Eyang bangga punya cucu cerdas, hingga berani memprediksikan bangsa ini tak jadi pengekor.

Pertanyaan: Membaca tulisan eyang berjudul “Bahayanya  merasa superior dan bagaimana mengatasinya” terkesan eyang sangat kontroversial, disatu sisi eyang merendah bagaikan filosofi padi, dengan mengatakan eyang tak memiliki Gelar Akademik, disisi lain eyang teramat sombong dengan menyepelekan  Mekanika Quantum. Eyang menggagas teori Quantum Eteric yang eyang anggap  lebih hebat dari Mekanika Quantum. Apa sih manfaat teori yang tak dilengkapi dengan bukti?
Jawaban:
Terima kasih atas pandangan cucu terhadap eyang, ini membuktikan cucu bukan hanya cerdas melainkan kritis.  Kalau saja generasi akan datang sekritis  cucu, maka Indonesia kelak akan menjadi bangsa kreatif dan inovatif, bukan hanya mengekor bangsa lain dalam masalah teori, pembuktian dan pemanfaatannya dalam berbagai bidang, misalnya bidang tehnologi, IPTEK, system ekonomi, dan tatanan bermasyarakat.
Dalam hal pengakuan tak memiliki Gelar Akademik eyang bukan merendah melankan memang benar-benar rendah, ini membuktikan bahwa eyang menyadari Gelar Akademik itu sangat perlu hingga dapat menaikkan citra seseorang yang menyandangnya, hingga memiliki legalitas dan dipercaya dalam mengungkapkan gagasannya, namun eyang tak merasa inferior tanpa Gelar Akademik, bahkan merasa tak terbebani dalam mengemukakan suatu gagasan yang tak berlandaskan ilmu yang berlaku dan dipelajari saat ini. Eyang bebas dalam memungut apa saja, termasuk yang telah dibuang dalam keranjang sampah.
Mekanika quantum tak sanggup menjawab pertanyaan yang sejak lama berkecamuk dalam benak eyang, misalnya: apakah dunia dan alam semesta ini hanya terisi oleh matter. Apakah energi selalu dapat terdeteksi oleh pancaindra dan peralatan bantu fisika? Apakah makluk hidup itu sekedar matter dan tiada bedanya dengan hasil tehnologi (misalnya mesin)? Mengapa dua benda bermasa saling tarik menarik dan tak mungkin saling tolak menolak jika tak bermuatan listrik statis? Mengapa dua kutub magnet yang sama jenisnya saling tolak menolak sedangkan yang tak sejenis saling tarik menarik? Bagaimana terjadinya massa. Mengapa cahaya memiliki sifat mendua dan ………….. masih seabreg pertanyaan yang sampai saat inipun belum terjawab.
Dengan FSM dan FSW eyang dapat membuktikan secara matematis bahwa jauh lebih banyak yang tak eyang mengerti dari yang dapat eyang  mengerti. Jadi inilah resep eyang agar  tak merasa superior, sekaligus tak berkecil hati banyak yang tak eyang  mengerti melainkan malah memberikan semangat untuk terus belajar sebatas kemampuan eyang.
Cobalah cucu jawab bertanyaan yang berkecamuk dalam otak eyang tersebut diatas itu dengan Mekanika Quantum.
Eyang tak meremehkan Mekanika Quantum, justru eyang menganggap Mekanika Quantum itu sangat sulit namun  ternyata tak sanggup  eyang gunakan untuk menjawab pertanyaan yang “memenuhi”  benak eyang. Itulah sebabnya eyang merasa bodoh, atau bahkan super bodoh, dan mencoba menggagas teori untuk dapat menjelaskan kepada diri eyang. Eyang sengaja mempostetnya untuk menguji manfaat dari gagasan eyang.
Saat mempelajari teori relativitas,eyang merasa sangat asing, ibaratnya bagai  seekor kera  turun ke- kota, sebab eyang telah terbelenggu oleh hukum Newton.
Eyang menjadi sangat heran dan “kagum” pada  para ilmuwan yang  berusaha menyatukan Mekanika Quantum dengan Teori Relativitas menjadi sebuah teori yang sanggup menjawab atau menguak seluruh rahasia alam semesta, yaitu Theory of Everything (ToE).

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 13, ’11, edited on Nov 22, ’11
Ciri anak muda kritis adalah tidak membebek atau ikut-ikutan, atau bersikap masa bodoh atau acuh tak acuh. Seorang yang kritis berani meminta pertanggung jawaban alias bukti pada segala sesuatu masukan (informasi). Thinking before beliving by asking how, why and what or who.
Karena cucu bertanya apa gunanya Teori Quantum Eteric tanpa pembuktian alias omong kosong yang eyang artikan cucu meminta bukti tentang kebenaran teori ini, maka eyang akan mencoba memberikan “bukti”, namun sebenranya lebih penting manfaatnya ketimbang pembuktian tentang kebenarannya.
Dalam tatanan ilmu pengetahuan (klhususnya bidang fisika dan matematika), dituntut bukti. Pembuktian dapat dilakukan atas dasar ekperimen (dalam bidang fisika terapan), atau atas dasar pembuktian secara matematis (dalam bidang fisika teori).
Sebenarnya Teori Quantum Eteric termasuk turunan dari Teori Minimalis yang termasuk dalam bidang informatika, namun karena sudah sangat dekat dengan fisika dan matematika, maka eyang terlebih dulu akan membuktikan secara matematis,
Teori Quantum Eteric merupakan turunan Teori Minimalis, sedangkan Teori Minimalis merupakan “kotak katik” dari “teka” teki yang eyang dapatkan dalam kondisi bawah sadar. Teka-teki itu eyang namakan Formula Supernatural Modern sesuai dengan yang ada dalam Fiksi Blackhole. FSM dapat eyang gunakan untuk mengjkotak-katikk masalah energi yang mengisi Alam Semesta.
FSM : E = -x + y merupakan formula untuk menginformasikan masalah energi (berbeda dengan Teori Som Wyn yang menginformasikan makluk hidup yang menghuni Alam Semesta)
Marilah kita analisa kebenaran kotak-katik eyang pada formula itu secara matematika.
E adalah keseimbangan energi, merupakan selisih antara x dengan y.
Nilai x > 0 atau x = 0, demikian juga nilai y >0 atau y=0. Ini merupakan axioma Teori Minimalis yang menyatakan energi selalu positif, sedangkan “bayangan energi” adalah negatif. (Diantara bayangan energi adalah bayangan super simetri).
a. Jika y = 0, pasti E = -x, sehingga E < 0, dalam hal ini x dinamakan energi gaib dalam TM dinamakan bright energy, atau energi irrasional.
b. Jika x = 0, pasti E=y, sehingga E>0 dalam hal ini y dinamakan energi metafisika dalam TM disebut dark energy atau energi rasional.
c. Jika x # 0 dan y # 0 sedangkan x # y, maka ada dua kemungkinan:
x > y maka E < 0 yang menghasilkan wilayah energi irrasional (spectrum irrasional)
y > x maka E > 0 yang menghasilkan wilayah energi rasional (spectrum rasional).
d. Jika x = y = q # 0 maka pastilah E = 0 yang menghasilkan energi nyata atau energi fisika. Q dalam TM dinamakan quanta atau quantum.
e. Saat x # y pastilah E # 0 sehingga tak ada nilai q, atau tak terjadi quantum maupun quanta, dalam hal E # 0 yang terjadi adalah eter atau etric yang diberi simbol e. Dalam TM e diinformasikan tak memiliki massa sehingga tak membutuhkan ruangan nyata. Keberadaannya tak merubah ruang semu (imaginer) yang dalam fisika disebut sebagai ruang kosong (vacum) menjadi ruang nyata (terisi matter). Fenomena ini dapat dibuktikan dengan medan magnet, medan listrik, yang kehadirannya tak menjadikan ruang kosong (dalam TM dinamakan ruang semu) menjadi ruang terisi materi dalam TM dinamakan ruang nyata.
Atas dasar ini medan magnet dan medan listrik dimasukkab dalam energi non fisik (termasuk dalam energi semu) oleh TM. Medan magnet dan medan listrik saling berkaitan, ini dipelajari dalam fisika walau sebenarnya fisika hanya mempelajari ruang nyata (yang terisi oleh matter dengan menyatakan yang tak terisi matter sebagai kosong (vacum). TM menginformasikan tak ada ruang kosong, sebab ruangan yang dianggap kosong oleh fisika diinformasikan oleh TM terisi energi non fisik diantaranya, energi gaib (x) , energi metafisika (y), dan energi transien (e) yang berupa eteric, eter, dan anti matter (q+e). Ciri dari energi ini adalah E#0, sedangkan ciri energi nyata adalah E=0.
Menurut TM matter bukan hanya terdiri dari quanta atau quantum, melainkan merupan penyatuan dari quantum dengan eteric atau penyatuan quanta dengan eter. Dalam Matematika Minimalis matter dinyatakan sebagai (q*e) sedangkan anti matter dinyatakan sebgai (penggabungan quantum dengan eteric atau penggabungan quanta dengan erter. Dalam Matematika Minimalis anti matter dinyatakan dengan (q+e). Cucu boleh membuktikan dengan matematika konvensional bahwa (0)* (#0) pasti hasilnya (0), sedangkan (0) + (#0) harilnya oasti (#0).f. TM menginformasikan bahwa energi dapat terakumulasi menjadi body atau berosilasi membentuk wave. Ini sangat sesuai dengan fisika, namun fisika hanya menjelaskannya dengan Mekianika Quantum karena menganggap semuanya terbentuk dari quantum atas dasar Mekanika Quantum. Fisika tak mempelajari energi semu (energi gaib, energi metafisika dan energi transien). Ini sangat berbeda dengan TM yang menginformasikan adanya energi semu disamping energi nyata. Atas dasar ini dapat dikatakan Fisika bersifat monolistik sedangkan TM bersifat dualistik.
TM bukan menyangkal kebenaran teori fisika, melainkan melengkapinya agar dapat menjelaskan Sub Alam Transien yang jauh lebih unik dari sekedar Sub Alam Nyata.
TM hanyalah sekedar jendela untuk meneropong alam semesta sedangkan untuk memasukinya diperlukan ilmu pengetahuan lainnya, misalnya spiritual ilmiah.
Dengan konsep dualistik (energi semu dan energi nyata) dapat dijelaskan secara sederhana fenomena yang tak mungkin dijelaskan dengan konsep monolistik (hanya ada energi nyata). Walau saat ini masih bersifat filosofis atau pseudo science TM dapat dimanfaatkan untuk “menguak” rahasia mengembangnya alam semesta, terjadinya gaya gravitasi, terbenrtuknya photon, fenomena kemagnetan dan kelistrikan, dan lain-lainnya yang sangat sulit bahkan tak terjawab oleh teori Fisika.
Ada seorang anak muda yang bernama “segalasesuatu” ingin “mengawinkan” TM (Teori Minimalis) dengan T-M (Teori Membrane). Banyak persamaan diantara dua teori ini disamping perbedaan yang hakiki, yaitu mengenai dimensi kesadaran.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 14, ’11, edited on Nov 22, ’11
Model Atom Minimalis menginformasdikan bahwa atom atau partikel sub atomic dibangun oleh quantum eteric, bukan hanya quantum..
Inti atom, electron, dan partikel yang lebih mendasar juga dibangun oleh quantum eteric. Cirinya adalah E=0, namun terjadi dari (0) * (#0), sehingga E=0. Setiap isi alam semesta yang memiliki E=0 membutuhkan ruangan nyata atau menjadikan ruang semu menjadi ruang nyata, sehingga dapat terdeteksi oleh pancaindra atau peralatan fisika. Sebaliknya yang memiliki E#0 tak membutuhkan ruangan nyata dan tak menjadikan ruang semu menjadi ruang nyata sehingga tak akan terdeteksi oleh panca indra maupun peralatan fisika.
Model Atom Minimalis menginformasikanL
1 Inti atom terdiri dari
a. quanta ( rantai tertutup dipole magnet yang dua kutubnya setara) sehingga tak memancarkan medan magnet keluar maupun kedalam sitem, sehingga sitem tak bermuatan listrik (netral), dan tak menyebabkan medan listrikdinamis disekitarnya namun quanta memiliki masa (karena E=0). Dalam fisika bagian ini dinamakan neutron.
b. eter (rantai terturtup dipole magnet yang dua kutubnya belum setara) sehingga memancarkan medan magnet kedalam sistem menyebabkan sistem bermuatan listrik dan memancarkan medan magnet kesekelilingnya yang membangkitkan medan listrik dinamis, Eter dalam keadaan bebas memiliki E#0, tetapi jika menyatu dengan quantum membentuk quantum eteric menjadikan E sistem menjadi = 0. Dalam fisika bagian ini dinamakan proton.
2. Electron:
Sebagai halnya inti atom elektron juga terdiri dari inti electron yang berupa quantum eteric, Electron memiliki massa sangat kecil karena quantanya pecahan ( berbeda dengan inti atom yang memiliki quanta bilangan bulat). Bagian eteric electron yang memancarkan medan magnet menyebabkan elekton bermuatan listrik dan memancarkan medan listrik dinamis kesekitarnya.
Muatan listrik inti atom dengan muatan listrik elektron berlawanan sehingga menimbulkan gayan tarik elektro statis, Gaya tarik ini diimbangi oleh gaya lempar keluar akibat elektron berputar mengelilingi inti atom. Gaya lempar itu disebabkan elektron memiliki massa. Electron berputar mengelilingi inti karena interaksi medan listrik dinamis yang dipancarkan oleh inti atom dan yang dipancarkan oleh electron.
Dalam kondisi seimbang, elektron akan berputar pada orbit nasing-masing sesuai dengan kecepatan putar serta kendali medan listrik statis inti atom. Jika keseimbangan itu terusik maka radius putaran atau kecepatan putarannya akan saling menyesuaikan diri, namun jika batas keseimbangannya melebihi nilai ambangnya maka electron dapat terlepas dari atom menjadikan atom kekurangan elektron dan dinamakan ion positip. Inti atom juga sanggup menarik elekctron untuk mencapai keseimbangan internalnya, sehingga bermuatan negatip dan disebut ion negatip,

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 14, ’11
Seandainya inti atom dan electron hanya terbentuk dari rangkaian tertutup dipole yang kedua kutubnya setara (menurut TM dinamakan quanta) maka rangkaian tertutup ini tak akan memancarkan medan magnet keluar maupun kedalam sistem,. Inti atom semacam ini walau berputar tak akan menimbulkan medan listrik dinamis disekitarnya. Sebaliknya jika inti atom hanya terjadi dari eter, misalnya ion hydrogen atau hydron, jika tak berputar juga tak akan membangkitkan medan listrik dinamis disekitarnya. Jadi: inti atom hanya akan membangkitkan medan listrik dinamis disekitarnya, jika memiliki “bagian” yang memancarkan medan magnet keluar dan harus berotasi. Elecrron juga berotasi agar dapat membangkitkan medan listrik dinamis disekitarnya, disambing berevolusi mengeleling inti. Elektron bebas hanya berotasi. Hydron merupakan atom yang quantanya pecahan sebagai halnya electron. Atom H memiliki quanta bulat sebagai penggabungan quanta inti dengan elektron.
Baik hydron maupun electron memiliki massa sangat kecil, namun sanggup membangkitkan medan listrik dinamis disekitarnya. Baik electron maupun hydron akan terpengaruh jika melintasi medan magnet, ini disebabkan oleh gaya Lorenz.
Yang menjadi pertanyaan: Apakah itu medan magnet yang sanggup menimbulkan gaya Lorenz jika dilintasi oleh partikel bermuatan listrik.? Gaya Lorenz timbul akibat interaksi antara medan magnet dengan medan listrik dinamis atau interaksi antara medan magnet dengan muatan listrik statis? Fisika pasti sanggup menjawab pertanyaan ini, sedangkan TM menginformasikan muatan listrik dan medan listrik dinamis disekitar inti atom maupun elektron bagaikan keping mata uang, keduanya dibangkitkan oleh rangkaian tertutup eteric yang berotasi Perubahan medan magnet bagian eter/eteric keluar membangkitkan medan listrik dinamis, kedalam membangkitkan muatan listrik dalam sebuah sistem terturtup.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 15, ’11, edited on Nov 16, ’11
Cucuku yang kritis bertanya: Mungkinkah Model Atom Minimalis diperagakan atau diujutkan secara ekperimental? Mengapa inti atom dan elektron dapat berotasi hingga dapat merubah energi magnet menjadi energi listrik? Dalam kenyataan yang dapat merubah energi magnet menjadi energi listrik adalah energi kinetik atau energi mekanik. Diperoleh dari manakah energi pemutar inti atom dan elektron?
Hehe, agaknya cucu ini reincarnasi eyang, sebab pertanyaan-pertanyaan itulah yang juga memenuhi benak eyang.
Secara ekperimen nyata hal itu tak mungkin, sebab di Sub Alam Fisika yang tersedia hanyalah dipole magnet yang dua kutubnya seimbang, yang dinamakan quantum dan quanta, sedangkan dipole magnet yang dua kutubnya belum seimvbang tak terdapat di Sub Alam Fisika, eter atau eteric hanya tersedia di Sub Alam Transien. Quantum eteric memang memiliki komponen eteric, namun telah menyatu (bukan bergabung) dengan quantum sehingga memiliki E=0. Anti Meter yang merupakan gabungan antara quantum dengan eteric tak akan sanggup bertahan di Sub Alam Fisika, untuk mewujutkan Anti Meter di Sub Alam Fisika manusia memenuhi kesulitan, karena jika anti matter tak diisolasi akan berinteraksi dengan matter hingga terjadilah anihilis. Menurut TM hasil anihilis ini berujut STM. Jika informasi ini benar maka STW ini pastilah merupakan jembatan yang menghubungkan Sub Alam Transien dengan Sub Alam Fisika. Jadi manusia terlebih dahulu harus mempelajari STW sebelum sanggup mengisolasi anti matter agar dapat dipelajari secara cermat. Ilmu Pengetahuan memprediksikan anti matter suatu saat akan dapat “diperpanjang umurnya” jika “dipenjarakan dalam sangkar medan magnet. Ini membuktikan bahwa medan magnet memiliki energi luar biasa hingga sanggup mengisolasi anti matter.
Masih harus dibuktikan adanya energi semu (khususnya energi transien). Jika memang ada, maka,,,,,,,,, terjawablah pertanyaan cucu dan eyang, yang memutar ini atom dan electron hingga sanggup berotasi adalah eter bebas yang terdapat disegenap penjuru alam semesta secara acak. Eter alias dipole magnet yang dua kutubnya belum seimbang tak memiliki massa namun memiliki energi. Eter bebas adalah fenomena Sub Alam Transien sehingga tak terdeteksi oleh kemampuan pancaindra secara langsung, namunm masih mungkin terdeteksi dengan bantuan peralatan fisika tertentu. Sebagai contoh: medan magnet yang tak terdeteksi oleh pancaindra dapat menggerakkan butir-butir serbuk besi diatas kertas, sehingga dapat terdeteksi keberadaannya. Electron juga mengalami gaya Lorenz saat memotong medan magnet. Ini sedikit copntoh bahwa banyak peralatan fisika (hasil Tehnologi Informatika) memanfaatkan energi transien, mislanya medan magnet, medan listrik, gelombang elektro magnet (cahaya).

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 16, ’11, edited on Nov 22, ’11
TM bersifat dualiastik menginformasikan adanya energi semu yang tak bermassa hingga belum memerlukan ruang nyata dan tak menjadikan ruang semu (menurut fisika ruang kosong/vacum) menjadi ruang nyata. TM juga tak menyangkal, bahkan sangat mendukung adanya energi nyata yang memerlukan ruang nyata serta menjadikan ruang semu (kosong) menjadi ruang nyata (terisi matter).
Walau saat ini terjadinya massa yang oleh TM dijelaskan dengan FMS masih merupan Pseudo Sciece (Ilmu Semu) namun jika disatukan (bukan sekedar ditambahkan) dengan Real Science yang kini hanya mempelajari sesuatu yang nyata , maka manusia akan menjadi paripurna. (mendekati sempurna) dan tak akan ketinggalan dengan makluk cerdas lainnya (misalnya Elien dengan UFO nya).
Ilmu Semu menurut TM terdiri dari Ilmu Gaib (Ilmu percaya tanpa difikir/ Ilmu Irrasional) ), Ilmu metafisika (ilmu yakin setelah difikir/Ilmu rasipnal) dan Ilmu Transien ( Ilmu Bawah sadar yang merupakan spektrum dari wilayah yang sedikit difikir sampai yang didomenasi oleh fikiran (hasil pemikiran). Ilmu nyata didomenasi oleh hasil masukan dari pancaindra didukung oleh ilmu fikir hingga cenderung menisbikan sesuatu yang gaib. Hal ini menjadikan Ilmu nyata berkembang menjadi Ilmu Materialistik yang menjadikan manusia menjadi atheis.
Sejak lama Agama diandalkan untuk meniadakan atheisme, namun apa hasilnya? Ini bukan berarti agama tak sanggup menghadapi materialisme, melainkan agama terlalu jauh/tinggi jangkauannya, yaitu pencapaian kebahagiaan abadi (sorga), sedang manusia sedang dimabokkan oleh kenikmatan sesaat.
Itulah sebabnya muncul berbagai ajaran/faham untuk “mengurangi” atheisme, sehingga timbulah berbagai “isme”/faham, misalnya: New Era, Science Penciptaan, Theosofi, Scienctific Spirituality, dll. Jika mau jujur, Psychologi juga merupakan upaya manusia modern untuk menyadarkan (membangkitkan consciousness) manusia agar tak terbelunggu oleh materialisme, sehingga terhindar dari atheisme.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 19, ’11
Kita dapat membedakan/membandingkan fenomena fisika yang dipelajari oleh fisika dengan fenomena transien yang diinformasikan oleh TM, karena diantaranya terdapat perbedaan dan persamaannya.
Perbedaannya: Fenomena fisika terjadi di Sub Alam Fisika yang dikuasai oleh dimensi waktu, massa dan ruang nyata karena telah terisi oleh matter yang merupakan penyatuan dari quantum dan eteric atau q*e, quantum (E=0) dan quantum eteric (E=0)*(E#0), sedangkan fenomena transien terjadi di Sub Alam Transien yang hanya dikuasai oleh dimensi waktu dan ruang semu karena belum terjadi massa karena belum terjadi keseimbangan prima sehingga hanya terdapat eteric (E#0) dan anti matter (E=0)+ (E#0).
Persamaannya adalah: keduanya terisi oleh dipole yang memiliki sifat kemagnetan (Ini sangat berbeda dengan Sub Alam Gaib dan Sub Alam Metafisika yang hanya terisi oleh energi gaib dan energi metafisika yang belum memiliki sifat kemagnetan. Disini terjadi penyatuan dan penggabungan antara energi sejenis. Dua energi yang tak sejenis tak mungkin berinteraksi. Ini diakibatkan dimensi kesadaran di Sub Alam ini belum sampai ketahapan berpasang-pasangan.
Sifat kemagnetan adalah sifat tarik menarik antara kutub magnet yang berbeda/berlawanan jenis dan tolak menolak sesama kutub sejenis. Jadi dapat diinformasikan bahwa di Sub Alam Transien telah terjadi gaya tarik dan gaya tolak magnet yang dalam TM disebut sebagai Gaya Tarik/Tolak Primair. Gaya ini sangat kuat. Di Sub Alam Transien juga terjadi gaya tarik dan gaya tolak listrik. Dalam TM gaya tarik/tolak ini dinamakan sebagai Gaya Tarik/Tolak Sekundair yang tak sekuat gaya tarik/tolak primar
Yang belum ada dalam Sub Alam Transien adalah gaya tarik massa, termasuk gaya gravitasi. Gaya tarik massa hanya ada di Sub Alam Fisika. Gaya Tolak Massa tak dikenal, tetapi massa yang bergerak (karena telah dikenal adanya dimensi ruang nyata) akan mendapatkan gaya kinetik dan mekanik. Dua gaya ini jika dibenturkan akan terjadi gaya tolak yang juga sangat kuat.
Interaksi electro magnetik yang berupa EMW (termasuk cahaya fisika) merupakan fenomena batas antara Sub Alam Transien dengan Sub Alam Fisika. Interaksi electro magnetik merupakan akibat dari Symetrical Transwave yang juga mengakibatnya terjadinya photon. EMW yang dibangkitkan oleh Assymetrical Transwave tak membangkitkan photon.
Dengan persamaan antara fenomena fisika dengan fenomena transien dengan mudah dapat dijelaskan mengapa sangat sulit untuk menyatukan fenomena gravitasi dengan fenomena kemagnetan dan kelistrikan.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Nov 22, ’11
Ada yang menganggap eyang ibnu gila karena tetap ngotot meyakini adanya eter yang oleh Einstein telah dibuktikan bahwa yang namanya eter itu tak ada. Ini jawaban eyang:
Menurut eyang Einstein bukan membuktikan bahwa eter tak ada, melainkan dia tak sanggup membuktikan adanya eter. Mengapa? Karena dia adalah seorang fisikawan yang monolistik, sehingga apriori meyakini bahwa isi alam semesta hanyalah energi nyata, pada hal eter bukannya energi nyata.Sebenarnya dia bukannya seorang atheis, sebab dia sangat yakin tentang keberadaan dan kebesaran Nya, namun dia telah terbelenggu oleh materialisme.
Eyang akan membuktikan adanya eter yang hanya terdapat di Sub Alam Transien dengan “membandingkannya” dengan fenomena Sub Alam Nyata.
Atas dasar Teori Kekekalan Energi: Diruang hampa (menurut TM di ruangan semu), sebuah objek yang bergerak akan tetap bergerak (dengan kecepatan tetap) sebab tak ada gaya yang menghalanginya. Dalam kenyataan objek yang bergerak diruangan nyata akan semakin lambat jika tak diberikan gaya dari luar (external energy). Ini membuktikan adanya partikel yang menghalanginya, misalnya udara.
Eyang gunakan electron yang bergerak diruangan hampa materi (ruangan semu) untuk membuktikan keberadaan eter Jika tak diberikan external energi (dalam hal ini tegangan listrik statis atau medan listrik dinamis, maka electron itu akan melambat. Boleh dibuktikan secara ekperiment. Pertanyaan: diruangan hampa tak terdapat partikel yang menghalangi gerakan enektron yang bermassa, mengapa electron melambat? Ini merupakan bukti bahwa diruangan hampa (semu) ada sesuatu yang menghalangi gerakan elektron. Inilah yang eyang namakan eter. Jadi terbuktilah bahwa eter itu memang ada, entah apa itu namanya tetapi boleh saja eyang namakan eter.
Dengan gelang magnet bekas speaker eyang juga telah membuktikan keberadaan eter yang sanggup menjalarkan medan magnet diruangan hampa sehingga jika dua kutub gelang magnet dengan kutub sama didekatkan akan terjadi gaya tolak. Percobaan ini dapat dilakukan diruang nyata maupun, maupun diruang semu (hampa udara) Fenomena ini dapat untuk menjelaskan”teori lompatan gaya” yang menyebabkan Hukum Newton diragunkan kebenarannya..

grasianogeminus
grasianogeminus wrote on Jun 3
Mengacu kepada Prinsip Ketidakpastian Heisenberg, ruang hampa tidaklah sepenuhnya hampa. Selalu saja ada sejumlah kecil kuantum energi berumur singkat yang muncul dan lenyap silih berganti, tepat di bawah ambang batas keteramatan. Dengan demikian, alasan mengapa gerak elektron tadi melambat dikarenakan terhalang oleh gerakan sesuatu yang kini lazim disebut partikel semu (sebutan bagi sembarang partikel yang ketahanannya terhadap waktu dibatasi oleh jumlah energinya), bukan karena aktivitas eter. Maaf sebelumnya jika saya berbeda pendapat.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s