Inilah yang menjadikan aku gila mengikuti gagasan/tulisan eyang Ibnu

Pertanyaan: Pada ulasan energi gaib dan energi metafisika eyang menyatkan rantai tertutup (x) dan rantai tertutup (y) akan terurai saat memasuki Sub Alam Transien, tetapi pada ulasan quantum eterik dalam Sub Alam Fisika masih terdapat berbagai jenis energi, yaitu eter,quanta,mater,anti matter bahkan energi gaib dan energi metafisika. Bukankah untuk mencapai Sub Alam Fisika rantai tertutup (x) dan (y) harus melalui Sub Alam Transien? Ini bukti eyang asal menulis, tidak konsisten.
Jawaban: Terima kasih atas kecermatan cucu dalam mengikuti tulisan eyang. Yang harus cucu cermati adalah:
1. Dawai yang terikat pada membran atau  dimensi Sub Alam tak mungkin dapat  berpindah ke Sub Alam lainnya.
2. Dawai tertutup (x), (y), (e), (e*q), (e+q) tak terikat pada membran tertentu kecuali dimensi t yang berlaku untuk seluruh alam semesta secara universal dan dimensi kesadaran c yang berlaku berbeda-beda sesuai dengan Sub Alamnya. Perubahan dimensi kesadaran inilah yang
menjadikan dawai yang terikat pada membran memiliki dimensi berbeda.
3. (x) dan (y) terurai kembali menjadi x dan y karena dimensi kesadarannya c berubah, x yang semula dapat saling bergabung membentuk (x) berubah dimensi kesadarannya sehingga saling tolak menolak. Tak seliap (x) pecah menjadi x, sebagian (x) yang kesadarannya tak berubah akan tetap bertahan sebagai (x). Rantai (x) yang tetap pada kesadaran lamanya dapat melintasi berbagai membran hingga terdapat diseluruh Alam Semesta. Hal yang sama juga terjadi pada (y), (e), (q), (e*q) dan (e+q). Mengapa demikian? Rantai tertutup suatu jenis energi membutuhkan internal energi untuk dapat bertahan diri terhadap[ “gempuran” lingkungannya. Jika rantai tertutup tak sanggup bertahan pada  dimensi/kesadaran  bawaannya maka  akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil  sambil memancarkan energi dan gelombang dasar energi x dan y.  Energi dapat terakumulasi menjadi body atau terurai menjadi wave (gelombang dasar x dan y). Dalam TM, energi dinyatakan dengan pecahan, body dinyatakan dengan bilangan bulat sedangkan wave merupakan fungsi periodik x=F1() dan y=F2(t).
Dalam Fisika Atom, neutron pada atom berat dapat pecah atau melakukan peluluhan radio aktif. Ini sejalan dengan quanta tinggi yang kekurangan internal energinya merubah sebagian quantanya menjadi wave, bahkan dapat pecah menjadi quanta lebih kecil.
Ringkasnya:
Setiap rantai tertutup dapat menembus membran sehingga memasuki wilayah Sub Alam lain. Pada Sub Alam yang baru, rantai tertutup dapat berubah dimensi kesadarannya atau tetap bertahan pada dimensi bawaannya. Perubahan dimensi kesadaran itu diakibatkan oleh lingkungannya. Jika rantai itu pecah maka akan “dilibas” oleh lingkungannya dan menjadi bagian dari dawai yang berujung pada membran Sub Alam tempat dia kini. berada.
Kesimpulan: Disetiap Sub Alam terdapat rantai tertutup dengan dimensi kesadaran yang tak sesuai dengan Sub Alamnya, tetapi pada setiap Sub Alam terdapat dawai yang berujung pada membran/dimensi Sub Alam yang bersangkutan yang tak mungkin berubah dimensi kesadarannya.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Sep 3, ’11, edited on Sep 3, ’11
Jadi: disetiap Sub Alam terdapat dawai yang berujung pada membran/dimensi Sub Alam yang bersangkutan, dawai ini dibatasi oleh dimensi waktu (t) yang merupakan dimensi dasar dan berlaku disetiap Sub Alam dan fungsinya memisahkan isi alam semesta dengan Alam Abadi., dan membran/ dimensi kesadaran (c) yang berbeda-beda disetiap Sub Alam Semesta.
Dalam Fisika tak dikenal adanya dimensi kesadaran (c), sebab Fisika hanya memandang isi alam semesta hanyalah matter yang dibangun oleh quantum berdasar Mekanika Quantum. Itulah sebabnya fisika mula-mula hanya mengenal lima dimensi, yaitu 1. dimensi waktu (t), 2. dimensi massa (m) 3. dimensi ruangnyata panjang. 4 dimensi ruang nyata lebar. 5. dimensi ruangnyata tinggi.
Dalam perkembangannya Fisika mengenal adanya anti matter yang berbeda dari matter.ika menyatakan bahwa di Alam Semesta sangat sulit diketemukannya anti meter dan tak dapat menjelaskan mengapa demikian. Jika diisolasi sebuah anti matter dapat terdeteksi keberadaan, namun usianya sangat pendek. Ada teori yang menyatakan matter berinteraksi dengan anti matter akan terjadi annehilis (lenyap) akibat berubah menjadi gelombang (tentunya EMW) yang saling tolak menolak. Fisika tak dapat menjelaskan kemana larinya kedua hasil EMW itu. Yang dipastikan masih berada diwilayah Alam Semesta, sebab Fisika tak mengakui adanya Alam Abadi.
Menurut Fisika anti meter tak lain adalah matter yang putarannya berlawanan dengan matter. Semua teori Fisika harus dapat dibuktikan, sebab Fisika bukan sekedar informasi atau sekedar jendela melainkan pintu untuk memasuki Alam Semesta. Teka-teki terbentuknya massa diselesaikan lewat teori relativitas, namun ternyata teori ini bertentangan dengan Mekanika Quantum. Para ilmuwan berupaya menyatukan kedua teori ini menjadi Theory of Everyrthing yang sanggup menjelaskan semua fenomena Alam Semesta. Lahirlah Teori Dawai, kemudian disempurnakan oleh Teori Membran. Teori Membran menyatakan bahwa Alam Semesta dikuasai oleh 11 dimensi, ini langkah maju dari Fekedar 5 dimensi dasar Fisika, dimensi waktu, massa dan ruang nyata. Model Atom quantum dan gelombang menggantikan Model Atom. Niel Bohr.
Fisika semakin ruwet sehingga terpecah menjadi Fisika Teori dan Fisika Terapan. Fisika Teori menjadi sekedar jendela untuk “meneropong” Alam Semesta sedangkan Fisika Terapan adalah pintu untuk memasuki ASl;am Semesta, mengeksplorasi kemudian mengeksploitasinya.
Teori Minimalis semula hanya dimaksud untuk menjelaskan Fiksi Blackhole yang sangat sulit untuk dimengerti. Saat Hawking meralat teorinya yang menyatakan bahwa Blackhole merupakan terowongan yang dapat digunakan menuju ke Alam Semesta yang lain sehingga energi yang diserap oleh Blackhole akan disalurkan ke Alam semesta lain, teori Minimalis menjadi naik daun, karena ralat itu menyatakan bahwa tak ada alam semesta yang lain, energi yang diserap oleh Blackhole akan dikembalikan ke Alam Semesta ini sehingga secara kebetulan sesuai dengan TM yang menyatakan bahwa Alam Semesta merupakan suatu sistem tertutup dimana jumlah energi yang ada didalamnya tetap yang berubah hanyalah jenisnya. Banyak yang mengkaitkan ralat itu ada kaitannya dengan TM.
Saya dengan tegas menyatakan tak ada kaitannya Teori Minimalis dengan Teori Hawking, sebab TM hanyalah sekedar informasi untuk menjelaskan Fiksi Blackhole. TM berdasar Teori Kekekalan Energi bukan dimaksud untuk menyangkal teori Hawking.
Saya menyangkal ketika ada seorang menuduh TM mengotori atau mengkontimasi ilmu pengetahuan (sains) karena menggunakan istilah Fisika dan ilmu pengetahuan, misalnya istilah dark energi. Ada yang menganggap saya sesat karena membuat teori yang mengungkap fenomena sebelum Bigbang dengan mensitir peringatan Paus Paulus 2 yang melarang para ilmuwan mengungkapkan fenomena sebelum Bigbang. Pokoknya TM membuat heboh!
Suatu saat ada seorang pembaca yang menyatakan akan mempertemukan Teori Minimalis (TM ) dengan Teori Membran (T-M). Mulailah saya tergelitik untuk mencari persamaan dan perbedaan TM dengan T-M .Ternyata ada persamaannya dan perbedaan mendasar.
Persamaannya
1. TM dan T-M menganggap waktu merupakan dimensi universal yang berlaku di Alam Semesta.
2. TM dan T-M menginformasikan adanya 11 dimensi yang berlaku di Alam Semesta.
3. TM dan T-M membedakan adanya dawai energi yang berujung pada membrane sehingga tak mungkin menembus membran/dimensi yang terdapat di Alam Semesta dan dawai yang tak terikat hingga.dapat menembus membrane.
Perbedaanya:
1. T.M mengenal adanya dimensi kesadaran (c) sesuai dengan Teori Som Wyn.
2. TM menyatakan adanya Sub Alam. (Sub Alam Gaib, Sub Alam Metafisika, Sub Alam Transien, Sub Alam Pra Natural dan Sub Alam Fisika.
3.TM Plus menambahkan adanya dimensi z yang bukan energi.
4.Teori Som Wyn menambahkan adanya Sub Alam Biologi atau Sub Alam Organisme..
5. TM dimulai dari energi dasar Alam semesta x dan y yang merupakan fungsi waktu. Energi dasar x dan y adalah gelombang sinusoidal dari x dan y sebagai funsi waktu.
6. TM membagi Alam Semesta menjadi Sub Alam Semesta yang memiliki dimensi kesadaran yang berbeda.
7. TM menginformasikan kutub magnet adalah energi dasar x dan y yang berubah dimensi kesadarannya.

Sekedar Catatan:
Ada pembaca yang menyatakan bahwa TM seharusnya bukan singkatan dari Teori Minimalis, melainkan singkatan dari Teori Maksimalis. Pembaca ini saya persilakan membaca Fiksi Blackhole dimana terjadi perang antara golongan Minimalis dengan golongan Maksimalis.
Golongan Maksimalis adalah sekelompok ilmuwan yang serakah yang ingin mengekloitasi Alam Semesta sekedar untuk mencapai kenikmatan sementara tanpa peduli pada generasi berikutnya, sedangkan golongan Minimalis adalah para ilmuwan yang ingin menjaga kelestarian Alam Semesta agar dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s