Benarkah ada yang melebihi kecepatan cahaya?

Pertanyaan: Belakangan “diketemukan” neutrino yang dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya. Cucu  lalu ingat TM gagasan eyang yang menginformasikan kecepatan cahaya c bukanlah merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta ini. Apakah ini akan mengungkapkan bahwa  Teori Ralativitas Einstein tidak sepenuhnya benar sebagai halnya Teori Darwin? Bagaimana pendapat eyang Ibnu?
Jawaban: Menurut eyang tak ada suatu “teori” yang benar secara menyeluruh atau “mutlak”, kebenaran adalah sesuatu yang” relatif:, tergantung dari sudut pandang yang digunakan. Namun, agaknya kurang bijak untuk meruntuhkan sebuah teori. Sebuah teori akan runtuh dengan sendirinya jika tak dibutuhkan lagi untuk menjawab dan menyelsaikan suatu masalah.
Jika memang benar kecepatan neutrino melebihi kecepatan cahaya, maka yang perlu diselediki lebih mendalam adalah: Apakah neutrino memiliki massa (walau sangat kecil). Jika neutrino memiliki massa (massanya tidak nol), maka jika bergerak mendekati kecepatan cahaya, sesuai dengan Formula Einstein, maka massanya akan menjadi sangat besar, sehingga jika teori Relativitas Einstein benar, maka tak mungkin neutrino kecepatannya melebihi kecepatan cahaya, kecuali jika memang benar massanya nol.Namun, yang perlu dipertanyakan adalah: Apakah ada peralatan fisik yang sanggup melacak neutrino yang massanya sangat kecil? Kalau neutrino massanya nol, maka berarti yang salah bukan Formula Einstein, sebab menurut TM formula Einstein hanya berlaku untuk fenomena Fisika, bukan untuk fenomena non fisika (Fenomena gaib, metafisik dan transien.)
Untuk menomena non fisik harus digunakan Formula Supernatural Modern E= – x + y. Bahkan untuk menjawah fenomena non energi dibutuhkan Formula Som Wyn z # – x + y.
Nah, itulah perlunya cucu mempelajari Teori Minimalis dan Teori Paralogika, agar cucu: Tak gumunan dan gampang mempercayai sebuah informasi, namun agar tak menjadi picik janganlah gampang maido (tak percaya). Thinking before believing is the way to reality.
Untuk menembak sebuah objek harus digunakan senjata/peluru sesuai dengan objek yang menjadi sasaran tembak.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 21, edited on Jan 21
Menurut hukum gerak Newton dengan formula : F=ma atau a=F/m, semakin besar massa dibutuhkan gaya semakin besar untuk mempercepat gerak massa itu. Menurut Formula Einstein bila benda bergerak mendekati kecepatan cahaya maka massanya akan bertambah. Dengan mengawinkan kedua formula itu, maka sebuah benda yang memiliki massa (betapapun kecil massanya) hanya mungkin bergerak mendekati kecepatan cahaya jika diberikan gaya sangat besar. Jadi tak mungkin benda yang bermassa bergerak melebih kecepatan cahaya, jika ada sesuatu yang sanggup bergerak menyamai cahaya, maka harus tak bermassa.Jika m=0, maka gaya yang sangat kecilpun sanggup memberikan percepatan sangat besar disamping tak bertambah besar massanya, sehingga mungkin saja body yang tak bermassa bergerak melebihi kecepatan cahaya.
Sejalan dengan ini telah lama timbul pertanyaan pada diri saya mengapa kecepatan photon sanggup menyamai kecepatan cahaya.
Selama ini cahaya dianggap bersifat ambigus. Jika demikian mungkin saja neutrino juga bersifat ambigus, melebihi sifat cahaya.
Teori Gelommbang Minimalis menginformasikan adanya dua jenis gelombang magnet (bedakan dengan gelombang elektro magnet), yaitu gelombang x dan gelombang y yang masing-masing membangkitkan gelombang elektro magnet.Jika kedua gelombang ini melintasi fase E=0 , dimana nilai x=y=q, maka terjadilah photon, Diruangan hampa photon akan segera lenyap saat x#y, tetapi diruangan berisi materi, photon akan berinteraksi dengan materi sehingga semakin memperlambat kecepatan cahaya. Diruangan hampapun dibutuhkan waktu untuk timbul dan lenyapnya photon, inilah yang menyebabkan cahaya kecepatannya c.

tough2slf
tough2slf wrote on Jan 22
Bila massa = 0 tinggal Energi ..

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 22
Benar, ini sesuai dengan Formula Einstein jika seluruh massa dapat diubah menjad9i energi fisika. E=mc^2. C merupakan sebuah konstranta yang menunjukkan perbandingan antara energi yang dapat diperoleh secara sempurna dari massa, ini dapat dinyatakan serbagai c = E/m, energi fisika yang dapat diperoleh dari pemecahan sejumlah massa secara sempurna, tak lagi tersisa adanya massa.
Dalam kenyataan massa hanya dapat “diperkecil” dengan memecah inti atom menjadi inti atom dengan massa lebih kecil dan sejumlah energi fisika. TM menjelaskannya dengan Matematika Minimalis, membagi suatu bilangan hanya mungkin menghasilkan bilangan lebih kecil maupun pecahan, tak menungkin mendapatkan nilai nol melainkan nilai pecahan sangat kecil yang nilainya mendekati nol.
Ini artinya quantum tak mungkin ditiadakan.
Teori Relative menyatakan,objek yang bergerak mendekati keceoatan cahanya akan bertambah massanya/ Karena quantum merupakan pecahan betapapun kecilnya, maka jika bergerak mendekati kecepatan cahaya massanya akan bertambah. Ini artinya quantum tak mungkin bergerak melebihi kecepatan cahaya. Lalu coba renungkan:
Mengapa photon (quantum) dapat bergerak sama cepatnya dengan EMW? Lebih tak masuk akal nutrini dapat. bergerak melebihi c, kecuali jika massanya nol, alias bukan quantum. Lalu;;;;;;;; apakah nutrino itu, memiliki massa atau tak memiliki massa.
FSM dapat menjelaskannya, jika belum mengalami keseimbangan prima (E=0), maka energi transien tak memiliki massa. Wave adalah energi transien yang berubah-ubah secara cepat sehingga tak memiliki massa, sedangkan eteric perubahannya lebih lama dari wace. Saat E=0 maka x = y =q. Q adalah quantum (energi fisik terkecil)) menurut versi Minimalis. Jika x # y, maka tak akan terjadi q. yang ada adalah e (eteric) atau eter (paket eteric).

tough2slf
tough2slf wrote on Jan 22, edited on Jan 22
Apakah Energi itu …?
Energi apakah yang hendak diukur .. sumber energi ada ber macam macam..!
Energi = AKIBAT bukan PENYEBAB

Cahaya dapat ditangkap mata atau peralatan canggih lainnya —->> masih ada massa + kecepatan
Energi hanya dapat dirasakan keberadaannya … maka asumsinya Energi apapun >Cahaya

Pertanyaannya .. apakah dengan merasakan keberadaannya maka Massa dalam keadaan sekecil kecilnya dan kecepatan setinggi tingginya..?

Koq berbanding terbalik dengan formula “objek yang bergerak mendekati kecepatan cahanya akan bertambah massanya”

Bagaimana dengan partikel yang bertumbukan dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan cahaya dalam lab Atom dan menghasilkan tenaga dan cahaya Nuklir…apakah bertambah massanya…
Kenapa ada cahaya tanpa kekuatan nuklir..lampu misalnya ..?
Seperti semuanya tergantung sumbernya

Kembali ke Laptop …. 🙂

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 22
Menurut Fisika cahaya adalah bagian dari spectrum gelombang elekrtomagnet. Cahaya yang dapat terakses oleh mata sangat terbatas, banyak spektrum cahaya yang tak tertangkap oleh mata, sebagian ada yang hanya terakses oleh kulit (alat peraba, misalnya infra red/panas, ultra violet).
Menurut fisika cahaya memiliki sifat mendua, disatu sisi berupa gelombang electro magnet yang tak bermassa, disisi lain merupakan aliran partikel yang teramat halus yang dinamakan photon,
Adalah sangat mengherankan: mengapa photon dapat bergerak secepat cahaya, sebab photon dianggap partikel yang teramat kecil (quantum) yang massanya hanya mendekati nol (bukan nol)
Teori Gelombang Minimalis menginformasikan yang menyebabkan medan listrik adalah perubahan medan magnet (sesuai dengan fisika). Medan listrik menyebabkan aliran elektron sehingga dapat menimbulkan medan magnet disekitarnya. (sesuai dengan fisika). Interaksi mekanik medan magnet dan medan listrik dinamakan fenomena elektro magnet (sesuai dengan fisika). Yang agak berbeda dengan fisika adalah TGM menginformasikan adanya medan magnet x dan medan magnet y yang masing-masing menimbulkan medan listrik. Jika medan x dan y selalu berhimpitan, maka yang terjadi adalah E = – x + y akan bernilai 0, sehingga terjadilah kondisi dimana x = y = q (Dalam hal ini q dinamakan quantum versi minimalis). Jika sudut phasa x dan y sedikit berbeda, akan menyebabkan medan listrik x dan y seakan berhimpitan, sehingga medan elektro magnet yang ditimbulkan juga seakan-akan berhimpitan, walau sebenarnya satu dengan lain hanya akan saling memotong pada titik-titik dimana x=y. Dalam hal ini quantum hanya timbul 2 kali setiap panjang gelombang elektro magnet (sesuai dengan fisika), Quantum yang hanya terjadi dua kali setiap panjang gemombang ini menurut TM adalah photon. Jadi menurut TM photon tak lain quantum yang terjadi saat x=y, setelah x#y maka diruang hampa photon akan lenyap, sedangkan diruangan yang berisi materi/partikel photon akan melakukan interaksi mekanik dengan partikel. Dengn TGM dapat dijelaskan mengapa photon dapat bergerak secepat cahaya, sebab photon hanya terjadi setiap x=y, jadi bukan merupakan aliran quantum yang memiliki kecepatan sama dengan gelombang elektro magnet. Timbulnya photon inilah yang membatasi kecepatan cahaya diruang hampa menjadi c, sedangkan diruangan terisi partikel akan lebih lambat.

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s