Digugat Darwin.

Aku kedatangan seorang yang berwajah seram, kukira dia seorang Debt Collector ternyata  dia seorang Ilmuwan Biologi, namanya Darwin. Katanya dia teman anakku, Meida, saat kuliah di UGM. Dia mengajakku keprojeknya, Taman Primata Darwin.
Kami naik sedan merah mirip kepunyaan M.D yang sedang terlibat masalah penggelapan uang nasabah CT Bank.
Sedan berhenti didepan pintu gerbang, seekor orang utan membukakan pintu hingga kendaraan kami bebas menelusuri lorong  dalam Taman Primata Darwin.
Aku sangat tercengang karena semua penghuninya berpakaian seperti halnya manusia.
“Nah  oom Ibnu, sekarang  panjenengan pirsani saudara-saudara kita yang menghuni taman ini, jadi teori oom itu ngawur!”. Aku terperangah karena ternyata Darwin menggugat teoriku “Teori Revolusi Som Wyn”.  Agaknya dia akan membuktikan bahwa manusia itu termasuk primata, bukan hasil revolusi Alam Semesta.
“Aku tak heran, kera pada topeng monyet juga berpakaian.”
“Mereka sanggup mengerjakan sesuatu yang dikerjakan manusia,” kata Darwin sambil memamerkan anak buahnya yang sanggup mengerjakan urusan administrasi Taman Primata.
“Hebat sekali, berapa lama profesor mendidik mereka hingga sanggup mengerjakan pekerjaan itu?”
“Tentu tak secepat manusia, mereka lebih suka tetap menjadi kera ketimbang jadi manusia. Itu masalahnya.”
“Alasannya?”
“Peradaban manusia itu mengurangi kebebasan mereka.”
“Apakah mereka melakukan pernikahan sebagai layaknya manusia?”
“Itulah sebabnya mereka memilih menjadi kera agar  dapat melalukan free sex.”
“Apakah mereka melalukan keluarga berencana?”
“Belum sampai ke taraf itu sebab jumlah mereka semakin lama semakin sedikit, justru harus didorong untuk memiliki anak sebanyak-banyaknya.”
“Waduh……. aku jadi khawatir………….. kalau manusia melakukan kabe, sedangkan kera tak melakukannya bisa-bisa dunia ini dipenuhi kera.”

Tiba-tiba aku terbangun. Apa makna mimpi eyang itu?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 7, ’11
Pernah ada yang menuduhku plin-plan dalam menyikapi teori Darwin. Disatu sisi kutakatan teori itu masih relevan dan sangat dibutuhkan dalam ilmu biologi, disisi lain kenyataannya perkembangan manusia sangat luar biasa terutama dalam kecerdasannya yang tak mungkin dicapai oleh kera dan golongan primata dalam kurun waktu jutaan tahun. Secara fisik banyak sekali kemiripan manusia dengan primata, namun kemampuan intelegensinya sangat berbeda. Menurut Teori Paralogika baik kera maupun manusia memiliki organisme dan menurut biologi banyak persamaannya. Organisme primata yang satu dengan yang lainnya juga tak sepenuhnya sama, jadi……………”pandangan” bahwa manusia kemungkinan termasuk primata memang menurut sistematika biologi “tak terbantahkan”. Namun kenyataan juga menunjukkan bahwa banyak living organisme baru yang sangat berbeda dengan yang telah ada, jadi mereka jelas bukan mutan atau hasil penyimpangan apalagi evolusi dari makluk lama yang telah punah atau masih ada saat ini. Satu-satunya kemungkinasn adalah ketidak cermatan para ilmuwan biologi dalam melakukan pendataan ilmiah sehingga ada living organisme dibumi yang belum terdata atau……………. mereka berasal dari tatasurya atau bahkan kagalksi lainnya
Teori Paralogika menyatakan bahwa living organisme merupakan interaksi vitalistik antara organisme dengan soul atau interaksi semi vitalistik spirit dengan organisme. Organisme hanya dapat terbentuk diwilayah yang memiliki biosfera sebagai proses interaksi mikanistik (bedakan dengan interaksi mekanik berdasar mekanika quantum) antara materi dengan cahaya (bukan photon) , beberapa saat kemudian baru diberikan (dihembuskan) soul oleh Tuhan YME kedalamnya atau dimanfaatkan oleh spirit yang terdapat disegala penjuru alam semesta diwilayah Sub Alam Transien.
Menurut teori evolusi: Evolusi living organisme berdasar seleksi alam, tetapi yang dimaksud adalah Sub Alam Fisika. Organisme bukan hanya materi, melainkan memiliki unsur eteric. Bahkan living organisme memiliki unsur yang non energi, yaitu soul. Manusia masih mungkin mencampuri/menelusuri perkembangan organisme, tetapi tak mungkin mengurusi urusan spirit apalagi soul. Manusia masih mungkin membuat telor imitasi yang dapat menetas menjadi ayam, tetapi itu bukan berarti manusia dapat menciptakan living organisme.
Spirit itu memiliki kehendak sendiri dalam memanfaatkan organisme, jadi…………… mustahil spirit manusia memanfaatkan organisme kera yang tak mungkin menunjang aktivitasnya, atau kebalikannnya mustahil spirit kera memanfaatkan organisme manusia yang teramat komplek.
Dalam mimpiku Darwin mengatakan: kera tak ingin menjadi manusia karena manusia memiliki “peradaban” yang mengurangi kebebasan mereka, diantaranya melakukan free sex. Nah, jadi……………..mengapa Darwin dalam mimpiku memaksa kera untuk menjadi manusia? Biarkan saja kera tetap menjadi kera, tak usah diperlakukan seperti manusia, sebaliknya manusia yang berperilaku seperti kera itu namanya mutan.

segalasesuatu
segalasesuatu wrote on Apr 8, ’11
Pernyataan Eyang: Spirit itu memiliki kehendak sendiri dalam memanfaatkan organisme, jadi…………… mustahil spirit manusia memanfaatkan organisme kera yang tak mungkin menunjang aktivitasnya, atau kebalikannnya mustahil spirit kera memanfaatkan organisme manusia yang teramat komplek.

Pernyataan saya: Kalau spirit itu memang mempunyai kehendak sendiri untuk memanfaatkan organisme, mengapa harus dimustahilkan untuk memilih organisme yang di inginkan?
Misalkan: Kalau spirit manusia ingin melakukan free sex, kenapa harus memanfaatkan organisme manusia? Khan lebih mudah memanfakan kera, sehingga tidak terkendala oleh aturan peredaban manusia dalam melakukan free sex.
Sebaliknya: Kalau spirit kera ingin beradab, kenapa harus dilarang untuk memanfaatkan organisme manusia? Apakah ada larangan yang menyatakan bahwa, kera dilarang menjadi beradab?
Kondisi ekstrim: Kalau organisme manusia punah karena ketamakannya dan yang tersisa hanya organisme primata. Kenapa spirit manusia dilarang untuk memanfaatkan organisme kera? Bagaimana kalau ternyata kera ini dipersiapkan untuk berjaga-jaga kalau-kalau umat manusia punah karena ketamakan manusia yang membabi buta di segala lini?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 8, ’11
Spirit dimodelkan sebagai user, sedangkan organisme dimodelkan sebagai komputer. Antara user dengan komputer harus saling mengimbangi atau matching.. Komputer canggih tak akan bermanfaat bagi user “pemula/primitif” dan tak berpengalaman dalam penggunaan komputer canggih, sebalinya komputer primitif tak akan menunjang aktivitas user “lanjut”.
Andaikata manusia punah, mungkin saja organisme kera dimanfaatkan oleh spirit manusia, namun akan terjadi set back, Spirit manusia akan mengalami kesulitan dalam memanfaatkan organisme kera melalui proses evolusi biologi., terutama dalam kemampuan intelektualnya. Karena spirit memiliki kesadaran laten, maka spirit yang tak memiliki massa akan sanggup mencari organisme baru dibagian lain alam semesta yang memiliki biosfera untuk kembali melakukan reincarnasi dan melakukan revolusi dibagian yang memiliki biosfera, bukan melakukan evolusi yang membutuhkan waktu sangat lama untuk melanjutan kehidupannya sebagai makluk cerdas baru. Lain halnya soul yang bukan energi sepenuhnya patuh pada Kehendak Tuhan YME memilih tak melakukan reincarnasi menantikan Peradilan Akhir Zaman.
Yang dapat punah adalah living organisme disuatu temat, misalnya bumi, karena tak terdaur ulang dengan baik akibat kerusakan biosfera, sedangkan spirit tak mungkin punah karena hanya membutuhkan energi transien (cahaya). Jika matahari yang menyinari bumi ini padam, selama masih terdapat bintang dilangit memancarkan cahaya, maka spirit sanggup meneruskan kehidupannya.

segalasesuatu
segalasesuatu wrote on Apr 8, ’11
1) Pernyataan Eyang: Andaikata manusia punah, mungkin saja organisme kera dimanfaatkan oleh spirit manusia, namun akan terjadi set back, Spirit manusia akan mengalami kesulitan dalam memanfaatkan organisme kera melalui proses evolusi biologi., terutama dalam kemampuan intelektualnya.

Pernyataan saya: Ya, saya setuju. Tak beda dengan user tingkat lanjut yang sudah terbiasa menggunakan komputer kuantum dipaksa untuk menggunakan komputer XT atau micoprosesor intel 4004 (microprosesor pertama di dunia). Dan itu merupakan konsekuensi dari pilihan, karena adanya kehendak sendiri.

2) Pernyataan Eyang: Karena spirit memiliki kesadaran laten, maka spirit yang tak memiliki massa akan sanggup mencari organisme baru dibagian lain alam semesta yang memiliki biosfera untuk kembali melakukan reincarnasi dan melakukan revolusi dibagian yang memiliki biosfera, bukan melakukan evolusi yang membutuhkan waktu sangat lama untuk melanjutan kehidupannya sebagai makluk cerdas baru.

Pernyataan saya: Berdasar Teori Paralogika, dimungkinkankah bahwa manusia sebagai living organisme yang berada di bumi ini, sebagian dimanfaatkan oleh spirit yang berasal dari biosfera lain di luar bumi? Soalnya perubahan kecerdasan manusia di bidang teknologi sangat eksponensial dalam rentang 200 tahun ini. Bila dibandingkan dengan perubahan kecerdasan manusia di bidang teknologi dalam rentang 1800 tahun sebelumnya, yang cenderung linier.

3) Pernyataan Eyang: Yang dapat punah adalah living organisme disuatu temat, misalnya bumi, karena tak terdaur ulang dengan baik akibat kerusakan biosfera, sedangkan spirit tak mungkin punah karena hanya membutuhkan energi transien (cahaya).

Pernyataan saya: Ini berarti selama ada energi transien (cahaya), spirit tidak akan pernah punah. Apa yang menyebabkan spirit tak mungkin punah? Karena memang sifat dasar dari spirit tersebut, atau karena ada sesuatu didalam spirit tersebut yang menghalangi dari kepunahan atau karena apa?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 9, ’11, edited on Apr 9, ’11
@segalasesuatu.
Terima kasih atas perhatian cucu.
1. Eyang gunakan user dan komputer untuk model spirit dan organisme, sebab manusia saat ini hampir semua mengenal komputer dan user, user dapat terakses oleh pancaindra, bukan seperti spirit yang mungkin masih dianggap hypotesa.
Yang perlu eyang tekankan, banyak perbedaannya juga, misalnya spirit itu bukan sekedar user melainkan juga asembler, tehnisi, progremmer, operator, perawatan…………… sehingga memiliki multi job. Demikian juga organisme jauh lebih rumit dari sekedar komputer, sebab aktivitas organisme dapat melakukan aktivitas seperti robot, sanggup menyediakan sesuatu untuk dikembangkan oleh spirit, sanggup menggunakan berbagai jenis energi dll. Disisi lain prosesor komputer memiliki kemampuan mengambil eksekusi terhadap masukan jauh lebih cepat dari otak manusia, sebab otak dalam pengambilan keputusan membutuhkan berbagai pertimbangan, diantaranya masukan dari batin yang seringkali tak rasional hingga sulit diproses oleh otak yang memiliki program dasar rasional. Didalam tubuh manusia sebagai user juga dikendalikan oleh spirit yang memiliki multi fungsi dalam pemanfaatan organisme.
2. Teori Paralogika menyatakan bahwa manusia yang termasuk living organisme yang merupakan interaksi vitalistik antara organisme dengan soul membentuk whitheblank body atau interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit dalam membentuk reincarnated body. Organisme memiliki massa sehingga sangat sulit membebaskan diri dari gaya gravitasi bumi, lain halnya spirit yang hanya memiliki tubuh astral sehingga bebas “melanglang keseluruh” alam semesta. Energi yang dibutuhkan oleh spirit adalah trans energi (diantaranya cahaya), sehingga dimanapun spirit dapat tetap hidup, baik yang memiliki biosfera maupun yang tidak, sepanjang masih terdapat lingkungan trans energi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Jadi, astral body juga hanya dapat bertahan dalam kondisi yang sesuai dengan kebutuhan trans energinya, sebagaimana living organisme membutuhkan biosfera. Spirit membutuhkan lingkungan spiritual. Bedanya, spirit bebas mencari lingkungan yang cocok, sedangkan organisme harus menyesuaikan dengan lingkungannya karena sulit untuk “melarikan” diri dari lingkungan.
Menurut TM dimana terdapat biosfera, maka secara alami akan terjadi organisme (mula-mula unsur organik berkembang menjadi organisme). Jika ditempat itu ada lingkungan spiritual sehingga memberi kenyamanan bagi spirit, maka terjadilah interaksi semi vitalistik antara spirit dengan organisme. Berbeda dengan teori evolusi Darwin, maka menurut Teori Revolusi Som Wyn, living organisme ada yang melakukan evolusi, namun ada yang tak melalui proses evolusi melainkan mengalami proses revolusi, diantaranya manusia.
Nah, kecerdasan manusia sangat cepat dapat disebabkan oleh:
a. Lingkungan bumi ini sangat kondusif, sangat cocok untuk perkembangan organisme.
b. Spirit dapat mermiliki kecerdasan tinggi karena mengalami proses reincarnasi sehingga secara individual telah memiliki informasi pribadi dari kehidupan sebelumnya.
c. Spirit manusia menguasai sistem informasi sehingga sanggup memanfaatkan informasi masa lalu yang ditinggalkan oleh generasi sebelumnya.
d. Spirit manusia dapat saja berasal dari living organisme yang memiliki kecerdasan tinggi diluar bumi. Jadi proses reincarnasi tak hanya berlangsung di bumi, di tata surya kita, atau di galaksi Bimasakti melainkan diseluruh alam semesta yang memiliki biosfera dan lingkungan spiritual.
e. Kecerdasan manusia juga dipacu oleh tersedianya dark energy (energi metafisika) melimpah di alam semesta, menurut data ilmiah sekitar 73 % isi alam semesta terisi dark energy
3. Alam Semesta ini dikuasai dimensi waktu yang merubah berbagai jenis energi. Spirit memiliki tubuh astral yang memerlukan lingkungan spiritual yang sesuai. Jika lingkungan spiritual lenyap, misalnya tak ada yang percaya lagi pada spiritualisme, misalnya akibat materialisme atau religi yang tak mengakui adanya proses reincarnasi, maka spirit di bumi ini akan punah. Reincarnated body dibumi akan berubah semuanya menjadi whiteblank body.
Disisi lain,,,,,,,,,, bagian alam semesta yang memiliki biosfera dan belum kehilangan lingkungan spiritual akan segera dipenuhi reincarnated body “pelarian” dari bumi.
Bagaimana wajah bumi jika dihuni oleh Whiteblank body tanpa adanya reincarnated body? Semua patuh pada Tuhan YME sehingga tak mau berbuat dosa: tak ada pencuri, tak ada koruptor, semua akan memperoleh kebahagiaan bukan sekedar kenikmatan.
segalasesuatu
segalasesuatu wrote on Apr 12, ’11
@ibnusomowiyono.
Terima kasih kembali atas penjelasan yang Eyang berikan.

1). Pernyataan Eyang: Didalam tubuh manusia sebagai user juga dikendalikan oleh spirit yang memiliki multi fungsi dalam pemanfaatan organisme.
Pernyataan saya: Apakah peran spirit didalam mengendalikan tubuh manusia ini, disadari atau tidak disadari oleh kesadaran manusia tersebut? Dan bagaimana cara mengenali spirit tersebut?

2). Pernyataan Eyang: Teori Paralogika menyatakan bahwa manusia yang termasuk living organisme yang merupakan interaksi vitalistik antara organisme dengan soul membentuk whitheblank body atau interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit dalam membentuk reincarnated body.
Pernyataan saya: Jadi berdasar teori paralogika, manusia dibedakan menjadi dua jenis berdasar interaksinya yaitu vitalistik atau semi vitalistik. Yaitu whitheblank body dan reincarnated body.
Pertanyaannya: Apakah didalam spirit terkandung soul? Apa perbedaan dan persamaan antara soul dan spirit? Mungkinkah terjadi interaksi soul dan spirit secara bersamaan ( interaksi vitalistik + semi vitalistik) dalam living organisme? Kenapa spirit membutuhkan lingkungan spiritual untuk berlangsungnya interaksi semi vitalistik, bukankah spirit memiliki kehendak sendiri?

3). Pernyataan Eyang: Bagaimana wajah bumi jika dihuni oleh Whiteblank body tanpa adanya reincarnated body? Semua patuh pada Tuhan YME sehingga tak mau berbuat dosa: tak ada pencuri, tak ada koruptor, semua akan memperoleh kebahagiaan bukan sekedar kenikmatan.
Pernyataan saya: Apakah karena adanya reincarnated body yang menyebabkan adanya pencuri dan koruptor di muka bumi ini? Kenapa reincarnated body yang harus bertanggung jawab atas perbuatan mencuri dan korupsi yang dilakukan oleh seorang manusia? Bukankah kehendak manusia itu sendiri yang menginginkan untuk menjadi pencuri dan koruptor?

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s