Mbah Somo pembohong besar!

Pertanyaan: Pancasila akan menjadi pemersatu dunia? Bangsa ini masih ada pada abad ke 30?
Hoax ,ha,ha………. simbah mimpi disiang bolong,alias pembohong besar! Coba sadar mbah, jangan terlalu banyak minum tuak! Teori-teori simbah……… omong kosong, kecuali jika simbah sanggup memberikan bukti. Kalau tak dapat membuktikan artinya simbah menipu kami, membodohi kami. Simbah ingin menjadikan kami sebagai generasi pembohong, karena simbah : Ing ngarso mbangung kebohongan, ing madio omong doang, tut wuri hanggrogoti.

Jawaban: Terima kasih cucu mau membaca tulisan-kulisan simbah, semoga cucu semakin cerdas dan tak mudah “dibohongi”.
Simbah bertanya: Apakah yang belum  dapat dibuktikan itu bohong? Menuduh orang bohong itu hukumnya  harus sanggup membuktikan bahwa tuduhannya itu benar. Mungkin cucu tergolong manusia materialistik yang ingin  serba instant sehingga menuntut bukti nyata, dan seketika.
Simbah akui, bahwa simbah  sering “berbohong” (karena mengatakan sesuatu yang belum dapat dibuktikan kebenarannya atau tak sesuai dengan kenyataan saat ini).Itulah alasannya mengapa  simbah berlindung dibawah teori informatika, bukan dogma agama  maupun axioma  ilmu pengetahuan.
Simbah bangga memiliki cucu yang berfikir sebelum mempercayai (thinking before believing is the way to reality), tetapi setiap kali simbah berpesan : Aja gumununan lan gampang percaya, ning aja gampang maido apa sing durung kok ngerteni.
Cucu boleh mencemooh, tetapi berilah kesempatan waktu untuk membuktikan kebohongan atau kebenaran tulisan-tulisan simbah.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 25, ’11
Apakah cucu sadar-sesadar-sadarnya walau didalam kegelapan hingga tega mencemoohkan filosofi bangsa kita, Pancasila, dan berusaha akan menguburkannya karena ingin menggantikannya dengan ideologi lain yang cucu anggap dapat menerangi dunia sampai hangus terbakar? Apakah cucu ingin bangsa kita tercabik-cabik oleh sengketa , saling menyalahkan karena merasa paling benar sendiri?
Simbah sudah tua, tetapi simbah masih punya kesanggupan untuk menulis (bukan omong). Omong kosong itu jika direkam dapat cucu gunakan untuk pembuktian suatu kebohongan, apalagi tulisan simbah yang diposted di media internet dan tersebar keseluruh penjuru dunia akan menjadi bukti karena merupakan sebuah informasi yang menghubungkan antar ruang dan antar waktu.

bambangpriantono
bambangpriantono wrote on Jun 25, ’11
Ijin menyimak Mbak..

Biasanya orang-orang tut wuri handayani, dituturi malah wani..

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 25, ’11, edited on Jun 25, ’11
Kalau nggak bisa jadi tauladan pantas di waneni cu! Apa lagi kalau ing madia mung bisa janji nggak ditepati, alias ngapusi.
Simbah tak suka nuturi, melainkan membertikan informasi, jadi memang harus dikritisi, bukan dituruti.

husnul70
husnul70 wrote on Jun 26, ’11
yang jelas ideologi pancasila betul2 universal dan bisa diterapkan untuk bangsa manapun karena dasarnya adalah tauhid pernyataan sila pertama “ketuhanan Yang Maha Esa” adalah pernyataan eksplisit pengakuan tentang ketauhidan,
sila kedua ‘Kemanusiaan yg adil dan beradab’ adalah tentang pengakuan terhadap hak asasi bagi seluruh umat manusia / kemanusiaan,
kedua sila tersebut adalah dasar yang kukuh yang dapat diterima bangsa manapun .
sila ke tiga tentang persatuan indonesia menunjukan sebagai bangsa harus bersatu tetapi tidak boleh menyalahi sila ke dua dan pertama, tetap harus menghormati kemanusiaan bangsa lain, dan tetap tunduk pada aturan Tuhan Yang Maha Esa.
sila keempat tujuan dan strategi negara harus ditetapkan dengan musyawarah oleh orang2 yang memiliki hikmah (orang bijak) bukan oleh orang yg nafsu kekuasaan,
sila kelima menjamin keadilan bagi seluruh rakyat dalam satu negara,
Susunan Pancasila sangat indah menjamin hak dari yang paling universal sampai ke pribadi warga negara.
Apakah bangsa lain mengikuti pancasila atau tidak tidak masalah tetapi kita sebagai bangsa indonesia mungkin yg harus pertama2 belajar menerapkannya

tough2slf
tough2slf wrote on Jun 26, ’11
Yang menjadi masalah adalah bahwa para pejabatnya baik di DPR maupun pemerintah tidak melaksanakannya secara konsekwen ———> Omdo

Teori sebaik apapun tidak ada gunanya bila tidak dilaksanakan —-> kumpulan kata kata indah

Pancasila = Puisi

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jun 27, ’11, edited on Jun 27, ’11
Pancasila bukan sekedar puisi, sebab bukan hanya indah namun paripurna,mengandung nilai-nila luhur::
a.estetika = keindahan yang dapat menyentuh bathiniah/ hati nurani, memberi peluang untuk mencapai kebahagiaan abadi, kebahagiaan sementara maupun kenikmatan duniawi.
b.etika = tata krama = dasar perbuatan yang dapat diakes pancaindra, merupakan norma buatan manusia dan diberikan sangsi oleh manusia sesuai dengan hukum tertulis maupun tak tertulis.
c.scientific = masuk akal atau dapat dinalar hingga memenuhi krikeria ilmu pengetahuan, karena bukan merupakan dogma. Pancasila perpandangan jauh kedepan = futuristik bagaikan suatu angan-angan bahkan bagaikan mimpi yang sulit diujudkan, namun masih mungkin diujudkan, sangat berbeda dengan kebahagiaan abadi yang dijanjikan oleh Tuhan YME..
d. realita = hasilnya dapat terakses oleh pancaindra sehingga dapat dinikmati dalam hidup ini , tak menunggu sampai akhir zaman.
d. paralogis = bersifat abu-abu karena terdiri dari spektrum berbagai “getaran” pembawa sinyal: estetika, etika, scientific, realita yang “terekam” dibawah sadar secara holistik, sehingga bagaikan suatu informasi yang harus disikapi secara kritis, bukan sekedar intuisif. Pancasila tak dapat dipaksakan, melainkan diinformasikan untuk diamalkan agar segera dapat dinikmati hasilnya.

Penguasa memang sangat berperan dalam membimbing rakyat Indonesia mengamalkan Pancasila, namun bukan dengan : ing ngarsa: nggolek bala (diantaranya dengan politik uang dan politik iming-iming), ing madia nyebar wisa (menebarkan isue dan mengadu domba rakyat) dan……”tut wuri hanggrogoti (dengan korupsi dan minta upeti).
Rakyat harus waspada, jangan tergiur oleh umpan cacing yang dapat menjadikannya dirinya seperti ikan yang akan dimutilasi lalu masuk kepenggorengan si pengobral uang dan janji.
Penyelenggaraan Pemilu harus berlaku: jurdil, untuk ini jangan biarkan terjadinya kecurangan yang dapat membawa si angkara murka berkuasa walau janji dan juang tak mempan lagi bagi rakyat, tetapi si penyelenggara Pemilu memanfaatkan kesempatan mengeruk uang dan janji dari para peserta yang menempuh segala cara.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s