Pilih mimpi “yang membuat ogah bangun” atau mimpi “yang membuat ingin bangun”?

Pertanyaan: Semakin lama cucu semakin kagum atas “keuletan” eyang dalam berusaha “menjajakan”/mencari pasaran gagasan/dagangan eyang dengan mempersilakan membandingkan Teori Quantum Eteric dengan Teori lainnya yang kini telah dibuktikankebenarannya. Terus terang cucu lebih mudah memahami/menikmati  teori eyang yang sangat sederhana ketimbang teori yang eyang kutip dari Wikepedia mengenai atom,proton,elektron…………….. dan partikel dasar lainnnya.
Cucu jadi takut terbuai oleh mimpi eyang yang menggambarkan fenomena Alam Semesta  sangatlah sederhana, diantaranya impian bahwa manusia suatu saat dapat membuat telor tiruan yang dapat menetas menjadi ayam, suatu saat manusia sanggup menyaksikan ulah setan lewat monitor atau layar tv, kesanggupan manusia pindah dari galaksi Bimasakti kegalaksi lainnya, penjelasan tentang terjadinya garvitasi, mengapa bumi mengelilingi matahari sampai yang eyang pertanyakan dan eyang jawab sendiri mengapa elektron mengelilingi proton, pernyataan eyang Tuhan YME memberi kesempatan untuk memilih dan tak memaksakan kehendak Nya…….. dll mimpi indah yang eyang bangun lewat teori eyang Quantum Eterik, Teori Paralogika dan Teori Minimalis. Saya khawatir mimpin indah itu menyebabkan saya ogah bangun menghadapi kenyataan sebagai yang diperjuangan oleh ilmuwan hingga “dituduh” mempertaruhkan keselamatan bumi dan isinya sbegai projek Terowongan Kiamat.
Agaknya cucu tak berlebihan jika menyimpulkan: gagasan eyang bertentangan dengan ilmu pengetahuan maupun agama. Maafkan cucu!
Jawaban: Eyang bangga mempunyai cucu secerdas “Einstein yang membuat teori  ilmiah yang sangat bermanfaat untuk menggali energi yang terkandung dalam massa” sehingga manusia tak akan kehabisan energi, namun sebenarnya disamping energi atom yang dibangun oleh quantum, Tuhan YME menyediakan energi lain yang lebih hebat dari energi atom, yaitu energi eter yang hingga kini dianggap tak ada atau omong kosong  hingga tak dipedulikan dan tak dilakukan explorasi untuk diexploitasi. Padahal jika kita pelajari sejarah peradaban manusia sebelum dikuasai oleh materialisme, manusia justru telah sanggup menguasai  “pengetahuan” supernatural untuk kemudian baru lahir “pengetahuan” natural.
Apakah teori eyang yang mengajak manusia “back to supernature” merupakan langkah mundur? Jika begitu saat ini mereka yang mengajak “back to natural” merupakan langkah mundur, sebab saat ini manusia dikuasai oleh “saint yang serba ilmiah”. Apakah pernyataan eyang bahwa Tuhan YME memberi kesempatan pada setiap ciptaan Nya untuk memilih pemanfaatan kesadarannya (consciousnes) namun justru harus mempertanggung jawab kan akibatnya, bertentangan dengan kenyataan dan bimbingan nenek moyang kita?
Eyang menyangkal jika dianggap menciptakan mimpi indah yang membuat orang ogah bangun, melainkan justru eyang membangunkan mereka yang sedang dibuai oleh “mimpi indah” akibat kenikmatan duniawi berkat perkembangan tehnologi dalam memanfaatkan materi. Eyang tak berkeberatan jika manusia menjadi “majikan” dari semua yang tersedia dibumi, yang harus diwaspadai justru  adalah mimpi indah akibat materialisme sehingga justru  manusia menjadi budak materi.
Adalah sangat keliru jika eyang menganggap simple fenomena alam semesta, eyang sendiri sadar sesadar-sadarnya bahwa fenomena Sub Alam Fisika sangat rumit, namun fenomena Alam Semesta jauh lebih rumit. Sub Alam Fisika saat ini telah dikuasai oleh manusia lewat berbagai teori dan ekperimen ilmiah, namun eyang menginformasikan bahwa disamping Sub Alam Fisika ada Sub Alam Transien yang jauh lebih memberikan harapan kepada makluk cerdas untuk berlomba menguasainya.
Apakah manusia puas dengan ditemukannya berbagai partikel dasar seperti, quark,lepton. muon,………………… dan tak mulai menyadari bahwa masih ada yang lebih mendasar dari semua itu, yaitu eter yang dibangun oleh eteric sebagai halnya atom membangun matter?

Dalam sisi philosofis, materialime telah terbukti menisbikan keberadaan dan kekuasaan Tuhan YME, disisi lain Dia digunakan sebagai :”penanggung jawab” atas semua yang menimpa bumi dan isinya karena  Dia tak memberikan kesempatan memilih  kepada setiap ciptaan Nya.
Semua mimpi adalah fenomena paralogika, apapun dapat terjadi, dari yang rasional sampai yang irrasional, semuanya bermanfaat jika kita berniat memanfaatkan, namun menjadi tak ada manfaatnya jika kita biarkan berlalu.
Mimpi indah itu dapat menjadikan orang ogah bangun dan ingin tidur selamanya, tetapi jika kita “sadar” dari mimpi yang indah fenomena dalam mimpi itu dapat kita upayakan untuk menjadi kenyataan. Sebaliknya mimpi buruk membuat kita berusaha untuk bangun, saat terbangun menjadikan kita bersyukur bahwa hidup kita tak seburuk mimpi kita.

tough2slf
tough2slf wrote on Dec 30, ’10
mimpi = maya … apabila tidak ditelusuri maknanya … merupakan perwujudan keinginan yang tersembunyi

Apakah keinginan tersebut dapat dicapai …?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 2, ’11
Benar sekali, disamping kesadaran otak manusia dikaruniai :kesadaran” spiritual” yang laten. Hanya waktu yang akan menjadi saksi keinginan tersebut dapat dicapai, sebagai buktinya yang telah kita capai membutuhkan waktu dan perjuangan, tak begitu saja “diberikan” dengan cuma-cuma oleh Nya, sering kali harus “mempertaruhkan” apa yang telah kita nikmati.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s