Kami akan bunuh diri kalau tak diizinkan menikah.

Pertanyaan: Orang tua cucu kerja di luar negeri, cucu mengikutinya sejak kecil dan kini kuliah di jurusan filsafat. Kekasih cucu seorang wanita  India, orang tua kami berbeda agama. Kami kenal sejak kecil dan saling menyayangi.  Orang tua membiarkan kami “bersaudara”, bagaikan kakak beradik. Setelah dewasa kami saling mencintai sehingga berniat  hidup berdampingan sebagai suami istri. Rencana kami ditentang oleh kedua belah fihak, yang lebih menyedihkan mereka yang tadinya bersahabat dan saling menghargai keyakinan masing-masing menjadi retak akibat rencana kami.
Kami masing-masing sangat mencintai orang tua kami, tetapi cinta kami berdua  tak mungkin terpisahkan. Kami mengancam akan bunuh diri jika tak diizinkan menikah untuk mendirikan mahligai rumah tangga. Mereka tetap melarang. Untuk menekan mereka kami melakukan “hubungan” terlarang sehingga dia mengandung. Upaya kami tak berhasil, bahkan orang tua cucu  menyarankan agar  kekasih cucu  menggugurkan anak haram itu.. Bagaimna saran eyang?
Jawabam: Kalian harus mengenali jati diri masing-masing. Jika cucu seorang WB maka cucu harus taat pada agama cucu, demikian juga pacar cucu, lain halnya jika kalian termasuk RB yang tak taat pada Tuhan YME.
Eyang tak mungkin tahu, apakah argumen cucu melakukan pelanggaran norma agama memang seperti yang cucu katakan, atau hanya dalih untuk “membersihkan” diri dan mencari simpati eyang. Kalau perbuatan ini didasari hawa nafsu, artinya anak yang ada dalam kandungan pacar cucu bukannya WB melainkan RB hingga oleh orang tua cucu dipandang sebagai anak aharm.
Eyang tak percaya jika orang tua cucu yang WB (patuh pada Tuhan YME ) sampai menganjurkan melakukan “perbuatan” yang jelas bertentangan dengan inti ajaran agama, sehingga bukan mencari pahala, melainkan  berbuat dosa. Eyang tak mengerti jalan fikiran mereka, ataukah ada ayat yang mengizinkan membunuh anak haram.
Eyang tak tahu, apakah dinegara tempat cucu tinggal diperbolehkan melakukan aborsi atau malah melarang aborsi. Apakah pacar dan orang tua nya menyetujui pengguguran anak/cucunya.Apakah disitu diperkenankan perkawinan antar agama, tak seperti yang berlaku dinegera kita yang  berdasar  Pancasila (bukan berdasar agama tetapi hukumnya  melarang perkawinan antar agama).
Jika kalian WB mintalah pengampunan dan petunjuk  Tuhan YME dalam mengatasi masalah kalian. Jika kalian RB eyang yakin kalian akan sanggup mempengaruhi lingkungan sehingga kalian sanggup meyakinkan orang tua kalian, misalnya dengan “janji bahwa masing-masing tetap taat menjalankan agama masing-masing”,  sehingga mereka terbebas dari tanggung jawab sebagai pembimbing anaknya.
Semoga mereka  merestui perkawinan kalian dan mengembalikan hubungan baik mereka walau mereka berbeda agama.  Gunakan jaza  seorang psikolog untuk mendukung perjuangan kalian dalam meyakinkan lingkungan.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 27, ’11
Ada baiknya cucu membaca tulisan eyang yang berjudul Sedikit Tentang Pengalaman Hidupku (stph). Disitu cucu akan tahu bagaimana perjuangan eyang berdua hingga kami dapat hidup berdampingan hampir setengah abad.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 27, ’11
Eyang putri terlahir dalam lingkungan RW, keluarga Theosofi, tetapi ternyata dia seorang WB ini terbukti pada ketakwaannya.Eyang kakung terlahir pada keluarga “amburadul” karena ditinggal oleh ayah. Sebagian kakak eyang adalah WB sebagian RW.
Akung sudah jelas RW, sejak kecil suka memberontak dan “melawan” kemapanan.
Andai kata eyang putri tidak takwa mungkin kami telah melakukan perbuatan yang melanggar norma agama, karena saat itu akung “diracuni” oleh peradaban Barat, suka nonton film yang tak senonoh. Sebaliknya kalau eyang kakung bukan RB mungkin tak sanggup meyakinkan lingkungan yang menentang hubungan kami sehingga akhirnya kami direstui oleh kedua belah fihak,
Kami mengenal jati diri masing-masing yang terbukti sangat berlawanan, namun cinta telah mempersatukan kami. Dalam perjalanan hidup kami saling mengisi bukan saling mencemooh atau memaksakan kehendak untuk menjadi sama. Kami membiarkan yang berbeda tetap berbeda, yang sama adalah keinginan untuk menciptakan keluarga minimalis yang tak mau dicampuri oleh fihak ketiga. Dalam mendidik anak kami, eyang membekali strategi dalam menghadapi kehidupan nyata hingga sanggup hidup mandiri dan bebas berfikir, sedangkan eyang putri menanamkan disiplin dan nilai-nilai budi pekerti.
Kami sangat mensukuri perbedaan dan menghindari sengketa akibat berbeda keyakinan dan pendapat.

segalasesuatu
segalasesuatu wrote on Apr 27, ’11
Usulan cucu:
Jati diri terdiri dari WB dan RWB.
Untuk WB terdiri dari bio body yang merupakan interaksi clear body (0qq) dan trans body(#0#0#0valid) dengan soul (invalid).
Untuk RWB terdiri dari bio body yang merupakan interaksi clear body (0qq) dan trans body(#0#0#0valid) dengan soul (invalid) + spirit yang merupakan interaksi antara trans body(#0#0#0valid) dengan soul (#0#0#0invalid).

Jadi WB komposisinya: Bio body dan soul.
Untuk RWB komposisinya: Bio body, soul dan spirit.
Tapi di RWB soulnya jadi ada dua jenis, yaitu soul yang melekat di bio body dengan soul yang melekat di astral body. Bagaimana eyang mungkin tidak? Ini cuma usulan cucu saja lho. soalnya setiap eyang mau nulis RB kok jadi RW terus. Kalau menurut eyang ini suatu yang tidak mungkin, ya jangan dipaksakan.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 28, ’11
!.Spirit adalah interaksi vitalistik antara astral body dengan soul yang memiliki consciouness latent sehingga merupakan mata cail yang menyebabkan soul tak dapat meninggalkan universe karena terbebani oleh astral body (trans energy) .
2. Living organisme.
a. White blanc body : Living organisme yang merupakan interaksi vitalistik antara organisme yang memiliki unsur matter sehingga dibebani oleh massa., juga memiliki unsur transien yang berupa gelombang eteric (STW) sehingga sanggup melakukan interaksi vitalistik dengan soul. Catatan organisme merupakan interaksi mekanistik antara matter dengan symetrical transwave (gelombang eteric yang membangkitkan photon).
b. Reincarnated body : Living organisme yang merupakan interaksi semi vitalistik antara organisme yang terbebani oleh massa dan gelombang eteric yang membangkitkan photon dengan spirit yang memiliki tubuh transien.
Ada dua jenis spirit:
a. Yang merupakan interaksi vitalistik antara astral body dengan soul. Ini disebut white blank spirit.
b. Yang berasal dari spirit yang berasal dari living organisme yang berkeinginan untuk melakukan reincarnasi dan dinamakan reincarnated spirit.
Jadi sebenarnya ada dua jenis RB:
Yang baru sekali melakukan reincarnasi, berasal dari White bank spirit, dan yang berasal dari White blank body.
Reincarnasi adalah suatu pembelotan pada Tuhan YME, namun bukannya hukuman. Untuk melakukan reincarnase dibutuhkan perjuangan. TM dan TP menginformasikan bahwa:
1. z >>> E#0. Karena E#0 >>>> E=0, maka z >>> E=0, jadi z harus mengatre untuk memperoleh organisme. z yang patuh pada Tuhan YME akan memberikan kesempatan kepada z yang lain sedangkan z yang membelot untuk melakukan reincaenasi mengurangi kesempatan bagi yang lain.
2. Walau spirit sanggup melanglang keseluruh alam semesta, namun hanya sebagian kecil alam semesta yang memiliki biosfera, sehingga ruang/tempat bagi living organisme sangatlah terbatas. Disisi lain living organisme,lebih-lebih manusia sangat rakus terhadap semua yang tersedia disekelilingnya. Sebagai contoh bumi yang sangat kecil ini, semakin lama semakin dipenuhi manusia. Kalau tak terjadi pembelotan dari spirit manusia yang mungkin saja berasal dari bagian lain, maka bumi tak akan secepat ini dipenuhi manusia?
Mengapa Tuhan YME mengizinkan pembelotan? Dia adalah penyedia segalanya, dia memberi kesadaran (consciousness) kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannnya, Dia memberi kesempatan untuk memilih, jadi…………….. semua yang terjadi adalah akibat ulah manusia sendiri dalam mengendalikan lingkungannya. Bukankah manusia merupakan makluk “tersempurna” di bumi ini?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 28, ’11, edited on Apr 28, ’11
Upaya manusia untuk ikut menjaga lingkungan merupakan “keharusan” untuk menebus kemauan untuk bereincarnasi, Banyak cara untuk merjaga lingkungan, diantaranya: penghematan penggunaan energi, efisiensi penggunaan energi, mencari sumber energi baru dan konservasi energi, menjaga ekosistem biologi termasuk keluarga berencana, menanam tumbuh-tumbuhan. dll. Jika hal ini gagal maka manusia jugalah yang paling menderita sebab manusia sangat bergantung pada berbagai jenis energi. Jika bumi dan lingkungannya terlalu diekploitasi maka bumi akan melakukan reaksi untuk mengatur diri dan lingkungannya, diantaranya adalah bencana alam, perang antar manusia untuk mengurangi kepadatan manusia di bumi, dengan kata lain akan berlakulah seleksi alam.
Manusia sebagai organisme terbebani oleh massa, sehingga untuk meninggalkan bumi dibutuhkan banyak energi, sebenarnya ada sumber energi yang sanggup menghasilkan energi melimpah namun risiko penggunaannya sangat besar, yaitu energi nuklir.
Energi listrik saat ini terasa sangat nyaman dan aman, namun………… untuk menghasilkan dalam jumlah besar dibutuhkan sumber energi lainnya. Sebenarnya ada sumber energi lain yang melimpah dan tak ada habisnye, yaitu energi eteric, namun manusia saat ini belum sanggup memanfaatkannya secara langsung, tetapi suatu saat jika manusia telah menyadari bahwa sub partikel atom bukan sekedar quantum, melainkan quantum eteric, maka manusia akan meniru alam dengan memanfaatkan reaksi termo nuklir (reaksi fusi) tanpa khawatir akan kehabisan bahan bakarnya (hydrogin), sebab manusia sanggup membuatnya lewat proses komplementasi eteric.
ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 28, ’11
Apa itu proses komplementasi eter ataupun eteric?
Eter maupun eteri memiliki E#0, sedangkan matter atau quantum memiliki E=0
Sepasang eter atau eteric E1#0 dan E2#0 jika digabungkan menjadi E3 pada umumnya menghasilkan E3#0, kecuali jika E2=-E1 akan mengahilkan E3=0 Dalam hal ini E2 dikatakan komplement dari E1, prosesnya dinamakan komplementasi eter maupuyn eteric dalam membentuk matter maupun quantum.
Untuk membentuk Hidrogin harus dihitung secara teliti bukan hanya nilai E1 dan E2 yang harus tepat tetapi juga nilai x dan y yang membentuk E1 dan E2. Jika salah menentukan pasangan x dan y nya akan menghasilkan atom lainnya yang bukan hidrogin. Dapat digambarkan betapa sulit menghasilkan hidrogin dari eter atau eteric sebab probabilitasnya sangat rendah. Untuk pasangan x dan y yang faktornya besar dapat menimbulkan ledakan dahsyat, sejenis “bigbank” kecil atau “small bang.”
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s