Bedanya genius dan gila

Pertanyaan: Eyang termasuk gila atau ginius? Gagasan dan tulisan eyang dapat menjadikan saya gila, sangat sulit dimengert. Cobalah mawas diri eyang!
Jawaban: Terima kasih cucu. Apakah semua yang sulit dimengerti menjadikan seseorang menjadi gila? Teori Relativitas itu sangat sulit dimengerti dan mula-mula hanya dimengerti oleh Einstein dan seorang kawannya yang sama “gilanya”. Apakah teori  relativitas itu menyebabkan para ilmuwan menjadi gila?
Namun TM dan gagasan eyang jangan dibandingkan dengan gagasan Einstein. Eintein itu seorang ilmuwan / Fisikawan  yang menguasai fisika secara mendalam,sedangkan eyang cuma mantan guru fisika yang pengetahuan fisikanya sangat minim. Eyang adalah seorang pemulung yang suka mengkorek-korek sampah (teori-teori yang telah dimasukkan dalam keranjang sampah) untuk dikotak-katik. Itulah sebabnya TM bukan termasuk dalam saint maupun sains, karena tak ilmiah dan tak berdasarkan suatu referensi ilmu pengetahuan yang kini berlaku (tetapi banyak yang diambil dari ilmu pengetahuan yang telah dipeti eskan atau dimasukkan dalam keranjang sampah). TM sekedar memberikan infomasi!
Eyang tak menyandang gelar formal, tetapi entah mengapa banyak yang memberikan”gelar fiktip” : ahli klenik, para normal, ilmuwan…………… hingga orang sinthing. Mengapa? Eyang memiliki bakat mengkotak-katik, bagi yang mathuk akan manhuk-manthuk yang tak mathuk akan menggeleng-gelengkan kepala dan bekata “dasar sinthing.”
Ada yang mengatakan eyang genius, ada yang mengatakan sinthing atau gila. Menurut eyang antara genius dan sinthing itu jaraknya cuma serambut dibelah sejuta, seperti jaraknya antara cinta dan benci. Jadi eyang merasa tak heran disebut sinthing atau ginius, terserah yang memberikan opini, tetapi eyang merasa berhak untuk mengaku sebagai seorang paralog, atau paralogist.,seorang yang memiliki kemampuan membedakan antara kenyataan dan mimpi, sekaligus meyakini kedua-duanya sangat dibutuhkan namun tak boleh dicampur adukkan.Eyang  menggagas Teori Paralogika yang  kemudian eyang aku sebagai Teori Som Wyn sebab merupakan gagasan  murni eyang yang merupakan pengembangan dari Teori Minimalis  hasil  mengkorek keranjang sampah.
Eyang  tak pernah merasa  gila sebab eyang merasa memiliki kemampuan paralogika positip yang sanggup membedakan antara kenyataan dan mimpi maupun angan-angan. Eyang juga tak merasa genius bahkan  tergolong minimalis karena ilmu pengetahuan dan kemampuan berfikir eyang sangat terbatas.

sepasangmatabola
sepasangmatabola wrote on Sep 2, ’11
Nyuwun sewu, eyang Ibnu. Kalo menurut saya sih, eyang jelas orang yang sangat waras, tapi mungkin kecerdasan eyang tak tertangkap oleh orang lain yang membaca tulisan eyang. Tapi saya senang, walau pun eyang sangat pintar, eyang tetap rendah hati. Yang sebaliknya itu, haduwh, justru yang bikin cemas. :))

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Sep 2, ’11
@sepasangmatabola. Terima kasih jika masih ada yang menganggap eyang waras, jadi………. eyang tak cemas menyebabkan pembaca tulisan eyang menjadi gila, Namun eyang menyadari dan mengakui bahwa tak mudah memahami jalan fikiran eyang. Mengapa? Tulisan dan gagasan eyang belum tersusun secara sistematis dan belum dibukukan sehingga belum dapat diikuti secara runtut. Untuk ini eyang memohon maaf sebesar-besarnya dan memberikan kesempatan kepada siapa saja yang akan menggunakan gagasan dan tulisan eyang untuk dan disistematika dan dibukukan.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s