Belajar mengartikan sebuah mimpi.

Pertanyaan: Cucu sangat kagum pada kemampuan eyang mengartikan sebuah mimpi, misalnya mimpi tentang bayi yang terkapar diliang lahat dan tiba-tiba berubah menjadi seorang kakek yang seram, mimpi eyang  berdansa dengan peri. Bolehkah cucu belajar mengartikan mimpi cucu, misalnya punya pacar seorang bidadari?
Jawaban:  Itu namanya ilmu kotak-katik yang merupakan warisan nenek moyang kita. Istilah ini eyang dapat dari Ananda Sudarjanto, Namun yang sulit adalah Ilmu kotak-katik mathuk. Mengapa? Mathuk itu yang menentukan bukan sipembuat kotak-katik, melainkan yang menerima informasi. atas dasar kotak-katik.
Coba eyang artikan mimpi cucu mempunyai pacar bidadari:  Itu perlambang pacar cucu kelak cantik luar dalam, artinya bukan hanya wajahnya saja yang cantik, tetapi budi pekertinya luhur. Pasti cucu mngiayakan “kebenaran kotak katik eyang.”
Kalau eyang menyatakan: itu pertanda cucu akan segera masuk sorga. Pasti cucu menjadi “ngeri” kalau cucu tahu bahwa sorga harus dicapai dengan suatu kematian.
Nah, jawaban pertama mathuk bagi cucu, jawaban yang kedua …………….. belum tentu mathuk bagi cucu, tetapi bagi yang memang sudah bosan hidup atau yakin jika mati segera terujut impiannya…………. akan mathuk juga.
Nah, agar kotak -kathik menjadi mathuk, yang membuatnya harus melihat target yang akan dibuat mathuk. Inilah yang menyebabkan ilmu mengartikan sebuah mimpi menjadi teramat sulit.
Coba cucu artikan mimpi eyang ini:
Eyang disidang oleh para ilmuwan gara-gara membuat TM yang dipertemukan oleh cucu yang bernama segalasesuatu dengan T-M yang sedang mereka kembangkan. Dalam mimpi itu eyang “menguliyahi” para ilmuwan:
Ini isinya:
Dua teori itu ibaratnya menuju suatu tempat dari dua arah, yang satu dari timur yang satu lagi dari barat. Mungkinkah bertemu?
T-M bertolak dari partikel yang digambarkan sebagai dawai getar  yang kedua ujungnya terikat pada membran sehingga selalu terikat oleh  dimensi  tertentu.Jika dawai itu putus maka akan terjadi dawai tertutup yang sanggup menembus membran.
MT bertolak dari sepasang energi  x = F1(t) dan y = F2(t) yang malar jadi dapat dipandang dua dawai yang merupakan fungsi waktu. Fenomena ini akan berlanjut pada munculnya E = – x + y yang merupakan energi transien , atau E= – F1(t) + F2(t) = F3(t) yang juga merupakan fungsi waktu yang malar. Ada satu kondisi dimana x=y=q, sehingga E=0 yang saya sebut kondisi keseimbangan prima. Dalam kondisi ini berlakulah F1(t) = F2(t)
Persamaan ini tak memiliki nilai batas sehingga tak dapat diuraikan menjadi Deret Fourier, itulah sebabnya sebelum mencapai keseimbangan prima dimana nilai E=0 berlakulah “pemotongan” fungsi hingga memiliki nilai batas. Kondisi malar dan memiliki nilai batas inilah yang menjadikan perhitungan matematikanya menjadi lebih sederhana dan mudah dimengerti.
TM tak menyatakan bahwa yang memiliki nilai batas harus merupakan rantai tertututup, melainkan dapat diuraikan menjadi fungsi dasar sinusoidal..

.

13 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 21, ’11, edited on Apr 22, ’11
Mimpi eyang itu disebabkan memikirkan tulisan/penjelasan cucunda “segalasesuatu” yang membuka wawasan eyang terhadap Teori Membrane yang mula-mula sangat sulit eyang fahami.
Menurut cucu itu: terdapat 11 dimensi dalam T-M yang terbagi atas tiga sub alam semesta, yaitu alam nyata (tiga dimensi), sub alam trans (tiga dimernsi) dan sub alam gaib (tiga dimensi) serta satu dimensi unniversal yaitu dimensi waktu.
Eyang mengkotak-katik TM, ternyata TM memang mirip dengan T-M, sebab:
1. Sub Alam Nyata memang memiliki 3 dimensi ruang nyata. Dimensi massa telah terwakili oleh F(t) yang malar.
2. Sub Alam Transien juga memiliki tiga dimensi, yaitu E, x dan y.
3. Sub Alam Gaib + Sub Alam Metasfisika atau Alam Supernatural juga berdimensi 3, yaitu c=consciousness, x=F1(t) dan y=F2(t).
4. Seluruh Alam Semesta berdimensi waktu yang konstant, sehingga Alam Semesta dikuasai oleh 11 dimensi. ( 3 + 3 + 3+ 1 = 11)
Yang berbeda adalah : T-M tak mengikutkan z# -x + y yang bukan energi. Alasannya sudah eyang fahami yaitu z memang bebas keluar masuk Alam Semesta hingga tak dikuasai oleh dimensi apapun yang berlaku dalam alam semesta, termasuk dimensi waktu. z itu invalid sehingga tak mungkin diketahui oleh manusia, termasuk para ilmuwan yang mengembasngkan T-M.

Ini sekedar kotak-katik eyang dalam mengartikan mimpi eyang itu. Terserah cucu, boleh mathuk atau tak mathuk.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 22, ’11
Untuk cucunda *segalasesuatu* eyang mengacungkan jempol. Semoga cucu terus mempelajari T-M sehingga dapat lebih banyak memberikan masukan eyang untuk peneropongan alam semesta. TM adalah sekedar jendela untuk meneropong fenomena alam semesta sedangkan T-M adalah pintu untuk memasuksi alam semesta guna melakukan explorasi untuk kemudian mengexploitasinya. Eyang yakin akan segera dimulainya revolusi spiritual ilmiah yang jauh lebih hebat dari revolusi tehnologi.
Cobalah cucu akses lewat mesin pencarai google “revolusi spiritual ilmiah” disitu cucu akan tahu bahwa tulisan eyang mengenai topic ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Jadi eyang tak boleh sembarangan menulis, maka butuh bantuan dari cucu-cucu untuk memberikan masukan tentang perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. Cucu yang menganjurkan eyang go interasional ternyata telah ditunjang sepenuhnya oleh google yang sangat proaktif. Terima kasih kami kepada google dan para redakturnya.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 22, ’11
Ini eyang kutib tulisan cucunda *segalasesuatu.* yang menjadikan eyang bermimpi menguliahi para ilmuwan.

Saya coba gabungkan dengan M-Theory.
Konsep Eyang ini hampir mirip dengan string di M theory, yang mengkonsepkan adanya dua jenis string yaitu string terbuka dan string tertutup (partikel dimodelkan sebagai string bukan titik). String terbuka, kedua ujungnya akan selalu bertumpu pada braen (membran) sehingga tidak bebas bergerak, sedangkan string tertutup tidak bertumpu pada braen manapun, sehingga akan bebas bergerak dan bisa menembus lapisan braen (braen identik dengan dimensi). Kalau istilah Eyang, bisa menembus batas Sub Alam Semesta. Tapi tidak bisa keluar dari Alam Semesta.
Sub Alam Fisika adalah alam 3-brane (dimensi ruang kita) yang dibungkus oleh alam 4-brane.
Sub Alam Transien adalah alam 4-brane dan alam 5-brane dan alam 6-brane yang dibungkus oleh alam 7-brane.
Sub Alam Gaib adalah alam 7-brane dan alam 8-brane dan alam 9-brane yang dibungkus oleh alam 10-brane. Alam 10 brane inilah batas dari Alam Semesta. Dalam konsep M-Theory, dimensi waktu dimiliki oleh setiap sub alam dan bersifat konstan. Jadi total ada 11 dimensi.
Karena menurut Eyang eteric ada di semua Sub Alam Semesta berarti eteric ini merupakan string tertutup yang tidak terikat oleh brane. Karena eteric bisa berada di semua Sub Alam, maka eteric harus tidak bermassa.
Kesulitan membuktikan keberadaan eteric ini dikarenakan posisi eteric yang berada di ruang semu. Kecuali para fisikawan bisa menemukan perbedaan antara quantum dengan quantum eteric, Baru eteric akan diakui keberadaannya.
ibnusomowiyono

Dalam mimpi eyang mernyatakan T-M dan TM bagaikan datang kesuatu tempat dari arah berlawanan. Eyang lalu menkotak-katik mimpi itu, Eyang sadar bahwa keduanya memang memiliki kemiripan. Agar TM dapat mendukung T-M maka eyang menyesuaikan diri dimensi masing-masing sub alam.
1. Sub Alam Fisika memiliki dimensi ruang (nyata) yang berdimensi 3.. Massa yang terbentuk dari partikel diwakili oleh dawai getar yang malar q=F(t). Dawai getar dapat membentuk gelombang, energi fisika (quantum), partikel hingga matter yang memiliki massa. Semuanya dikuasai oleh dimensi ruang dan waktu.
2. Sub Alam transien belum memgenal dimensi ruang nyata melainkan dimensi keseimbangan energi transien dan waktu. Fenomena Sub Alam Transien dinyatakan oleh Formula Supernatural Modern E= -x + y, dimana x#y. Pada peta energi terdapat tiga koordinat keseimbangan energi, yaitu koordinat E, x dan y. Energi transien memiliki E yang beraneka ragam, namun nilainya bukannya nol sehingga belum dikuasai oleh dimensi ruang nyata. Energi transien dinyatakan oleh E = – F1(t) + F2(t) yang malar dan memiliki nilai batas sehingga terpotong-potong. Jika dalam kondisi terbuka, maka ujung string akan melekat pada membran sehingga tak mungkin keluar dari Sub Alam Transien. Agar segmen dawai “bebas” dari cengkerangan pembatas Sub Alam Transien, maka dawai harus tertutup. Dawai yang tertutup inilah yang merupakan eter atau eteric. Eter dan eteric bebas keluar dari Sub Alam Transien menuju ke Sub Alam Fisika maupun Sub Alam Super (gabungan Sub Alam Gaib dan Sub Alam Metafisika.) tetapi tak mungkin meninggalkan Alam Semesta karena dikuasai oleh dimensi waktu.
3. Sub Alam Gaib versi T-M (atau versi cucunda *segalasesuatu*) merupakan penyatuan Sub Alam Gaib dengan Sub Alam Metafisika menurut versi TM.(atau versi eyangibnu). Disini terdapat dawai getar x=F1(t) dan dawai getar y=F2(t) yang masing-masing belum melakukan interaksi. Jadi disini berlaku dimensi gaib dan dimensi metafisika yang membatasi energi super keluar dari Sub Alam Super, namun ada satu dimensi yang menghubungkan keduanya, yaitu dimensi kesadaran (consciousness) yang dibekalkan oleh Tuhan YME bagi setiap citaan Nya. Dimensi ini akan bergeser menjadi dimensi keseimbangan energi di sub alam transien.
Urutan ini eyang sesuaikan dengan T-M. atau uraian cucunda *segalasesuatu* Seharusnya menurut TM urutannya berlawanan, dimulai dari 3, 2 baru 1.

 

segalasesuatu
segalasesuatu wrote on Apr 23, ’11
Analisa eyang: Eyang mengkotak-katik TM, ternyata TM memang mirip dengan T-M, sebab:
1. Sub Alam Nyata memang memiliki 3 dimensi ruang nyata. Dimensi massa telah terwakili oleh F(t) yang malar.
2. Sub Alam Transien juga memiliki tiga dimensi, yaitu E, x dan y.
3. Sub Alam Gaib + Sub Alam Metasfisika atau Alam Supernatural juga berdimensi 3, yaitu c=consciousness, x=F1(t) dan y=F2(t).
4. Seluruh Alam Semesta berdimensi waktu yang konstant, sehingga Alam Semesta dikuasai oleh 11 dimensi. ( 3 + 3 + 3+ 1 = 11)

Analisa cucu: Pembagian sub alam T-M (versi cucu) dengan menggunakan istilah eyang, adalah sbb:
1. Sub Alam Nyata; memiliki 3 dimensi yaitu panjang, lebar dan tinggi.
2. Sub Alam Transien; memiliki 3 dimensi yaitu Etrans, x dan y.
3. Sub Alam Supernatural; memiliki 3 dimensi yaitu Esuper, F1(t) dan F2(t).
4. Dimensi waktu bersifat universal di setiap Sub Alam Semesta.
5. Ketiga Sub Alam semesta ini melekat kepada suatu wadah, yang cucu istilahkan sebagai Consciounsness, yang berdimensi 1. Maksudnya: Kesadaran ini mempunyai nilai yang bertingkat mengikuti Sub Alam Semesta yang mengikatnya/membatasinya. Bila kesadaran hanya terikat pada Sub Alam Fisika maka disebut “Kesadaran Dasar”, bila kesadaran terikat pada Sub Alam Fisika dan Sub Alam Transien maka disebut “Kesadaran Menengah”, dan bila kesadaran terikat kepada semua Sub Alam Semesta maka disebut “Kesadaran Purna/Tinggi” atau Kesadaran Alam Semesta”.
6. Jadi total dimensi Alam Semesta menjadi 3 + 3 + 3 + 1 + 1= 11. Nah ini hanya improvisasi dari cucu terhadap T-M yang rumit, jadi eyang jangan terlalu serius menanggapinya. Cucu mempelajari T-M ini baru 3 hari saja dan itupun tidak sengaja karena cucu lagi pingin tahu tentang makna singularitas dengan bantuan google, kemudian cucu kesasar masuk ke Teori M. Setelah itu cucu tambah kesasar lagi masuk ke Teori Minimalis gagasan eyang. Setelah cucu baca sepintas tentang gagasan eyang tentang TM, cucu melihat ada kemiripan dengan Teori M yang baru selesai cucu baca. Sehingga cucu mencoba ide untuk menggabungkan sekalian dengan Teori M yang tidak terlalu cucu kuasai juga. Jadi sebenarnya cucu tidak layak untuk mendapat acungan jempol dari eyang. Tapi bagaimanapun juga cucu tetap mengucapkan terimakasih terhadap acungan jempol eyang. Cucupun juga mengacungkan jempol untuk *eyang*. Walaupun umur sudah 75 tahun, tapi masih rajin menulis untuk mencurahkan gagasan-gagasan yang lepas bebas dan tidak terkungkung oleh pola-pola belenggu yang ada di sekeliling eyang. Menurut cucu manusia yang berani menggagas dengan merdeka adalah suatu yang langka di nusantara ini. Sesuai dengan Formula Supernatural Modern E= -x + y. Yang mana kemungkinan untuk terjadinya E=0 adalah sangat jauh lebih kecil dibanding E#0 ( kemungkinan E=0 <<<< E#0 ). Jadi tindakan eyang adalah tindakan yang langka.
7. Tambahan 1: Menurut cucu ada yang aneh juga dengan Formula Supernatural Modern E= -x + y ini dalam perspektif Teori Paralogika. Misalkan kalau x adalah energi irasional dan y adalah energi rasional yang sedang beproses pada otak seorang manusia, maka sebelum dilaksanakan kondisinya masih E#0 karena (x#y) dan belum terekam oleh Alam Semesta artinya masih berujut potensi. Tapi begitu menjadi tindakan atau E=0, maka peristiwa tersebut akan langsung terekam oleh Alam Semesta dan rekaman ini tidak bisa dihapus. Jadi setiap tindakan manusia yang baik ataupun yang jelek akan terekam secara langsung oleh Alam Semesta. Kenapa Alam Semesta berkelakuan seperti itu? Cucu juga tidak tahu. Mungkin eyang tahu jawabannya.
8. Tambahan 2: Kalau urutan proses pembentukan energi maka akan mengikuti urutan 3, 2 baru 1. Tapi kalau urutan bagaimana manusia mengenal asal mula energi itu, maka urutannya adalah 1. 2 dan 3. Begitu eyang kalau menurut cucu.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 23, ’11
Ada yang eyang lupa. acungan jempol dapat keatas, artinya suatu pujian atau kekaguman , atau ke bawah yang artinya cemoohan. Nah: eyang acungkan jempol ke atas bagi yang menyebut dirinya *segalasesuatu*, sebab eyang memang terperangah atas tulisan cucu dalam mengkritisi gagasan eyang. Eyang tak mengira ada seorang yang menyebut “eyang” pada kakek berumur tiga perempat abad (artinya segenerasi dengan cucu biologis eyang yang jumlahnya 12).
Ada seorang mahasiswa MIPA yang tadinya mencemooh eyang (mengacungkan jempol kebawah) tiba-tiba memutarkan menjadi acungan jempol keatas karena membaca “pembicaraan” kita.
Jadi…………..kalau kita berani “berbeda” dengan yang lain kita tak usah lupa diri jika ada yang mengacungi jempol ke atas dan tak usah berkecil hati menerima acungan jempok kebawah.
Acungan jempol itu menunjukkan yang mengacungkan itu telah bersedia membaca tulisan kita, itulah yang setiap kali kita harapkan, kesediaan untuk membaca tulisan/gagasan kita.
Mungkin banyak yang tak percaya bahwa cucu *segalasesuatu* baru membaca dan mempelajari T-M dan TM dalam waktu sangat singkat, sebab anak-anak eyang yang tergolong “cerdas” banyak yang tak mampu memahami TM, apalagi T-M yang teramat sulit dimengerti.
Nah, marilah kita bersyukur atas bimbingan Tuhan YME sehingga cucu dipertemukan eyang di dunia maya ini.

segalasesuatu
segalasesuatu wrote on Apr 23, ’11
Karena umur cucu hanya setengah dari umur eyang, maka cucu memanggil eyang ibnu dengan sebutan eyang. Latar belakang disiplin ilmu cucu hanya kimia tehnik. jadi jauh dari fisika dan matematika, apalagi Teori Paralogika yang baru cucu tahu beberapa minggu yang lalu. Hanya saja cucu memang suka belajar pada segala hal yang ada di alam ini. Baik itu karya alam maupun karya manusia. Sebenarnya gagasan eyang di TM dan pengembangannya tidak terlalu rumit untuk dimengerti, yang jadi hambatan sebenarnya adalah karena eyang menggunakan istilah-istilah dengan pengertian yang tidak mengikuti istilah umum, nah itulah yang bikin pusing, sehingga gagasan menjadi tersembunyi dan sulit untuk dimengerti. Maaf eyang, cucu tidak bisa nulis banyak, soalnya cucu ngetiknya juga cuma pakai 11 jari. Menurut cucu setiap manusia wajib selalu bersyukur kepada Tuhan YME atas segala bimbinganNya.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 23, ’11
Keluhan kesulitan dalam mengikuti TM memang telah lama eyang terima, itulah sebabnya eyang memberikan kesempatan bagi mereka, siapa saja, untuk membuatnya lebih mudah dimengerti. Eyang menyediakan blog khusus “kedai kata dan rasa bahasa” untuk memudahkan pembaca mengerti maksud sesuatu kata yang eyang gunakan yang sering berbeda artinya, misalnya istilah metafisika, dark energy, bayangan super semitri……………. Selain itu eyang banyak menggunakan istilah baru dengan memanfaatkan istilah lama: misalnya paralogika, eteric, monolistik, dualistik, mekanistik, mekanik, vitalistik……
……….. yang pasti asing bagi yang baru membaca tulisan eyang. Disamping itu TM memang masih dalam taraf pertumbuhan sehingga belum tersusun secara sistematis.
Banyak yang menyarankan agar eyang menata ulang tulisan eyang agar lebih mudah dimengert dan menyajikan dalam bentuk yang lebih menarik, namun cucu tahu…………… usia tiga perempat abad bagaikan “kayu dimakan bubuk”, kemauan besar tenaga kurang.
Terima kasih cucu membuka diri terhadap eyang, sebaliknya jika ingin mengenal eyang lebih dekat, cucu dapat mengikuti “stph” atau Sedikit Tentang Pengalaman Hidupku. Izinkanlah eyang memberikan Nama Initial kepada cucu “SS” (singkatan dari SegalaSesuatu) yang mirip dengan inetial anak eyang Sigit Setia Prabawa. (SSP).
segalasesuatu
segalasesuatu wrote on Apr 25, ’11
Silakan eyang, supaya lebih singkat cukup SS saja.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s