Kalau merokok dilarang mengapa bernafas dibolehkan? Keduanya menyebabkan polusi disamping manfaat.

Pertanyaan: Saya merasa tergelitik dengan tanggapan eyang dalam sebuah blog seorang perempuan yang marah keras terhadap lelaki yang seenaknya merokok didekatnya. Menurut eyang rokok bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi mendatangkan pajak disisi lain menimbulkan polusi.Menurut saya bernafas juga menimbulkan polusi (gas karbon dioksida disamping bermanfaat agar manusia tetap  hidup). Oksigen  juga menjadikan organisme mengalami daur ulang, sebagai halnya air karena  memiliki esinsi vital  dalam kehidupan living organisme. Kabon dioksida juga memiliki esensi dalam kehidupan, tanpa gas ini tumbuh-tumbuhan tak mungkin menghasilkan bahan makanan. Saya sangat sependapat bahwa semua yang tersedia di alam semesta bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi bermanfaat disisi lain mendatangkan kerugian. Sermua telah disediakan oleh Tuhan YME sebagai point pertama Teori Som Wyn.
Point ke dua: Tuhan YME memberikan kesadaran kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya. Ini artinya: manusia harus anggup “mengurusi” diri,jenis dan lingkungannya, sebab jika tidak akan kacau. Melarang merokok harus difikirkan dampaknya, akan lebih bijaksana “merngatur”nya agar terjadi keseimbangan antara fanfaat dan kerugiannya.
Saya sangat kagum atas obsesi eyang, mengurangi asap rokok dengan menciptakan rokok sejuk sehingga dunia tak dipenuhi asap rokok, melainkan berlimpahnya gas yang essensial (sejenis oksigen).
Saya ingin baca tulisan eyang yang berjudul Kharma yang mengisahkan keluarga Haji Rock&Roll yang memiliki dua putra, yang seorang akan menghabisi rokok sedangkan yang lain ingin memprosduksi rokok yang tak menjadikan polusi. Apakah tulisan itu sudah diterbitkan menjadi buku?
Jawaban: Terima kasih atas perhatian cucu. Terus terang ceritera Kharma masih berupa naskah ketikan konvensional. Eyang berjanji akan memberikan sinopsisnya lewat blog ini. Siapa saja eyang izinkan untuk menjadikan bahan ceritera atau novel sepanjang tak menyimpang dari tujuan utamanya” “Mengagungkan Tuhan YME sebagai lima point Teori Som Wyn.”
42 CommentsChronological   Reverse   Threaded

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 27, ’11

rokok bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi mendatangkan pajak

ah oom, pajak yang nilainya tidak seberapa dibandingkan uang susu dan makanan bergizi untuk bayi dan anak2 serta dana pendidikan mereka, yang diambil semena-mena oleh bapak mereka yang mengagungkan rokok… belum lagi biaya kesehatan yag dikeluarkan akibat penyakit2 yang disebabkan rokok, itu nilainya jauh lebih besar dari pajak yang didapat dari rokok… jadi jangan pernah menganggap pajak dari rokok itu nilainya besar, justru kecil dibanding pengeluaran akibatnya

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 27, ’11

Menurut saya bernafas juga menimbulkan polusi (gas karbon dioksida disamping bermanfaat agar manusia tetap  hidup).

jangan2 oom juga merokok ya, kog sepertinya ingin sekali menampilkan manfaat rokok hahahaha
oom, kalau dibandingkan racun antara nafas yang kita keluarkan dengan asap rokok, ya jelas bedalah
hanya dengan menghirup nafas yang dikeluarkan orang lain belum bisa dibandingkan dengan kita menghisap asap rokok yang sebelumnya keluar dari hidung dan mulut orang lain, bagaimana ilmuwan secanggih anda bisa menyandingkan hal tersebut?

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 27, ’11
manfaat apa kira2 yang didapat dari asap rokok untuk orang lain yang menghisap, kalau boleh tahu oom?
saya sangat ingin tahu

enkoos
enkoos wrote on Jul 27, ’11, edited on Jul 27, ’11

rokok bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi mendatangkan pajak disisi lain menimbulkan polusi

rokok buatan manusia bukan? sedangkan napas adalah buatan Tuhan.
Bagaimana anda bisa membandingkan yang satu buatan manusia yang satu buatan Sang Pencipta Manusia?
Kalau membandingkan itu ya, antara rokok dan mobil, antara rokok dan sepeda.

Kemudian antara napas dan kentut, antara napas dan pipis.

Sampe sini anda paham bedanya?

enkoos
enkoos wrote on Jul 27, ’11

bernafas juga menimbulkan polusi (gas karbon dioksida disamping bermanfaat agar manusia tetap  hidup).

karbon dioksida yang ditimbulkan oleh napas, itu bukan polusi yang mencemari udara. Mencemari udara dalam artian, membuat lapisan ozon berlubang sehingga menimbulkan efek rumah kaca.
Pernah denger kasus orang napas bikin bumi menjadi panas? Kalau iya, tolong kasih tahu ke saya data2nya dan juga tautannya.

Sedangkan rokok, asapnya itu menyebabkan polusi yang mencemari udara, membuat manusia yang menghirupnya menjadi penyakitan. Manusia yang menghirupnya dalam artian si perokoknya maupun orang2 yang terpapar oleh asap yang disemburkan oleh si perokok. Jadi orang yang nggak merokokpun menerima akibatnya.

enkoos
enkoos wrote on Jul 27, ’11

rokok bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi mendatangkan pajak

Nah sekarang, tolong jabarkan disini, seberapa besar pajak yang didapatkan dari hasil rokok lantas bandingkan dengan kerugian yang ditimbulkannya. APakah sebanding?

Sekarang gak usah cerita bertele tele deh, mau rokok itu haram kek, mau rokok itu konspirasi dengan Amerika kek, tetapi kalau merugikan kesehatan, kenapa juga sih masih ngotot ngerokok di deket orang yang bukan perokok? apalagi merokok di tempat umum. Kenapa gak ada toleransinya dengan para non perokok? Menghirup udara sehat itu adalah hak asasi setiap orang, kalau udara dicemari (oleh apapun itu) itu namanya sudah melanggar hak asasi.
Kalau mau sakit, ya sakit aja sendiri, jangan hembus2kan asap racun itu ke orang lain.

Sekarang kalau saya balik, Anda mau, kalau anak cucu anda kecanduan merokok? Belum cukup umur sudah kecanduan merokok. Makin banyak yang merokok, makin bagus karena menghasilkan pajak. Bukan begitu?

Comment deleted at the request of the author.

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 27, ’11
oom, selama ini saya kagum dan salut kepada anda…
sebaik-baiknya ilmuwan adalah yang mengamalkan ilmunya untuk manfaat sosial umat manusia
saya salut anda yang mempunyai obsesi yang menurut anda, mengurangi asap rokok dengan menciptakan rokok sejuk sehingga dunia tak dipenuhi asap rokok, melainkan berlimpahnya gas yang essensial (sejenis oksigen)… tapi itu belum terwujud bukan? jadi manfaatnya belum ada bukan? dan sekarang anda sudah menyatakan di dalam tulisan anda bahkan di judul, bahwa rokok bermanfaat…

sejauh yang saya tahu sebagai bukan perokok, manfaat untuk kami manusia yang berada di sekitar perokok sama sekali tidak ada bahkan merugikan baik moril dan materil yang sangat banyak, kalaupun ada manfaatnya hanya untuk perokok itu sendiri, itupun manfaat semu, efek kecanduan dari zat2 yang terkandung dalam rokok…

jadi menurut saya, pernyataan bahwa “rokok bermanfaat” yang keluar dari anda sebagai ilmuwan, itu sangat melukai hati umat manusia yang selama ini dirugikan oleh rokok dan asapnya… selama belum diwujudkan obsesi anda tersebut, alangkah baiknya tidak dengan sombong dahulu menyatakan bahwa rokok bermanfaat, oom…

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 27, ’11
anda tahu, tadi malam saya menggunakan transportasi kereta api, dimana ada perokok yang berdiri di pintu sambil menghembuskan asap rokok, tiba-tiba penumpang menjerit, termasuk saya yang sibuk mengibas2 rambut dan baju, karena apa? karena bara api dari perokok tersebut beterbangan dari luar kereta dan masuk kembali dari jendela dan berhamburan mengenai baju dan rambut kami…

efek yang sangat mengerikan dari HANYA satu orang perokok bukan?
padahal ada ratusan bahkan ribuan dan jutaan perokok di jalanan dan tempat umum saat ini…
pernyataan anda tentang rokok bermanfaat, oom… sangat melukai hati kami

enkoos
enkoos wrote on Jul 27, ’11
Tahukah anda, bahwa orang2 desa yang kecanduan merokok itu lebih rela membeli rokok ketimbang membeli makanan untuk anak balitanya dan akibatnya pada kekurangan gizi.
Belum lagi kasus kasus anak balita yang kecanduan rokok yang belum sirna dari ingatan kita.
Sudahkan anda perhatikan semua kasus kasus itu?

Coba paparkan disini, apa pendapat anda tentang semua kasus itu semua? Masihkan anda berpendapat bahwa rokok bermanfaat?
Apalah artinya pendapatan dari pajak, kalau sebagaian besar rakyatnya sakit gara2 rokok? Itu namanya tekor.
Yang diunggul unggulkan dari dulu penerimaan pajak dari rokok, itu melulu andalannya. Tapi kerugiannya jarang yang menonjolkan.

maverick03
maverick03 wrote on Jul 27, ’11
Jelas… Tulisan ini dibuat oleh seseorang yg logikanya ga jalan. Apalagi membandingkan nafas manusia dgn rokok. Maaf…. Beneran anda berpikir sama membuat tulisan ini?

maverick03
maverick03 wrote on Jul 27, ’11
Jelas… Tulisan ini dibuat oleh seseorang yg logikanya ga jalan. Apalagi membandingkan nafas manusia dgn rokok. Maaf…. Beneran anda berpikir saat membuat tulisan ini?

enkoos
enkoos wrote on Jul 27, ’11
Judul tulisan ini menyesatkan, karena merokok dianggap bermanfaat. Kalau hasil penelitian belum menampakkan hasil, sebaiknya jujur berkata belum berhasil dan masih dalam penelitian. Bukan membuat judul yang menyesatkan gini.

intan0812
intan0812 wrote on Jul 27, ’11
rokok memang bermanfaat.. menghasilkan laba bagi produsen rokok…. tapi membuat penyakit bagi yang terkena asapnya apalagi bagi perokoknya.. bagi saya sudah ada dua bukti cukup kuat guru dan teman kantor saya meninggal dalam usia cukup muda (dibawah 50 th) akibat kanker paru2 yang dideritanya karena mereka perokok berat…

rengganiez
rengganiez wrote on Jul 27, ’11
lucuuuu perbandingannya..singakat dari saya : kalo orang gak bernapas modyar, sementara orang merokok bikin orang modyar…

alifahghina
alifahghina wrote on Jul 27, ’11
iya om…
kl manusia dan hewan bernafas.. menghasilkan CO2.. tapi sudah ada keseimbangan alam yg mengaturnya kan..
seperti om bilang.. tumbuhan membutuhkan CO2 ini untuk hidup.. dan tumbuhan menghasilkan O2.. yg juga dibutuhkan oleh manusia dan hewan..
tanpa CO2, tumbuhan akan mati.. demikian juga sebaliknya..

kl rokok bagaimana om..
sepertinya lebih banyak merusaknya..
banyak sekali zat2 yang merusak.. baik jangka panjang maupun jangka pendek..
baik untuk perokok itu sendiri, maupun untuk orang2 disekitarnya…
positifnya hanya menghasilkan defisa yang menguntungkan sebagian orang..
tanpa rokok, pengusaha kan bisa puter haluan mencoba peruntungan di bidang lain..

biasanya om menulis hal2 yang sangat sukar saya saya pahami… hehehe..
tumben menulis hal kontroversial seperti ini.. ^^

be2ny
be2ny wrote on Jul 27, ’11
membuat perokok jadi murtad bikin cape!
nunggu ngantar ke TPU aja.

subhanallahu
subhanallahu wrote on Jul 27, ’11
rame… Pak Ibnu tumben jadi pupuler…. 🙂 Pak Ibnu saya tetanggaan loh dengan Pak Ibnu, saya diseputaran Monjali….

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 27, ’11
Jangan syakwa sangka buruk terhadap diri saya, boleh dibaca dengan teliti tulisan yang menjadi topic, yang perlu saya tegaskan saya ini bebas malima, saya hanya sekali menghisap rokok klembak menyan ( saat itu usia saya dibawah sepuluh tahun), milik kakak saya yang teledor, setelah itu saya kapok…….. tak pernah merokok lagi. (Silakan baca stph).
Ada yang bertanya dan memberikan opini pada tulisan seorang perempuan yang marah pada lelaki didekatnya itu, jadi bukan saya yang memberikan opini tentang rokok-merokok. Penanya itu tertarik dengan tulisan saya yang berjudul Kharma. Saya menjanjikan akan memberikan sinopsis tulisan saya itu, tetapi hanya khusus mengenai obsesi saya mengurangi akibat buruk dari merokok, bukan menghabisi rokok, sehingga saya konsisten pada asas sitik eding, bukan menang-menangan.
Pabrik rokok itu bukan hanya mendatangkan pajak, tetapi memberikan banyak manfaat bagi kehidupan banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari perkebunan tembakau, buruh rokok, pedagang rokok, dan penguasa (terrmasuk koruptor). Nah, yang harus ditegaskan adalah saya bukan pengusaha rokok, agen rokok atau disuap oleh merteka yang terlibat dalam persoalan merokok. Kalian boleh menuduh apa saja, tetapi sebagai seorang yang memanfaatkan informasi sebagai payung kebebsan berpendapat saya tegaskan saya tak dijanjikan oleh siapapun dan menjanjikan apapun kepada mereka yang akan membaca tulisan-tulisan saya yang seringkali dianggap kontroversial.
Saya merasa beruntung belum mengekpose Kharma yang merupakan kumpulan ceritera komflik kehidupan akibat masing- masing ingin menang sendiri, benar sendiri, sampai-sampai memilih tiji-tibeh (saling menghancurkan/melenyapkan atau saling membunuh) ) ketimbang sitik eding maupun genti genten.
Saya ingin bertanya: perlukah saya membuat sinopsis Kharma, khususnya mengenai cool smoke atau fress esensial gass sejenis oksigen?
Yang membandingkan bernafas dengan merokok itu tentunya seorang perokok berat yang ibaratnya kalau tak merokok “memilih” mati.
Jika mau jujur……….. segala sesuatu itu pasti ada untung dan ruginya, itulah yang saya ibaratkan sebagai pisau bermata dua. Semakin tajam semakin berbahaya sehingga janganlah menggunakannya sembarangan.

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 27, ’11

Jangan syakwa sangka buruk terhadap diri saya, boleh dibaca dengan teliti tulisan yang menjadi topic, yang perlu saya tegaskan saya ini bebas malima, saya hanya sekali menghisap rokok klembak menyan ( saat itu usia saya dibawah sepuluh tahun), milik kakak saya yang teledor, setelah itu saya kapok…….. tak pernah merokok lagi. (Silakan baca stph).
Ada yang bertanya dan memberikan opini pada tulisan seorang perempuan yang marah pada lelaki didekatnya itu, jadi bukan saya yang memberikan opini tentang rokok-merokok. Penanya itu tertarik dengan tulisan saya yang berjudul Kharma. Saya menjanjikan akan memberikan sinopsis tulisan saya itu, tetapi hanya khusus mengenai obsesi saya mengurangi akibat buruk dari merokok, bukan menghabisi rokok, sehingga saya konsisten pada asas sitik eding, bukan menang-menangan.

cara penanya menulis sama persis dengan yang anda tulis disini ya?
http://multiply.com/mail/message/srisariningdiyah:notes:1501

hahahahaha

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 27, ’11

Jika mau jujur……….. segala sesuatu itu pasti ada untung dan ruginya, itulah yang saya ibaratkan sebagai pisau bermata dua. Semakin tajam semakin berbahaya sehingga janganlah menggunakannya sembarangan.

dan sudah jelas dibeberkan dalam pernyataan2 sebelumnya oleh teman2, bahwa manfaat rokok memang ada, yaitu untuk perokok itu sendiri dan perusahaan rokok, bukan untuk orang lain… masa ini juga harus dijelaskan lagi kepada anda, tentang azaz manfaat rokok?

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 27, ’11

Saya merasa beruntung belum mengekpose Kharma yang merupakan kumpulan ceritera komflik kehidupan akibat masing- masing ingin menang sendiri, benar sendiri, sampai-sampai memilih tiji-tibeh (saling menghancurkan/melenyapkan atau saling membunuh) ) ketimbang sitik eding maupun genti genten.

sebelum diekspos, pikirkan lagi bahwa perokok sudah terlebih dahulu menekan dan berusaha membunuh non perokok jadi kalau para non perokok dianggap mau menang sendiri, tentu itu akibat perbuatan perokok sendiri

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 27, ’11

Kalian boleh menuduh apa saja, tetapi sebagai seorang yang memanfaatkan informasi sebagai payung kebebsan berpendapat saya tegaskan saya tak dijanjikan oleh siapapun dan menjanjikan apapun kepada mereka yang akan membaca tulisan-tulisan saya yang seringkali dianggap kontroversial.

saya cuma menuduh anda perokok oom
yang membuat anda mengeluarkan statement ROKOK BERMANFAAT, sebelum membuktikan penelitian anda, yang artinya, anda sudah sombong sebagai ilmuwan.

enkoos
enkoos wrote on Jul 28, ’11


Pabrik rokok itu bukan hanya mendatangkan pajak, tetapi memberikan banyak manfaat bagi kehidupan banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari perkebunan tembakau, buruh rokok, pedagang rokok, dan penguasa (terrmasuk koruptor).

Bapak Ibnu, masihkan bisa dinamakan manfaat kalau manfaat itu adalah hal yang negatif? Bapak sendiri yang menulis penguasa dalam kurung koruptor.
Yang bapak sebut manfaat, itu adalah manfaat secara kapital, bukan dari sisi kesehatan. Apalah artinya profit miliaran tapi rakyatnya terpuruk sakit? Masihkah bisa dinamakan manfaat? Ah logika darimana pula itu.

enkoos
enkoos wrote on Jul 28, ’11

Kalian boleh menuduh apa saja, tetapi sebagai seorang yang memanfaatkan informasi sebagai payung kebebsan berpendapat saya tegaskan saya tak dijanjikan oleh siapapun dan menjanjikan apapun kepada mereka yang akan membaca tulisan-tulisan saya yang seringkali dianggap kontroversial.

Adalah kalimat kalimat saya di atas yang bernada menuduh anda? Saya hanya meminta penjelasan dari anda.

Baiklah saya ulangi kata kata saya
karbon dioksida yang ditimbulkan oleh napas, itu bukan polusi yang mencemari udara. Mencemari udara dalam artian, membuat lapisan ozon berlubang sehingga menimbulkan efek rumah kaca.
Pernah denger kasus orang napas bikin bumi menjadi panas? Kalau iya, tolong kasih tahu ke saya data2nya dan juga tautannya.

Kemudian statemen anda yang membandingkan antara rokok dengan napas. Perbandingan yang tidak masuk akal karena yang satu buatan manusia dengan satunya buatan Sang Pencipta Manusia. Seharusnya anda bisa berpikir logis bahwa membandingkan itu adalah apple to apple.

Rokok dengan mobil karena sama sama buatan manusia dan napas dengan kentut atau napas dengan pipis karena berasal dari buatan Sang Pencipta Manusia.

Belum paham juga anda. Dan anda belum juga menjawab pertanyaan saya ini.

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 27, ’11

Pertanyaan: Saya merasa tergelitik dengan tanggapan eyang dalam sebuah blog seorang perempuan yang marah keras terhadap lelaki yang seenaknya merokok didekatnya. Menurut eyang rokok bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi mendatangkan pajak disisi lain menimbulkan polusi.Menurut saya bernafas juga menimbulkan polusi (gas karbon dioksida disamping bermanfaat agar manusia tetap  hidup). Oksigen  juga menjadikan organisme mengalami daur ulang, sebagai halnya air karena  memiliki esinsi vital  dalam kehidupan living organisme. Kabon dioksida juga memiliki esensi dalam kehidupan, tanpa gas ini tumbuh-tumbuhan tak mungkin menghasilkan bahan makanan. Saya sangat sependapat bahwa semua yang tersedia di alam semesta bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi bermanfaat disisi lain mendatangkan kerugian. Sermua telah disediakan oleh Tuhan YME sebagai point pertama Teori Som Wyn.
Point ke dua: Tuhan YME memberikan kesadaran kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya. Ini artinya: manusia harus anggup “mengurusi” diri,jenis dan lingkungannya, sebab jika tidak akan kacau. Melarang merokok harus difikirkan dampaknya, akan lebih bijaksana “merngatur”nya agar terjadi keseimbangan antara fanfaat dan kerugiannya.
Saya sangat kagum atas obsesi eyang, mengurangi asap rokok dengan menciptakan rokok sejuk sehingga dunia tak dipenuhi asap rokok, melainkan berlimpahnya gas yang essensial (sejenis oksigen).
Saya ingin baca tulisan eyang yang berjudul Kharma yang mengisahkan keluarga Haji Rock&Roll yang memiliki dua putra, yang seorang akan menghabisi rokok sedangkan yang lain ingin memprosduksi rokok yang tak menjadikan polusi. Apakah tulisan itu sudah diterbitkan menjadi buku?

disini saya tidak melihat dengan jelas pernyataan penanya yang secara jelas bilang ROKOK BERMANFAAT, yang ada “Menurut eyang rokok bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi mendatangkan pajak disisi lain menimbulkan polusi.”

itu artinya, anda sendiri yang mengeluarkan pernyataan itu, oom…
masa memindahkan tanggungjawab kepada orang lain?
hehe

lagipula pernyataan2 PENANYA tersebut sama persis dengan pernyataan anda disini:
http://multiply.com/mail/message/srisariningdiyah:notes:1501
ketika menanggapi tulisan saya…
masa saya tidak bisa menilai dari tulisan anda, oom?
apa anda pikir semua orang tidak bisa berpikir seperti anda?
ohiya, memang kami tidak secerdas anda, tapi kami bukan orang2 yang dengan seenaknya membuat pernyataan bahwa ROKOK BERMANFAAT

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 28, ’11
@enkoos: Tuhan YME itu menyediakan segalanya, dan memberikan kesadaran kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri sendiri. Tak mungkin manusia membuat rokok maupun mobil, demikian juga menghasilkan kentut dan pipis, sebab semuanya menggunakan yang disediakan oleh Nya, cuma prosesnya yang berbeda.
Kalau Tuhan YME tak memberikan bekal kesadaran kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri,jenis dan lingkungannya alam semesta ini akan menjadi kacau balau. Semua yang terjadi di alam semesta ini, termasuk rokok,mobil,kentut,pipis adalah ulah ciptaanNya, namun pasti atas izin Nya. Tuhan YME mermberikan piihan: untuk patuh kepada Nya dengan janji akan memperoleh kebahagiaan abadi atau menuruti “kehendak masing-masing” karena Tuhan YME telah memberikan kesadaran kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi dirinya dan Dia telah menyediakan segalanya yang boleh dimanfaatkan sepanjang berani menanggung risiko akibat pemanfaatan itu. : Rokok,mobil,kentut,pipis itu……………bahannya sama yaitu quantum (dalam TM Keseimbangan energinya adalah 0). Disamping quantum saya menghidupkan teori lama, teori eter yang saya remajakan sebagai paket eteric (Keseimbangan energinya #0). Saya bukan sombong melainkan menginformasikan bahwa Tuhan YME bukan asal-asalan dalam menciptakan sesuatu, sehingga manusia menjadikan Tuhan YME sebagai keranjang sampah, misalnya mengatas namakan Tuhan YME untuk sekedar melempar tanggung jawab atas perbuatannya. Contohnya banyak sekali , misalnya perceraian, nasib buruk, ketidak adilan, berlakunya kejahatan……………..Mengapa hal yang jelas bertentangan dengan keyakinan kita terhadap keberadaan dan kebesaran Nya diizinkan? Jawabnya” Kemampuan manusia itu sangat terbatas untuk dapat mengerti fenomena alam semesta apalagi Sang Penciptanya. Pandangan yang menganggap semua yang terjadi adalah atas kehendak Nya harus diubah menjadi semua yang terjadi adalah ulah ciptaan Nya namun pasti telah mendapatkan izin Nya. Sekali lagi karena Tuhan YME telah menyediakan segalanya dan memberikan kesadaran untuk mengurusi diri,jenis dan lingkungannya, maka manusia harus ditata oleh manusia itu sendiri dalam memanfaatkan apa yang tersedia dilingkungannya.
Sebelum menciptakan alam semesta Tuhan YME telah merencanakan dengan seksama dan menyertakan hukum Ekoplogi Universe untuk mengaturnya, cukup dengan satu sentuhan awal terciptalah alam semesta sesuai dengan rencana serta hukum yang mengaturnya, maka berkembanglah alam semesta dan isinya lewat proses evolusi dan revolusi.
Kalau kita sekarang dapat menikmati Dunia Maya lewat komputer.dan multi media, berkomunikasi jarak jauh, semua bermula dari upaya manusia dalam memanfaatkan tiga prinip trilogi perlistrikan, yaitu tahanan listrik (R), kapasitor (C) dan induktor (L). . Rokok,mobil adalah hasil tehnologi pengolahan materi, sedangkan kentut dan pipis adalah hasil bio kimia yang dapat “ditiru” oleh manusia, untuk keperluan tertentu misalnya pengobatan. Nah, mungkinkah unsur-unsur yang ada dalam tembakau dimanfaatkan untuk keperluan yang tak merugian? Mungkinkah rokok yang menyebabkan polusi dijadikan ramah lingkungan? Itulah tugas manusia untuk “mengatur” kehidupannya, menjadikan sesuatu yang tak bermanfaat menjadi bermanfaat, kurang bijaksana sikap apriori ingin melenyapkan sesuatu yang dianggap merugikan, sebab mungkin saja suatu saat yang merugikan itu dibutuhkan.
Sejalan dengan itu manusia berusaha memanfaatkan semua yang disediakan Tuhan YME untuk memperpleh kenikmatan hidup (termasuk merokok, menyaksikan TV, membuat sarana komunikasi, membuat kentut, membuat pipis tiruan………..dll.
Bukankah semuanya telah diizinkan Nya? Tanpa izin Nya tak mungkin semua itu terjadi? Mengapa di izinkan? Itu bukti bahwa Dia telah merencanakan, menyediakan semuanya,memberikan kesadaran kepada setiap ciptaannya untuk mengurusi diri,jenis dan lingkungannya.
Semoga anda mengerti yang saya informasikan lewat Teori Som Wyn. Boleh percaya atau tidak………………saya tidak merokok karena saya sadar bahwa merokok itu tak ada manfaat bagi diri saya, tetapi saya juga sadar bahwa banyak yang memerlukan rokok, marilah kita buat mereka sadar bukan melarang, apalagi……. menggunakan “senjata” yang teramat mengerikan, misalnya mengkafirkan atau memurtatkan mereka yang belum sadar akan manfaat dan mudarat merokok, disamping itu para ilmuwan harus berupaya untuk menjadikan kebiasaan merokok yang tak menimbulkan polusi lewat research tembakau dan produksi rokok sejuk.
Sesuatu yang aneh: seorang perokok melarang anaknya merokok. Kalau seseorang tak menginginkan anaknya merokok, dia sendiri seharusnya tidak merokok.
Haji Dangdud atau Haji Rock&Roll adalah seorang pengusaha rokok yang sukses dan banyak beramal, diantaranya membeayai research tembakau dan produksi cool smoke, tetapi dia sendiri levbih suka berolah raga, menikmati musik ketimbang menghisap rokok.
Marilah kita angket: siapa orang tua yang menginginkan anaknya menjadi perokok dan berapa persen orang tua yang menginginkan anaknya tak merokok. Kalau banyak yang tak mengingkan anaknya merokok, dapat diprediksikan kebiasaan merokok akan semakin berkurang, asal orang tuanya menggunakan sistem pendidikan: Ing ngarso asung tulada, ing madia mbangun karsa, tut wuri handayani. Kalau guru dan dosen merokok, dapat diprediksikan murid dan mahasiswanya ikut-ikutan merokok.

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 28, ’11, edited on Jul 28, ’11

Kalau Tuhan YME tak memberikan bekal kesadaran kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri,jenis dan lingkungannya alam semesta ini akan menjadi kacau balau. Semua yang terjadi di alam semesta ini, termasuk rokok,mobil,kentut,pipis adalah ulah ciptaanNya, namun pasti atas izin Nya. Tuhan YME mermberikan piihan: untuk patuh kepada Nya dengan janji akan memperoleh kebahagiaan abadi atau menuruti “kehendak masing-masing” karena Tuhan YME telah memberikan kesadaran kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi dirinya dan Dia telah menyediakan segalanya yang boleh dimanfaatkan sepanjang berani menanggung risiko akibat pemanfaatan itu. : Rokok,mobil,kentut,pipis itu……………bahannya sama yaitu quantum (dalam TM Keseimbangan energinya adalah 0). Disamping quantum saya menghidupkan teori lama, teori eter yang saya remajakan sebagai paket eteric (Keseimbangan energinya #0). Saya bukan sombong melainkan menginformasikan bahwa Tuhan YME bukan asal-asalan dalam menciptakan sesuatu, sehingga manusia menjadikan Tuhan YME sebagai keranjang sampah, misalnya mengatas namakan Tuhan YME untuk sekedar melempar tanggun

tanpa diberitahu orang sudah bisa mengetahui kog bahwa hal2 yang oom sebutkan walaupun menyakitkan ada manfaatnya, ada hukum keseimbangan alam yang bermain, tapi bukan dengan memberi label “bermanfaat” sehingga orang yang belum mengerti akan menerima mentah2… coba anda bayangkan tulisan anda ini dibaca seorang perokok pemula, yang melihat “seorang tua pintar ilmuwan saja bilang kalau rokok bermanfaat kog!” apakah anda bukan malah menyesatkan namanya?

yang menilai orang sombong atau tidak sepertinya orang lain, bukan diri sendiri, oom…
kalau diri sendiri sih pasti maunya bilang “saya tidak sombong”, hehe saya juga pasti maunya begitu, tapi saya juga masih tahap sombong kog, saya akui… tapi mudah2an saya bukan orang yang selalu mengatasnamakan Tuhan untuk melempar tanggungjawab…

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 28, ’11
Sedikit tentang tulisan saya yang berjudul Kharma, yang kini masih berupa nafkah dalam ketikan konvensional, satu diantara episodenya adalah Cool Smoke, atau Fresh Essential Gass (FEG).
1. Haji DD alias haji R&R adalah pengusaha rokok sukses, dia seorang Haji yang kontroversial, diantaranya cuma punya seorang istri walau memungkinkah menikah/beristeri lebih dari satu hingga DD hanya dianugrahi dua orang anak lelaki, namanya X yang kuliah di Alazar mendalami agama Islam dan bercita-cita untuk menjadi seorang urstad, dan Y yang kuliah di Bremen dalam bidang research tanaman. .
2. Menjadi pengusaha rokok adalah pilihannya, walau dia pernah melanglang ke berbagai negara mempelajari ilmu agama. Dia faham sekali ayat-ayat suci yang menurut DD dapat ditafsirkan sesuai dengan kebutuhannya. Menurut penafsiran DD segala sesuatu harus difahami tentang manfaat dan mudorotnya, sehingga beranggapan bahwa mendirikan pabrik rokok banyak manfaatnya, misalnya memberikan pekerjaan kepada banyak orang, mendapatkan rezki secara halal walau disadari bahwa merokok lebih banyak mudorotnya ketimbang manfaatnya bagi siperokok, namun dapat “diimbangi” dengan memberikan zakat kepada fakir miskin, banyak beramal bagi masyarakat.
3. Bagaimana paska kuliah diluar negeri ? Kedua anaknya yang berlatar pendidikan sangat berbeda jelas menjadikan masalah, tetapi DD tak gentar dalam menghadapinya. Dia memberikan kesempatan kepada masing-masing anaknya untuk menjadi dirinya sendiri, bukan bayang-bayang orang tuanya. Dia memberikan dasar yang kuat: Perbedaan harus disyukuri sepanjang tak menjadikan pangkal sengketa.
4. X menjadi urstad yang sangat disegani, karena selalu membawa kesejukan bagi umatnya, Y juga disegani dalam bidang penelitian, sebab berusaha untuk menjadikan sesuatu yang tadinya merugikan menjadi bermanfaat. Banyak tanaman memiliki kandungan nabati yang “tajam”, artinya jika keliru penggunaannya menjadi sangat berbahaya, misalnya ganja,opium………..dan tembakau, namun sesuatu yang tajam itu jika dimanfaatkan dengan benar sangat efisien dan efektif, misalnya sebagai bahan pengendalian hama dan obat-obatan yang alami (herbal).

itsmearni
itsmearni wrote on Jul 28, ’11
Eyang….salam kenal
*ikutan panggil eyang, karena di atas penulis menyebut dirinya eyang*

saya cuma mau cerita
semalam saya mau naik ojek menuju rumah
kebetulan dipangkalan ojek itu, tukang ojeknya bergiliran mengangkut penumpang
Nah, saat saya mau naik pas giliran seorang pemuda yang sibuk klepas klepus dengan rokoknya
Saya tidak mau naik ojek dia, saya memilih tukang ojek lain yang tidak merokok
Saya bilang “saya mau naik ojek tanpa bonus asap rokok”
Sudah bilang begitupun dia malah ngeyel “Nanggung bu, bentar lagi juga mati rokoknya udah tinggal dikit lagi”

Gila tu orang
Saya sudah cukup menghirup racun dari udara yang tercemar polusi lewat NAFAS
bayangkan klo saya jadi naik ojek dia, posisi saya dibelakang, dia klepas klepus didepan saya
dalam perjalanan tentunya asap rokoknya buat saya
aih, enak aja…. dia yang ngerokok saya yang dapat asapnya dan itu lewat NAFAS

Masa iya, gara-gara tidak bersedia menghirup asap rokok dia lantas saya tidak boleh bernafas
untuk meluluskan para prokok agar bebas merokok lantas mengorbankan hak asasi paling hakiki pemberian Tuhan yaitu bernafas?

ckckckck
jujur aja, saya kaget dan sedih baca judul jurnal ini
:-((((

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 28, ’11, edited on Jul 28, ’11
buktikan dahulu penelitian anda, baru anda boleh nyatakan rokok bermanfaat…
bukan “belum terbukti sudah menyombongkan apa yang belum terbukti”, oom…

semua manusia saya kira mempunyai pengalaman hidup masing2 yang penting dan bermanfaat bagi orang lain, dan pengalaman penting dalam kehidupan oom ibnu yang dibagi dalam bentuk tulisan disini bagi saya sungguh bermanfaat untuk memperluas wawasan dan pandangan… tapi mungkin oom juga bisa tahu dari pengalaman hidup juga, sebagai yang lebih sangat senior dibanding kami-kami ini, bahwa ada hal-hal baik dan buruk yang berlaku di masyarakat, dan bila kita sengaja mengeluarkan statement untuk memancing kontroversi dimana semua orang juga tahu apa makna yang terkandung dari sebuah kalimat, maka kita bisa menilai cara berpikir orang yang mengeluarkan statement tersebut, karena tidak ubahnya tulisan kita ini kan curahan dari hati yang paling dalam… apalagi dengan kokoh kita bertahan membela pendapat kita, tentu sudah disertai pemikiran yang sangat dalam… tapi kalau pendapat tersebut artinya sudah bertentangan dengan pola positif yang berlaku pada umat manusia, tidak lain tidak bukan hanya sombong yang kita punya dalam diri ini…

saya bisa mengerti secara garis besar apa maksud anda, tapi bukan tidak mungkin banyak pemuda-pemudi kita yang masih labil dalam mencerna suatu masalah dengan mentah2 tanpa pertimbangan lain, membaca tulisan anda ini, dan pernyataan “BERMANFAAT” pada rokok itu bagi saya sungguh berbahaya, dan terutama menyakiti perasaan orang2 yang sudah sangat dirugikan oleh rokok dan asapnya, apapun penjelasan anda… intinya sih menurut saya, anda sombong sudah pamer penelitian yang belum terbukti hasilnya bahkan mengeluarkan statement berbahaya, dan semua orang juga tahu kalau ada hukum keseimbangan alam, hal2 yang jelek2 juga ada manfaatnya, tapi manfaat buat siapa itu yang menentukan toh… anda juga sudah berlindung di balik topeng “penanya” untuk menghindari tuduhan mengeluarkan statemen tersebut… saya hanya mengingatkan saja oom, sebagai bahan pertimbangan, diterima atau tidak…

terima kasih sudah berbagi disini.

subhanallahu
subhanallahu wrote on Jul 28, ’11
*pasang bom rokok ^_^

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 28, ’11
Saya ini cuma membaca dari kenyataan yang terjadi disekitar saya yang mnggetarkan batin saya, lalu berfikir untuk kemudian diyakini kebenarannya (menurut diri saya), lalu saya mencoba mengekposdenya sebagai suatu informasi yang tak menjanjikan sesuatu, kalau bermanfaat silakan pakai, kalau tak bermanfaat buang saja.
Tak ada yang dapat saya sombongkan, tetapi saya akui tulisan saya sering dikhawatirkan memiliki dampak negatif bagi kemapanan atau memberian reaksi terhadap upaya “membela” kemapanan yang akan dirombak secara revolusioner sehingga menimbulkan kegoncangan sosial yang sering sekali tak terfikir akibatnya. Saya berusaha menawarkan teori alternative, misalkan Teori Minimalis sebagai jendela meneropong dan mengamati alam semesta dan isinya.
Saat ini ilmu pengetahuan memandang isi alam semesta hanyalah materi yang bermassa, dibagi-bagi menjadi bagian yang lebih halus sehingga timbulah teori atom dengan berbagai model atomnya. Dadahulu atom dianggap bagian terkecil dari materi, kemudian ternyta atom terdiri dari bagian yang lebih kecil yaitu partikel sub atomic yang disebut inti atom dan elektron. Ternyata inti atom terdiri dari bagian yang lebih kecil lagi, demikian juga elektron. Inti atom bahkan dapat dipecah menjadi energi yang dinyatakan oleh Formula Einstein E=mc2.
Saat ini ini para ilmuwan fisika berupaya untuk menyatukan mekanika kwantum dengan teori relativitas untuk menjadikannya satu teori yang dapat menjelaskan fenomena alam semesta dengan sebuah teori yang dinamakan Theory of Every thing. Saya berusaha mengkritisi Teori Relatifitas, bukan bermaksud “meruntuhkannya” melainkan memberikan gagasan/opini bahwa waktu tak mungkin diperlambat, dihentikan apalagi diputar balik. balikkan, sebab yang dapat dipercepat,diperlambah atau dihentikan adalah adalah sebuah proses sehingga saya berani menyatakan ada sebagian Teori Einstein masuk akal tetapi ada yang tak masuk akal. Dermikian juga saya mengkritisi Teori Evolusi Darwin dan menyatakan bahwa disetiap bagian dan isi alam semeasta ini melakukan evoulsi dan revolusi. Proses yang lambat dan membutuhkan waktu panjang disebut evolusi yang berlangsung dengan cepat dinamakan revolusi. Jadi jelas; bukan waktu yang dapat dipercepat maupun diperlambat, melainkan suatu proses (perubahan).
Anak saya, Ir Sigit Setia Prabawa, seorang pengagum Einstein sangat berseberangan dengan saya dan menuduh saya sombong karena berani “mengkritisi” pandangan Einstein, saya diminta mempelajari Teori Relativitas. Saya mencobanya, namun saya tetap tak dapat memahami. Saya lebih memahami Hukum Newton sehingga saya akui bahwa saya adalah seorang Netonian yang boleh saja dikatagorikan ketinggalan zaman.
Yang belum terpecahkan dalam Hukum Newton adalah “dari mana timbulnya massa, sedangkan Teori Einstein sanggup “menjelaskannya” dengan konsep dimensi ruang waktu, konsekensinya adalah waktu dapat dipercepat,dipeerlambat maupun diputar balikkan. Inilah yang tak dapat saya fahami karena tak sesuai dengan kenyataan. Saya menyatakan bahwa jika manusia sanggup membuat Mesin Waktu, yang dapat memperlambah waktu,menghentikan waktu apalagi memutar balikkan waktu maka apa yang kini dapat disajikan dalam Dunia Maya yang berazaskan IT dapat diwujutkan dalam kenyataan, misalkan kita dapat meraba,mencium…………..merekas yang telah menjadi bangkai karena dapat kembali hidup. Dunia Maya saat ini hanya sanggup menyajikan audio visual.
Anda pasti sependapat dengan mereka yang menuduh saaya somong dan omong kosong, sebab saya tak sanggup membuktikan teori-teori saya. Itulah sebabnya saya berlindung dibawah naungan Teori Informasi, sebab kenyataannya sebuah informasi tak perlu dibuktikan kebenarannya oleh si pemberi informasi. Yang menerima informasi berhak, bahkan berkewajiban untuk memilih informasi yang dibutuhkan. Sangsi terhadap sumber informasi adalah tak lagi dipercaya jika informasikan sesuatu yang “merugikan” sipenerima/si pengguna informasi itu, sebaliknya agar tak dirugikan sipenerima informasi berhak dan berkewajiban memilih suatu informasi.
Memang, informasi dapat menjadikan anak-anak yang belum sanggup membedakan antara yang bermanfaat dan yang mudorot, itulah kewajikan dan hak orang tua dan pendidik untuk memberikan tauladan baik, berkarya yang tak hanya menyediakan makanan jasmani, tetapi juga rohani baik melalui keyakian (agama) maupun fikiran (ilmu pengetahuan). Hidup ini sangat komlicated, masing-masing memiliki kepentingan sehingga diperlukan hukum buatan manusia untuk mengaturnya. Saat manusia masih takut pada akibat dosa agama sangat efektif untuk mengatur kehidupan bermasyarakat manusia, tetapi kanyataannya bagaimana?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 28, ’11
@ismiarni ytc: Cucu benar-benar sanggup “mengurusi diri sendiri” dengan memilih tak masuk dalam “neraka asap”.Cucu pasti dengan ungkapan: Zaman edan ora melu edan ora keduman, tetapi cucu memilih tak ikut-itkutan edan, buksinya…………memilih bernafas dalam udara sehat/bersih agar tetap dapat bernafas lega dari pada dipaksa tak bernafas akibat polusi udara.
@.Srisariningdiyah: Saya akui, sebelum saya masukkan dalam tanya jawab, saya telah “mencampuri” mertanyaannya agar saya sanggup menjawabnya. Seringkali saya sendiri tak paham secara persis apa yang dimaksud oleh si penanya, sehingga terlebih dulu harus saya tafsirkan. Saya kagum atas kejelian anda, Syukurlah jika anda dengan jujur mengakui kesombongan anda, semoga tak menjadikan kebiasaan, sesekali kita perlu sombong tetapi tanpa disadari dapat menjadikan benar-benar sombong.
Saya merasa tak ada yang dapat saya sombongkan, tetapi banyak yang menuduh saya ini sombong. Ada yang menyindir saya: Kalau dibaca dari belakang kata Bung Som akan menjadi Som Bung alias Som bong. Orang lain boleh menilai apa saja terhadap diri saya, misalnya anda “menganggap” saya sebagai seorang ilmuwan, padahal jelas saya ini cuma tukang kotak katik. Ada yang menilai saya seorang paranormal atau ahli ilmu klenik, padahal saya merasa seorang yang rasional sekaligus irrasional, alias abu-abu, tidak hitam dan tidak putih.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 28, ’11
@sdr erikoos:
Anda meminta saya membandingkan rokok dengan mobil:. Coba fikir: berbahaya mana asap rokok dengan asap mobil yang sama-sama buatan manusia yang bahannya sudah jelas ditediakan oleh Tuhan YME.
Kalau mesin mobil dapat dibuat ramah lingkungan, mengapa rokok tak diupayakan menjadi ramah lingkungan? Manusia itu dikaruniai batin yang lembut/peka ,pancaindra yang sangat terbatas, fisik yang lemah dan angan-angan atau mimpi.Kelebihan manusia adalah kemampuan berfikirnya, sehingga dengan kerja keras dapat mewujutkan angan-angan atau impiannya. jadi……….. berilah kesempartan dan sarana agar manusia dapat semakin menikmati kehidupan yang teramat pendek ini. Ramah lingkungan saat ini masih sekedar angan angan, bahkan mimpi, tetapi…………….. manusia harus berusaha untuk mencapainya. Penelitian membutuhkan biaya sehingga tak mungkin menghasilkan sesuatu dalam sekejap.
@subhanallhu. Apa yang anda maksud dengan bom rokok? Apakah bom rokok itu dapat menjadikan orang takut merokok? Atau anda sekedar menakut-nakuti perokok agar tak merokok lagi? Yang membuat bom rokok akan terlibat dalam kegiatan terorisme, sebagai halnya bom buku.
Kalau sistem pendidikan kita kembali pada motto: Ing ngarsa asung tulada, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani yang sangat sesuai dengan falsafah Pancasila kita tak usah khawatir akan hari depan anak cucu kita akibat polusi budaya manca/asing yang lebih berbahaya dari asap rokok. Caranya: Jadilah suri tauladan, berikan pendidikan sesuai dengan budaya kita sendiri, bukan sekedar ikut-ikutan, namun tetap bersikap terbuka bagi budaya baru yang mendatangkan manfaat bagi diri , jenis dan lingkungan kita.

srisariningdiyah
srisariningdiyah wrote on Jul 28, ’11
ya ya ya…
tetaplah sombong oom, tetap cemangat!

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 28, ’11
Terima kasih!

subhanallahu
subhanallahu wrote on Jul 28, ’11
hehe… bom rokok itu trademark aja Pak… :-b

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 29, ’11
Saya sendiri tak tahu manfaat merokok sehingga tak tertarik merokok, tetapi saya membaca dari yang gumelar disekeliling saya dan hati saya tergetar mengapa “banyak” orang merokok, sehingga saya bertanya kepada mereka, berbagai alasan mereka.
1. Seorang seniman menyatakan bahwa saat menikmati rokok timbulah “ilham” untuk menciptakan karya seninya.
2. Seorang pakar mathematika menyatakan bahwa dengan merokok fikirannya menjadi “jernih” sehingga dapat menyelesaikan soal-soal mathemastika yang rumit.
3. Pekerja saya (tukang batu) kalau tak merokok mengantuk, tubuhnya lungkrah..
4. Teman saya yang urstad menyatakan saat menikmati rokok dia semakin meyakini kebesaran Allah.
5. Teman guru banyak yang merokok walau ada larangan guru merokok di sekolahan apa lagi didepan klas, dia berusaha berkucing-kucingan, sebab kepala sekolahnya juga merokok saat dikamar kecil. Alasannya? Macam-macam: kalau tak merokok katanya gampang marah, mengantuk, keluar keringat dingin…………….
6. Sopir: kalau tak merokok kehilangan konsentrasi karena mengantuk.
Pokoknya anda boleh coba lakukan research mengapa seseorang tetap merokok walau jelas sangat berbahaya bagi kesehatannya dan mengganggu lingkungannya.
Menurut saya merokok menimbulkan kecanduan, sehingga sudah sepantasnya dilarang oleh agama maupun etika bermasyarakat. Yang jelas Tuhan YME mengizinkan nya, sebab mereka berani menanggung risikonya. Sekarang lingkunganlah/masyarakat yang harus mengatasi masalah itu dengan membuat tatanan hukum sehingga kebiasaan merokok dapat “dikurangi” atau dihilangkan. Penguasa dapat membuat peraturan, tetapi apa artinya jika tak disertai sangsi dan sangsi itu dijalankan secara konsekwen. Bukan rahasia lagi kalau penguasa memperoleh manfaat dari rokok sehingga bersifat/berlaku munafik.
Saya lalu berfikir: kalau mobil dapat dibuat ramah lingkungan, mengapa rokok tak dapat dibuat ramah lingkungan? Sebagain pajak/cukai rokok seharusnya digunakan untuk melakukan penelitian dalam mengupayakan agar rokok menjadi ramah lingkungan, sementara itu kebiasaan merokok harus dikurangi tanpa menggantungkan pada penguasa yang jelas plin-plan dalam mengurangi kebiasaan merokok. Bagaimana caranya?
1. Menyadarkan akan arti filosofi: setik eding atau take and give (genti genten). Satu contoh adalah hindari asap rokok dengan menghindari mereka yang merokok, biarkan mereka tahu bahwa merokok menjadikan mereka ditinggalkan. Misalnya sopir angkot, atau ojek yang merokok seenaknya jangan diberikan nafkah. Sebaliknya penumpang yang merokok menjadi kewajikan sopir untuk mempersilakan turun, sebab jika tidak, maka tak akan mendapatkan penumpang yang tak mau diracuni oleh asap rokok.
2. Sediakan gerbong khusus bagi para perokok agar mereka tahu betapa susahnya dikucilkan dan hidup dalam neraka asap rokok mereka.
3. Para cewek jangan mau memiliki pacar perokok, biarkan mereka mencari perepuan yang sama-sama perokok.
4. Dosen dan guru harus dapat menjadi suri tauladan, meninggalkan kebiasaan merokok atau meninggalkan profesinya jika tak bersedia berkorban demi kebaikan anak didiknya.
5. Tukang yang mengantuk dibiarkan tidur dan tak akan menerima upah, sebab bekerja sambil merokok “mengurangi”/mengkorup waktu kerjanya, disamping berbahaya atas keteledoran “lupa” mematikan puntung rokoknya.
6. Para istri jangan biarkan suaminya menjadi perokok, sebab sebagian penghasilannya harus dipakai untuk membeli rokok.
7. Seorang ayah yang merokok menjadikan anaknya ikut-ikutan merokok, sehingga menambah jatah rokoknya . Kalau tak diberikan uang rokok anak itu akan melakukan perbuatan-perbuatan tercela demi membeli rokok. Seorang ayah yang baik pasti tak menginginkan anaknya berbuat yang tercela. Inilah yang harus segera disadari oleh seorang ayah dan rela berkorban meninggalkan kebiasaan merokok demi kebaikan anak dan keluarganya.
8. Merokok merupakan kebiasaan yang mula-mula sekedar ikut-ikutan atau coba-coba, Saya kapok merokok karena saat pertama kali menghisap rokok milik kakak, merasakan betapa “tersiksanya” mengisap rokok klembak menyan.. Saya tak tahu apakah itu disengaja atau secara kebetulan akibat keteledoran kakak.
9. Anak sulung saya , Dra Ir Ertis Yulia Manikam, yang bekerja di lingkungan para seniman di TMII tak akan bersedia berurusan dengan seniman yang sedang merokok. Dia menyediakan tas kresek untuk “menampung” asap rokok mereka yang membandel; tas yang berisi asap itu boleh dibawa pulang agar asap rokoknya dihisap lagi untuk mendapatkan inspirasi dalam berkarya. Alasannya: tak butuh pasokan asap, yang dibutuhkan karya sang seniman.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 29, ’11
Ketika menerima giliran pos ronda saya menyediakan kacang rebus untuk mengurangi aktivitas merokok, mereka yang ingin merokok tahu bahwa tuan rumah tak merokok sehingga jika akan merokok tanpa diminta keluar dari ruangan. Agaknya ada yang tak tertarik dengan kacang rebus sehingga membawa kartu dan asyik bermain remi.
Dirumah pak Joesac MR terpampang tulisan : NO SMOKING, tetapi teman-teman tetap saja mengisap rokok diruangan itu. Saya tunjukkan peringatan/larangan merokok itu, tetapi Kokung (cucu pak Joesac) bergumam: “Ah itu cuma basa-basi” Saya yakin kalau pak Joesac masih ada (kini telah wafat) hal itu tak akan terjadi, sebab beliau adalah pecinta lingkungan.
Agaknya Kokung sadar telah mengabaikan/peringatan eyangnya, maka sejak itu ruangan yang ada peringatan dilarang merokok itu tak digunakan lagi untuk menerima tamu/post ronda, agakanya demi menghormati eyangnya.
Beberapa orang tetap merokok seenaknya saat berkumpul bersama, mula-mula saya memilih duduk diluar, kemudian saya jarang datang dengan alasan sudah tua. Sesekali saya datang sekedar “menyetor uang arisan” untuk meringankan yang mendapat giliran post ronda. Saya tahu untuk sementara saya akan “terasing” akibat menghindari asap rokok, tetapi itulah cara saya untuk mengurusi diri saya agar tak dirugikan dan tak merugikan orang lain. Semoga mereka masih bersedia menjadikan rumah saya sebagai post ronda sehingga saya tetap diakui sebagai “sesepuh” yang memberikan tauladan untuk mengurangi kebiasaan merokok.

subhanallahu
subhanallahu wrote on Jul 29, ’11
Tuh, kan saran-saran Pak Ibnu bagus kok, jangan apriorri dulu 🙂

Pak Ibnu, klo kita samakan rokok dengan narkotika, maka sifat adiktif atau ketagihannya sama. Gejala sakaw juga terjadi pada perokok, sehingga seperti yang Pak Ibnu bilang kenapa beberapa jenis orang yang Bapak contohkan di atas tidak bisa bekerja kalau mereka tidak dapat doping rokok. Inilah sebenarnya suatu bentuk sakaw yang berbahaya dan sangat menipu para perokok. Untuk inspirasi yang sesaat mereka akhirnya tidak sadar bahwa akibat akhir dari rokok akan menyebabkan meraka seperti jatuh ke jurang yang amat dalam, prestasi mereka itu tidak akan ada artinya setelah tubuh mereka tidak bisa beradaptasi lagi terhadap pengaruh buruk rokok. Akhirnya uang dan kebahagiaan mereka, hasil dari inspirasi dan prestasi itu akan digerogoti oleh rokok itu sendiri.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jul 30, ’11
@ subhanallahu
Saya tak pernah ber hubungan langsung maupun tak lansung dengan narkoba ataupun merokok, saya bertanya pada mereka atas dasar kenyataan banyak yang jatuh dalam jurang itu, sampai-sampai ada yang memilih tak bernafas jika dilarang merokok. Saya sendiri tak percaya dengan pernyataan yang “bombastis ini”, namun kenyataannya sangat sulit “menyadarkan” mereka, sampai-sampai saya minta membuktikan nya. Cobalah tak bernafas satu jam, lalu cobalah tak merokok satu jam. Kata mereka: saya berusaha membunuh mereka dengan mencoba tak bernafas. Nah bukankah lebih baik mencoba tak merokok dibanding mencoba tak bernafas?
Katanya anda tinggal disekitar Monjali (Yogya), datanglah ke kampung saya (Mesan), boleh ditanyakan pada teman-teman sekampung saya bagaimana sikap saya dalam bergaul dengan para perokok.

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s