Bahayanya merasa superior dan bagaimana mengatasinya

Pertanyaan: Mario Teguh menjadi sangat terkenal karena “mendorong” pemirsanya agar merasa super, sebaliknya eyang Ibnu memperingatkan agar manusia jangan merasa superior. Mana yang benar?
Jawaban: Tiada yang sepenuhnya benar atau sepenuhnya salah. Kebetulan pandangan eyang berseberangan dengan Mario Teguh.  Jika cucu ingin merasa super, silakan termotivasi oleh Golden Way asuhan Mario Teguh, kalau cucu ingin tak merasa superior, ada baiknya cucu mengikuti tulisan eyang. Merasa super tak ada buruknya, tetapi jangan kebablasen menjadi  superior. Telah terbukti mereka yang merasa superior bukan menjadi super, melainkan menjadi  monster, misalnya: Hitler yang  menyatakan  Germany uber alles, para penguasa yang merasa dirinya adalah Tuhan, misalnya Fir’aun, yang  menggunakan kekuasaannnya untuk menindas rakyatnya. Tak merasa super bukan berarti inferior atau tak percaya diri. Ada ungkapan: filosofi padi: Semakin berisi semakin merunduk. Disisi lain: Semakin tinggi ( karena tak berisi/ kosong) pastilah akan runtuh akibat terpaan angin )..
Banyak yang menuduh eyang ini sombong karena “berani” membuat teori/tulisan yang memotivasi pembaca situs eyang untuk “tak puas dengan ilmu pengetahuan yang saat ini telah mapan”. Itu bedanya eyang dengan Mario Teguh.  Mario Teguh memotivasi pemirsanya dengan  ilmu yang telah mapan agar pemirsanya menjadi super, eyang menggunakan  kotak katik untuk mengkritisi ilmu yang kini dianggap “telah sempurna” alias super, sebab eyang merasa belum puas dengan ilmu yang telah eyang pelajari dan namun belum  sanggup menjawab pertanyaan yang eyang alami selama hidup hampir tiga perempat abad.
Formula Supernatural Modern (FSM) E = – x + y yang eyang “temukan lewat”  monitor komputer saat dalam kondisi bawah sadar, eyang kontak tatik  lalu eyang imbangi dengan Formula Som Wyn (FSW) z # – x + y.
Kedua formula itu dapat eyang gunakan untuk menyadarkan eyang agar tak menjadi superior.  Manusia hanya mungkin mengerti masalah energi yang diformulakan oleh FSM, sedangkan manusia tak mungkin mengerti masalah non energi yang sepenuhnya menjadi rahasia Tuhan YME. Yang bukan energi eyang Formulakan sebagai z# -x + y, diantaranya adalah soul dan nothing.
Secara matematika, konvensional, modern maupun minimalis, dapat dibuktikan bahwa z >>>> E, sedangkan (E=0) <<<< E. Kesimpulannya adalah (E=0) <<<<<<<<< z.  Ini artinya yang dapat  terjangkau oleh  kemampuan manusia lewat ilmu pengetahuan materialistik (E=0) bagaikan sebutir debu dibandingkan dengan yang disediakan oleh Tuhan YME. Apakah kita puas dengan hanya mempelajari sebutir debu dan membiarkan yang lain tersia-sia?
Eyang memotivasi agar manusia tak puas dengan ilmu pengetahuan  yang menganggap matter hanya tersusun dari quantum (E=0) berdasar Mekanika Quantum dengan menginformasikan bahwa matter bukan hanya tersusun dari quantum melainkan merupakan penyatuan dari quantum dengan eteric (q*e) atas dasar Teori Quantum Eteric. Bahkan eyang menginformasikan bahwa anti matter adalah penggabungan dari quantum dengan eteric (q+e).
Eyang juga menginformasikan ada tiga tuhan:
1. Tuhan yang memberikan kenikmatan duniawi, misalnya: uang, suara rakyat,kedudukan, kemewahan…………………. Tuhan  yang memberikan kenikmatan duniawi ini hanya dinyatakan dengan hutuf besar saat berdiri didepan kalimat. Suara rakyat akan dianggap tuhan karena dapat memberikan kekuasaan (hak prerogatif).
2. Tuhan yang menjanjikan kebahagiaan abadi bagi mereka yang mentaati perrintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Tuhan yang disakralkan ini selalu dituliskan dengan huruf besar dimanapun letaknya dalam suatu kalimat.
3. Tuhan Yang Maha Esa yang disingkatkan Tuhan YME yang diinformasikan lewat Teori Som Wyn.
a. Tuhan YME menyediakan segalanya, yang nyata dan yang semu, yang menyenangkan dan yang tak menyenangkan, namun  Tuhan YME bukan bahan atau bagian dari yang tersedia,  Dia adalah Sang Maha Penyedia.
b. Tuhan YME memberikan bekal kesadaran (consciouness) kepada setiap ciptaan Nya agar sanggup mengurusi diri sendiri, jenis dan lingkungannya.
c. Tuhan YME memberikan kesempatan untuk memilih: patuh kepada Nya  sehingga dapat mencapai kebahagiaan abadi atau menuruti keinginkan  masing-masing hingga dapat memberikan kenikmatan atau penderitaan sementara, karena semua perbuatannya diluar yang dijanjikan Nya.
d. Semua yang terjadi adalah ulah dari ciptaan Nya, namun hanya mungkin terjadi jika mendapatkan izin Nya. (Axioma Som Wyn).
e. Izin itu diberikan agar semua yang tersedia dapat bermanfaat bagi ciptaan Nya, namun yang diberikan izin  harus berani menanggung segala risikonya. Risiko itu diantaranya reaksi dari fihak lain dan lingkungannya. Lingkungan berkewajikan dan berhak melakukan reaksi karena telah dibekali dengan kesadaran.
Semua boleh menyatakan eyang sombong, tetapi eyang tak pernah merasa super, apalagi superior. Banyak yang tak eyang mengerti dibanding yang dapat eyang mengerti. Kalau eyang dapat mengerti segalanya, barulah pantas disebut superior. Kalau cuma disebut super, silakan saja……… sebab super itu artinya “paling” atau “sangat”. Coba renungkan makna pasangan kata super dengan kata sifat:  super ngeyel, super goblog, super tamak,…………….

12 CommentsChronological   Reverse   Threaded

tough2slf
tough2slf wrote on Nov 10, ’11
Maksud pak Mario merasa lebih super .. Percaya diri daripada masalah yg sedang dihadapi sehingga dapat menyelesaikamnya .. Puas ..

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 11, ’11
Semoga tak kebablasan menjadi superior!

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 11, ’11
Eyang selalu ingat pesan mertua eyang, seorang sesepuh Theosofi : Wacanen kabeh kang gumelar nganggo pancadriyamu. Rasakna getering bathinmu. Pikiren sangkan paraning dumadi.
Atas dasar kenyataan disekitar eyang banyak ketidak adilan, padahal menuruit “keyakinan yang ada” semua terjadi atas kehendak Nya. Ada dua kemungkinan: Dia tak adil atau belum tentu semua yang terjadi atas kehendak Nya.
Berdasarkan kesempatan hidup yang diberikan oleh Nya untuk memilih “kebebasan” yang penuh risiko dari terkurung dalam sangkar emas yang aman, maka eyang yakin bahwa Dia tak pernah memaksakan kehendak Nya, sepanjang eyang berani menanggung risikonya.
Jadi kotak-katik eyang selalu berorientasi pada pengalaman hidup, bukan dari ilmu yang telah “sempurna” dan diakui kebenarannya. Risikonya:…………. mendapatkan penentangan dari yang telah puas dengan “kemapanan”.

tough2slf
tough2slf wrote on Nov 11, ’11
Som Wyn tak dikenal

tough2slf
tough2slf wrote on Nov 11, ’11
biasanya disebut super ngeyel apabila ngotot mempertahankan apa yang dijakini sebagai benar tanpa dapat membuktikannya …jangan salah,,,itu bukan superior… tetapi inferior..

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 11, ’11
1.Coba cari Som Wyn (teori Som Wyn) lewat mesin pencari google kalau ingin kenal manusia yang super ngeyel ini.
2.Kalau demikian banyak yang super ngeyel karena banyak yang tak dapat membuktikannya yang diyakini sebagai benar tetapi tetap mempertahankan keyakinannya, Keyakinan tak perlu dibuktikan!
3. Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja mung waton maido, apa sing durung di ngerteni amarga rumangsa ngerti sakabehe lan rumangsa bener dewe. Iki tanda-tandane superior. Tanda-tandane inforior: “ora wani ngeyel” sebab wedi diamggep bodo.
4. Som Wyn super ngeyel merga wani dianggep bodo, sebab……… pancen bodo.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 12, ’11
Terima kasih atas tanggapan sdr though2slf. yang sangat bermanfaat untuk mendorong saya membuktikan bahwa saya ini super goblog.
Inilah bukti bahwa eyang Ibnu alias Som Wyn itu super goblog karena super ngeyel lewat go blog di Ibnu’ Site.
1. Tak memiliki gelar kesarjanaan atau Gelar Akademik.
2. Tak dapat mengerti teori mutakhir, misalnya Teori Relativitas yang menyatakan bahwa waktu dapat diperlambat atau dipercepat, bahkan dihentikan atau diputar balikkan. Tak dapat mengerti jalan fikiran Hawking yang mernyatakan bahwa Tuhan tak mencampuri urusan dunia/alam semesta.
3. Tak dapat mengerti keyakinan bahwa segala yang terjadi adalah kehendak Tuhan melainkan meyakini atas dasar pengalaman hidup dan berfikir bahwa Tuhan YME tak memaksakan kehendak Nya sehingga memberi kesempatan pada ciptaan Nya untuk patuh kepada Nya atau menuruti kehendak sendiri. Ketidak patuhan inilah yang menjadikan ketidak adilan didunia ini, bukan atas kehendak Nya.
4. Atas dasar kebodohan dengan menggunakan FSM dan FSW menyadari bahwa jauh lebih banyak yang tak dapat dimengerti ketimbang yang dapat dimengerti oleh manusia.
5. Eyang menolak jika dikatakan inferior, sebagai halnya eyang menolak dikatakan atheis, namun eyang tak berkeberatan dikatakan bodoh sejalan tuduhan sebagai seorang kafir karena tak memekluk agama Islam.
6. Eyang “menolak” jika dikatakan superior, karena sifat itulah yang justru eyang hindari, tetapi silakan saja menyatakan super ngeyel.
Masih banyak bukti yang menyadarkan bahwa eyang ini bodoh atau super bodoh, namun tak menjadikan eyang inferior melainkan berusaha percaya diri dengan mengkritisi setiap masukkan dengan berbagai cara, baik atas dasar ilmu pengetahuan yang telah mapan, ilmu pengetahuan yang telah dimasukkan dalam keranjang sampah atau pengalaman hidup pendahulu eyang maupun pengalaman pribadi dalam kehidupan yang mendekati tiga-perempat abad.

tough2slf
tough2slf wrote on Nov 12, ’11
Ke-1 Gelar Akademik bukan jaminan untuk disebut superior … Mungkin IQ tinggi … belum tentu EQ tinggi
Ke-2 Hawking berasumsi bahwa setelah Big Bang dalam materi yang mendekati keadaan zero maka segala sesuatu akan bergerak secara otomatis dan abadi tanpa Tuhan perlu campur tangan ..

Contoh
– Pembuatan komputer oleh IBM dilakukan oleh sebuah Laptop tanpa ada campur tangan manusia
– Anda kan diciptakan oleh interaksi orang tua dan bukan karena Tuhan membentuk anda dari tanah

Akan tetapi selayaknya seorang Programer maka Tuhan sekali kali perlu melakukan intervensi apabila programnya kena virus

Ke-3 Tidak perlu repot memikirkannya karena telah ada Hukum Karma
Ke-4 Kehidupan adalah proses … dari kecil ke besar …demikian pula pengetahuan manusia … dari tingkat rendah ke tingkat tinggi .. semuanya bertingkat … sekolah mulai dari TK-SD-SMP-SMA-PT-Masyarakat dst
Ke-5 Kafir adalah istilah yang digunakan agama Jahudi – Kristen pula bagi mereka yang tidak menganutnya … yang Kafir siapa iya…Mereka2 yang tidak menjalankan kaedah2 yang telah digaris bawahi agama masing2 … buktinya tidak ada agama yang tidak berdarah darah…
Ke-6 Tingkatkan pengetahuan … tak perduli mengambil sumbernya dari yang lagi populer atau dilupakan serta pengalaman hidup .. ikuti proses Thesis – Anti Thesis untuk menghasilkan sebuah Thesis yang baru (yang dapat dibuktikan kebenarannya) secara berkesinambungan .. tidak cepat Puas diri..yang penting hindari Klenik…berdasarkan Logika…

Semoga membantu ….PEACE….

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 12, ’11
@ though2slf: Terima kasih atas dukungan anda yang sejalan dengan pemikiran saya. Yang perlu saya koreksi ialah pernyataan anda bahwa yang menyakini suatu kebenaran tanpa membuktikan dikatagorikan super ngeyel dan dianggap. sebagai infoerior.
Saya mendefinisan logika sebagai hubungan antara pengambilan kesimpulanm dengan argumentasi yang digunakan untuk mengambil suatu kesimpulan, jadi logika menurut minimalis agak berbeda dengan logika dalam pengertian ilmu pengetahuan (khususnya psikologi) yang selalu berkaitan dengan hasil pemikiran.
Saya membedakan antara:
a. Logika keyakinan yang tak menghubungkan antara pengambilan kesimpulan dengan argumentasi. Mereka yang menggunakan logika keyakinan mempercayai sesuatu tanpa lewat hasil pemikiran. Agama menggunakan logika keyakinan sehingga tak membutuhkan bukti, tinggal percaya atau tidak. Mereka yang menggunakan logika keyakinan tak pernah ngeyel, apalagi super ngeyel, sepanjang tak mengkutik/menyinggung keyakinannya, Mereka sangat patuh pada dogma, sehingga jangan diajak “eyel-eyelan{“, sebab mereka yakin pada keyakinannya walau tak dapat membuktikan kebenarannya. Mereka yang berpolemik dengan mereka itulah yang dapat dianggap super ngeyel. Menurut guru spiritual saya: believe without thinking is the way to the heaven, so,,,,,,,,,,,,,,,,, jangan mengkutik keyakinan seseorang apalagi memaksa untuk mengganti keyakinannya.
b. Logika fikiran: mengkaitkan antara pengambilan kesimpulan dengan argumentasi yang digunakan. Jika keduanya “mengsle”/tak terhubung apalagi bertentangan maka dikatakan tak logis. Logika fikiran menggunakan jenjang sehingga harus tersusun secara sistematis dan bertingkat-tingkat, sehingga logika seorang dewasa tak boleh dipaksakan pada anak. Contohnya: waktu di SD dinyatakan benda padat bentuk dan volumenya tetap, setelah di SMP benda padat ternyata dapat memuai jika dipanaskan, bahkan menjadi cair jika mencapai titik didihnya. Dahulu dikatakan atom merupakan bagian benda yang terkecil dan tak dapat dipecah lagi, sekarang terbukti bahwa atom dapat dipecah menjadi atom yang lebih kecil, bahkan inti atom juga dapat dipecah.
Suatu saat akan terbukti bahwa matter bukan hanya dibangun oleh quantum (energi fisika) atas dasar Mekanika Quantum. Teori Quantum Eteric menginformasikan bahwa matter merupakan penyatuan antara quantum (energi fisik) dengan eteric (energi transien). Adalah sia-sia jika saya memaksakan teori Quantum eterik saat tahapan berfikir manusia masih dalam jenjang Mekanika Quantum. Saat ini telah “diketahui” bahwa disamping matter terdapat anti matter yang sangat sulit diketemukan di sub alam fisika. Ini tak aneh sebab ilmu pengetahuan menolak adanya energi semu yang berupa eter dan eterik. Saat ini eyang pantas dikatakan super ngenyel karena bersikeras adanya eteric disamping quantum. Eyang juga boleh dianggap super bodoh disamping super ngeyel, sebab tak dapat membuktikan teori eyang, padahal eyang menggunakan logika fikir dan logika nyata, yang memerlukan bukti, bukan menggunakan semata-mata logika keyakinan yang tak membutuhkan bukti, tetapi eyang menolak jika dikatakan inferior mapun superior.
c. Logika nyata: merupakan perkawinan penggunaan logika fikir dengan logika keyakinan. Logika nyata mengaitkan antara penggunaan logika dengan target berlogika. Logika nyata sering bersifat logis maupun tak logis tergantung dari target yang akan dicapai. Logika seorang promotor tinju sangat berbeda dengan logika seorang humanis. Logika serikat buruh akan berbeda dengan logika kelompok pengusaha. Inilah sebabnya terjadi konflik kepentingan yang masing-masing menggunakan logika nyata.
d. Paralogika, atau logika yang bukan logika, nampaknya mirip dengan logika, tetapi sebenarnya “mencakup” spektrum logika yang terbentang dari logika keyakinan yang irrasional , logika nyata yang unik, dan logika fikir yang rasional. Hal ini sejajar dengan istilah parapsikologi yang mencakup psikologi ilmiah dengan speudo psikologi. Kemampuan paralogika positip dapat membedakan antara mimpi/angan-angan dan kenyataan, sedangkan kemampuan paralogika negatif mencampur adukkan antara mimpi/angan-angan dengan kenyataan.

tough2slf
tough2slf wrote on Nov 12, ’11

Agama menggunakan logika keyakinan sehingga tak membutuhkan bukti, tinggal percaya atau tidak.

Hanya orang yang takut dan malas berpikir akan berucap “logika keyakinan sehingga tak membutuhkan bukti, tinggal percaya atau tidak”.

Apakah anda jebolan SchoolOfMedicine …?

UNPLUG ….Agama kan buatan manusia … anda telah di brainwashed sejak kecil bahwa isinya merupakan kehendak Tuhan sehingga tidak berani tinggalkan PAKEM … Perlakukan saja sebagai sebuah Text book saja … Hanya Tuhan yang Suci (tak terbantahkan) ..Textbook itu masih menggunakan pengetahuan dari jaman Firaun yang sudah Out Of Time dan celakanya orang yang membacanya kebanyakan ilmunya Out Of Time… perlu direvisi baik secara Tatabahasa maupun ilmunya di ke-2 belah pihak 🙂

Agamapun mengalami revisi … ada Perjanjian Lama … ada Perjanjian Baru …apa dilakukan oleh Tuhan … tidak …manusialah

Apa jadinya bila didunia Pendidikan tidak ada yang berani menentang “kepercayaan lama” … belum ada kemampuan membuat roket – Komputer – Bedah Jantung dll …. andapun masih menulis pada daun lontar…

Katanya tidak takut disebut Atheis …Lho Atheis kan berarti Tuhan yang tidak berwujud … kalau begitu semua pengikut Agama = Atheis

Jangan takut akan menihilkan Tuhan karena semakin dalam anda menggali pengetahuan maka semakin anda mengerti artinya Tuhan

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 13, ’11, edited on Nov 13, ’11
Saya jebolan Elektro ITB dan UGM , mantan guru ilmu alam (fisika) dan ilmu pasti (matermatika). Saya tak memeluk suatu agama, tetapi sebagai bangsa Indonesia saya sangat meyakini “keberadaan”dan kebesaran Tuhan YME yang merupakan sila pertama falsafah bangsa kita. Berdasar kenyataan yang kini berlaku sebagai buktinya, saya membedakan Tuhan YMY dengan tuhan dan Tuhan. Pandangan saya tertuang pada Teori Som Wyn.
Tuhan YME:
a. Menyediakan segalanya yang nyata dan yang semu, yang fana dan yang baka,yang menyenangkan dan yang tak menyenangkan. Dia bukanlah bahan atau bagian yang disediakan. Tuhan YME adalah Maha Penyedia dan Perencana Agung.
b.Mermberikan kesadaran kepada setiap ciptan Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya.
c. Memberi kebebasan untuk memilih (menentukan jalan dan tujuan hidup masing-masing),
d. Memberikan izin, bukan mengatur setiap saat atas ciptaan Ny, sehingga ciptaan Nya sanggup mengatur dirinya sendiri, memanfaatkan segala yang telah tersedia, namun semuanya hanya mungkin terjadi jika Dia memberikan izin, ini sebagai sebuah axioma (axioma Som Wyn) bahwa semua yang terjadi telah mendapatkan izin Nya , bukan merupakan kehendak Nya. Axioma ini merupakan foundasi, bukan merupakan seluruh bangunan yang ada diatasnya, lain halnya dengan dogma yang tak memberikan kebebasan untuk mendirikan atau merombak bangunan yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.
d Izin itu hanya akan diberikan bagi ciptaan Nya yang berani menanggung rizikonya, diantaranya mendapat penentangan/rekasi dari fihak lain atau lingkungannya.
Mungkin pandangan anda ada benarnya tentang tuhan, Tuhan atau agama, tetapi saya anggap aneh jika Tuhan YME itu “buatan”/rekayasa manusia.
Coba jelaskan: mungkinkah sesuatu menjadi ada dari yang tak ada tanpa ada yang mengadakan? Apakah ada akibat tanpa adanya sebab? Secara matematika ada yang disebut limit, secara matematika dan fisika ada yang dinamakan axioma. Theosofi dan kejawen menyatakan adanya sangkan paraning dumadi, dari mana datangnya dan kemana perginya. Mungkinkah ada asap tanpa bara/api?
Dibanding isi dunia lainnya, manusia termasuk yang paling belakang, apa lagi dibanding isi alam semesta. Apakah manusia sanggup menciptakan dunia yang telah ada sebelumnya? Mustahil manusia menciptakan dunia, sebab manusia hadir sekian juta tahun setelah keberadaan dunia/bumi. Kalau anda mempelajari alam semesta yang sangat luas akan tahu bahwa berdasar ilmu pengetahuan alam semesta telah ada sekian trilliun tahun sebelum kelahiran bumi apalagi kehadiran manusia.
Saya tak menyangkal manusialah yang “menyadari” atau “mereka saya” semuanya, karena kesanggupannya berfikir disamping panciindra. yang sangat terbatas. Sebelum kemampuan berfikirnya berkembang manusia telah berkembanfg kemampuan bathinnya hingga menyadari atau mereka yasa seganya yang melebihi kemampuan dirinya, yaitu kekuatan alam (belum dalam taraf menyadari atau mereka yasa keberadaan tuhan maupun Tuhan, apalagi Tuhan YME).Yang perlu saya tanyakan: Apakah sebelum disadari atau direka yasa oleh manusia semuanya yang telah ada sebelumnya dinisbikan atau dinihilkan sebagai yang anda anjurkan untuk menihilkan Tuhan?
Bung Karno mewariskan : Jas merah, yang jika dijabarkan artinya: jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya mengimbanginya: Jas merah : Jangan memanipuladsi sejarah, jujurlah pada diri sendiri, orang lain dan generasi berikutnya!

tough2slf
tough2slf wrote on Nov 14, ’11

sebagai yang anda anjurkan untuk menihilkan Tuhan?

weleh weleh rupanya anda salah artikan perkataan saya … bukan menihilkan …akan tetapi semakin pengetahuan digali maka anda akan lebih mengerti arti Tuhan ..
Kalau saya saja disalah artikan bagaimana dengan buku yang dianggap suci?

Apabila saya tidak salah maka bila mengacu kepada teori Maslow anda masih berada ditingkat “mencari kebutuhan recognation bagi teori yang anda kembangkan” … Orang Indonesia mewariskan kebiasan wong Londo untuk “ngece” bila kita membuat salah … beda dengan orang Ingris .. mereka akan membenarkan (bila menguasai masalahnya atau memberi solusi) .. untung di Internet lebih banyak orang Inggris .. jadi jangan segan segan minta bantuan mereka …. apakah merasa kurang PD (Inferior)

– Apabila usia anda 30-an maka selalu ada kesempatan untuk MenUpdate dan MenUpgrade pengetahuan
– Apabila usia anda 60+ … seharusnya sudah mapan ..maka selalu ada kesempatan untuk MenDefrag atau MenDebug pengetahuan …

Dengan JasMerah maka diartikan jangan lupa untuk melakukan Thesis-Anti Thesis dan dapatkan Synthese baru —-> Revisi Pengetahuan yang usang secara terus menerus

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s