Teori Paralogika versus New Age.

Pertanyaan: Cucu terperangah pernyataan eyang yang menyatakan New Age bertentangan dengan Teori Paralogika. Menurut cucu eyang termasuk New Age, karena eyang seorang anggota Theosofi. Eyang tak konsisten atau munafik.
Jawaban: Eyang tak pernah menyatakan anggota Teosofi walau mertua eyang sesepuh Theosofi dan eyang tinggal di komplek Sanggar Dharma. Harap baca stph! Eyang tak faham apa itu New Age sehingga membuat pernyataan bahwa New Age bertentangan dengan Teori Paralogika. Cucunda SS (segalasesuatu) memberikan informasi lebih objektif tentang New Age, sehingga eyang menyadari bersalah atas syakwa sangka buruk pada New Age. Untuk itu eyang meminta maaf kepada mereka yang berfaham New Age.
Judul tulisan  semata-mata untuk menarik pembaca. Kata versus bukannya berarti musuh, melainkan  “berseberangan”  bagaikan dua sisi mata uang.
Teori Paralogika adalah pengembangan Teori Minimalis yang  menginformasikan adanya tujuh lapis kehidupan berdasar analisa kehidupan merupakan interaksi vitalistik atau semi vitalistik dari energi (E) dan bukan energi (z).
Ada yang menuduh eyang plagiat, mencomotnya dari  filosofi atau agama tertentu. tentang adanya langit hingga tujuh lapis. Terus terang, eyang tak memahami apa tiu tujuh lapis langit. Eyang juga tak memahami apa itu New Age, tetapi jika ada yang menyatakan manusia dapat mewakili Tuhan YME untuk mengatur bumi atau alam semesta artinya berseberangan dengan Teori Paralogika, apalagi yang menyatakan manusia adalah Tuhan YME.
1.Tuhan YME itu menyediakan segalanya, 2. memberikan kesadaran (consciousness kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya, 3.  memberi kesempatan untuk  memilih, menuruti tuntunan Tuhan berdasar dogma agama masing-masing,   sehingga semua yang terjadi adalah ulah ciptaan Nya, namun hanya mungkin terjadi jika Tuhan YME mengizinkan. (axioma Som Wyn).
Konsep inilah yang merupakan dasar adanya Revolusi Spiritual Ilmiah.

segalasesuatu
segalasesuatu wrote on Apr 27, ’11
Menurut eyang: Teori Paralogika adalah pengembangan Teori Minimalis yang menginformasikan adanya tujuh lapis kehidupan berdasar analisa kehidupan merupakan interaksi vitalistik atau semi vitalistik dari energi (E) dan bukan energi (z).

Menurut cucu: Mungkin yang dimaksud eyang yaitu adanya interaksi 7 jenis energi yang terjadi di Alam Semesta ini. Yaitu Enyata, Etrans, x, y, Esuper, F1(t) dan F2(t). Itu kalau menurut pengertian cucu, tapi bisa saja lain kalau menurut eyang.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 27, ’11, edited on Mar 6
@ SS.
Itu adalah Teori Minimalis, bukan Teori Paralogika. Teori Minimalis hanya menginformasikan masalah energi. (semu dan nyata). Interaksi antar energi semu dan energi semu dengan energi nyata dinamakan interaksi mekanistik. Interaksi antar energi nyata dinamakan interaksi mekanik yang dijelaskan oleh Mekanika Quantum. Interaksi mekanistik harus dikembangkan berdasar Teori Quantum Eteric. Mungkin sekali T-M (Teori Membran) lah yang akan anggup menjelaskan interaksi mekanistik, bukan fisika.melainkan Mathematika. Mathematika termasuk bidang Metafisika.
Teori Paralogika adalah pengembangan dari Teori Minimalis Plus yang menginformasikan secara rinci mengenai makluk hidup, bukan sekedar energi, melainkan memasukkan fenomena non energi, yaitu soul (z). Energi tak mungkin keluar dari universe (menurut TM), tetapi soul dapat keluar masuk universe tanpa mengurangi atau menambah kekekalan energi universe,
TP setingkat diatas TM Plus. TM Plus setingkat diatas TM. Ini jika dilihat dari tingkat kesulitannya, namun dilihat dari derevatifnya, jika TM mengupas F(t), maka TM plus mengupas F'(t) sedangkan TP menupas F”(0.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Apr 28, ’11, edited on Mar 6
Teori Paralogika menginformasikan:
1. Tuhan YME menyediakan segalanya sehingga Dia tak termasuk yang disediakan oleh Nya. Informasi ini berseberangan dengan yang menyatakan segala yang terdapat di alam semesta adalah tuhan. Mereka boleh saja menyebutnya tuhan, tetapi jelas bukan Tuhan YME. “Tuhan” boleh saja “banyak” tetapi Tuhan YME pasti satu, sebab jika banyak namanya bukan Tuhan YME.. Dia menyediakan segalanya, apakah manusia sanggup melakukannnya?
2. Tuhan YME memberikan kepada setiap ciptaan Nya kesadaran untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan. Jadi jika Tuhan YME harus selalu mengaturnya, apalagi dengan bantuan manusia maka juga berseberangan dengan Teori Paralogika.
3. Tuhan YME memberikan kesempatan untuk memilih. Tuhan YME dapat melakukan apa saja, sanggup memaksakan kehendakn Nya, tetapi Dia tak pernah melakukan Nya. Manusia……………….. belum apa-apa sudah memaksakan kehendaknya dengan berbagai dalih diantaranya mengatas namakan Dia atau bahkan mengaku sebagai Dia..
4. Segala yang terjadi dialam semesta ini semata-mata ulah ciptaan Nya, namun tak mungkin terjadi tanpa izin Nya. Setiap fenomena yang terjadi/menjadi kenyataan , baik yang lazim dan tak lazim, tak mungkin ada yang sanggup mencegahnya, karena telah terjadi atas izin Nya. Tetapi……… jika akibatnya merugikan diri, jenis dan lingkungannya maka semua berhak untuk memberikan reaksi sehingga perbuatan itu harus dipertanggung jawabkan saat ini juga, tak harus ditunggu sampai mendapatkan peradilan akhirat. Itulah sebabnya manusia berusaha mengatur diri. jenis dan lingkungannya dengan hukum buatan manusia. Sayangnya………Hukum buatan manusia tak sempurna sehingga setiap kali harus disesuaikan dengan kebutuhan.
5. Izin itu adalah untuk memanfaatkan segala yang telah tersedia di Alam Semestta. Izin itu hanya diberikan kepada yang sanggup emanfaatkan dan berani menanggung risiko akibat pemanfatan yang tersedia di Alam Semesta.
Comment deleted at the request of the author.
ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Mar 6
New Age meyakini Tuhan menyatu dengan manusia, itu mungkin sekali karena yang dimaksud Tuhan bukan Tuhan YME. Seorang yang materialistik juga sanggup menyatu dengan tuhan, misalnya: uang, kedudukan, suara rakyat,……. yang dapat memberikan kenikmatan duniawi. Seh Siti Jenar dianggap sesat karena menyatakan Tuhan menyatu dengan manusia. (manunggaling kawula lan gusti)
Seorang Spirirtual Ilmiah tak mempersoalan tuhan dan Tuhan, melainkan menyadari bahwa ciptaan Tuhan YME bukan sekedar materi atau energi fisika yang dapat terakses oleh pancaindra dan peralatan fisika, melainkan semua ciptaan Tuhan YME yang masih sanggup terakses oleh kemampuan manusia, yaitu berbagai energi, body dan wave yang mengisi Alam Semesta. Ini yang membedakan antara spiritual alamiah dengan spiritual ilmiah. Mereka juga menyadari bahwa disamping macrocosmos yang terdiri atas berbagai jenis energi, body dan wave terdapat microcosmos yang merupakan interaksi antara energi dengan non energi, misalnya soul (z).
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s