Kalau manusia punah dari bumi berarti kiamat?

Pertanyaan: Apakah kalau manusia punah dari bumi berarti kiamat?
Jawaban: Definisi kiamat itu dikenal sejak manusia mengenal agama. Saat itu manusia menganggap bumi merupakan pusat alam semesta, jadi  kehancuran bumi yang merupakan pusat alam semesta dapat diartikan  berakhirnya alam semesta, yang dapat dipandang sebagai kiamat. Namun kemudian manusia menyadari bahwa bumi hanyalah bagian dari alam semesta, bahkan bagaikan sebutir debu, jadi “kehancuran bumi” bukan berarti kehancuran alam semesta. Sejak dulu sampai kapanpun manusia tak akan tahu kapan terjadinya kiamat, sebab itu merupakan rahasia Tuhan YME.
Menurut Teori Paralogika living organisme dapat punah dari salah satu bagian alam semesta,misalnya bumi,  jadi manusiapun dapat punah. Jika kondisi biosfera  bumi tak kondusif , daur ulang organisme akan sangat terpengaruh, hingga lingkar kehidupan biologis dapat “terputus”, padahal  manusia merupakan makluk yang paling sensitif dan memerlukan berbagai jenis energi dan materi. Mungkin banyak makluk lain yang sederhana (misalnya virus) masih dapat bertahan dibumi sementara manusia sudah sangat menderita.
Jika kondisi biosfera berubah, organisme lainnya akan cepat menyesuaikan diri secara evolusi sesuai dengan teori evolusi Darwin, tetapi manusia akan memilih “meninggalkan bumi menuju ke planet lainnya yang memiliki biosfera dengan kendaraan ruang angkasanya.
Perjalanan ini mermbutuhkan energi sangat besar, kecepatannya rendah sehingga memerlukan waktu lama, sementara itu umur manusia terbatas. Daya angkut kendaraan ruang angkasa sangat terbatas, sehingga living organisme yang dapat dipindahkan ketempat baru itu sangat terbatas, padahal ditempat baru itu manusia membutuhkan living organisme lainnya, misalnya tumbuh-tumbuhan dan hewan. Manusia akan berusaha membawa biji-bijian atau “telor” yang jauh lebih ringkas dan tahan lama tanpa menyediakan makanan untuk mereka.
Keresahan itulah yang  mengilhami para penulis fiksi untuk berobsesi menyelamatkan manusia dari bumi jika kondisi bumi tak dapat lagi menunjang kehidupan manusia. Fiksi itu antara lain: Lubang cacing, mesin waktu, star treck dll.  Saya menulis fiksi Blackhole yang berlatar belakang abad ke 30 yang sangat kontroversial sehingga sulit untuk dimengerti. Untuk menjelaskan fiksi itu saya menggagas Teori Minimalis, kemudian berkembang menjadi berbagai turunannya, yaitu Teori Paralogika, Teori Revolusi Som Wyn dan Teori Quantum. Eteric.
Menurut saya: Spirit manusia sanggup melakukan reincarnasi disetiap bagian alam semesta yang memiliki biosfera dan lingkungan spiritual. Bahkan dengan meniadakan massa untuk sementara manusia sanggup memindahkan materi maupun organisme ke tempat yang sangat jauh.

lukiswajah
lukiswajah wrote on Apr 12, ’11
saya setuju sekali dengan pak ibnu. kita ini memang organisme yang kecil tapi maunya besar terus. Tentang kiamat…. dak perlu kuatir ya pak ibnu, karena manusia…tepatnya jiwa manusia tidak akan pernah hilang dalam kiamat. Jiwa ita akan hidup terus. Kiamat cuma kena badan fisik kita saja dan ndak sakit.
Foto bapak dan ibu ibnu bagus untuk dijadikan lukisan ( promosi dikit pak), tapi lukisan saya akan lumat kalau kiamat kena kita.
Salam dari kota malang.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 12, ’11
@ lukiswajah.
Trima kasih atas kerelaan ananda membaca tulisan saya.
Saya sengaja memasang foto kami berdua dengan tujuan”membuktikan” bahwa Tuhan YME menciptakan/menyediakan apa saja dan memberikan kesempatan untuk memilih dari semua yang tersedia dilingkungan kita. Bagi saya Tuhan YME bukanlah Sang Maha Pengatur melainkan Sang Maha Penyedia.
Banyak gadis lain ada disekeliling saya, tetapi Isteri saya telah saya pilih (bukan dijodohkan oleh fihak lain) untuk menjadi pasangan saya, dan itu pasti karena telah diizinkan Nya, sebab tanpa izinnya mustahil kami dapat bertemu dan mungkin saya tak berminat terhadap dia, atau sebaliknya. Tuhan YME tak memaksa istri saya atau memaksakan saya untuk menjadi suami istri, bahkan untuk menjadi suami istri kami harus melewati perjuangan yang tak ringan. Silakan baca “Sedikit tentang pengalaman hidupku”, untuk “melelengkapi foto kami itu.. Keluarga Minimalis kami adalah hasil pilihan kami sendiri dengan mendapatkan izinnya. Karena kami menjadi pasangan atas dasar pilihan kami sendiri, maka kami tak akan “menyalahkan” Dia jika terjadi sesuatu kepada diri kami.
Andaikata terjadi kiamat, pastilah foto kami akan lumat, demikian juga organisme kami. Yang jadi pertanyaan adalah: apakah spirit kami tetap berdampingan? Alam Semesta ini tak sebesar bumi, tetapi spirit jauh lebih bebas melanglang keseluruh penjuru alam semesta dibandingkan living organisme yang terbebani massa., jadi tak mustahil disana kami dapat bertemu lagi……………….
Tetapi keyakinan kami berbeda; saya meyakini adanya re incarnasi sedangkan dia yakin bahwa hidup hanya sekali. Jadi………………..mungkin kami hanya dapat hidup berdampingan pada kehidupan ini. Itulah sebabnya kesempatan ini kami gunakan sebaik-baiknya untuk dapat hidup berdampingan.

lukiswajah
lukiswajah wrote on Apr 15, ’11
nanti pengalaman hidup pak ibnu akan saya baca. Saya dan istri akan mendoakan bapak & keluarga. ……Satuhu
ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 15, ’11
@lukis wajah.
Terima kasih atas perhatian ananda atas jerih payah kami.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s