Berkomunikasi dengan UFO dan ALIEN?

Pertanyaan: Eyang Ibnu sangat yakin ada yang melebihi kecepatan cahaya, sampai membuat Formula Gelombang Som Wyn. Pasti banyak yang mencemoohkan eyang, tetapi saya, yang bercita-cita mendalami Fisika dan Matematika untuk menunjang kemajuan IT, terutama bidang telekomukasi antar planet  dalam  Solar Sistem, Gugusan Bimasakti atau keluar Bimasakti sangat tertarik dengan tulisan meyang.
Menurut saya formula yang eyang gunakan untuk menjelaskan fenomena yang menyimpang dari teori relativitas sepintas nampak naif, tetapi setelah saya analiisa, sesuai dengan kemampuan saya dalam fisika dan  matematika  modern, ternyata sangat masuk akal dan sistematis, namun memang teramat sulit untuk membuktikan adanya gelombang x dan gelombang y.
FSM menginformasikan adanya  pasangan energi x dan energi y yang eyang nyatakan sebagi sungsi waktu sehingga dapat disederhanakan menjadi fungsi dasar sinosoidal. Menurut eyang setiap isi alam semesta memiliki consciousness yang berubah-ubah, ini tak dikenal dalam ilmu pengetahuan (science) saat ini. Jadi saya harap eyang tak marah jika dikatakan gagasan eyang sekedar limu klenik.
Eyang menyatakan yang dapat terdeteksi oleh pancaindra dan peralatan fisika hanyalah partikel/quantum dan energi fisika, disisi lain  eyang berani menyatakan adanya energi semu yang tak terdeteksi oleh pancaindra namun terdeteksi oleh kemampuan manusia lainnya, yaitu kemampuan paralogika disamping bathin dan fikiran. Gagasan eyang ini sangat luar biasa, karena dapat memperluas ilmu pengetahuan yang saat ini cenderung menisbikan ketiga kemampuan itu. Menurut eyang saat  ini  otak hanya digunakan untuk berfikir, bukan untuk mengolah masukan dari pancaindra, batin dan bawah sadar. Dengan kata lain  kerja otak dicampur adukkan dengan  kerja fikiran karena masukan dari  fikiran mendominasi kerja otak. Jika mau jujur teori eyang bukanlah sekedar informasi melainkan filosofi.
Saya anjurkan eyang  membuat thesis tentang yang eyang tulis dan informasikan lewat situs eyang (situs ini menurut saya  lain dari pada yang lain), dan banyak yang menyindir sebagai situs klenik.
Menurut eyang mungkinkah manusia berkomunikasi dengan UFO dan ALIEN yang selama ini tergolong sangat misterius?
Jawaban : Terima kasih atas perhatian dan saran cucu. Mungkinkah  orang yang tak menyandang gelar dan  tak menguasai disiplin ilmu pengetahuan membuat thesis? Siapa yang peduli pada  thesis yang jelas tak sesuai dengan ilmu pengetahuan saat ini? Eyang tak akan membuat thesis, itu bagaikan bermimpi disiang bolong.Eyang bernaung dibawah bendera “sekedar informasi”, bukan dogma yang harus dipercaya maupun ilmu pengetahuan (science) yang menuntut bukti.
Suatu informasi akan diperlukan  jika memberikan manfaat bagi yang membutuhkan, yang menerima informasi berhak, bahkan berkewajiban untuk  memilih dan mengambil yang diperlukan dan membuang yang tak dibutuhkan (apalagi yang merugikan).
Perihal UFO dan ALIEN eyang pernah melakukan “analisa minimalis” dan menyimpulkan bahwa keduanya bukanlah makluk cerdas melainkan hasil rekayasa makluk cerdas. Jadi, seharusnya manusia langsung berkomunikasi dengan makluk cerdas yang mengirim Alien  dan Ufo ke bumi, Itu hanya mungkin jika manusia menguasai IT  dan Tehnologi Telekomunikasi jarak super  jauh  yang sepadan dengan yang mereka kuasai. Itulah sebabnya kita harus bersyukur diberikan izin oleh Tuhan YME untuk “mendeteksi” fenomena yang dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya. Superlight (Gelombang Som Wyn) inilah yang dapat dimanfaatkan untuk membawa signal/data , baik analog maupun digital, ke seluruh alam semesta dalam waktu sangat singkat, sehingga komunikasi dapat berjalan pada satu generasi tak membutuhkan waktu sampai jutaan tahun, sebab usia manusia sebagai individu sangatlah singkat. Untung manusia menguasai sistem informatika yang dapat menghubungkan antar ruang dan antar waktu.
Gagasan eyang yang lebih gila adalah adanya spirit yang sanggup bergerak lebin cepat dari superlight, ini memang pantas disebut klenik modern.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 4
Spiritual (bedakan dengan agama) sejak lama telah dikenal dalam peradaban primitif dan sering diejek sebagai ilmu klenik.
Mengapa? Saat itu fikiran manusia belum berkembang, sehingga manusia “dikuasai” oleh kekuatan alam, spiritual macam ini saya katagorikan sebegai spiritual alamiah. Saat ini fikiran manusia sangat maju, sehingga spiritual alami dipandang menghambat langkah manusia untuk menaklukkan kekuatan alam.
Manusia ingin memanfaatkan semua yang disediakan oleh Tuhan YME lewat alam semesta. Kalau manusia terbelenggu oleh materialisme, lalu mengabaikan kemampuan lainnya maka dapat diprediksikan ilmu pengetahuan tak akan berkembang kearah pemanfaatan energi yang bukan termasuk dalam energi fisik, misalnya energi transien. Teori Relativitas yang mengisyaratkan tak ada yang sanggup melebihi kecepatan cahaya juga dapat “membatasi” upaya manusia memanfaatkan energi yang tersedia di alam semesta, jadi apa bedanya dengan spiritual alami? Eyang memprediksikan akan terjadi Revolusi Spiritual Ilmiah ( Scientific Spiritual Ilmiah).

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 5, edited on Feb 9
Benar sekali, sangat sulit membuktikan adanya gelombang x dan gelombang y menurut ilmu pengetahuan yang monolistik, sebab x hanya mungkin terakses oleh batin, yang dapat terakses oleh fikiran hanyalah y. Dark energi (energi y) yang tak terakses oleh pancaindra namun masih mungkin terakses oleh fikiran (ilmu pengetahuan). Yang sanggup memahami dan mengakses bright energy (x) hanyalah batin (religi atau spiritual).
Energi transien E#0 dengan kedua variablenya x dan y yang masing-masing lebih besar dari nol tak terakses oleh pancaindra, namun dapat terakses oleh kemampuan bawah sadar, yang dalam TM dinamakan kemampuan paralogika. Diantara kemampuan para logika adalah mimpi, kondisi tak sadarkan diri, angan-angan atau lamunan yang “semu”. Kemampuan para logika sanggup mengakses fenomena Sub Alam Transien yang telah merubah kesadaran x dan y (yang mula-mula memiliki Sub Alam sendiri-sendiri) memasuki Satu Sub Alam (Sub Alam Transien) hingga kesadarannya berubah, x dengan sesamanya akan saling tolak, demikian juga y dengan y saling tolak, sedangkan x dengan y akan saling tarik. Jadi di Sub Alam Transien pasangan x dan y berubah sifatnya menjadi pasangan kutub magnet yang membentuk dipole magnet.
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s