi dengan baik, maka user harus menggunakannya sesuai dengan kemampuan komputer yang digunakan. Jika user memaksakan komputer melebihi kemampuannya, maka komputer akan menjadi eror bahkan rusak atau user tak puas dengan komputer yang digunakannya, sehingga akan mencari komputer lain yang sanggup menunjang aktifitasnya.
Dalam hal manusia: Jika spirit memaksakan organisme melebihi kemampuannya, maka organisme akan terganggu fungsinya atau spirit akan meninggalkan organisme untuk mencari organisme baru yang dapat dikembangkan untuk menunjang aktivitasnya.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s