T-M verus TM Komsumsi bagi yang ingin berfikir (2)

Sehari sebelumnya aku menulis diblogku yang berjudul: “T-M versus TM komsumsi ……………” menjawab pertanyaan seorang cucu yang meminta maaf kepadaku karena sering mencemoohkan TM. Pandangan cucu ini tiba-tiba berubah karena dia membaca aku “berdiskusi” dengan seorang cucuku mengenai persamaan dan perbedaan kedua teori yang kebetulan namanya mirib T-M dan TM, sehingga ada rasa ngeri………… sebab aku tak menduga sama sekali ada seorang anak muda yang bernama segalasesuatu menanggapi tulisanku dengan sangat sirius. Ini kukutip “pembicaraan kami lewat Buku tamu:ibnusomowiyono

edit delete reply
ibnusomowiyono wrote on Apr 15
Ini saya kutib tanggapan pembaca terhadap Teori Minimalis, hingga saya perlu mengutip tulisan mengenai M-Theory dari Wikipedia agar dapat “dicari” dimana persamaan dan dimana perbedaannya. Yang jelas saya membuat TM sama sekali tak ada hubungannya dengan M-theory.

Inilah tanggapan yang menimbulkan rasa ngeri sehingga aku bermimpi berdansa dengan peri:

Saya coba gabungkan dengan M-Theory.
Konsep Eyang ini hampir mirip dengan string di M theory, yang mengkonsepkan adanya dua jenis string yaitu string terbuka dan string tertutup (partikel dimodelkan sebagai string bukan titik). String terbuka, kedua ujungnya akan selalu bertumpu pada braen (membran) sehingga tidak bebas bergerak, sedangkan string tertutup tidak bertumpu pada braen manapun, sehingga akan bebas bergerak dan bisa menembus lapisan braen (braen identik dengan dimensi). Kalau istilah Eyang, bisa menembus batas Sub Alam Semesta. Tapi tidak bisa keluar dari Alam Semesta.
Sub Alam Fisika adalah alam 3-brane (dimensi ruang kita) yang dibungkus oleh alam 4-brane.
Sub Alam Transien adalah alam 4-brane dan alam 5-brane dan alam 6-brane yang dibungkus oleh alam 7-brane.
Sub Alam Gaib adalah alam 7-brane dan alam 8-brane dan alam 9-brane yang dibungkus oleh alam 10-brane. Alam 10 brane inilah batas dari Alam Semesta. Dalam konsep M-Theory, dimensi waktu dimiliki oleh setiap sub alam dan bersifat konstan. Jadi total ada 11 dimensi.
Karena menurut Eyang eteric ada di semua Sub Alam Semesta berarti eteric ini merupakan string tertutup yang tidak terikat oleh brane. Karena eteric bisa berada di semua Sub Alam, maka eteric harus tidak bermassa.
Kesulitan membuktikan keberadaan eteric ini dikarenakan posisi eteric yang berada di ruang semu. Kecuali para fisikawan bisa menemukan perbedaan antara quantum dengan quantum eteric, Baru eteric akan diakui keberadaannya.
ibnusomowiyono
edit delete reply
ibnusomowiyono wrote on Apr 12
ibnusomowiyono
edit delete reply
ibnusomowiyono wrote on Apr 15
1. Menurut saya dimensi waktu dalam T-M dengan TM adalah sama dan berlaku diseluruh Alam Semesta.
2. Ruang nyata juga berdimensi 3. Namun disamping dimensi ruang dan dimensi waktu TM menggunakan dimensi massa untuk membedakan energi nyata (quantum) dan energi semu (eteric).
3. Formula Som Wyn menyatakan x=F1(t) dan y=F2(t) yang masing-masing merupakan fungsi yang memiliki nilai batas dan malar (kontinyu) yang dapat diuraikan menjadi fungsi dasar sionusoidal dalam bentuk Deret Fourrier. Jadi grafik x dan y dalam keadaan seimbang E=0 dapat dilukiskan sebagai garis pada bidang (xy). Namun saat x#y#q akan menghasilkan E#0. Setiap pasangan x dan y pada E= -x + y dapat menghasilkan E saat ruas kiri = ruas kanan atau tak menghasilkan E, ini dinyatakan oleh FSM: E= – x + y yang menghasilkan energi dan z# -x +y yang bukan energi. M-T tak mempermasalahkan adanya z yang bukan nenergi, sedangkan TM memanfaatkannya untuk menjelaskan fenomena yang bukan energi dengan yang sepenuhnya merupakan energi. Energi berbaur dalam Alam semesta walau memiliki sifat yang berbeda-beda sehingga dapat saling melakukan interaksi mekanistik, namun energi tak mungkin keluar dari Alam Semesta.
4. TM menyatakan setiap ciptaan Tuhan YME dibekali kesadaran diri (consciousness) , kesadaran diri ini merupakanm sebuah dimensi yang tak diungkapkan oleh M-T tetapi sangat ditekankan pada TM.
5. Menurut TM Sub Alam Transien tak dikuasai oleh ruang nyata, karena energi transien (eteric) tak memiliki massa, tetapi masing-masing memiliki dimensi keseimbangan (E#0) yang berbeda-beda. Alam Gaib dan Alam Fikiran hanya dikuasai oleh dimensi waktu, sedangkan alam abadi tak berdimensi. Untuk ini saya menyusun Peta Energi Alam Semesta berdasar keseimbangan energinya

segalasesuatu
delete reply
segalasesuatu wrote on Apr 15
1. Ya, sepertinya sama dalam pendifinisian waktu di T-M dan TM.
2. Kalau menurut saya sepertinya T-M sudah mulai meninggalkan urusan massa. Yaitu terlihat dengan memodelkan penyusun materi dengan string/dawai atau suatu persamaan gelombang atau energi itu sendiri. Jadi secara tidak langsung menyatakan bahwa massa hadir dikarenakan adanya interaksi dari gelombang energi penyusunnya. Sebagai gambaran, kalau inti atom diperbesar sebesar tata surya kita (matahari dan planet-planet yang mengelilinginya) maka string kira-kira hanya sebesar pohon yang sedang melambai – lambai karena ditiup angin.
Soal energi nyata dan energi semu, kemungkinan akan terjawab oleh adanya interaksi string terbuka dan string tertutup terhadap brane. Kemungkinan sifat pembawa energi nyata ada pada string terbuka, karena string terbuka selalu terikat oleh brane, dan pembawa sifat energi semu adalah string tertutup. Bagaimana bentuk interaksinya? Cucu juga tidah tahu.
3. Kalau Eyang menyatakan bahwa formula Som Wyn memiliki nilai batas dan malar (kontinyu) maka ini dapat diwakili oleh string tertutup yang bersifat seperti itu juga. Untuk kasus z# -x +y yang bukan energi kemungkinan akan terjawab oleh adanya string istimewa yaitu string terbuka yang terjebak didalam string tertutup sehingga energinya tersembunyi dan tampak sebagai bukan energi. Jadi hanya dimungkinkan secara matematis tapi tidak terdeteksi secara fisis.
4. Mungkin di dalam T-M, kesadaran didefinikan sebagai seorang pengamat yang sedang melihat untuk menjadi mengetahui.
Info: Eyang jangan terlalu percaya dengan tulisan cucu, soalnya cucu hanya memperkirakan saja dan cucu juga bukan fisikawan. T-M yang sebenarnya sungguh amat sangat rumit matematisnya.

@segalasesuatu.
Terima kasih atas informasi tentang T-M yang menurut eyang cukup membantu eyang dalam memahami teori ilmiah ini.
Menurut eyang Fisika dan Matematika memang pasangan yang saling melengkapi dalam memahami fenomena alam semesta dan memanfaatkannya. TM mulamula dimaksud untuk menjelaskan Fiksi Blackhole, kemudian berkembang sampai pada Model Atom Minimalis.
Model Atom Minimalis diilhami oleh kisah lama mengenai manusia yang berdansa dengan peri.
Sebagai stimulasi: “citra” berpakaian putih yang bergerak-gerak seakan sedang berdansa seorang diri ditempat yang cahayanya sangat terbatas. Penglihatan tak dapat melihat pasangan berdansa yang berpakaian hitam hingga tak terdeksi oleh mata, tetapi jika kita dekati dan kita raba maka dapat dibuktikan apakah pasangannya itu bertubuh (living organisme) atau tak bertubuh (spirit).
Selama ini sub partikel (inti atom dan elektron) dipandang pasangan paket quantum. Belakangan dinyatakan bahwa didalam atom terdapat awan elektron, sehingga Model Atom Bohr dianggap “tak benar” atau kondisi “kebetulan saja.
Eyang membuat TM hingga Model Atom Minimalis sekedar untuk menginformasikan bahwa citra itu ( quantum) bukan sendirian, melainkan berpasangan atas dasar menyaksikan gerakan-gerakannya. Ini namanya sekedar mengkutak-kutik.
Fisika akan membuktikan secara nyata, bukan sekedar menduga, apakah pasangannya itu ada atau takada..Menurut TM: tak nyata bukan berarti tak ada. Mathematika dapat menganalisa secara mendetil apakah citra itu (quantum) berpasangan atau sendirian bukan atas bukti nyata, melainkan
sebagai hasil pemikiran yang sepenuhnya rasional. Matrhematika termasuk ilmu metafisika,yang sanggup menganalisa sesuatu yang nyata atau yang semu, sedangkan fisika adalah ilmu nyata yang hanya mempelajari sesuatu yang dapat terakses oleh panca indra atau peralatan fisik.
T-M bukan sekedar kutak-kutik seperti TM melainkan memanfaatkan Fisika dan Mathematika untuk “menguak” misteri alam semesta.
Fisika memang tak mungkin mengakses eteric yang semu, sebab fisika hanya mempelajari yang nyata.tetapi Mathematika masih mungkin mumbuktikan adanya eteric.
Teori Quantum Eteric menyatakan baik quantum maupun quantum eterik memiliki E=0, sehingga dapat terakses oleh fisika, namun pasti quantum memiliki kelakuan yang berbeda dengan quantum eteric. Ini lalau fisika tak berrlaku apriori menolak azas dualistik, menolak semua yang tak dapat dibuktikan secara nyata.
Semoga T-M berhasil membuktikan bahwa yang tak nyata bukan berarti tak ada.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s