Mungkinkah Maha Karya diciptakan tanpa perencanaan yang matang?

Pertanyaan: Eyang menyatakan Tuhan YME bukan sekedar pencipta melainkan Perencana Agung. Apa maksud eyang? Apa bedanya pencipta dan perencana?
Jawaban: Pencipta itu melakukan proses dari titik permulaan menghasilkan suatu ciptaan hingga akhir/ terwujudnya ciptaan itu , sehingga dia  bertanggung jawab sepenuhnya atas sesuatu yang diciptakannya. Perencana tak melakukan sendiri semua proses penciptaan sesuatu melainkan memberikan tugas atau memberi kesempatan kepada pelaksana, pengawas, dan seluruh team yang terlibat dalam pelaksanaan mewujudkan suatu ciptaan.. Jika terjadi penyimpangan, maka perencana tak dapat dijadikan keranjang sampah, harus ditelusuri dimana terjadinya penyimpangan.
Suatu projek besar sebelum diwujudkan haruslah direncanakan, diteliti secara cermat segala sesuatu yang berkenaan dengan pelaksaaan rencana itu agar tak terjadi penyimpangan dari rencana itu. Nah, kalau membangun sebuah gedung saja diperlukan perencaaan matang, lalu pelaksanaannya diserahkan kepada banyak fihak yang dipercaya (ahli) dalam bidang masing-masing  termasuk yang akan mengelola dan memmanfaatkan gedung itu setelah selesai, maka andaikata gedung itu runtuh, siapakah yang bertanggung jawab?
Tuhan YME memang sanggup mengerjakan semuanya tanpa bantuan siapa dan apapun, tetapi Dia memberikan kesempatan kepada setiap ciptaan Nya untuk melaksanakan rencana Agung Nya. Mengapa? Dengan diberikan kesempatan kepada ciptaan Nya, termasuk manusia,  maka seharusnya semua ikut bertanggung jawab dan ikut merasa handarbeki agar ikut menjaga kelestarian apa yang telah diwujudkan sebagai yang dinamakan Alam Semesta termasuk bumi dan isinya.
Jika seuatu bangunan runtuh janganlah mengatakan rencananya salah, harus dikhusut dimana letak kesalahannya. Itulah perlunya  fikiran yang cerdas disamping akal budi mulia, jangan dengan mudah mencari kambing hitam, apalagi menjadikan Tuhan YME sebagai penanggung jawab atas sesuatu yang tak diinginkan oleh manusia sebagai jenis maupun sebagai individu.
Saya menyatakan bahwa Tuhan YME adalah Perencana Agung dan bukan sekedar pencipta dan menyatakan bahwa Dia  memberikan kesempatan kepada setiap ciptaan Nya , termasuk manusia,  untuk memilih menjadi pelaksana/pengguna  secara baik atau buruk, maka berarti  manusia yang dikaruniai kelebihan hingga disegeni makluk lainnya diberi kesempatan untuk membuat Hukum untuk mengatur diri, jenis dan lingkungannya. Hukum ini harus dipatuhi agar kehidupan  menjadi cosmos, bukan chaos. Manusia juga diberi kesempatan untuk memilih menjadi yang membimbing atau yang dibimbing, sebagai yang menjalankan kekuasaan atau rakyat. Semuanya harus melalui perjuangan dan harus dipertanggung jawabkan baik kepada sesama ciptaan Nya maupun kepada Nya.
Kepercayaan ini jangan diartikan  Tuhan YME tak sanggup melakukannya sendiri hingga membutuhkan bantuan fihak lain, termasuk manusia, melainkan memberikan kesempatan kepada setiap ciptaan Nya untuk mengatur diri dan lingkungannya, sebab semua akibatnya harus dipikul oleh ciptan Nya.
Adalah sangat berbahaya jika ada yang merasa dirinya sebagai wakil Nya atau bahkan merasa sebagai Dia namun  bukan  menjadikan Dunia/Alam Semesta menjadi baik sesuai dengan rencana Nya, melainkan malah menyebabkan kerusakan dan bencana.

2 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 10, ’11, edited on Feb 11, ’11
Cucu: Apakah kata dalam lagu Pelangi Ciptaan Tuhan dikoreksi, kata “ciptaan” Tuhan diganti dengan “rencana” Tuhan?
Eyang: tak perlu diganti, sebab semua yang telah menjadi “salah kaprah” dan termasuk dalam “teori kelirumologi” tak usah dipermasahkan, apalagi yang telah menjadi idiom atau kata klise.
Pelangi itu termasuk dalam rencana Nya hingga tak setiap kali diciptakan oleh Nya, melainkan tercipta akibat proses fisika dan dapat dijelaskan lewat Saint. Manusia itu diyanikin ciptaan Tuhan, namun tak setiap kali Dia menciptakan manusia sebab manusia telah termasuk dalam rencana Nya dan terwujud melalui proses biobogi dan spiritual, yaitu pertumbuhan zigote yang dikembangkan oleh spirit menjadi living organisme yang berakal dan berbudi, hingga berbeda dengan living organisme lainnya.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 11, ’11
TV., komputer, HP dan peralatan elektronika yang sangat rumit merupakan rekayasa manusia dalam bidang tehnologi informatika, bukan Dia langsung menciptakannya, namun sudah jelas termasuk dalam rencana Nya. Buktinya? Dia telah menyediakan tiga komponen dasarnya, yaitu: tahanan listrik (R), Condensator (C) dan Induktor (L). Tiga komponen ini dikembangkan oleh manusia menjadi berbagai peralatan yang teramat rumit, walau tak serumit makluk hidup.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s