Apakah itu Revolusi Spiritual Ilmiah dan manfaatnya?

Pertanyaan: Eyang memprediksikan Revolusi Spiritual Ilmiah, tetapi belum mendifinisikan “istilah” baru ini serta manfaatnya. Mohon dijelaskan.
Jawaban:
1. Revolusi artinya perobahan yang sangat cepat.
2. Spiritual: kesadaran akan adanya berbagai energy, body dan wave yang disediakan oleh Tuhan YME untuk dimanfaatkan dan memanfaatkan. (use and to be used).
3. Ilmiah artinya dijelaskan secara ilmu pengetahuan yang sistematis sehingga lebih mudah dimengerti oleh zakal budi sehingga bermanfaat bagi kehidupan nyata.
Ada dua fenomena, yaitu a. fenomena valid yang masih dapat dipelajari oleh manusia, yaitu yang terkait dengan masalah energi (E), dan b. fenomena invalid yang tak mungkin kepelajari oleh manusia, diantaranya soul (z).
Manfaatnya Spiritual Ilmiah:
1. Berusaha mengungkapkan rahasia Alam Semesta secara ilmiah bagi fenomena valid  atas dasar kesadaran holistik ,bukan hanya atas dasar hasil: pengamatan pancaindra yang materialistik, bukan hanya  atas dasar bathin yang irrasional apalagi dogmatis, bukan hanya atas dasar fikiran yang rasional dan selalu menuntut bukti  nyata dan seketika, dan bukan atas dasar mimpi/bawah sadar  yang tak terkontrol oleh otak.  Spiritual Ilmiah membedakan antara yang memiliki massa dan membutuhkan ruang nyata (quantum) dan yang belum/tak memiliki massa hingga belum memerlukan ruang nyata (eteric).
2. Manusia termasuk living organisme  menyadari akan jati dirinya, mengetahui akan kelebihan dan kekurangannya, menyadari akan keterbatasannya, sehingga dapat  membedakan antara fenomena valid dengan fenomena invalid. Fenomena invalid masih mungkin dipelajari sepanjang terkait langsung (telah berinteraksi) dengan fenomena valid, misalnya living organisme (interaksi vitalistik organisme dengan soul atau interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit, spirit  hasil interaksi vitalistik antar astral body dengan soul serta makluk hidup yang memanfaatkan energi lainnya.
3. Atas dasar  Spiritual lmiah manusia menyadari herarki/susunan/tingkatan  body, energi, wave yang mengisi  alam semesta, baik yang valid dan yang terkait langsung dengan yang valid.
4. Pengakuan terhadap keberadaan Tuhan YME serta kebesaran Nya didasari oleh bukti segala ciptaan Nya,  bukan lagi bersifat dogmatis melainkan informatif secara holistik setiap masukan kepada otak secara  terintegrasi dari: hasil pengamatan pancaindra atas dasar reality , getaran bathin/keyakinan yang lembut atas yang gaib, olah fikir yang tajam terhadap metafisika, analisa rinci  pada  spectrum para logika.  Hal itu dimungkinkan karena Tuhan YME membekali  setiap ciptaan Nya sesuatu yang holistik, yaitu kesadaran (consciousness) untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan  masing-masing agar dapat memanfaatkan semua yang disediakan oleh Nya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kermampuan dan kebutuhan serta berani mengambil risiko akan akibatnya.
ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 6, ’11, edited on Jun 6, ’11
Beberapa contoh Spiritual Ilmiah:
1. Munculnya New Age dengan berbagai aktivitasnya.
2. Pemanfatan energi nuklir untuk berbagai kepentingan demi memperoleh sumber energi murah dan melimpah.
3. Projek Alam Semesta Tiruan (CERN – LHC) untuk menelusuri asal usul alam semesta.
4. Rekayasa Genetika : misalnya pembuatan telor/organisme/sel mirip aslinya untuk “menghidupkan” spesies yang telah punah., membuat organ tiruan (bukan mekanik atau imitasi) untuk pencangkokan/organ tubuh yang rusak.
5. Pembuatan undang-undang untuk membolehkan tindakan-tindakan yang selama ini dianggap merupakan wewenang Tuhan YME hingga sangat ditentang oleh religi.Dari contoh diatas sudah dapat diperkirakan bahwa Spiritual Ilmiah akan banyak mendapat tentangan, sebab akibat atau risiko yang “dipertaruhkan:” sangat besar. Konsekwensi dari suatu revolusi memang goncangan, lebih-lebih sebuah revolusi peradaban manusia yang mendasar.
Untuk memperkecil goncangan ada beberapa pilihan:
1. Sithik eding, artinya mau berbagi satu dengan yang lain karena tak merasa benar sendiri, kuat sendiri, merasa paling hebat hingga sanggup memaksakan kehendak satu terhadap yang lain dengan berbagai dalih.
2. Genti genten, artinya jika ternyata tak lagi dipercaya bersedia menyerahkan kepemimpinan kepada generasi berikutnya dengan legawa.
3. Tiji – tibeh, atau mati siji mati kabeh, kill or to be killed.

tough2slf
tough2slf wrote on Jun 6, ’11
Agama pada pada banting stir gitu mas …he..he…Ada generasi baru Ustadz – Pandito – Orang Pintar (opo maheh iki…)

Nggak jadi dong paham mengenai Nabi Terakhir..?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 6, ’11
Lho Spiritual Ilmiah justru menguatkan kebenaran pernyataan tak akan ada agama baru setelah Islam dan Nabi Muhammad adalah nabi terakhir.Agama sangat dibutuhkan untuk mengerem laju Spiritual Ilmiah yang tak terkendali hingga manusia dapat bertindak sesukanya, menisbikan norma-norma kemanusiaan yang beradab, persatuan, musyawarah dan keadilan. Pilihan sithik eding akan menghindarkan terjadinya genti genten (yang panjenengan sebut banting stir he he, itu sangat berbahaya) , lebih-lebih memilih untuk tiji tibeh yang dapat berakibat bencana bagi dunia ini.
ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Sep 20, ’11
Peristiwa gempa yang “membocorkan” reaktor nuklir, hingga menimbulkan bencana berkepanjangan menjadikan manusia “ketakutan” akan kekuatan dan keperkasaan alam, sehingga akan berfikir ulang tentang pemanfaatan energi nuklir. Ini akan terbukti dengan “tersendatnya/ditundanya” rencana pembangkit tenaga nuklir, bahkan sebagian dibatalkan. Apakah manusia akan kembali ke tehnologi yang dianggap berisiko rendah? Revolusi Spiritual Ilmiah akan menjawabnya. Untuk sesaat mungkin aktivitas pemanfaatan energi nuklir akan mengendor, namun akan segera bangkit jika ternyata manusia telah sanggup membuat reaktor nuklir menjadi lebih aman, misalnya dengan membangun reaktor nuklir diwilayah yang jauh dari bencana alam atau didaerah terpencil, jauh dari wilayah yang dipadati manusia.
Tehnologi pemindahan enegri listrik memungkinkan listrik dapat dipindahkan ketempat yang sangat jauh dengan kerugian daya kecil. Jika sumber energi lainnya berdasar reakii kulit terbukti tak ada yang menandingi efieinnya penggunaan energi inti/nuklir, sedangkan energi kulit (reaksi kimia) dibutuhkan untuk keperluan lainnya, misalnya menyediakan pangan, bahan baku produksi dan tehnologi yang sanggup memberikan kenikmatan hidup, maka manusia akan memanfaatkan apa saja yang terdapat disekitarnya. Menurut TM, disamping energi nyata yang hanya tersedia sangat terbatas (E=0), tersedia energi semu termasuk energi transien ,yang kini dinisbikan keberadaannya (E#0) melimpah, maka manusia akan berupaya untuk menguak rahasia energi semu. Inilah awal dari Revolusi Spiritual Ilmiah. Manusia akan berusaha memperoleh energi nyata dari energi semu.. Laboratorium “raksaksa” akan melakukan ekperiment bukan lagi berdasar fisika terapan (yang dibatasi 5 dimensi) , melainkan berdasar Fisika Teori, diantaranya Berdasar Teori Membran yang berdasar 11 dimensi. Hal ini dipat tercapai berkat kemajuan IT (Information Tehchilogy), bukan sekedar MT(Material Technologi) , melainkan Scientific Spiritual Tehnology.
ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Mar 15
Karena Teori Som Wyn berbasis TM, maka sekedar informasi yang merupakan pendukung Spiritual Ilmiah yang kini telah dirintis oleh berbagai “Kesadaran baru” manusia terhadap diri dan lingkungannya. Teori Paralogika sebenarnya agak berbeda dengan Teori Som Wyn, namun dapat saling “digabungkan” bukan disatukan. Teori Paralogika mempelajari fenomena bawah sadar yang sanggup mengakses Sub Alam Trabsien yang dialami oleh setiap living organisme (bukan hanya manusia). Teory Som Wyn mempelajari microcosmos sesuai dengan macrocosmos yang diinformasikan oleh Teori Minimalis. Jadi cakupan Teori Som Wyn lebih luas dari Teori Paralogika. Itulah sebabnya Teori Som Wyn menginformasikan seluruh microcosmos yang terdiri atas tujuh lapis kehidupan:
1. Living organisme yang tersusun dari bioenergi (energi biologis) yang membentuk organisme dan membutuhkan bio energi untuk melakukan aktivitasnya di Sub Alam Biologi dan Alam Fisika. Living organisme merupakan interaksii vitalistik antara organisme dengan soul (Whiteblank body) atau interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit (Reincarnated body)
2. Living astral body atau spirit yang tersusun dari trans energi membentukk living astral body dan membutuhkan trans energi untuk menunjang aktivitasnya. Spirit merupakan interaksi vitalistik antara astral body dengan soul.
3. Living dark body yang tersusun dari trans energy membentuk living dark body dan membutuhkan dark energi untuk menunjang aktivitasnya di Sub Alam Metafisika. Living dark body merupakan interaksi vitalistik antara dark body dengan soul.
4. Living bright body tersusun dari bright energi membentuk living bright body dan memerlukan bright energi untuk menopang aktivitasnya di Sub Alam Gaib. Living bright body merupakan interaksi vitalistik antara bright body dengan soul.
5. Talent body yang immortal tersusun dari dark energy membentuk talent boddy dan membutuhkan dark energy untuk melakukan aktivitasnya di Sub Alam Metafisika.
6. Holly body yang immortal tersusun dari bright energy membentuk GHolly body dan membutuhkan bright energy untuk menopang hidupnya di Sub Alam Gaib.
7. Soul adalah invalid, sehingga tak dapat dimengerti oleh kemampuan manusia. Soul bebas bukan energi, ini dinyatakan oleh Formula Som Wyn z # – x + y Karena bukan energy maka z dapat keluar masuk Alam Semesta sesuai dengan kehendak Tuhan YME.
Teory Paralogika menginformasikan bahwa living organisme membutuhkan biosfera sehingga hanya mungkin hidup diwilayah yang memiliki biosfera. Setiap living organisme mengalami bioritme, yang dalam TP diinformasikan mengalami kondisi sadar dimana living organisme dikendalikan oleh spirit atau soul lewat otak dan kondisi bawah sadar yang dikendalikan oleh spirit atau soul lewat sumsum tulang belakang. Teori Paralogika menggunakan komputer sebagai model organsime dan user sebagai odel user.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s