Bukti adanya eter dan eteric dan manfaat Teori Minimalis.

Pertanyaan: Dapatkah eyang membuktikan adanya eter dan eteric? Apa manfaat mempelajari Teori Minimalis?
Jawaban: Eteric adalah energi transien terkecil sebagai halnya quantum adalah energi fisika terkecil sedangkan eter adalah paket (sekumpulan etric) yang dapat merupakan rantai tertutup maupun terbuka sebagaimana halnya matter adalah paket (sekumpulan quantum) yang dapat merupakan rantai tertutup maupun terbuka.
Gunanya mempelajari Teori Minimalis adalah mendapatkan informasi tentang fenomena sub alam transien untuk memperluas sains yang hanya mempelajari sub alam fisika. Bumi semakin lama semakin dipadati manusia yang memerlukan berbagai energi. Sebenarnya Tuhan TMY menyediakan segalanya, diantaranya berbagai jenis energi, bukan hanya energi fisika, hanya kemampuan manusia untuk  memanfaatkannya dibutuhkan mengenali dengan mempelajari  sifat-sifat masing-masing energi dan bagaimana cara menguasainya sehingga dapat dimanfaatkan, bukan malah sebaliknya menjadi korban “kedahsyatan” energi, ambil contoh energi nuklir.
Agar manusia tak tertinggal dari makluk cerdas lainnya, maka seharusnya manusia tak puas dengan hasil tehnologi yang berbasis materi saja, paling tidak nenek moyang kita telah menginformasikan adanya eter, namun segera dikuburkan karena para ilmuwan tak sanggup membuktikan adanya eter, sebagai akibat anggapan bahwa bumi dan lingkungannya, bahkan alam semesta hanya terisi oleh materi atau energi pembentuk materi. Saya “membangunkan” atau memungut eter dari keranjang sampah, bahkan menganggap eter setaraf dengan matter dan menginformasikan bahwa eter terjadi dari eterik, sebagaimanamatter yang memiliki massa tersusun dari energi dasar fisika yang disebut quantum.
Dengan menggunakan Formula Supernatural Modern dapat dijelaskan hubungan antara quantum dengan eteric maupun hubungan antara matter dengan eter. Eintein membuat Formula Einstein yang menyatakan  hubungan antara Energi dan massa E = mc2.
Formula ini tak mungkin dimanfaatkan untuk menjelaskan adanya eter maupun eteric.
Keberadaan eter hanya mungkin dijelaskan dengan Formula Supernatural Modern (FSM)  ditunjang oleh Formula Supernatural Som Wyn (FSSW):  x = F1(t) dan y=F2t(t) dengan masing-masing fungsi F2(t) dan F2(t) dapat diuraikan menjadi penjumlahan fungsi dasar sinusoidal berdasar Deret Fourrier.
Sebelum “membuktikan adanya eter dan eteric terlebih dulu harus di definisikan apakah itu eter dan eteric dan apakah itu matter dan quantum.
Menurut TM alam semesta terisi oleh:
1. energi semu x atau bright energy yang kode minimalisnya  #0#00 yang valid atau F1(t)
2. energi semu y atau dark energy yang kode minimalisnya #00#0 yang validd atau F2(t)
Kedua energi ini belum bersifat natural, melainkan bersifat supernatural sehingga belum memiliki sifat magnit, karena bukan merupakan kutub magnet, melainkan energi semu.
3. energi transien dan energi nyata yang merupakan dipole magnet sehingga memiliki sifat magnitisme karena memiliki sepasang kutub magnet. Kutub magnet yang berbeda saling tarik menarik sedangkan kutub magnet yang sama tolak menolak.  Dipole memiliki sifat semi natural dan natural.
Dipole yang kedua kutubnya belum atau tak sama dinamakan eter atau eteric, sedangkan dipole yang memiliki kutub sama dinamakan quantum atau matter.
Eteric maupun eter memiliki sifat semi natural sehingga tak memiliki massa dan tak memerlukan ruang nyata (atau tak menjadikan ruang semu senjadi ruang nyata). Eteric terdapat disemua bagian alam semesta. Eterik belum mencapai keseimbangan prima sehingga E#0 atau x#y#q (artinya bukan merupakan quantum).
Quantum maupun matter memiliki sifat natural karena telah mengalami keseimbangan prima (E=0) atau x=y=q (q adalah singkatan quantum sedangkan Q adalah matter).
Hukum Fisika hanya berlaku bagi q dan tak berlaku bagi eter maupun eteric. Inilah sebabnya eteric tak mungkin dibuktikan keberadaannya secara fisika, karena tak memenuhi hukum fisika). Hukum fisika menyatakan bahwa  benda yang berada dalam suatu ruangan akan memberikan reaksi mekanik jika ada benda lain memasuki ruangan itu. Eteric tak menjadikan ruangan semu menjadi ruangan nyata sehingga tak akan mendapatkan reaksi mekanik dari benda yang dimasukinya.
Menurut eyang hukum yang berlaku bagi eteric dan eter adalah Hukum Kemagnitan dan Hukum Kelistrikan  atas dasar gaya tarik dan gaya tolak dua kutub magnet atau dipole dan transisi/ perubahan medan magnet menjadi medan listrik dinamis dan konsentrasi  getaran  medan magnet menjadi muatan litrik.  Hukum Kemagnitan juga berlaku pada quantum maupun matter sepanjang belum merupakan sebuah rantai atau ikatan tertutup, saat telah tertutup akan terkonsentrasi menjadi massa.
Penyatuan (operator minimalisnya X) eteric dengan quantum akan menghasilkan quantum eteric yang memiliki E=0  sebagai hasil E0XE#0 = E0.
Quantum eterik dalam rangkaian tertutup akan  memancarkan getaran medan magnet keluar yang membangkitkan medan listrik dinamis dan memiliki muatan listrik statis yang menghasilkan medan listrik statis. Quantum eterc memiliki massa, muatas listrik statis,medan magnet getar dan medan listrik dinamis.
Dalam kondisi terbuka dipole bercampur aduk secara acak membentuk kabut dipole yang dapat membentuk rangkaian  tertutup quantum, rangkaian tertutup eteric atau rangkaian tertutup quantum eterik atau kopndisi anti matter.
Nah atas dasar penjelasan itu saya membuat Model Atom Minimalis dan Teori Quantum Eteric.
Pembuktian adanya eter eyang  lakukan dengan percobaan gelang magnet permanen bekas load speaker. Percobaan ini pernah eyang  jelaskan pada tulisan sebelumnya, yang kesimpulannya adalah: Medan magnet tak lain adalah rangkaian eteric ataupun eter sehingga tak menjadikan ruangan semu menjadi ruangan nyata. Medan listrik  dinamis terjadi akibat getaran medan magnet eteric , sehingga medan magnet yang telah tetap (tak berubah) tak akan menimbulkan medan listrik dinamis. Gelombang elektro magnet adalah transisi dari medan magnet dan medan listrik yang berjalan terus menerus secara periodik.
Mempelajari TM bukan berarti meragukan atau mengabaikan hukum-hukum fisika yang monolistik ( karena TM menganut azas dualistik mengenai energi), melainkan justru melengkapinya agar dapat memahami sesuatu yang sangat sulit dijelaskan secara monolistik.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 13, ’11
Percobaan gelang magnet eyang Ibnu:
Sebuah gelang magnet bekas loadspeaker (magnet A) diletakkan dalam alas sebuah vacum tube yang terbuat dari kaca dengan diamater sedikit lebih besar dari diamater magnet A sehingga magnet dapat bergerak bebas, naik turun. Sebuah gelang magnet (magnet B) yang berukuran sama diletakkan diatas gelang magnet A. Ada dua kemungkinan, keduanya akan saling melekat atau saling tolak menolak sehingga magnet B melayang beberapa cm diatas magnet A.
Menurut “Fisika Listrik dan Magnit” fenomena itu terjadi karena “ulah” medan magnet yang disebabkan oleh dua magnet itu, tetapi tak dijelaskan medan magnet itu terjadi dari apa.
Jika tabung dikosongkan sehingga tak terdapat partikel atau atom didalam tabung, fenomena itu tetap berlaku. Ini membuktikan bahwa medan magnet bukannya quantum, melainkan eteric.
Eterik dapat “mengoreksi” teori lompakan gaya Newton yang sudah dikeranjang sampahkan, sehingga Hukum Newton jauh lebih mudah dimengerti dari Hukum Relativitas Eintein.

gracitation
gracitation wrote on Jul 13
Sekadar informasi: Tidak ada medan magnet murni, tidak ada pula medan listrik murni. Yang ada hanyalah medan elektromagnetik yang terbentuk dari kombinasi kedua medan tadi. Dan, medan elektromagnetik yang adalah awan foton semu ini terbentuk akibat fluktuasi vakum kuantum energi-waktu yang diizinkan oleh berlakunya Prinsip Ketidakpastian Heisenberg. Ini sudah lama dijelaskan oleh teori fisika kuantum tersukses mengenai elektrodinamika, yaitu QED (Quantum ElectroDynamics). Apa benar Eyang Ibnu belum pernah mendengarnya sekalipun?

segalasesuatu
segalasesuatu wrote on Apr 14, ’11
Saya coba gabungkan dengan M-Theory.
Konsep Eyang ini hampir mirip dengan string di M theory, yang mengkonsepkan adanya dua jenis string yaitu string terbuka dan string tertutup (partikel dimodelkan sebagai string bukan titik). String terbuka, kedua ujungnya akan selalu bertumpu pada braen (membran) sehingga tidak bebas bergerak, sedangkan string tertutup tidak bertumpu pada braen manapun, sehingga akan bebas bergerak dan bisa menembus lapisan braen (braen identik dengan dimensi). Kalau istilah Eyang, bisa menembus batas Sub Alam Semesta. Tapi tidak bisa keluar dari Alam Semesta.
Sub Alam Fisika adalah alam 3-brane (dimensi ruang kita) yang dibungkus oleh alam 4-brane.
Sub Alam Transien adalah alam 4-brane dan alam 5-brane dan alam 6-brane yang dibungkus oleh alam 7-brane.
Sub Alam Gaib adalah alam 7-brane dan alam 8-brane dan alam 9-brane yang dibungkus oleh alam 10-brane. Alam 10 brane inilah batas dari Alam Semesta. Dalam konsep M-Theory, dimensi waktu dimiliki oleh setiap sub alam dan bersifat konstan. Jadi total ada 11 dimensi.
Karena menurut Eyang eteric ada di semua Sub Alam Semesta berarti eteric ini merupakan string tertutup yang tidak terikat oleh brane. Karena eteric bisa berada di semua Sub Alam, maka eteric harus tidak bermassa.
Kesulitan membuktikan keberadaan eteric ini dikarenakan posisi eteric yang berada di ruang semu. Kecuali para fisikawan bisa menemukan perbedaan antara quantum dengan quantum eteric, Baru eteric akan diakui keberadaannya.

gracitation
gracitation wrote on Jul 13
Jika boleh saya simpulkan, eteric yang dimaksud di sini tiada lain adalah graviton. Benar!?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 14, ’11, edited on Jan 15
@ segalasesuatu.
Sekali lagi eyang ucapkan terima kasih cucu atas perhatian cucu pada gagasan eyang.
Eyang berusaha “mempelajari” teori mutakhir itu “Teori of everything”, namun sangat sulit bagi eyang karena eyang terkungkung oleh fisika konvensional, terutama Hukum Newton.
Eyang tak bermaksud “meniru” teori yang teramat rumit itu, melainkan ingin menjelaskan kepada para pembaca Fiksi eyang yang berjudul Blackhole dengan cara “sederhana” hingga mudah dimengerti. Teori itu eyang namakan Teori Minimalis yang sama sekali tak ada kaitannnya dengan Theori M yang ilmiah itu. Minimalis artinya sederhana, sedangkan eyang tak tahu initial M pada Teori M itu singkatan dari kata apa, yang jelas pasti bukan berarti Minimalis, mungkin initial dari Maximalis alias sangat sempurna.
Eyang merasa sangat beruntung “menemukan” Formula Supernatural Modern E= -x + y yang eyang sebut-sebut pada fiksi Blackhole.. Formula ini eyang anggap sebuah teka teki, namun ternyata dapat eyang gunakan untuk menjelaskan Teori Minimalis. Diluar dugaan, ternyata TM lebih diminati ketimbang Fiksi Blackhole sehingga eyang kembangkan menjadi teori-teori lain:
1. Teori Minimalis Plus menginformasikan adanya z (zeros) yang eyang Formulakan dalam z # – x + y. (Formula Som Wyn)., sehingga z dapat bebas keluar masuk alam semesta sebab bukannya energi. Z dapat membedakan antara body yang berbasis energi yang dapat dimengerti oleh manusia dengan “rahasia” yang tak mungkin dimengerti oleh manusia dan dapat berinteraksi dengan energi melewati interaksi vitalistik antara energi dan yang bukan energi..
2. Teori Paralogika yang menginformasikan makluk hidup merupakan interaksi vitalistik E#0 dengan z atau interaksi semi vitalistik antara oragisme dengan spirit..
3. Teori Revolusi Som Wyn: yang menginformasikan bahwa dalam alam semesta baik energi maupun spirit mengalami perkembangan secara evolusi maupun revolusi, Organisme memiliki massa sehingga harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya (alam), sedangkan spirit tak memiliki massa sehingga sanggup melanglang kesegenap penjuru alam semesta
Banyak spesies baru yang sangat berbeda dengan spisies lama, kera terbukti mengalami evolusi sangat lambat dan sangat berbeda prosesnya dengan manusia walau organismenya mirip kera namun mengalami kemajuan sangat pesat, sehingga menurut Teori Revolusi Som Wyn manusia merupakan hasil revolusi alam semesta sebagai halnya Bigbang. Spirit manusia memiliki kemampuan secara individual dalam melakukan re incarnasi dan kemampuan jenis/kelompok dalam menguasai informatika,
4. Teori Quantum eteric yang dapat dimanfaatkan untuk menginformasikan penyatuan dua jenis energi, a. energi yang telah mengalami keseimbangan prima antara x dgn y dan telah berkembang dari supernatural menjadi semi natural merupakan dipole magnet dengan kutub sama, sehingga E=0, karena x=y=q= quantum ; b. energi yang belum mengalami keseimbangan prima sehingga E#0, karena x#y#q, berarti belum memiliki massa. Dua energi ini jika bergabung E=0 + E#0 akan menghasilkan E # 0, sedangkan jika bersatu E=0 X E#0 = E =0 yang dinamakan quantum eteric. Matter dapat berupa paket quantum (sesuai denga teori fisika/ quantum mekanik ). atau penyatuan rantai tertutup quantum dengan rantai tertutup eterik (Penyatuan antara quanta dengan eter berdasar teori Quantum eteric).
5. Model Atom Minimalis: menunjang Model Atom Bohr dan Model Atom Quantum dengan memanfaatkan Teori Quantum Eteric.

Bagaimana menurut cucu: lebih sulit mana mempelajari Theori M dengan Teori Minimalis?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 15
S.Hawking menyatakan bahwa Blackhole memancarkan radiasi Hawking, sedang TM menginformasikan bahwa setiap matter (sesuatu yang bermassa) memancarkan Elementer Clear Wawe (ECW) yang merupakan quantum eteric. Saya tak mengerti apa yang dimaksud radiasi Hawking, apakah RH dapat membangkitkan gaya tarik gravitasi, seperti halnya ECW jika berinteraksi akan berubah operatornya dari perkalian menjadi penambahan (quantum eterik akan mengalami transisi menjadi kondiri anti matter, sehingga menimbulkan tekanan negatif diantara matter).
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bukti adanya eter dan eteric dan manfaat Teori Minimalis.

  1. Akung Ibnu berkata:

    @gracitation: disetitar magnet permanen terdapat medan magnet tetap, bukan EMWt. Diujung batang magnet lsitrik (lilitan penghantar) yang dialiri arus searah rata (tidak berdenyut) juga terdalat medan magnat yang tidak menyebabkan EMW. Boleh dibuktikan.
    Jadi medan magnet itu ada dan berbeda dengan EMW. EMW merupakan interaksi medan magnet(yang berubah besarnya) dengan medan listrik yang merambat baik diruang terisi materi maupun ruang kosong (yang tak terisi materi). Fenomena ini memang dapat dijelaskan berdasar konsep matematika, namun menjadi sangat mudah jika digunakan Teori Weber (yang sudsah dibuang dalam keranjang sampah yang kemudian di pungut oleh Teori Minimalis dan dijelaskan secara sederhana oleh Teori Etewr omn Wyn.
    Teori Eter adalah upaya manusia untuk menjelaskan lompatan gaya diruang hampa, namun karena Einstein tak dapat menemukan eter, maka teori eter dimasukkan dalam keranjang sampah.
    Eintein seorang fisikawan yang tidak mengakui adanya Sub Alam Transien dan beranggapan bahwa alam semesta hanyatersisi materi, padahal eter bukan materi
    Teori Minimalis menginformasikan bahwa Alam Semesta terisi oleh berbagai jenis energi sehingga menginformasikan adanya Lima sub Alam: 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s