Otak itu bagian dari organisme sedangkan batin,fikiran,pancaindra dan kemampuan paralogika termasuk bagian dari spirit.

Pertanyaan: Eyang menyatakan bahwa otak berbeda dengan fikiran. Lalu dimana letaknya fikiran? Selama ini otak gunanya untuk berfikir sehingga otak identik dengan fikiran, jadi letaknya ada di kepala dalam batok tengkorak kepala, sedangkan batin identik dengan hati, letaknya di dalam dada. Benarkah anggapan ini?
Jawaban: Jika di tinjau dari azas monolistik yang menganggap  living organisme sekedar proses bio kimia, jadi tak dikenal adanya energi semu, lebih-lebih soul, maka anggapan itu seratus persen benar, semua harus dapat terakses oleh pancaidra  secara telanjang maupun dengan bantuan peralatan fisik.
Itulah sebabnya saya  menggagas Teori Paralogika yang menggunakan azas dualistik, living organisme merupakan interaksi vitalistik antara organisme dengan soul dalam ujud white blank body atau merupakan interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit. Spirit merupakan interaksi vitalistik antara astral body dengan soul.
Untuk menjelaskan teori ini saya menggunakan komputer (bukan robot) dan user.
Komputer saya gunakan untuk model organisme sedangkan user (manusia) saya gunakan sebagai model spirit.
Semua pasti memahami apa itu komputer dan proses kerjanya , sebaliknya sangat sulit untuk menjelaskan organisme yang sangat komplek. Demikian halnya semua pasti mengenal apa itu manusia, sebaliknya sangat sulit untuk mengerti soal spirit, apalagi soul yang invalid.
Otak, mata, telinga, hidung, lidah, kulit termasuk dalam organisme sedangkan fikiran, batin,pancaindra (bedakan dengan alat pancaindra),fikiran dan kemampuan bawah sadar (paralogika) termasuk kemampuan spirit, bukan bagian dari organisme.
Perbedaan prinsipiil antara komputer dengan organisme adalah : Komputer itu benda yang menggunakan energi fisika dan dibentuk atas rekayasa tehnologi, sedangkan organisme menggunakan berbagai jenis energi, diantaranya energi fisika, energi biologi,dan energi transien (termasuk cahaya).  Komputer tak memiliki link dengan soul sehingga tak mungkin digunakan oleh soul secara langsung atau melakukan interaksi vitalistik. Manusia yang memanfaatkan komputer termasuk dalam living organisme sehingga memiliki link baik pada soul maupun pada benda. Jadi manusialah yang sanggup memanfaatkan komputer untuk menunjang aktivitasnya.
Organisme memiliki link dengan soul maupun spirit sehingga dapat melakukan interaksi vitalistik atau semi vitalistik. Itulah sebabnya living organisme jauh lebih sulid dimengerti atau dipelajari hingga membutuhkan model nyata, yaitu komputer dan user.
Perbedaan lain adalah: user pada umumnya tak mengembangkan komputer secara mandiri baik perkembangan hard ware maupun software nya, lain halnya spirit disamping menumbuhkan organisme  juga melakukan self programer dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia pada organisme yang dikembangkan.
Masing-masing organisme memiliki keunggulan dan kelemahan sehingga spirit tak mungkiin “berbuat sekehendaknya.”   Perkembangan living organisme lebih ditentukan oleh organismenya, sehingga spirit yang cerdas akan memilih mengembangkan “bibit”   organisme (zygote) yang dapat dikembangkan sesuai dengan yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitasnya.
Inilah sebabnya saya meyakini atas dasar berfikir  bahwa reincarnasi bukanlah suatu kegagalan maupun hukuman sebagai yang diyakini oleh beberapa agama. Reincarnasi adalah kesempatan yang diberikan Tuhan YME untuk memilih jalan hidup sendiri bukan atas iming-iming, janji apalagi paksaan dari   siapapun melainkan berdasar kebutuhan dan penyesuaian diri dengan lingkungannya, setiap akibatnya harus dipertanggung jawabkan pada masing-maisng  individu dan terhadap lingkungan hidupnya/ sesama ciptaan Nya.
Pada akhirnya semua harus bertanggung jawab kepada Nya, terhadap pilihannya masing-masing.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s