Mengapa Einstein tak dapat membuktikan keberadaan eter?

Pertanyaan: Menurut eyang eter itu ada di alam semesta, mengapa  para ilmuwan, termasuk Einstein tak menemukan eter, ini artinya eter memang tak ada! Eyang masih tetap ngotot yakin ada eter di alam semesta?  Mungkin eter hanya ada dalam mimpi eyang, karena dalam mimpi eyang bertemu dengan mbah eter. Kasihan eyangku ini mimpi kok dicampur adukkan dengan kernyataan. Ini arrtinya kemampuan paralogika eyang sangat negatif, seperti yang eyang jelaskan lewat tulisan-tulisan paralogika.
Jawaban: Terima kasih cucu “rajin”  membaca tulisan-tulisan eyang dan berusaha untuk mengkritisinya. Buktinya cucu mengerti mimpi eyang bertemu mbah eter, juga tahu apa itu kemampuan para logika.
Sebelum dapat terbang manusia telah bermimpi terbang. Saat itu terbang bagaikan mimpi, sebab belum terbukti bahwa manusia dapat terbang, yang dapat terbang hanyalah yang punya sayap. Sekarang manusia telah sanggup terbang, bahkan tanpa menggunakan sayap (misalnya……………… dengan zepplin/balon, roket dll).
Eintein dan rekan-rekannya tak dapat membuktikan keberadaan eter, sebab eter bukan fenomena fisika, melainkan fenomena transien. Mereka itu adalah manusia yang dapat keliru (tak selalu benar).
Manusia betapapun cerdasnya memiliki keterbatasan, sehingga sangat naif untuk mengkultuskan manusia (termasuk para ilmuwan yang banyak jasanya untuk memberikan kenikmatan duniawi).
Cucu boleh saja menganggap mereka sebagai tuhan,  karena telah terbukti dapat memberikan kenikmatan duniawi. Yang jelas mereka bukan Tuhan, yang menuntun kehidupan yang baik sehingga dapat memperoleh kebahagiaan abadi sebagai yang dijanjikan Nya. apalagi Tuhan YME yang menyediakan segalanya hingga tahu segalanya.
Jika mereka tak dapat membuktikan kebertadaan eter, bukan berarti eter tak ada. Ilmu pengetahuan bersifat monolistik sehingga tak mengakui keberadaan energi semu disamping energi nyata. Hanya energi nyata yang datap terdeteksi oleh pancaindra dan peralatan fisika. energi semu hanya terdeteksi oleh batin (energi gaib), fikiran (energi metafisika, paralogika (energi transien).
Apa itu energi transien dan mengapa tak terdeteksi oleh pancaindra dan peralatan fisika saat ini saya jelaskan dengan teori-teori saya.  Menurut prediksi eyang, suatu saat manusia akan sanggup mendeteksi energi tansien (termasuk eter) dengan peralatan fisika canggih lewat kemampuan IT. Mengapa? Eter memang hanya ada di Sub Alam Transien, namun gelombang eter (misalnya cahaya) ada yang menghasilkan partikel (misalnya photon dan nuetrinos). Partikel adalah fenomena fisika, sehingga dapat terdeteksi dengan peralatan fisika.
Untuk menjelaskan secara awam dapat digunakan kipas angin yang berputar dengan cepat.  Pada saat kipas angin berputar dengan cepat,  maka sudu-sudunya tak akan terlihat oleh penglihatan. Dengan merekannya, lalu memutar ulang (playback), maka jika kecepatan rekaman diperlambat akan terlihat putaran kipas angin, semakin lambat pemutaran  rekaman, semakin jelas sudu kipas angin. Saat rekaman dihentikan barulah sudu-sudu kipas angin teramati dengan jelas.
Secara ilmiah: sesuatu getaran dengan frequensi sangat tinggi tak akan teramati  oleh peralatan fisika secara langsung, apalagi pancaindra telanjang.
Untuk membuktikan keberadaan eter yang bergerak/bergetar  dengan frequensi sangat tinggi dibutuhkan peralatan perekam khusus yang memiliki daya lacak super tinggi. Rekaman itu dapat diputar ulang dengan memperlambatnya atau  menghentikannya, maka eter akan terdeteksi dengan jelas .Eter disamping bergetar dengan frequensi sangat tinggi juga sangat halus (lebih halus dari virus), sehingga membutuhkan camera dengan  resolusi sangat tinggi untuk merekamnya.
Agar manusia tak ketinggalan dari  makluk cerdas lainnya, maka harus berusaha “menangkap” eter agar dapat menjelasskan fenomena yang tak terjelaskan oleh teori fisika saat ini. Disamping usaha untuk mencapai keinginan, harus berani menanggung risikonya, barulah Tuhan  YME akan mengizinkan manusia membuktikan keberadaan eter.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 15, edited on Feb 15
Teori Gelombang Minimalis menginformasikan adanya ATW yang tak menghasikan photon, sehingga tak mungkin terdeteksi oleh peralatan fisika, apalagi oleh pancaindra yang kemampuannya sangat terbatas (ini terbukti mata hanya sanggup mendeteksi gelombang cahaya pada spektrum sangat terbatas. Dibawah dan diatas yang dapat terdeteksi oleh penglihatan, terbentang spektrum gelombang lainnya ). Semua gelombangdengan berbagai frequensi yang membangkitkan photon (atau quantum) masih mungkin terdeteksi oleh peralatan fisika. Gelombang yang tak menghasilkan photon ternyata ada yang menghasilkan neutrino yang tak patuh pada teori relativitas. Dengan Formula Som Wyn dapat dianalisa, bahwa banyak “partikel” yang sanggup bergerak lebih cepat dari neutrino. Semua gelombang yang menghasilkan partikel dapat terdeteksi oleh peralatan fisika, (tentu saja peralatan itu harus seimbang dengan yang akan dideteksi). Gelombang yang menghasilkan partikel, betapapun partikel itu massanya mendekati nol (tetapi bukan nol) kecepatannya lebih rendah dari gelombang yang tak menghasilkan partikel.
Secara awam fenomena itu dapat dijelaskan sbb: secepat-cepat kancil berlari, siput sanggup menandinginya, “sepanjang kancil memanggil siput”. Kalau kancil tak memanggil siput, maka dengan santai saja kancil sanggup mengungguli siput. Ini artinya: gelombang yang tak menghasilkan partikel tak ada yang akan menyaingi kecepatannya (karena tak ada yang diajak berlomba adu kecepatan).
Kesimpulan eter tak mungkin terdeteksi oleh peralatan fisika, karena bukan merupakan partikel (energi fisika). Gelombang eter dapat membangkitkan partikel saat x=y. Atas dasar inilah saya memprediksikan suatu saat manusia sanggup mendeteksi eter (saat ini manusia telah sanggup mendeteksi photon, bahkan neutrino), selanjutnya manusia juga akan sanggup mendeteksi spirit, karena spirit bertubuh eter.
Jika spirit dapat terdeteksi, maka dapat dilacak keberadaannya. Saat inilah Teori Eyang mengenai eter ( Teori Minimalis) dan spirit (Teori Paralogika) akan terbukti kebenarannya.
Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja maido apa sing durung kok ngerteni. Thinking before believing is the way to reality.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 15
Jika manusia sanggup mendeteksi eter, maka manusia akan sanggup membuat hydrogen dari bahan baku sepesang eter yang komplementer. He,he, semakin lama eyang semagi nggladrah. Jangan ikut-ikutan “gila” cu!

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 15, edited on Feb 16
Ada yang menanyakan kepada eyang, mengapa medan magnet dapat terdeteksi dengan “menaburkan” serbuk besi, atau medan magnet dapat menarik besi, atau menolak kutub magnet sejenis. Ini artinya medan magnet dapat terdeteksi, mengapa eyang menyatakan medan magnet adalah eter? Kalau begitu eter dapat terdeteksi, mengapa Einstein tak menyatakan bahwa medan magnet adalah eter?
Sebaiknya eyang menjelaskan dari awal apakah itu eter/ eteric dan apakah itu quantum/quanata ( versi minimalis:).
1. Eteric adalah dipole magnet terkecil yang dua kutubnya tak sama besarnya( bedakan dengan jenisnya). Eteric dapat menyusun paket eteric yang dinamakan eter. Eter adalah rantai eteric yang terjadi akibat tarik menarik kutub magnet berbeda jenisnya, mengasilkan rantai terbuka eter yang sifatnya hampir sama dengan eteric yang menyusunnya. Bedanya pada eteric yang memancarkan medan magnet hanya kedua ujungnya dengan kekuatan medan yang tak sama besarnya, eter disamping memancarkan medan magnet pada ujungnya, juga memancarkan selisih medan magnet pada sambungannya(diantara segmen-segmen nya).
Jika rangkaiannya cukup panjang, maka kedua ujungnya (yang berbeda jenis kutubnya) akan saling tarik menarik sehingga membentuk rantai tertutup. Rantai tertutup eter (atau rantai tertutup paket eteric) memancarkan medan magnet keluar lewat sambungan segmen-segmennya. Rantai tertutup eter digambar sebagai sebuah lingkaran garis terputus-putus.
Ada dua jenis rangkaian tertutup eter, satu memancarkan medan magnet utara, satu lagi memancarkan medan magnet selatan. Mungkin saja ada yang memancarkan dua jenis medan magnet, namun untuk sementara kita bicarakan dulu yang hanya memancarkan satu jenis medan magnet. Dua rangkaian tertutup eter yang memancarkan medan magnet sejenis akan saling tolak menolak, sedangkan yang memancarkan medan magnet berbeda akan saling tarik menarik.
Gaya tarik dan gaya tolak medan magnet ini menyebabkan berbagai gerakan rangkaian tertutup eter., sehingga kondisinya sangat chaos (kacau). Hal inilah yang menyebabkan eter tak terdeteksi oleh pancaindra maupun peralatan fisik.
2. Quantum (versi minimalis) adalah dipole magnet terkecil yang dua kutubnya sama besarnya (tapi berbeda jenisnya). Quantum dapat menyusun paket quantum yang dinamakan quanta. Quanta terjadi karena dua quantum saling tarik menarik pada dua kutubnya yang berbeda jenisnya.,sehingga tersambung dua kutubnya yang berbeda. Pasangan quantum yang dua kutubnya sama besarnya hanya memancarkan medan magnet dikedua ujungnya. Quantum yang dua kutubnya besarnya tak sama kita “abaikan” untuk sementara. Pasangan quantum yang kutubnya sama besarnya akan membentuk rantai terbuka yang dinamakan quanta. Quanta jenis ini memiliki sifat sama seperti quantum yang membentuknya, namun kekuatan medan magnet yang dipancarkan oleh ujung-ujungnya jauh lebih kuat dari quantum yang membentuknya. Kedua ujung quanta yang besarnya sama, tetapi berbeda jenisnya akan saling menarik sehingga terbentuklah rantai tertutup quanta. (Rantai tertutup paket quantum). Rantai tertutup quanta jenis ini tak memancarkan medan magnet keluar, sehingga tak terpengaruh oleh medan magnet disekitarnya. (yang dipancarkan oleh eteric maupun eter.) Kondisi inilah yang menyebabkan quanta tertutup dengan mudah terdeteksi oleh pancaindra maupun peralatan fisika, sebagai sudu-sudu kipas angin yang diam atau berputar sangat lambat)
Kedua fenomena itu ini dapat divisualkan (dimodelkan) sebagai kipas angin yang berputar dan yang diam (tak berputar). Eter bagaikan kipas angin yang berputar, sudu-sudunya tak terlihat tetapi menghembusklan angin (medan magnet). Quanta bagaikan kipas angin yang diam, sudu-sudunya terlihat jelas, tetapi tak menghembuskan angin (medan magnet).

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 15
Baik quantum maupun eteric memiliki kutub magnet sehingga memancarkan medan magnet. Jadi harus dibedakan antara kutub magnet dengan medan magnet. Kutub magnet bagaikan sudu kipas angin, sedangkan medan magnet adalah hembusan anginnya. Dalam kenyataan quantum bukannya tinggal diam seperti kipas angin yang tak berputar. Rantai tertutup quanta dapat pecah dan tertutup lagi, demikian juga rantai tertutup eter juga dapat pecah dan tersambung lagi. Dalam keadaan terbuka kedua-duanya memancarkan medan magnet.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 16
Ikatan magnetic quanta jauh lebih kuat dari ikatan magnetik eter, sehingga dengan mudah eter (E#0) pecah dan bergetar menjadi gelombang eter (gelombang x dan gelombang y) di Sub Alam Transien, sedangkan paket quantum dengan E=0 akan memasuki Sub Alam Fisika. Saat akan memasuki Sub Alam Fisika quantum akan berinteraksi dengan eteric yang sepadan (koheren) membentuk quantum eteric atau anti matter. Manfaat dari proses/interaksi ini adalah agar Sub Alam Fisika menjadi dinamis (tak statis). Hal ini saya jelaskan dengan Model Atom Minimalis dan Teori Quantum Eteric.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 16
Gaya tarik dan gaya tolak kutub magnet sangat kuat, namun radiasinya sangat terbatas Agar radiasi gaya magnetik dapat terpancar jauh dibutuhkan media penghantar. Dalam fisika dikenal adanya induksi magnetik. Jika yang disebut wilayah kosong (tak terisi partikel) benar-benar kosong, maka tak mungkin terjadi induksi magnetik, tak mungkin terjadi loncatan gaya. Kesimpulannya wilayah yang dianggap oleh fisika sebagai wilayah kosong pasti ada “sesuatu” yang sanggup terinduksi oleh medan magnet, inilah yang dinamakan eter. Eter adalah dipole magnet yang dua kutubnya belum seimbang sehingga sangat mudah dipengaruhi oleh medan magnetik.
Eter tak terdeteksi (secara langsung) oleh peralatan fisika, yang terdeteksi adalah medan magnet yang dipancarkan oleh eter. Gelombang eter (x dan y) juga tak terdeteksi oleh peralatan fisika, tetapi partikel yang ditimbulkanlah yang dapat terdeteksi oleh peralatan fisika.
Serbuk besi atau gaya tarik magnetik dan gaya tolak magnetik bukanlah eter, melainkan partikel yang terimbas oleh medan magnet yang dibangkitkan oleh eter. Einstein dan para ilmuwan telah tahu sejak lama fenomena medan magnet, tetapi “menyangkal” adanya eter, sebab eter memang tak terdeteksi oleh peralatan fisika.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 16
Dalam ruangan hampa materi (vacum) gaya magnet diinduksikan oleh kutup magnet (x maupun y) kesekitarnya. Seandainya tak ada eter, maka gaya tolak dan gaya tarik x dan y (gaya magnetik) hanya sanggup bekerja pada jarak sangat dekat, namun kehadiran eter yang sangat mudah terpengaruh oleh gaya magnetik disekitarnya dapat memindahkan gaya magnetik lebih jauh, sehingga tanpa kehadiran eter tak mungkin terjadi loncatan gaya magnetik. Inilah yang menjadi alasan saya (argumentasi saya) untuk menyatakan bahwa medan magnet identik dengan eter. Tanpa adanya eter, tak mungkin terjadi medan magnet. Jadi eter dan medan magnet bagaikan sekeping mata uang yang memiliki dua sisi.
Medan magnet telah lama diketahui oleh para ilmuwan karena dapat terdeteksi oleh peralatan fisika, tetapi eter yang berada disisi lain dari mata uang dianggap tak ada. Inilah sebabnya para ilmuwan (termasuk Einstein) tak dapat membuktikan adanya eter. Mengapa? Ilmu pengetahuan hingga saat ini bersifat monolistik, lain dengan TM dan turunannya yang bersifat dualistik. Tuhan YME menciptakan segalanya saling berpasangan, hanya Dia yang tak butuh pasangan.
Mimpi eyang bertemu dengan mbah eter memberikan “kekuatan” pada eyang untuk menginformasikan bahwa eter memang ada dan mengisi seluruh ruang di alam semesta, baik yang terisi materi/partikel maupun yang dianggap kosong oleh fisika.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Feb 17
Kutub magnet tetap akan menyebabkan gaya magnet yang akan menarik kutub magnet berbeda jenis dan menolak kutub magnet yang sama jenisnya. Rantai terbuka eter maupun quantum memiliki kutub maget. Ikatan magnet pada eter sangat lemah sehingga mudah terputus. Didalam ruangan hampa atau terisi materi eter berserakan secara acak, namun sangat mudah diatur oleh gaya magnet yang cujup kuat. Jika kita memiliki magnet permanen, maka kutub magnet permanen itu akan menarik eter, sehingga kutub magnet eter akan melekat pada kutub magnet permanen yang berbeda jenisnya, sehingga sekan eter itu menjadi bagian dari kutub magnet permanen. Eter ini akan menarik eter disebelahnya sehingga terjadi induksi gaya magnetik. Rantai terbuka eter dapat membentuk rantai tertutup karena ujung bebas eter tertarik oleh gaya tarik magnetik kutub magnet permanen yang terbuka. Jadi terjadi rantai tertutup yang terdiri dari magnet permanen dengan rantai eter. Jika sistem ini dimasukkan pada ruang hampa maka yang akan nampak (terdeteksi oleh penglihatan hanya magnet permanennya, sedangkan rangkaian eternya tak akan nampak. Kalau diluar tabung kita taburkan serbuk besi, maka serbuk itu akan tertata hingga dapat menunjukkan serbuk besi yang dibangkitkan oleh celah-celah segnent eter. Garis ini sekaligus dapat menunjukkan garis gaya magnet yang disebut sebagai medan magnet.
Seandainya eter rangkaian digantikan oleh rangkaian tertutup quantum, maka medan magnet tak akan mempengaruhi serbuk pasir besi.Hal ini dapat dibuktikan dengan menutup kedua ujung magnet permanen dengan besi lunak, Besi lunak jelas dapat kita lihat melekat pada kedua ujung magnet permanen, membuktikan adahya gaya magnetik, tetapi tetap saja kita tak dapat melihat eter.
Kalau besi lunak kita buka, maka akan terjadi perubahan arag gaya magnetik. Akan terjadi lagi rantai tertutup magnet permanen dan eter. Perubahan letak eter dari teratur menjadi berantakan atau sebaliknya , akan menimbukan perubahan medan magnet yang dapat terdeteksi oleh peralatan fisika. Perubahan medan magnet akan menimbulkan medan listrik dinamis. Ini dapat dijelaskan secara mathematis: Medan listrik merupakan derevatve (turunan) ke satu dari perubahan medan magnet. E = k.dH/dt, dimana E adalah ggl yang membangkitkan medan listrik dinamis sedangkan H adalah medan magnet.
Medan listrik dinamis juga dapat terdeteksi oleh peralatan fisika sebagai halnya medan magnet. Eter tetap tak terakses oleh peralatan fisika secara langsung.
Dapat diinformasikan, perubahan letak eter atau besarnya intensitas eter akan menyebabkan induksi eteric yang tak terdet5eksi oleh peralatan fisik, yang terdeteksi adalah perubahan medan magnet menyebabkan perubahan medan listrik dan sebaliknya, perubahan medan listrik menyebabkan pertupahan medan magnet. Inilah yang disebut fenomena elektro magnet. Fenomena ini dapat terakses oleh peralatan fisik, fenomena yang menyebabkan (perubahan letak dan intensitas eter tetap tak terdeteksi oleh peralatan fisika.
Teori Gelombang Minimalis bermanfaat untuk mengungkapkan fenomena eteri dengan mengasumsikan adanya getaran x dan y yang menyebabkan induksi eter sehingga menyebabkan gelombang eter (x dan y). Gelombang ini membangkitkan gelombang elektro magnetik yang terdeteksi oleh peralatan fisika. STW dan ATW serta GSW membangkitkan gelombang elektro magnet. STW menghasilkan quantum atau photon, GSW menghasilkan neutrino dan sejenisnya yang dapat terdeteksi oleh peralatan fisika, sedangkan ATW tak menghasilkan partikel sehingga dalam Sub Alam Transien kecepatannya tak ada yang menandingi (kecuali gelombang fikiran dan cahaya gaib di Sub Alamnya masing-masing.).
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mengapa Einstein tak dapat membuktikan keberadaan eter?

  1. Akung Ibnu berkata:

    Terakhir: menurut Teori Eter Som Wyn dinyatakan bahwa eter adalah dipole magnet Weber yang sepasang kutubnya belum/tidak seimbang sehingga memiliki E = 0 karena kutub magnet x # kutub magnet y. Fenomena eter dapat divisualikan dengan percobaan gelang magnet Som Wyn.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s