Bedanya MM (malima) dan MM (mathematika minimalis)

Pertanyaan: Saya usulkan agar Mathematika Minimalis bukan disingkat MM melainkan Mami. Alasannya: jangan dicemoohkan sebagai MM (M.M.M.M.M) atau ma lima yang konotasinya jelek, yaitu: a. Mateni (membunuh), b. Maling (mencuri, merampok , korupsi  dan mencuri milik orang lain), c.  Mendem ( minum miras,  madat, hingga kecanduan dan luipa diri), Main (Judi main spekulasi)  dan Madon (main perempuan, memperkosa, menjadikan perempuan sebagai sekedar pemuas nafsu birahi).
Walaupuin Mamin sepintas sebagai ilmu klenik yang tak ilmiah dan musrik, tetapi jika dipelajari secara  mendalam ternyata sanggup menjelaskan berbagai fenomena  yang tak terjelaskan oleh teori yang kini  telah tersedia, misalkan:
a. untuk membedakan fenomena yang valid, hingga dapat dimengerti oleh manusia dengan yang tak mungkin dimengerti oleh manusia,
b. fenomena yang rasional (dapat dipecahkan oleh fikiran) dan fenomena yang irrasional yang tak mungkin terpecahkan oleh fikiran dan hanya dapat dimengerti secara bathiniah.
c. membedakan antara energi nyata yang dapat terakses oleh pancaindra dengan energi semu yang tak terakses oleh pancaindra,
Saya mengikuti tulisan eyang secara cermat sehingga saya berniat suatu saat akan menyusun tulisan/gagasan eyang menjadi sebuah buku yang lebih mudah dimengerti. Dengan ini sya meminta izin kepada eyang.
Jawaban: Terima kasih atas perhatian cucu kepada tulisan-tulisan saya. Dengan ini saya menyatakan siapapun saya izinkan untuk menggunakan tulisan/gagasan saya untuk dicermati, dikritisi, dikembangkan, disusun secara sistematis agar lebih mudah dipelajari………………… sepanjang tak menyimpang dari tujuan utama, yaitu “Mengagungkan Tuhan YME” sesuai dengan Lima Point pada Teori Som Wyn.
Saya bersedia menjawab semua yang cucu tanyakan lewat ruang Tanya Jawab Teori Minimalis.
Cucu boleh memakai istilah Mami untuk menggantikan MM sebagai yang pernah ada yang mengusulkan mengganti istilah Alam Semesta dengan istilah Semesta Alam, namun maafkan jika eyang atau lain-lainnya masih menggunakan istilah “lama”, hal ini dikarenakan kita mensyukuri perbedaan. Biarlah yang berbeda tetap berbeda sepanjang tak menjadikan pangkal sengketa.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 15, ’11, edited on Aug 17, ’11
Ringkasan tentang MM atau Mami.
1. MM merupakan sarana untuk menjelaskan TM (Teori Minimalis) berdasar FSM (Formula Supernatural Modern) : E = -x + y sehingga dengan mudah dapat dibedakan antara:
a. Fenomena yang valid yang dapat dimengerti oleh manusia dan yang invalid yang tak mungkin dimengerti oleh manusia karena merupakan rahasia Tuhan YME.
b. Fenomena rasional yang dapat dipecahkan oleh fikiran dan fenomena irrasional yang tak mungkin terpecahkan oleh fikiran manusia dan hanya mungkin diterima oleh kemampuan bathin/keyakinan.
c. Fenomena nyata yang dapat terakses oleh pancaindra dan fenomena semu yang tak terakses oleh kemampuan pancaindra namun dapat terakses oleh kemampuan supernatural maupun paralogika.
2. MM mendukung Teori turunan dari TM, yaitu
A.Teori Minimalis Plus yang membedakan antara energi dengan non energi (misalnya soul) sehingga dapat membedakan antara makluk hidup dengan yang bukan makluk hidup, misalnya mayat dengan manusia.
B. Teori Paralogika atau teori Som Wyn yang menyatakan Living Organisme merupakan interaksi vitalistik antara Organisme dgn soul atau interaksi semi vitalistik dari organisme dengan spirit. Teori ini juga menginformasikan adanya tujuh lapis kehidupan:
a. Living organisme ( tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia), memiliki massa.
b. Spirit (spirit bebas atau yang memanfaatkan organisme), tak memiliki massa.
c. Living Darkbody yang menghuni Sub Alam Metafisika yang kecerdasannya sangat tinggi, misalnya dewa ilmu pengetahuan, hanya memerlukan dark energy.
d. Living Brightbody yang menghuni Sub Alam Gaib .yang sangat tinggi tingkat kesuciannya, misalnya Dewa kebijaksanaan, hanya memerlukan bight energy.
e. Talentbody tubuhnya tak pernah mengalami daur ulang sehingga tingkat kecerdasannya sangat tinggi, tak butuh energi karena invalid.
f. Hollybody tubuhnya tak pernah mengalami daur ulang sehingga tingkat kesuciannnya sangat tinggi, tak butuh energi karena invalid.
g. Soul yang tak memiliki tubuh hingga sanggup keluar dari Alam Semesta menuju ke alam abadi, Soul tak butuh energi karena invalid. Soul diformulakan dengan Formula Som Wyn z # – x + y, sedangkan energi diformulakan dengan Formula Supernatural Modern E = – x + y. Dapat dibuktikan secara matematis z >>>> E. Pada saat E = 0 terjadilah q, maka q <<<< E <<<< z
Teori Som Wyn menginformasikan:
a. Tuhan YME menyediakan semua, menyediakan energi sebagai isi alam semesta dan alam semesta sebagai rumah atau wadahnya. Dia bukanlah merupakan bagian dari yang disediakan maupun bahan baku dari yang disediakan. Tuhan YME telah merencanakan dengan saksama sebelum menciptakan alam semesta beserta isinya dan menyertakan hukum yang akan mengaturnya, yaitu hukum Ekologi Universe (hukum hubungan isi dan wadah, atau rumah dengan penghuninya).
b. Tuhan YME memberikan bekal kesadaran (consciousness) kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri,jenis dan lingkungannya, sehingga alam semesta dapat cosmos jika masing-masing mematuhi hukum ekologi dan akan terjadi benturan jika ada yang menyalahi hukum itu.
c. Tuhan YME memberikan kesempatan untuk memilih, patuh kepada hukum ekologi atau menuruti keinginan sendiri. Bagi yang patuh akan memperoleh kebahagiaan/keselamatan berkepanjangan bahkan abadi, bagi yang tak patuh akan saling memperebutkan kenikmatan duniawi sehingga akan berbenturan satu dengan yang lainnya.
d. Semua yang terjadi di alam semesta adalah ulah dari ciptaan Nya, namun pasti telah mendapat izin Nya.
e. Izin itu diberikan agar setiap ciptaan Nya sanggup memanfaatkan apa yang tersedia disekitarnya sepanjang berani menanggung risikonya. Ulah dari individu atau suatu kelompok dapat menyebabkan yang lain ikut merasakan akibatnya, oleh karena itu menjadi hak sekaligus kewajiban setiap individu maupun kelompok untuk ikut berperan dalam menjaga lingkungannya.
Untuk mengatur jenis dan lingkungan Tuhan YME mengizinkan masing-masing jenis/kelompok mengatur lingkungannya dengan hukum echosystem yang terbentuk secara alamiah maupun ilmiah, misalnya misalnya: Hukum rimba, hukum ekosistem biologi, hukum fisika, hukum/ peradaban manusia yang irrasional dan rasioal……………..dll.
C. Teori Revolusi Som Wyn yang menginformasikan bahwa isi alam semesta melakukan proses evolusi dan revolusi, termasuk dalam Sub Alam Fisika mapun Sub Alam Biologi. Teori Revolusi Som Wyn menyatakan bahwa teori Darwin masih relevan untuk menjelaskan fenomena biologi pada umumnya, namun tak sepenuhnya benar karena banyak living organisme “baru” yang sangat berbeda dengan yang pernah ada. Manusia yang memiliki “perkembangan” sangat pesat dikatagorikan sebagai hasil revolusi, bukan lagi evolusi.
D. Teori Quantum Eteric yang menginformasikan bahwa dasar isi alam semesta adalah energi gaib (x) dan energi metafisika atau energi fikir (y). Kedua energi ini berinteraksi membentuk dipole magnet yang memiliki pasangan kutub yang belum mengalami keseimbangan prima (E#0) yang dinamakan eter (paket eteric) atau eteric( penyusun eter) dan dipole yang pasangan kutubnya telah mengalami keseimbangan prima (E=0) dan disebut quanta (paket quantum) atau quantum (penyusun quanta). Menurut Teori ini matter (benda) bukanlah sekedar paket quantum melainkan paket quantum eteric yang memiliki E=0, sebagai halnya paket quantum.
Menurut MM: Quantum memiliki E=0, Qteric E #0, Quantum Eteric merupakan overall (penyatuan) dari quantum dan eteric, dalam MM dijelsakan (E=0)*(E#0) = (E=0). Jika quantum eteric bergeser dari averall menjadi overlap (sekedar bergabung) maka terbentuklah anti matter (E=0)+(E#0) = (E#0), Jika paket quantum dan paket eteric terpisah akan terbentuklah paket quantum (E=0) dan paket eteric (E#0)
E.Model Atom Minimalis: menginformasikan bahwa Atom, Partikel Sub Atomic dan partikel yang lebih sederhana lagi (quark, lepton,guan ) terbentuk oleh quantum eteris. Dengan model ini dapat dijelaskan kebenaran Model Atom Niel Bohr. Namun disamping itu dalam sebuah atom juga terdapat paket quantum, paket eteric, bahkan terdapat quantum dan eteric bebas yang acak sebagai yang dinyatakan oleh Modeol Atom Gelombang,
Teori Quantum eteric dapat digunakan untuk menginformasikan terjadinya gaya gravitasi dan mengapa Blackhole memiliki kepadatan massa sangat tinggi. –>

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 17, ’11
Ini istilah dalam Teori Minimalis yang perlu dimengerti agar tak salah faham dengan istilah umum..
Mama: Ma Lima = M+M+M+M+M = Mateni,maling,mendem,main,madon.
MM : Mami: Matemetika Minimalis
MAM: Model Atom Minimalis
MoM: Moralitas Minimalis

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 17, ’11
Sedikit tentang tulisan saya di Situs: http://www.ibnusomowiyono.multiply.com.
I. Fiksi Blackhole: sebuah fiksi yang berlatar belakang abad ke 30. Fiksi ini tak laku jual karena sulit dimengerti.
II. Teori Minimalis: Semula hanya dimaksudkan untuk menjelaskan fiksi Blackhole kepada pembacanya.
Teori ini menyatakan bahwa Alam Semesta atau Universe merupakan sebuah sistem tertutup sehingga energi yang berada didalamnya tetap (sesuai dengan hukum kekekalan energi). Energi tak mungkin keluar dari Universe melainkan hanya berubah jenisnya. Energi dapat berakumulasi menjadi body (dinyatakan oleh bilangan bulan), sedangkan energi dinyatakan sebagai sebuah pecahan. Energi yang berubah jenisnya atau intensitasnya secara sangat cepat disebut sebagai getaran atau gelombang yang dinyatakan sebagai fungsi waktu atau F(t). Getaran dapat berubah menjadi energi setelah melalui proses/masa transisi.
Berbeda dengan Teori Fisika yang monolistik , maka Teori Minimalis menginformasikan adanya energi semu disamping energi nyata, sehingga TM bersifat dualistik. Energi semu tak memiliki massa sehingga belum memerlukan ruang nyata, sedangkan energi nyata memiliki massa sehingga memerlukan ruang nyata. Berubahnya energi semu menjadi energi nyata menyebabkan wadahnya (Alam Semesta) mengembang, sebaliknya perubahan energi nyata menjadi energi semu menyebabkan wadahnya mengecil, hal ini sesuai dengan Hukum Ekologi Universe.
III. Formula Supernatural Modern E= – x + y, menjelaskan hubungan antara Keseimbangan energi (E) dengan pasangan energi yang melakukan interaksi (x= energi gaib dan y=energi fikir).. Formula ini dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan fenomena yang tak mungkin dijelaskan oleh Formula Fisika, misalnya terjadinya massa dan hilangnya massa. Manusia hanya mungkin memberikan nilai matematis pada E, x dan y, sedangkan nilai sesungguhnya hanya mungkin dilakukan oleh Tuhan YME.
Jika x dan y berisnteraksi, maka terjadilah dipole magnet yang memiliki kutub magnet utara dan kutub magnet selatan.
Dipole magnet yang kedua kutubnya belum sama tak memiliki massa dan baru memperoleh massa saat telah mengalami keseimbangan prima dimana x=y=q. Setelah memiliki massa barulah berlaku formula Einstein E=mc*2
IV. Formula Supernatural Som Wyn menginformasikan bahwa Tuhan YME memberikan dimensi waktu kepada Alam Semesta dan isinya, sehingga dengan menyatakan isi alam semesta merupakan fungsi waktu, seperti halnya getaran dan gelombang, hanya perubahannya lebih lama (tak secepat getaran dan gelombang). Untuk ini saya mengembangkan FSM menjadi FSSW (Formula Suopernatural Som Wyn dengan menyatakan x=F1(t) dan y=F2(t) sehingga FSM dapat dikembangkan menjadi E = -F1(t) + F2(t). Hal ini dapat menjadikan FSM dikembangkan menjadi lebih ilmiah dan dapat memiliki link dengan Formula Fisika yang menggunakan waktu sebagai variable dasar sebuah proses (perubahan).
V. Formula Som Wyn mengisformasikan bahwa disamping energi Tuhan YME menciptakan yang bukan energi, diantaranya adalah Soul (nyawa). Soul bukanlah energi sehingga dapat keluar masuk Alam Semesta sepanjang tak terikat oleh mata kail dengan energi. Formula Som Wyn adalah z # – x + y. Dengan Mami dapat dijelaskan bahwa z hanya mungkin melakukan interaksi vitalistik dengan STW, diantaranya adalah cahaya atau energi supernaturan x dan y. Soul tak mungkin melakukan interaksi dengan matter (benda), tetapi masih mungkin melakukan interaksi dengan organisme.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 17, ’11
Dengan FSSW dapat diinformasikan bahwa isi alam semesta berubah sesuai dengan berjalannya waktu.
Menurut FSSW: x = F1(t), sehingga untuk nilai t sangat kecil berlakulah F1′(t) = dx/dt atau F1′(t)dt = dx. Jika kita berikan nilai batas dari t1 ke t2 maka x = Integral F1(t)dt dalam kurun waktu t1 dan t2. Untuk sebuah fungsi malar yang memiliki nilai batas berlakulah Deret Taylor yang merupakan jumlah dari fungsi dasar sinusoidal, dengan kata lain nilai x dalam kurun waktu tertentu dapat diuraikan menjadi fungsi sinusoidal menurut Deret Fourier. Sejalan dengan x, maka y = F2(t) juga dapat dibuktikan dapat diuraikan menjadi Deret Taylor.
Kesimpulam: baik x maupun y merupakan penjulahan fungsi dasar yang berupa fungsi sinosoidal. Ini artinya energi x dan energi y terdiri dari fungsi dasar sinosoidal. Secara Minimalis, sangat sederhana, dapat disimpulkan: energi merupakan penjumlahan dari fungsi dasar sinosoidal yang tak lain merupakan gelombang sinusoidal. Ini artinya baik x maupun y merupakan getaran atau gelombang. Jadi isi alam semesta adalah getaran atau gelombang energi gaib (x) dan gelombang energi fikir (y).
Energi x dan energy y akan melakukan interaksi mekanistik (bedakan dengan interaksi mekanik yang berlaku pada mekanika quantum). Pasangan x dan y akan membentuk dipole magnet dengan kutub utara (y) dan kutub selatan (x).
Dipole yang belum mengalami keseimbangan prima dimana x # y dinamakan paket eterik atau eter. Eter maupun eteric tak diakui keberadaannya sebab tak mungkin terakses oleh panca indra maupun peralatan fisika. Saat nilai x=y=q maka barulah terbentuk quantum (q). Hal ini dapat dijelaskan dengan FSM: E= – x + y, hanya jika x=y=q terjadilah quantum yang memiliki massa hingga butuh ruangan nyata. mFormula Einstein E=mc^2 hanya berlaku jika m#0. Formula ini sering disalah tafasirkan bahwa saat m = 0 akan didapat E = 0. Tanda = seharusnya digantikan dengan tanda equivalen, atau kesetaraan, Sejumlah massa jika diubah menjadi energi fisika, akan menghasilkan energi sebesar mc^2,artinya seandainya semluruh massa dapat diubah keseluruhannya menjadi energi, maka justru saat E = 0 akan didapat energi E maksimum sebesar E = mc^2. Yang harus dicermati adalah E dalam E = mc^2 yang tak lain adalah energi fisika berbeda dengan E pada E = -x + y yang merupakan keseimbangan pasangan energi x dan y.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s