Pantaskah gagasan pemulung tua diketengahkan ke depan para ilmuwan muda cendekia?

Pertanyaan: Mula-mula saya melecehkan gagasan seorang kakek tua yang bicara masalah Alam Semesta, tetapi ketika seseorang berniat mempertemukan Teori Minimalis dengan Teori Membrane, saya terperangah, lebih-lebih setelah mengikuti pembicaraan meraka. Kakek tua itu telah ketinggalan zaman, sedangkan yang lainnya tidak  berlatar belakang Fisika atau mathematika. Pembicaraan mereka sangat “naif”, tetapi menjadi menarik karena satu dengan yang lain saling menghormati. Menurut mereka terdapat persamaan antara TM dengan T-M, diantaranya menjadikan waktu sebagi dimensi universal, kemudian diikuti oleh dimensi lainnya, misalnya: dimensi x, y, E,U,S,massa,panjang,lebar, tinggi dan z. Jadi menurut mereka dimensi TM yang berlaku di alam semesta adalah 11.  Dimensi yang dinyatakan oleh Teori Membran juga 11.
T-M menyatakan adanya dua jenis dawai, yaitu dawai yang terikat pada membran /dimensi dan dawai lepas yang sanggup menembus membran. TM menyatakan adanya fungsi malar yang tak memiliki nilai batas sehingga tak mungkin diuraikan menjadi fungsi dasar sinusoidal berdasar Deret Taylor. Agar dapat diuraikan menjadi fungsi dasar maka disamping malar harus memiliki nilai batas. Itulah sebabnya TM menginformasikan agar dapat dimengerti maka sebuah fungsi yang malar sebaiknya dipotong menjadi bagian-bagian. Bagian-bagian ini akan menjadi tak berujung lagi jika telah membentuk rantai tertutup.
Lepas dari benar tidaknya  kotak-katik kakek tua untuk “mendekatkan” TM terhadap T-M perlu saya acungi jempol.
Saya menyarankan dia mengekpose tulisan dan gagasannya ke ranah ilmu pengetahuan. Sayangnya: dia merasa minder karena merasa dirinya bukan siapa-siapa.
Saat ini saya masih kuliah, kebetulan bidang saya Fisika dan Mathematika. Saya berniat mendalami gagasan eyang Ibnusomowiyono dan akan membawanya ke ranah ilmu pengetahuan, bukan sekedar informasi.  Semoga eyang mengizinkan.
Jawaban: Terima kasih atas perhatian cucu terhadap tulisan/gagasan saya. Semoga cucu cepat menyelesaikan kuliah  hingga menyandang gelar terhormat dan sanggup membawa ga gasan eyang  ke ranah ilmu pengetahuan.Saya bukan hanya mengizinkan melainkan merestui.
Yang perlu cucu ketahui: eyang ini ibaratnya seorang pemulung, maka TM juga dinamakan Teori Keranjang Sampah. Gagasan dan teori eyang banyak eyang dapatkan dari teori lama, misalnya Hukum Newton, Teori Weber,  Teori Eter, dan filosofi lama. Jadi sebelum membawa ke ranah ilmu pengetahuan cucu harus meyakini kebenarannya setelah difikirkan masak-masak. Apakah pantas gagasan seorang pemulung diketengahkan didepan para ilmuwan muda cendekia?

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 28, ’11
Sedikit koreksi:- z bukan termasuk dalam dimensi Teori Minimalis melainkan dimensi Teori Minimalis Plus karena z bukan energi melainkan soul. Yang termasuk dalam dimensi Teori Minimalis adalah:
1. waktu (t) merupakan dimensi universal/dasar yang berfungsi merubah segala sesuatu dalam universe. Dimensi ini sesuai dengan dimensi dasar/universal fisika. t. Dimensi waktu dinyatakan sebagai dimensi ke 1 Universe.
2. consciousnes (c) merupakan dimensi dasar universal yang hanya dikenal dan diinformasikan oleh TM dan tak dikenal dalam fisika. C berfungsi memberikan kesadaran pada setiap ciptaan Tuhan YME untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya. Tanpa dimensi c maka Tuhan YME harus setiap saat mengatur Universe. Dimensi c dinyatakan sebagai dimensi ke 2 Universe.
3. dimensi Sub Alam Gaib Gaib x = F1(t) yang bersifat supernatural yang merupakan fungsi malar dan tak mimiliki nilai batas. Energi dasar x dapat saling bergabung sesamanya membentuk rantai x yang setiap saat berubah t = 0 s/d t tak berhingga hingga merupakan dawai gaib yang dikemudikan oleh membrane t dan ujung membran x. Bagian dari dawai x dapat “terlepas” hingga merupakan segmen dawai x yang merupakan fungsi x=F1(t) yang malar dan memiliki nilai batas x depan dan x belakang. Segment dawai yang malar dan memiliki nilai batas x depan dan x belakang dapat diuraikan menjadi fungsi dasar sinusoidal menurut Deret Taylor. Agar dapat terbebas dari membran t dan x tak berhingga sehingga “mandiri”, maka ujung depannya dan ujung belakang dari segmen tersambung hingga merupakan rantai tertutup yang tak berujung. Rantai tertutup ini sanggup menembus membrane yang membatassi Sub Alam Gaib sehingga merubah dimensinya. sesuai dengan dimensi Sub Alam Transien. Energi x yang semula dapat bergabung dengan energi sejenis akan berlaku sebagai kutub magnet s yang memiliki sifat saling menolak sesamanya. Rantai tertutup x akan terurai menjadi energi kutub selatan dan berhamburan diwilayah Sub Alam Transien dan bertindak sebagi kutub selatan magnet atau monopole selatan Weber. Dimensi x = F1(t) dinyatakan sebagai dimensi ke 3 Universe.
4. dimensi Sub Alam metafisika (alam fikir), y = F2(t) memiliki sifat suprnatural sebegai mana dimiliki oleh energi gaib x=F1(t) sehingga dapat menghasilkan rantai tertutup y yang juga sanggup menembus membran t dan x untuk memasuki wilayah Sub Alam Transien. Setelah memasuki wilayah baru, dengan dimensi baru, maka y akan memiliki sifat sebagai monopole utara weber. Sesama y akan saling tolak menolak sehingga rantai tertutup y terurai menjadi energi dasar y yang berhamburan di Sub Alam Transien.Dimensi y = F2(t) dinyatakan sebagai dimensi ke 4 Universe.
5 dimensi Sub Alam Transien (E) . Diwilayah Sub Alam Transien sifat x dan y telah berubah sehingga tak mungkin lagi membentuk dawai x maupun dawai y, melainkan dawai E = – x + y. E disebut sebagai dimensi ke 5 dari Alam Semesta.
6. dimensi x yang telah berubah dan memiliki sifat monopole Weber s dikatakan sebagai dimensi ke 6 Universe.
7. dimensi y yang telah berubah dan memiliki sifat monopole utara Weber u dikatakan sebagai dimensi ke 7 Universe.
8. dimensi Sub Pra Natural dan dimensi naturalyang terjadi saat E=0 berdasar FSM E = -x + y sehingga x=y=q =quantum dinyatakan sebagi dimensi ke 8 Universe.. Dalam Sub Pra Natural terbentuklah Unsur Premordial (000). Hal ini disebabkan Tuhan YME menciptakan Bayangan Super Simetri (0-q-q) untuk mengimbangi terbentuknya Energi Fisika (0qq) yang memiliki massa. Pasangan (0qq) dengan (0-q-q) akan menghasilkan Unsur Premordial (000). Unsur Premordial telah merupakan quantum yang memilki energi fisika, namun untuk “sementara” diimbangi dengan Bayangan Super Simetrinya sehingga belum memiliki massa sehingga belum membutuhkan ruang nyata. Unsur Premordian dihimpun dalan Sub Pra Natural yang merupakan s Titik Singular. Hal ini dimungkinkan karena Unsur Premordial belum memiliki massa. Dimensi Sub Pra Natural dinyatakan sebagai dimensi ke 8 Universe.yang kemudian berlanjut pada terbentuknya massa (paska Bigbang), sehingga massa dinyatakan sebagai dimensi ke 8. Unsur Premordial tak lain energi fisika yang belum memiliki massa sehingga belum memerlukan ruang nyata. Bayangan Super Simetri tak memiliki dimensi Universe karena x<0 dan y<0, padahal yang memiliki dimensi adalah x>0 dan y>0
Setelah terhimpun Unsur Premordial cukup dalam wadah Titik Singular, maka Tuhan YME meniadakan Bayangan Super Simetri, sehingga selurut Unsur Premordial (000) secara instant berubah menjadi quantum (0qq). Sesuai dengan Hukum Ekologi Universe maka Titik Singular mengembang dengan sangat cepat akibat tekanan dalamnya sehingga meledak menghamburkan quantum dan quanta kesegenap penjuru Alam Semesta. Inilah yang dinamakan Bigbang versi Teori Minimalis. TM menginformasikan bahwa Bigbang bukanlah nongolnya Titik Singular tanpa diketahui dari mana asalnya melainkan Kelahiran Sub Alam Fisika karena Tuhan YME menghilangkan Bayangan Super Simetri hingga mengembang dan pecahlah Titik Singular yang “telah mengandung” Unsur Premordial melewati proses evolusi alam Semesta kemudian “melahirkan” Alam Semesta secara proses revolusi. Penimbungan Unsur Premordial dalam Titik Singular merupakan proses evolusi Alam Semesta sedangkan Bigbang merupakan proses revolusi Alam Semesta.
Dalam Sub Alam Fisika terbentuk massa yang merupakan dimensi ke 8 Alam Semesta yang membutuhkan ruang nyata, sehingga dibutuhkan dimensi ruang nyata, yang memiliki tiga dimensi.
Dimensi ruang nyata merupakan dimensi ke 9, ke 10 dan ke 11.
Jadi Alam Semesta ini menurut TM memiliki 11 dimensi, sedangkan Sub Alam Fisika merupakan bagian dari Alam Semesta, namun ” seakan” hanya memiliki 5 dimensi, dimensi waktu, dimensi massa dan dimensi ruang nyata. Lima dimensi Sub Alam Fisika ini dikembangkan menjadi dimensi turunan, misalnya dimensi kecepatan dan percepatan, dimensi kepadatan massa, dimensi gaya dan usaha dll. Sebenarnya tak kita sadari kita bukan sekedar hidup di Sub Alam Fisika yang dikuasai 5 dimensi, melainkan hidup di Alam Semesta yang memiliki 11 dimensi sebagai yang dinyatakan oleh Teori Minimalis maupun Teori Membran. Bumi ini bagian dari Alam Semesta sehingga memiliki 11 dimensi.
Perbedaan antara TM dan T-M adalah adanya dimensi c (consciousness). Pada Teori TM Plus ditambahkan satu dimensi lagi,yaitu dimensi non energi (z) yang dapat membedakan antara makluk hidup yang merupakan interaksi vitalistik energi dengan bukan energi dan yang sekedar energi (tak memiliki unsur z).

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 28, ’11
Fungsi Membran sebagai pembatas sekaligua penggerak dawai.
1. Membran tc membatasi Alam Semesta dengan Alam Abadi dan mengendalikan isi Alam Semesta agar masing-masing sanggup mengurusi diri, jenis dan lingkungannya.
2. Membran tx membatasi Sub Alam Gaib dengan Alam Abadi dan Sub Alam Semesta lainnya serta mengendalikan dawai energi x.
3. Membran ty membatasi Sub Alam Metafisika dengan Alam Abadi dan Sub Alam Semesta lainnya serta menggerakkan dawai energi y.
4. Membran tE membatasi Sub Alam Transien dengan Alam Abadi dan Sub Alam Semesta lainnya serta mengendalikan dawai energi E.
5. Membran tq membatasi Sub Alam Fisika dengan Alam Abadi dan Sub Alam lainnya serta mengendalikan dawai energi fisika q.
6. Membran Pra Natural merupakan batas antara Sub Alam Transien dengan Sub Alam Fisika serta menghimpun unsurPremordial untuk persiapan fenomena Bigbang.

Bigbang fungsi dan pengaruhnya.
1. Memberikan energi fisika yang sangat kuat agar sanggup melemparkan matter yang bermassa hingga tersebar memenuhi ruangan nyata di segenap pernjuru Alam Semesta.
2. Menyediakan energi fisika awal yang dibutuhkan untuk proses berikutnya yang berlaku di Sub Alam Fisika. Diantara energi itu adalah energi panas yang menjadikan suhu Alam Semesta sesaat setelah Bigbang sangat tinggi.
3. Bigbang hanya berpengaruh pada Sub Pra Natural dan Sub Alam Fisika. proses di Sub Alam Semesta yang lain tetap berjalan sebagai biasa.
4. Bigbang merupakan proses revolusi Alam Semesta yang berjalan sangat cepat kemudian dilanjutkan dengan proses evolusi yang kadang-kadang disela oleh Small atau Smart bank.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 29, ’11, edited on Aug 30, ’11
FSSW: dimaksud untuk mendekatkan FSM ke formula Fisika sehingga tak memasukkan dimensi consciousness (c). Formula ini seharunya nya x = c1F1(t), y =c2F2(t). c1 adalah dimensi kesadaran x yang bersifat supernatural gaib hingga dapat membentuk dawai x. c2 adalah dimensi kesadaran y yang bersifat supernatural metafisik sehingga dapat membentuk dawai y.
Saat dawai tertutup x dan y memasuki Sub Alam Tansien, maka dimensi kesadarannya akan berubah menjadi c3 dan c4.
Dimensi kesadaran c3 : x akan saling tolak dengan sesama jenisnya sehingga rantai tertutup x pecah dan kembali menjadi x
Dimensi kesadaran c4 : sesama y akan saling tolak sehingga rantai tertutup y akan pecah dan terurai menjadi y.
Formula Supernatural Som Wyn menjadi E = – c3F1(t) + c4F2(T)
Dalam Sub Alam Transien x dan y akan saling tarik sehingga terbentuklah dipole magnet yang memiliki kutub yang sama besarnya (x=y=q) dan dinamakan quantum (0qq) yang telah mengalami keseimbangan prima sehingga E=0, sedangkan dipole yang belum mengalami keseimbangan prima yang memiliki kutub magnet yang besarnya belum sama (karenqa x#y hingga E#0) dinamakan eteric. Quantum akan memasuki fasa Sub Pra Natural dan diimbangi oleh Bayangan Super Simetrinya membentuk Unsur Pemordial( 000).
Dalam Sub Alam Transien akan terdapat x bebas y bebas, dan E#0 (eteric) karena semua E=0 memasuki Sub Pra Natural menjadi Unsur Premordial (000). Kesadaran c3 dan c4 tak memungkinkan terjadinya dawai c1F1(t) maupun dawai c2F2(t). Yang mungkin terjadi adalah dawai baru c5F5(t) yang merupakan dawai eteric E#0.
Paska Bigbang terbentuklah Matter, atau quantum eteric yang merupakan penyatuan dari quantum yang memiliki E=0 dengan eteric yang memiliki E#0. Berdasar MM maka (E=0)*(E#0) = (E=0). Makna dari penyatuan adalah over all (tumpang tidih penuh) eteric terhadap quantum. Jika operator * (penyatuan) bergeser menjadi operator + (penggabungan maka terjadilah kondisi anti matter yang secara MM dinyatakan (E=0) + (E#0) = (E#0). Itulah sebabnya dalam Sub Alam Fisika sangat sulit ditemukan anti matter sebab kondisinya sangat labil, dapat kembali pada quantum eteric (matter) atau terpisah menjadi quantum dan eteric. Anti matter jika berinteraksi dengan matter akan annihilis menjadi STW.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 30, ’11
Paska Bigbang Alam Semesta menjadi terdiri dari: Sub Alam Gaib dimana terdapat dawai gaib c1F1(t), Sub Alam Metafisika dimana terdapat dawai Metafisik c2F2(t), Sub Alam Transien dimana terdapat dawai eterik E#0 yang berupa e = c5F5(t) dan Sub Alam Fisika dimana terdapat dawai quantum (E=0) yang berupa q = c6F6(t).
Disamping itu tetap terdapat x bebas dan y bebas.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 30, ’11, edited on Aug 30, ’11
Dawai e=c5F5(t) maupun dawai q=c6F6(t) yang malar dan berujung pada pasangan membrannya memiliki sifat natural yang dapat terpotong atau melepaskan fragmen dawai yang malar dan memiliki nilai batas sehingga dapat membentuk rantai tertutup yang mandiri dan memiliki dimensi kesadaran c7, c8, c9, c10 dan c11 dan c12
a.Dimensi kesadaran c7 adalah bergabung tumpang tindih atau menyatu sempurna atau over all antara rantai tertutup eteric dengan rantai tertutuo quantum, operator MM nya perkalian (*).
b.Dimensi kesadaran c8 adalah bergabung antar sektor atau over lap antara rantai tertutup eteric dengan rantai tertutup quantum, operator MM nya penjumlahan (+)
c.Dimensi kesadaran c9 adalah terpisah satu dengan yang lain atau membuat jarak/spasi satu dengan yang lain antara rantai tertutuo eteric dengan rantai tertutup quantum. , operator MM nya (:)
d.Dimensi kesadaran c10 adalah saling menghancurkan agar kembali menjadi x dan y. Deminsi dasar setiap energi adalah adalah fungsi dasar sinosoidal x = a1sin (u1+w1t) dan fungsi dasar sinusoidal y = a2sin(u2 + w2t).
e.Dimensi kesadaran c11 adalah komplementasi eteric yaitu bergabungnya rantai tertutup sepasang eteric yang ber komplementasi.
f. penggabungan quantum sehingga matter meningkat massanya:
a. memungkinkan terbentuknya quantum eteric atau matter yang memiliki E=0 berdasar (E=0) * (E#0) = (E=0)
b. memungkinkan terbentuknya anti matter yang memiliki E#0 berdasar (E=0) + (E#0) = (E#0)
c. memengkinkan terjadinya eter bebas yang memiliki E#0 dan quantum bebas E=0
d. memungkinkan anihilis dan mengembalikan eter dan quantum pada energi dasar x dan y, berdasar interaksi matter dengan anti matter.
e. memungkinkan terbentuknya quantum dari eter yang memiliki keseimbangan energi E berkomplementasi berdasar MM (E1#0) + (E2#0) = (E3=0), dimungkinkan jika E1+ -E2.
f. Memungkinkan bertambahnya massa jika terjadi benggabungan matter dengan matter. Ini merupakan dasar dari fenomena fisika.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 30, ’11
Sudut pandang ( perspektif ) Teori Fisika dengan Teori Minimalis.
1 Teori .Fisika bertolak dari pembagian benda menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, ibaratnya membagi bilangan menjadi pecahan. Pembagian tak mungkin menghasilkan nol melainkan mendekati nol.
Teori gelombang dalam fisika memandang bagian terkecil adalah quantum yang tak lain adalah gelombang electro magnet (EMW). Dengan Mekanika Quantum dapat dijelaskan hubungan antra EMW dengan quantum. Mekanika Quantum menjadi dasar dari Teori Fisika disamping Teori Relatifitas. Kedua Teori ini diusahakan untuk dipertemukan dalan Satu Teori yang dinamakan Theory of Everything. Untuk ini dibutuhkan Theory Dawai. Theori ini kemudian diikuti oleh THeory Membran.
2. Teori Menimalis bertolak dari Energi Gaib (x) dan Energi Metafisika (y). Teori Minimalis memanfaatkan Formula Supernatural Modern E = – x + y. Energi Dasar ini dinyatakan oleh Formula Supernatural Som Wyn sebagai gelombang sinusoidal yang dapat menghasilkan quantum saat E = 0 atau x=y=q. TM menginformasikan bahwa gelombang x dapat tyersusun menjadi x = F1(t) dan y =F2t). Atas dasar ini FSM dapat dinyatakan menjadi E = – F1(t) + F2(t).
Teori Minimalis bukan hanya mengenal dimensi t, tetapi mengenal dimensi kesadaran c yang setiap saat merubah sifat x dan y untuk menyesuaikan diri dengan Sub Alam. Jadi Teori Minimalis perlu membagi Alam Semeasta menjadi Sub Alam Semesta yaitu Sub Alam Gaib, Sub Alam Metafisika,Sub Alam Transien, Sub Alam Pra Natural, dan Sub Alam Fisika. Dimensi kesadaran c berubah saat memasuki wilayah Sub Alam yang berbeda.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 30, ’11, edited on Aug 31, ’11
Fisika memandang Alam Semesta hanya terisi oleh matter yang tersusun dari quantum dan EMW ; secarra mikroskopis dijelaskan lewat Teori Mekanika Quantum sedangkan secara makroskopis dijelaskan oleh teori relativitas. Kemudian lahirlah teori anti mater yang dijelaskan juga oleh mekanika quantum.
Teori Minimalis menginformasikan Alam Semesta memiliki Sub Alam diantaranya Sub Alam Fisika. Menurut TM Sub Alam Fisika terisi oleh berbagai jenis energi (energi gaib,energi metafisika,energi transien,dan nenergi fisika
a. : matter yang merupakan penyatuan dari quantum dengan eteric ( secara MM merupaka eteric*quanta ),
b.anti matter yang merupakan kondisi khusus saat eteric bergabung dengan quantum (secara MM eter+ quanta) ,
c. energi dasar x dan y yang berupa fungsi sinusoidal dari variable t, xdasar = a1sin (u1+w1t), energi dasary =a2sin (u2 +w2t)
d. eter yang merupakan rantai tertutup dari eteric,misalnya proton yang bermuatan positip dan dan electron yang bermuatan listrik negatif.
e. quanta yang merupakan rantai tertutup dari quantum misalnya neutron yang tak bermuatan listrik atau netral.
Sifat dari rantai tertutup dan energi dasar ialah tak terikat dari Sub Alam, sedangkan rantai terbuka terikat pada Sub Alam. Semua merupakan fungsi qaktu yang bersifat universal , namun memiliki fungsi atau dimensi kesadaran yang berubah ubah sesuai dengan norma yang berk=laku pada setiap Sub Alam. Semua energi itu terdapat secara acak di Sub Alam Fisika, namun memiliki dimensi kesadaran (c) yang berbeda.
Disamping itu di Sub Alam Fisika terdapat dawai quantum : q = c6.F6(t) yang setiap saat dapat melepaskan fragmen dawai untuk membentuk rantai dawai tertutup quantum.
Fisika memandang partikel sub atomic terbentuk dari quantum dan EMW, sedangkan TM menginformasikan partikel sub atomic dan partikel yang lebih mendasar adalah quantum eteric. TM menggunakan Model Atom Minimalis untuk menunjang kebenaran Teori Atom Niel Bohr yang sangat bermanfaat untuk menjelaskan Proses Kimia dan Model Atom quantum dan model atom gelombang yang bermanfaat untuk menjelaskan teori fisika modern dan nuklir.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Aug 31, ’11, edited on Aug 31, ’11
TM menginformasikan Alam Semesta memiliki sebuah dimensi universal yaitu waktu (t). Menurut TM waktu merupakan sebuah urutan atau sequence dari t=0 sampai t akhir yang tak terjangkau oleh kemampuan manusia. Sesuai dengan kenyataan waktu dibutuhkan oleh sebuah proses, setiap proses membutuhkan waktu dari t awal proses s/d t akhir proses. Menurut TM waktu tak mungkin dihentikan, dipercepat apalagi diputar balikkan, yang mungkin diubah adalah jalannya proses, suatu proses dapat berlangsung sangat cepat dan dinamakan revolusi, yang berjalan sangat lambat disebut evolusi. Selain dipercepat dan diperlambat dan dihentikan suatu proses ada yang dapat dikembalikan dan ada yang tak dapat dikembalikan kecuali dengan cara mendaur ulang. Ada suatu cara agar sebuah proses dapat teramati, yaitu merubah kecepatan berlangsungnya atau memutarnya kembali, untuk ini dibutuhkan camera atau alat perekam proses. Menurut TM ada berbagai jenis camera, namun secara dimensi kesadarannya (c) ada: a camera eteric yang sanggup merekam eter, b. camera quantum yang sanggup merekam quantum, c. camera quantun eteric yang sanggup merekam quantum eteric.
Rekaman dapat diputar ulang karena memiliki nilai batas t awal proses s/d t akhir proses. Agar rekaman dapat memberikan informasi sesuai dengan aslinya, maka urutannya harus sama, tak dipotong atau dikurang atau ditambah, tak boleh dimanipulasi.
Karena kemampuan manusia terbatas, sering kali kecepatan putar ulang harus diubah, disesuaikan dengan kemampuan manusia sehingga suatu proses dapat teramati oleh kemampuan manusia, lewat batin, fikir, pancaindra maupun kemampuan paralogika. Langkah ini bukannya sebuah manipulasi maupun penipuan yang dapat mengacaukan informasi melainkan justru membuat suatu informasi dapat dimengerti.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Sep 1, ’11, edited on Sep 1, ’11
Model Atom Minimalis.
1.Setap atom memiliki inti atom dan sejumlah elektron yang mengelilingi ini atom.Masing-masing merupakan quantum eteric.
2. Inti Atom terdiri dari
a.neutron yang tak lain adalah rantai tertutup dipole magnet yang telah mengalami keseimbangan prima atau E=0. Dalam TM neutron merupakan sebuah quanta yang tersusun dari quantum yang membentuk sebuah rantai tertutup, sehingga tak memancarkan medan magnet dan sangat sulit untuk dibuka karena memiliki ikatan sangat kuat Karena neutron merupakan rantai tertutup dari quantum, maka tak memancarkan medan magnet sehingga neutron tak bermuatan listrik tetapi memiliki massa.
b. proton yang tak lain adalah rantai tertutup dipole magnet yang belum mengalami keseimbangan prima atau E#0. Dalam TM proton merupakan sebuah eter yang tersusun dari eteric yang membentuk rangkaian tertutup. Karena ada kelebihan kutub magnet u atau s pada setiap eterik, maka eter memancarkan medan magnet keluar dan kedalam. Kedalam menyebabkan terjadinya muatan listrik sedangkan keluar menyebabkan medan listrik dinamis mengelilinginya.
3. elektron sama dengan proton tetapi berbeda kelebihan kutub magnetnya. Jika pada proton kelibihan kutub utaranya maka pada elektron yang berlebih kutub selatannya. Perbedaan ini menyebabkan muatas electron berlawanan dengan positron.
4. electron belum memiliki body, quantanya belum bulat, masih pecahan, ini berbeda dengan inti atom yang memiliki quanta bulat sehingga merupakan sebuah body. Electron tersebar mengelilingi inti atom, massanya masing-masing electron jauh lebih kecil dari massa inti atom karena quanta electron pecahan < 1 sedangkan quanta inti atom >1. Ion Hydrogin atau Hydron memiliki quanta pecahan sebagai halnya guanta sebuah elektron, namun atom Hidrogin memiliki quanta 1.
5. Sebuah atom dikatakan netral jika tak bermuatan listrik, sedangkan jika bermuatan negatip karena kelebihan elektron dinamakan ion negatip, sebaliknya bila kekurangan elektron menjadi bermuatan positip.
6. Pelepasan atau penyerapan elektron ini disebabkan tergoyahnya keseimbangan gaya tarik elektro statis dengan gaya lempar putaran elektron pada orbitnya. Model Atom Minimalis dan Teori Quantum eteric dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan mengapa sebuah atom dapat menjadi netral atau bermuatan listrik (ion).
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s