Teori Minimalis versi 3.00

@.cucunda SS: setelah mendapatkan masukan dari cucu eyang Ibnu berusaha menyempurnakan Teori Menimalis versi 2 menjadi  versi 3.00. Nilai .00 merupakan ektensi dari versi 3 yang akan dikembangkan secara bertahap.

Inilah ringkasan dari TM 3.00 versi TM yang telah dikaitkan dengan T-M.

  1. Tahap Supernatural: Alam Semesta terisi oleh titik-titik  yang tak berdimensi ruang, namun telah memiliki kesadaran (consciousness) untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya.

            a. Energi gaib x akan mengatur diri dan jenisnya membentuk dawai x = F1(t) yang malar dan memiliki nilai batas.

      b. Energi metafisika y akan mengatur diri dan jenisnya membentuk  dawai y = F2(t) yang malar dan memiliki nilai batas.

          Karena sifatnya yang malar dan memiliki nilai batas maka kedua fungsi itu dapat diuraikan menjadi fungsi dasar sinusoidal, sesuai dengan Deret Fourier

          Dawai  itu sebagian akan saling tersambung satu dengan yang  lain,  tetap malar namun tak memiliki nilai batas karena ujung-ujungnya terhubung  pada membran yang menyebabkan terikat pada *Dimensi Supernatural*(DS). Sebagian dawai membentuk rangkaian tertutup (x) dan (y) sehingga dapat menembus membran pembatas.

 

   2. Tahap Transien:  Dawai tertutup (x) dan (y)  menembus membran saling membuka dan melakukan interaksi mekanistik membentuk dawai E = – x + y =- F1(t) + F2(t). Dawai ini dinamakan Dawai Eteric (e).   Sebagian dari (e) saling tersambung satu dengan lainnya membentuk dawai yang malar e dan tak memiliki nilai batas karena ujungnya terikat pada membran, hinggga terikat pada *Dimensi Transien* (DT). Dawai eteric (e)  yang membentuk rangkaian tertutup sanggup menembus membraan memasuki  Sub Alam lain.

 

   3.Tahap Pra  Natrural:  Dawai  eteric   yang menembus membran memasuki Sub Alam Pra Fisika akan membuka diri dan saling melakukan interaksi mekanistik membentuk dawai E= 0  atau  F1(t) = F2(t) = F(t) sehingga merupakan fungsi malar yang ujung-ujungnya terikat pada membran dimensi Ruang Nyata (DR). Dawai quantum  tertutrup (q)  yang diimbangi oleh bayangan super simetrinya (-q)  akan menghasilkan unsur premordial  000 yang tak terikat pada dimensi ruang nyata.

Unsur premordial inilah yang merupakan titik singular yang akan “meledak” saat Tuhan YME menghilangkan bayangan super simetrinya, sehingga 000 yang tak membutuhkan ruang nyata  berubah seketika menjadi  0qq yang membutuhkan ruang nyata.

 

   4. Tahap  Natural. : Big Bang adalah kelahiran Sub Alam Fisika yang menghasilkan dawai   q = F(t)

 

 

 

 

ibnusomowiyono wrote on May 5, ’11
Ringkasan TM 3.00.
Di Sub Alam Supernatural terdapat dawai x = F1(t) dan dawai y = F2(t) yang terikat pada membraan Supernarural.
Di Sub Alam Transien terdapat dawai E = -F1(t) + F2(t) atau dawai eteric e = Fe(t) yang terikat pada membraan Pra Natural.
Di Sub Alam Fisika terdapat dawai quantum q = F(t) yang terikat pada membraan Natural.

TM menganalisa Alam Semesta dari Sub Alam Supernatural menuju ke Sub Alam Fisika, berdasar Formula Supernatural Som Wyn E = -F1(t) + F2(t)
Fisika dan T-M menganalisa Alam Semesta dari Sub Alam Natural menuju ke Sub Alam Supernatural, berdasar mekanika quantum.
TM 3.00 merupakan “sintesa” T-M dan TM seperti yang dilakukan oleh cucunda SS.
Yang harus selalu diingat adalah: TM sekedar imformasi bagaikan meneropong Alam Semesta melalui jendela. T-M adalah upaya ilmiah untuk memasuki Alam Semesta lewat pintu ilmu pengetahuan (Sains) dan diterapkan untuk mengeplorasi seluruh yang disediakan Tuhan YME untuk ikut melestarikannya.

ibnusomowiyono wrote on May 5, ’11
Siapa saja diharap ikut mengembangkan TM 3.00 , hingga akan ada versi TM 3.01, TM 3.02, TM 3.03 ……………………….. dan seterusnya. Jangan ragu-ragu ikut “meramaikan” nya.
ibnusomowiyono wrote on May 13, ’11
Agar TM dapat dikaitkan dengan T-M maka diusahakan agar ada titik temunya, titik temu itu adalah pandangan bahwa Isi alam semesta adalah: Energi, body dan wave. Body terjadi dari energi, energi terjadi dari gelombang atau sebaliknya. Ketiganya saling berkaitan, yang satu dapat berubah menjadi yang lain. Dimensi utama dari Alam Semesta adalah waktu (menurut keduanya) sedangkan menurut TM ada satu dimensi dasar lainnya, yaitu dimensi kesadaran (consciousness) yang dibekalkan oleh Tuhan YME saat penciptaan Alam Semesta.
Fisika hanya mempelajari Sub Alam Fisika sedangkan T-M berusaha memperluar Fisika dengan fenomena non fisik sebaliknya TM memulai dari fenomena non fisik kearah Fisik.
T-M tak menjelaskan adanya z yang menurut TM z bukan energi dan dinyatakan oleh Formula Som Wyn sebagai z # – x + y , disisi lain tersedia Formula Supernatural Modern mengenai energi E = – x + y dan Formula Supernatural Som Wyn x = F1(t) dan y = F2(t).
Menurut T-M ada dua jenis String, yaitu string tertutup dan string terbuka, yang dimanfaatkan oleh TM untuk menjelaskan adanya matter dan non matter (diantaranya eter) dan untuk menjelaskan bahwa seluruh isi alam semesta yang berupa energi dapat saling melakukan interaksi mekanistik ( antar energi semu/eteric atau energi semu dengan energi nyata /quantum) maupun interaksi mekanik antar energi nyata (mekanika quantum).
Teori quantum eteric dibangun atas dasar adanya interaksi mekanistik antara paket quantum dengan paket eteric.
ibnusomowiyono wrote on May 17, ’11
Baik T-M maupun TM menyatakan adanya dawai yang berujung pada membran dan dawai berujung yang membentuk lingkaran.
Untuk membedakan kedua dawai itu pada TM digunakan notasi huruf kecil:
1. x = F1(t) menyatakan dawai energi gaib yang malar dan tak memiliki nilai batas.
y = F2(t) menyatakan dawai energi metafisika yang malar dan tak memiliki nilai batas.
. (x) = [ F1(t) ] menyatakan dawai energi gaib yang malar dan memiliki nilai batas.
(y) = [ F2(t) ] menyatakan dawai energi metafisika yang malar dan memiliki nilai batas.
2. e = – F1(t) + F2(t) menyatakan dawai energi transien yang malar dan tak memiliki nilai batas.
(e) = [ – F1(t) + F2(t) ] menyatakan dawai energi transien yang malar dan memiliki nilai batas.
3. q = F1(t) = F2(t) = F(t) menyatakan dawai energi fisiaka yang malar dan tak memiliki nilai batas.
(q) = [ F(t) ] menyatakan dawai energi fisika yang malar dan memiliki nilai batas.
(-q) = bayangan super simetri dari (q)
000 = unsur premordial = (q) + (-q)
grasianogeminus wrote on Jun 8
Sejauh mana teori ini berkorelasi dengan teori M?
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s