Awas terjebak materialisme!

Pertanyaan: Membaca tulisan eyang mengenai Alam Semesta Tiruan saya menjadi sangat heran, ternyata ilmu pengetahuan manusia yang sudah teramat maju belum sanggup menjawab berbagai masalah, ini dapat dibaca dalam penjelasan mengenai CERN dan LHC seperti yang saya kutib ini:
What is mass? = Apa itu massa?
What is 96% of the universe made of?= 96 % isi alam semesta terbuat dari apa?
Why is there no more antimatter? = Mengapa anti matter sangat langka/tiada lagi ada di alam semesta?
What was matter like within the first second of the Universe’s life? = Seperti apa ujud matter pada detik pertama kehidupan alam semesta?
Mengapa hal itu dapat terjadi? Dapatkah eyang menjelaskan dengan teori eyang?
Jawaban: Sains itu berbeda dengan: Agama, atau Spiritual Ilmiah. Agama tak menuntut bukti, tinggal percaya atau tidak, sedangkan Spiritual Ilmiah ibaratnya sebuah mimpi atau angan-angan yang memanfaatkan intuisi untuk mengambil keputusaan, sehingga bersifat spekulatif. Sains tak boleh disikapi sekedar yakin melainkan menuntut bukti, sains juga membutuhkan kepastian, bukan spekulatif. Sayangnya: sains terjebak dalam materialisme, sehingga segala sesuatu harus berdasar bukti nyata yang dapat terakses oleh pancaindra. Itulah sebabnya sains cenderung menjadi atheis, tak mengakui keberadaan dan kebesaran Nya. sebab Tuhan YME bukanlah materi. Sebaliknya Spiritual Ilmiah dapat menjadikan manusia berkeyakinan ciptaan Nya dapat “menyatu” atau identik dengan Tuhan. Bahkan “dikatakan” bahwa Tuhan hanyalah konsep buatan manusia, alias keberadaan Nya karena “diciptakan” oleh manusia. Inilah yang harus diwaspadai yang akhirnya juga menjadikan atheis. Agama sangat dibutuhkan untuk mengimbangi sains maupun Spiritual Ilmiah.Sayangnya agama “kebanyakan ” bersifat dogmatis, akibat didomenasi penggunaan logika keyakinan.
Itulah Sebabnya Teori Som Wyn menggunakan ciptaan Nya untuk membuktikan keberadaan dan kebesaran Nya, bukan atas dasar dogmatis saja  maupun spekulatif melainkan informatif yang holistik atas dasar: masukan terintegrasi dari pancaindra, fikiran, batin dan mimpi, angan-angan dan cita-cita, namun tak kebablasan hingga menjadi spekulatif. Cobalah telaah informassi ini, lalu analisa tentang kebearan dan kebohongannya, Dapatkah informasi ini diterima oleh getaran hati, ketajaman fikir, keterbatasan pancaindra dan merupakan angan-angan/mimpi yang dapat diwudkan untuk menyadarkan manusia akan keterbatasannya namun masih sanggup mempercayai akan keberadaan dan kebesaran Nya?

1. Tuhan YME menyediakan segalanya, tetapi Dia tak termasuk yang diciptakan melainkan Yang Menciptakan sesuai dengan Rencana Agungnya.
2. Tuhan YME membekali setiap ciptaan Nya kesadaran (consciousness) untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing. Kesadaran akan eksisten dan esensi  akan adanya keterkaitan satu dengan yang lainnya agar dapat “memanfaatkan atau  dimanfatkan”. (use or to be used) antara yang satu dengan yang lain.
3. Tuhan YME memberikan kesempatan untuk memilih:
a. Mematuhi setiap petunjukkan Nya dan menjanjikan kebahagiaan abadi.
b.Menuruti kehendak masing-masing untuk memanfaatkan semua yang disediakan nya karena telah diberikan kesadaran untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya dan harus berani menanggung risikonya.
4. Semua yang terjadi adalah ulah ciptaan Nya, bukan kehendak yang menyediakan, namun harus mendapatkan izin Nya.
5, Izin itu diberikan agar ciptaan Nya sanggup mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing, sehingga masing-masing diizinkan untuk membuat tatanan/norma/hukum untuk mengatur diri, jenis dan lingkungannya. Ciptaannya dapat menggunakan setiap yang disediakan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Nya. Kegagalan dalam mengatur dirij jenia dan lingkungannya akan dirasakan oleh semua yang ada dalam lingkungan itu.

Teori Minimalis menginformasikan bahwa ciptaan Tuhan YME bukan hanya materi, banyak yang jauh lebih hebat dari sekedar materi. Fisika bersifat monolistik, menganggap isi alam semesta adalah hanya partikel baik yang bermassa dan yang tidak bermassa. Inilah yang menyebabkan fisika sangat sulit mencari asal usulnya massa, sehingga Teori Relativitas yang jelas “bertentangan” dengan Mekanika Quantum diupayakan untuk disatukan menjadi Teori Segalanya (Theory of Everything).
Statement yang menyatakan baru dapat “melihat” 4 % partikel yang terakses oleh pancaindra dan alat fisika , sisanya lalu dianggap materi gelap dan energi gelap yang juga dianggap partikel juga bukti bahwa fisikawan terrjebak dalam materialisme, ruangan di alam semesta yang tak terisi materi dianggap kosong melompong. (vacum).
Sebenarnya: fenomena adanya medan magnit (bedakan dengan magnet atau atom), medan listrik (bedakan dengan electron atau arus listrik) dan gemlombang elektro magnet (cahaya) yang jelas tak menyebabkan ruangan kosong (vacum) menjadi terisi materi dapat dimanfaatkan untuk “melengkapi” isi alam semesta , asal fenomena ini tak dimasukkan sebagai partikel tak bermasa hingga  dianggap bagian dari quantum yang dapat terakses oleh pancaindra atau peralatan fisika.
TM menginformasikan/membedakan antara quantum (E=0), eteric( E#0) , quantum eteric (E=0) dan kondisi anti matter (sebagian besar E#0). Yang dapat terdeteksi oleh pancaindra dan peralatan fisika hanya yang memiliki E=0, lainnya hanya terdeteksi oleh batin ( y=0 hingga  E<0), fikiran ( x=0 hingga E>0) dan mimpi/angan-angan ( 0<E<tak berhingga)..
Jadi, kita tak usah heran jika fisikawan menyatakan hanya 4 % partikel yang terdeteksi oleh penglihatan dan pengamatan dengan peralatan fisika.
Menerut TM isi alam semesta sebagian besar berupa  energi transien (eteric),  bukan hanya energi fisika (quantum).  Secara holistik seluruh alam semesta terisi oleh energi. yang jumlahnya tetap, namun berubah-ubah jenisnya . Energi dapat terkonsentrasi menjadi body atau berubah-ubah jenis atau intensitasnya dengan sangat cepat merupakan gelombang (wave).
Teori Som Wyn bahkan menginformasikan adanya z (soul) yang bukan energi  yang sanggup melakukan interaksi vitalistik dengan body membentuk living body. Soul tak mungkin terakses oleh kemampuan manusia, namun jika berinteraksi dengan body menjadi living body masih mungkin terakses oleh kemampuan manusia. Soul yang tak berinteraksi dengan energi (soul bebas ) dapat bebas keluar masuk alam semesta hingga dapat memperoleh kebahagiaan abadi. Soul yang terkait dengan materi hanya mungkin  memperoleh kenikmatan semesntara lewat pancaindra atau kebahagiaan sementara.lewat batin, atau apa saja lewat mimpi dan angan-angan yang tak terkendalikan oleh otak, atau…………… lewat Dunia Maya.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 10, ’11
Silakan baca tulisan eyang mengenai: Teori Minimalis/ Teori Keranjang Sampah, Teori Minimalis Plus, Teori Paralogika/Teori Som Wyn, Teori Revolusi Som Wyn, Teori Quantum Eteric, dan Model Atom Minimalis. Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja gampang maido apa sing durung kok ngerteni. Believe without thinking is the way to the heaven. Thinking before believing is the way to reality.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 11, ’11, edited on Jun 11, ’11
Sebagai contoh konkrit: Didalam sebuah kamar terdapat
a.benda-benda hasil tehnologi (meubelair,TV, komputer dll yang terakses oleh penglihatan kita),
b.benda yang kita pelajari lewat ilmu pengetahuan (yang tak terlihat namun dapat terakses oleh pancaindra selain mata, misalnya udara).
c..energi yang diinformasikan oleh Teori Minimalis (termasuk eteric yang tak terakses oleh pancaindra).
Jika kita lakukan statistik berapa persen bagian ruangan yang terisi, maka jawabannya akan berbeda antara:
a. orang awam yang tak pernah melihat udara dalam keadaan diam (bukan angin) , sehingga hanya menyaksikan adanya benda-benda yang dapat dilihat. Statietik mereka ruangan itu hanya terisi 4%
b. orang yang mempelajari fisika atau orang awam tetapi saat itu ada hembusan angin, bau kentut atau parfum. Mereka akan menyatakan 4 % + udara/gas..
c. orang yang religius atau orang yang meyakini adanya sesuatu yang mistis, akan menyatakan 4 % + udara + makluk halus/setan.
d. mereka yang pernah membaca Teori Minimalis dan setelah berfikir serta meyakini adanya eter sehingga di layar TV dan monitor tetap ada gambar, walau ruangan itu “dikosongkan hingga vacum” (tak ada udara maupun partikel bebas. Jawaban mereka yang telah terpengaruh oleh TM akan menyatakan ;:Ruangan itu 100 % terisi oleh berbagai macam/jenis energib body maupun STL dan jika dikosongkan masih tetap terisi oleh eter.
Teori Minimalis menginformasikan: Eter tak mempunyai massa karena E#0, sehingga tidak menjadikan ruangan kosong menjadi tidak kosong, ini sesuai dengan Formula Supernatural Modern E= – x + y . Sebaliknya saat E=0 pastilah x=y=q.
Jadi q adalah quantum yang memiliki massa betapapun kecilnya (diluar dimensi fisika) dan jika terakumulasi akan menjadi massa.. Hubungan q dengan m dinyatakan oleh Formula Einstein E=mc^2, dimana E tak lain adalah akumulasi dari q.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 11, ’11, edited on Jun 11, ’11
Marilah kita analisa Formula Einstein: E=mc^2 Formula ini menyatakan hubungan antara energi (fisika) dengan massa. Andaikata terjadi perubahan sempurna, maka sejumlah massa akan menghasilkan energi fisika (quantum) sebesar mc^2. Jika cahaya melaju bersama photon, maka masing-masing dapat saling menunjang aktivitasnya. Tetapi:andaikata cahaya tak memiliki massa dan cadangan massa tak mungkin cahaya dapat bergerak. Jika pohon bergerak bersama/seiring gelombang elektro magnet, berarti kecepatan photon sama dengan kecepatan cahaya sehingga: a. jika photon memiliki massa sebagai cadangan energi agar cahaya dapat bergerak, maka massanya akan bertambah jika bergerak mendekati kecepat cahaya, sebaliknya jika photon tak memiliki massa berarti tak mungkin menyediakan energi buat cahaya. Kenyataannya cahaya dan photon dapat bergerak baik diruang hampa (menurut fisika) maupun diruang yang berisi partikel.
Menurut TM photon timbul sebagai konsekwensi STW (Symetrical Trans Wave) yang bergetar melintasi keseimbangan prima E=0., sehingga photon bukannya terus menerus ada terseret atau melaju secepat cahaya, diruang hampa munculnya photon hanya saat E=0 tak terlalu menghambat laju cahaya. Photon diruangan yang tak terisi oleh partikel atau energi fisika yang dianggap kosong oleh fisika hanya muncul sesaat, yaitu saat E=0 atau x=y=q kemudian berubah lagi menjadi eteric yang menyediakan energi bagi gerakan cahaya. Kesimpulan: cahaya dapat bergerak karena tersedia energi dari media yang dilaluinya, yaitu energi transien atau eteric. Tanpa dukungan eteric cahaya tak mungkin bergerak.
ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 12, ’11
Bagi yang atheis cobalah renungkan: argumen apa yang kalian gunakan untuk menyanggah statement tersebut? Kalian tak usah “takut” Dia akan membatasi kebebasan berfikir, berkeyakinan dan berbuat sepanjang kalian mempunyai kesanggupan dan berani menanggung risikonya. Masing-masing memiliki kesadaran untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya, sehingga semuanya berjalan tertib atau cosmos bukan chaos. Dari mana asal muasalnya segala sesuatu yang tersedia disekeliling kita? Jika kalian beranggapan semua disediakan oleh alam, cobalah hormati alam, jaga dan lestarikan! Memanfaatkan semua yang tersedia di alam semesta serta melestarikannya jauh lebih penting dari sekedar pengakuan namun melakukan perusakan terhadap alam semesta/lingkungan
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s