Mengapa nutrino dapat bergerak melebih kecepatan cahaya?

Pertanyaan: Aku membaca tulisan eyang Ibnu mengenai nutrino yang dapat bergerak lebih cepat dari cahaya, padahal setahuku tak ada yang melebihi kecepatan cahaya.Dapatkah eyang menjelaskan fenomena yang tak masuk akal ini?
Jawaban: Akal atau fikiran itu bagaikan ombak yang bergulung-gulung yang akan menghantam  keyakinan yang bagaikan batu karang. Mereka yang terlalu yakin atas dasar berfikir, jauh lebih sulit untuk “terpengaruh” oleh pemikiran/teori baru. Agaknya cucu seorang yang terlalu yakin akan kebenaran teori relativitas, sehingga  sulit untuk menerima kenyataan bahwa ada yang melebihi kecepatan cahaya.
Tetapi agaknya cucu tertarik dengan tulisan eyang sehingga cucu meminta eyang menjelaskan fenomena yang menurut cucu tak masuk akal itu. Menurut eyang cucu telah “terkungkung oleh Teori Relativitas, sebagai halnya eyang sulit meninggalkan Teori Fisika Konvensional.
Menurut Teori Minimalis disamping energi  dan body  nyata (energi fisika) terdapat ernergi dan body semu. diantaranya energi transien. Energi transien tak memiliki massa sehingga tak membutuhkan ruangan nyata. Energi fisika terkecil adalah quantum, sedangkan energi transien terkecil adalah eteric. Menurut Fisika cahaya memiliki sifat ambigus, disatu sisi berupa gelombang elektro magnet, dilain sisi berupa aliran partikel sangat halus. Photon bergerak secepat cahaya, tetapi menurut eyang sangat bertentangan dengan Teori Relativitas, sebab berdasar Formula Einstein partikel yang memiliki massa jika bergerak mendekati kecepatan cahaya massanya akan bertambah sehingga semakin lama semakin dibutuhkan energi fisika untuk menambah kecepatannya. Hal ini telah terbukti pada Projek OPERA. Jadi Teori Relativitas tidak salah. Suatu yang mengejutkan adalah ditemukannya nutrino yang dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya. Timbul pertanyaan: apakah massa nutrino nol atau mendekati nol. Kalau nutrino memiliki massa, betapapun kecilnya. maka menurut Teori Relativitas tak mungkin bergerak melebihi cahaya, sebaliknya kalau nutrino tak memiliki massa, maka tak mungkin terdeteksi oleh peralatan fisika, jadi tak mungkin diukur kecepatannya.
Menurut eyang nutrino memiliki sifat seperti photon, bedanya  menurut TM photon justru menyebabkan kecepatan cahaya diruang hampa  terbatas (c), bahkan diruang berisi materi kecepatannya semakin melambat akibat photon berinteraksi dengan matter yang dilaluinya.
Eyang mengasumsikan jika ada cahaya yang tak membangkitkan photon, maka pastilah cahaya itu kecepatannya melebihi c . Kecepatan cahaya yang tak membangkitkan photon  ini eyang namakan Asymmetrical Transwave (ATW), sedangkan yang menimbulkan photon eyang namakan Symetrical Trans Wave. STW.
Baik ATW maupun STW membangkitkan Electro Magnet Wave (EMW). Apakah itu STW. ATW dan EMW eyang tulis dalam Teori Gelombang Minimalis (TGM).
Photon dibangkitkan oleh STW sehingga kecepatannya sama dengan cahaya yang membangkitkannya. Sejalan  dengan ini, maka nutrino pastilah dibangkitkan oleh ATW, sehingga kecepatnnya dapat diatas kecepatan cahaya. Sebagai halnya photon, nutrino memiliki massa, namun  hanya sesaat, yaitu saat saat x=y=q.
Yang jadi aneh adalah menurut TM tak ada perpotongan antara gelombang x dan gelombang y, sehingga tak ada kondisi E=0 yang memungkinkan timbulnya nutrino yang bermassa (walaupun teramat kecil.)
Eyang mohon waktu untuk menjawab pertanyaan cucu, sekaligus menguji kebenaran teori gagasan eyang.
15 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 23, edited on Jan 24
Agar dapat mengerti penjelasan eyang, sebaiknya cucu memahami Teori Gelombang Minimalis TGM) yang berbasis Teori Minimalis (TM) yang dualistik.
Fisika ( Fisika Konvensional/Fisika Newtonian, Fisika Einstein yang berdasar Teori Relativitas dan Fisika Gelombang yang berdasar Teori Mekanika Quantum) hanya mungkin dimanfaatkan untuk menjelaskan fenomena nyata/ fisika, sehingga tak mungkin untuk menjelaskan fenomena semu ( fenomena gaib, fenomena metafisika dan fenomena transien). Ketiga Teori Fisika ini overlap (bertumpuk disuatu bagian,bebas dalam bagian lainnya) sepintas terdapat persamaan, namun juga terdapat perbedaan atau bahkan bertentangan satu dengan yang lain, namun masing-masing bermanfaat untuk menjelaskan fenomena fisika.. Ketiganya bersifat monolistik, yang beranggapan alam semesta hanya terisi oleh materi/partikel dari yang massanya sangat besar sampai yang massanya teramat kecil (namun hanya mendejkati nol, bukan nol).
TM menginformasikan adanya energi semu yang tak bermassa sehingga tak membutuhkan ruangan nyata. Karena fenomena lainnya telah dijelaskan oleh “ilmu” masing-masimg ( Fenomena gaib oleh spiritual dan religi, Fenomena Metafisika telah dipelajari dalam filsafat dan ilmu fikir, fenomena nyata telah dipelajari lewat ilmu pengetahuan, termasuk fisika, maka TM mengkhususkan pada fenomena transien.

Formula Supernatural Modern E = -x + y dapat digunakan untuk menjelaskan berbagaqi fenomena itu.
a. Fenomena Fisika ditengarai dengan E = 0, sehingga x=y=q, hubungan q dengan massa dinyatakan oleh Formula Einstein E = mc^2, dimana E menyatakan energi fisika yang tersusun oleh q (quantum).
b. Fenomena semu ditengarai oleh E # 0, Fenomena gaib ditengarai oleh E = -x sehingga E<0 , fenomena metafisika ditengarai oleh E = y sehingga E>0, fenomena transien ditengarai oleh E = – x + y, dimana kedua variablenya x dan y bukan nol.

Agar FSM dapat dikaitkan dengan Teori Fisika, maka FSM eyang kembangkan menjadi FSSW yang mendifinisikan x = F1(t) dan y=F2(t). Secara matematis jika sebuah fungsi malar (continue) dan memiliki nilai batas, maka dapat diuraikan menurut Deret Fourier menjadi fungsi dasar sinusoidal. Dengan fungsi dasar sinusoidal maka TGM dapat “disambungkan” dengan Teori Gelombang/ Mekanika Quantum.
Dalam Fisika Quantum semua partikel berasal dari gelombang elektro magnet. TGM menginformasikan isi alam semesta adalah tersusun dari gelombang x (gelombang gaib), gelombang y (gelombang fikir) dan interaksi antara gelombang x dengan gelombang y, dimana x = a1sin (u1+w1t) sedangkan y=a2sin(u2+w2t).
x dan y adalah gelombang magnet. Gelombang magnet akan menimbulkan gelombang listrik dinamis yang merupakan turunan pertama dari gelombang magnet , sehingga x’ = a1′ cos(u1+ w1t) y’ =a2′ cos(u2 + w2t). Interaksi antara x dengan x’ dinamakan gelombang elektro magnet 1 (EMW1), sedangkan interaksi y dengan y’ dinamakan gelombang elektro magnet 2 (EMW2). Jadi menurut TM ada dua jenis EMW sebagai akibat perubahan medan magnet x dan perubahan medan magnet y.
Formula ini dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena fisika berdasar Teori gelombang (mekanika quantum) jika E = 0, persamaannya menjadi a1sin (u1 + w1t) = a2sin (u2 +w2t)
Inilah Formula TGM untuk menjelaskan fenomena fisika gelombang partikel (fisika quantum).
1.Jika a1 = a2, u1=u2 dan w1=w2, maka kedua gelombang itu akan simetri terhadap tanda persamaan dalam FSM (tanda = ) , hingga ruas kiri = ruas kanan. Jika dikembalikan dalam satu sisi dimana . ruas kiri = 0, dan diambil harga mutlaknya, maka x akan over all (berhimpitan) dengan y, jika dimasukkan tanda + dan – sesuai FSM, maka keduanya akan simetrfi terhadap sumbu getarnya. Ini artinya x dan y selalu , memiliki harga sama dan berlawanan sehingga pasangan gelombang ini menimbulkan nilai E = 0 hingga selalu menghasilkan quantum. Ini sesuai dengan mekanika quantum dalam pembentukan partikel (energi fisika)
Jika kedua gelombang sudut phasanya tak sama (u1 # u2) , maka x dan y tak akan over all sehingga hanya mengalami kondisi E=0 ketika x=y=q Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan terjadinya photon yang hanya terjadi dua kali setiap panjang gelombang EMW.. Kondisi ini hanya sesaat, sehingga setelah x# y, quantum/photon yang terbentuk akan lenyap (diruangan hampa materi), sedangkan pada media yang terisi massa quantum akan berinteraksi dengan massa.

Secara derevatif x akan membangkitan x’ sedangkan y akan membangkitkan y’, sebaliknya x’ akan membangkitkan x, sedangkan y’ membangkitkan y. Inilah yang dinamakan interaksi elektro magnet. Interaksi inilah yang menyebabkan kecepatan photon sama dengan kecepatan gelombang electro magnet (diantaranya cahaya), karena baik EMW maupun photon dibangkitkan oleh STW.

Comment deleted at the request of the author.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 24, edited on Jan 25
Sekarang apa yang terjadi jika E # 0. Gambarlah dua grafik sinusoidal x dan y pada sumbu X dan Y. Geserlah sumbu X dan Y sehingga berjarak (displacement). Maka akan didapat d = -x + y, atau tak ada nilai x = y. Ini sesuai dengan analisa grafis. Analisa ini dapat menjelaskan adanya pasangan gelombang magnet yang tak menimbulkan photon sehingga memungkinkan kecepatan EMW nya melebihi c (karena tak terbebani oleh photon.) Inilah yang dalam TM dinamakan Assymetrical Trans Wave yang hanya membangkitkan EMW tanpa menimbulkan photon.
Apa yang terjadi jika sumbu X dan Y bergetar disekitar E = 0? , dalam FSM d bukan harus bernilai tetap, melainkan dapat merupakan fungsi waktu F3(t), dengan kata lain akan terjadi STW dan ATW secara periodik. Dalam kondisi STW terjadi photon, dalam kondisi ATW tak terjadi photon. Ini artinya akan terjadi gelombang transien yang membangkitkan EMW campuran yang kecepatannya melebihi c (karena pada kondisi ATW tak membangkitkan photon, tetapi dalam kondisi STW membangkitkan photon. Jika STW membangkitkan photon, sedangkan ATW tak membangkitkan photon, maka gelombang campuran ini dapat membangkitkan partikel sejenis photon yang dapat bergerak melebihi EMW yang dipangkinkan oleh STW. Partikel ini dapat terdeteksi oleh peralatan fisika (karena memiliki massa betapapun kecilnya) dan memiliki kecepatan melebihi photon. Nah nutrino adalah salah satu diantara partikel yang dihasilkan oleh gelombang campuran ini, partikel ini merupakan quantum sehingga tak memiliki muatan listrik, kecepatannya melebihi c karena timbulnya hanya pada kondisi STW, pada kondisi ATW tak terjadi partikel.
Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja gampang maido apa sing durung kok ngerteni! Thinking before believing is the way to reality.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 24
Dari analisa diatas, maka FSSW dapat dikawinkan dengan TGM menjadi FSSW TGM: F3(t) = – F1(t) + F2(t), jika dinyatakan menurut fungsi dasar sinusoidal akan menjadi a3sin (u3 + w3t) = – a1sin (u1 + w1t) + a2sin (u2 +w2t).
Formula ini dapat digunakan untuk menjelaskan adanya partikel yang kecepatannya melebihi c (kecepatan cahaya yang membangkitkan photon)., misalnya: nutrio, tahion, dll yang memiliki massa sangat kecil hingga dapat terakses oleh peralatan fisika mutakhir.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 24, edited on Jan 25
Bagaimana cucu apakah cucu puas dengan penjelasan eyang tentang adanya partikel yang kecepatannya melebihi cahaya?
Janganlah menutup akal cucu dengan fanatisme Einteinisme, Newtontian maupun Quantum Mekhanik, cobalah kritisi TM yang dualistik tanpa meninggalkan Teori-teori Fisika yang monolistik.

tough2slf
tough2slf wrote on Jan 24
Sepertinya maka apabila kecepatan matter bergerak melebihi kecepatan cahaya maka terjadi proses disintegrasi (sesuai hukum A.Einstein massa akan demikian besarnya sehingga matter tidak dapat mempertahankan bobotnya sendiri)

Itu dapat dilihat pada proses ketika Bintang menjadi “GIANT” maka kemudian akan mengalami kehancuran >> Super Nova

Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa Kecepatan Cahaya merupakan ambang batas kehadiran setiap matter di Alam Semesta

Apakah itu berarti bahwa manusia tidak dapat menjelajajahi Alam Semesta karena dirinya dan pesawat Antariksa akan musnah bila mencapai kecepatan Cahaya..??

Rupanya Allah harus menciptakan mahluk baru … Apakah itu … Robotkah … sama saja bila mencapai kecepatan Cahaya akan musnah!

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 24
Projek Opera telah membuktikan kebenaran teori relativitas, partikel yang sangat ringan (hydron atau ion hidrogen) jika dipercepat massanya akan bertambah, sehingga semakin mendekati kecepatan cahaya dibutuhkan energi sangat besar untuk mempercepatnya. Yang mencengangkan ternyata diketemukan adanya partikel yang kecepatannya (sedikit) diatas kecepatan cahaya.
Apakah partikel ini merupakan disentegrasi dari massa yang bergerak mendekati cahaya seperti yang anda maksudkan?
Yang menjadi pertanyaan adalah : mengapa massa yang bergerak mendekati kecepatan cahaya mengalami disentegrasi? Yang jelas teori relativitas tak menganalisa terjadinya disentegrasi massa yang kecepatannya mendekati c melainkan kesimpulan, tak ada yang dapat melebihi kecepatan cahaya.

tough2slf
tough2slf wrote on Jan 25

tak ada yang dapat melebihi kecepatan cahaya.

Itu adalah kesimpulan pada saat ini

Misalkan anda seorang atlet lari jauh 100m maka maksimum kecepatan anda adalah 50km/jam .. Bila mencoba memaksa lebih cepat lagi maka dalam waktu detik yg bersangkutan akan kolapse karena jantungnya tidak tahan ….kecepatannya sekarang 0 km/jam … akan tetapi dengan menggunakan otaknya manusia menciptakan mesin sehingga dapat mencapai 50.000km/jam —> roket/satelit dan mencapai bulan, mars dll yang dahulu merupakan impian saja dari pak menung .. waluapun perlu ribuan tahun untuk merealisirkannya …

Jangan mimpi (berteori saja) >>> Do it >> make it real

Besar kemungkinan 1000 tahun kemudian manusia sudah dapat membuat mesin/sistim yang mampu mencapai kecepatan cahaya tanpa kwatir musnah

Materi mengikuti Sistim perubahan : gas >> benda cair >> benda padat >> gas >> benda cair >> benda padat tanpa henti

Materi=Energi yang memadat >> akan kembali menjadi Energi >> memadat menjadi materi

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 25
Menurut Teori Quantum eteric, benda dapat hanya terdiri dari quantum, atau penyatuan quantum dan eteric (quantum eteric) , atau campuran keduanya. Pada kondisi anti mater (q + e ) , matter kehilangan massa karena E nya # 0. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk bergerak melebihi kecepatan cahaya.
Kesulitannya adalah menurut fisika anti matter jika berinteraksi dengan matter akan mengalami proses annihilis (lenyap) menjadi sinar gamma yang saling tolak menolak. Sinar gamma juga tak memiliki massa, sehingga dapat bergerak sangat cepat.
Menurut TM anti matter dapat kembali menjadi quantum eteric (proses recovery) , atau terpisah menjadi quantum dan eterik.(proses disentegrasi). Quantum memiliki massa tetapi tak bermuatan listrik, sedangkan eteric tak memiliki massa, tetapi memiliki muatan listrik. Quantum eteric memiliki massa dan memiliki muatan listri (contohnya inti atom dan inti elektron). .
Rangkaian tertutup quantum membentuk quanta memiliki E=0 hingga memiliki massa tetapi tak bermuatan listrik (contohnya neutron). Rangkaian tertutup eteric membentuk eter yang tak memiliki massa tetapi memiliki muatan listrik.
Sudah terbukti nenek moyang kita sanggup mengarungi ruang angkasa bukan dengan kendaraan bermassa melainkan dengan perjalanan gaib (perjalanan spiritual), atau perjalanan metafisik (pemanfaatan fikiran) Jika manusia dapat mengisolasi anti matter atau memanfaatkan sinar gamma, maka manusia juga diizinkan untuk mengarungi alam semesta dengan perjalana ilmiah dengan memanaatkan energi transien tanpa menggunakan kendaraan bermassa. Dalam Fiksi Blackhole Max Freud sanggup menciptakan CSPN (Capsule Sub Pra Natural) yang tak memiliki massa namun memilki sarana navigasi dan komunikasi metafisik dan ocult (gaib), sehingga perjalanan spiritual dapat dikendalikan menuju sasaran yang diinginkan (menghindari tersesat). Silakan baca fiksi Black hole.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 25
Seandainya manusia dapat pindah ke planet di galaksi lain yang jaraknya jutaan tahun (atau lebih), dengan sarana “kendaraan tanpa bobot” atau perjalanan spiritual, maka di planet baru itu akan dijumpai kondisi/situasi sekian juta tahun yang lalu, jadi seakan terbangun dari tidur selama jutaan tahun. Mengapa? Informasi yang sampai dibumi dibawa oleh cahaya dan diterima dengan tehnologi informasi (IT) saat ini. Ini artinya kecepatan cahaya yang dibangkitan oleh STW sangat lambat untuk ukuran perjalanan mengarungi alam semesta atau sarana komunikasi antar galaksi.
Adalah kabar yang sangat menggembirakan diketemukan nutrino dan partikel lain yang kecepatannya melebih cahaya, walau mungkin disisi lain “mengejutkan” bagi para ilmuwan fisika.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 26
Yang menyatakan ” tak ada yang dapat melebihi kecepatan cahaya” adalah Eintein, bukan ibnusomowiyono. Ibnusomowiyono justru menginformasikan bahwa nutrino memang dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya sebagaimana halnya photon dapat bergerak secepat cahaya. Dengan Formula Gelombang Som Wyn (FGSW) : a3sin(u3 +w3t) = – a1sin(u1 + w1t) + a2sin(u2 + w2t) saya berusaha menjelaskan mengapa nuetrino atau nutrino dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya.
Formula Gelombang Som Wyn merupakan karya ibnusomowiyono untuk menjelaskan fenomena adanya partikel yang sanggup bergerak melebihi kecepatan cahaya. Formula ini dapat menjelaskan terjadinya quantum (q) yang menysun quanta, photon yang menyebabkan kecepatan cahaya terbatas (c) dan neutrino yang kecepatannya diatas kecepatan cahaya. Inilah penjelasannya:
Analisa Minimalis:
1.Quantum terjadi saat: a3=0, a1=a2,u1=u2, w1=w2. Ini merupakan STW yang berosilasi pada sumbu E=0 dengan x dan y satu phasa, sehingga menghasilkan quantum yang merupakan pembentuk energi fisika.
2. Photon terjadi saat a3=0, a1=a2, w1=w2 dan u1#u2, Ini merupakan STW yang berosilasi pada sumbu E=0, dimana x tak satu phasa dengan y. Gelombang ini merupakan transisi dari fenomena transien ke fenomena fisika.
3. Neutrino (dan sejenisnya yang mampu bergerak melebihi c): a3#0, w3#0, a1=a2, w1=w2, u1#u2. Ini terjadi pada gelombang campuran STW dan ATW yang saya namakan Gelombang Som Wyn (GSW). Disini nilai E merupakan fungsi waktu, sehingga berubah secara periodik.
4. Tak terjadi partikel jika a3#0, w3=0. Ini merupakan ATW. yang terjadi saat E#0.

Pada kenyataan masih banyak lagi kemungkinan yang dapat terjadi karena fenomena yang terjadi di alam semesta ini bersifat acak. Tiap jenis gelombang (gelombang x, gelombang y dan gelombang E) memiliki tiga variable (a,u dan w), sehingga banyak kemungkinan yang dapat terjadi.

tough2slf
tough2slf wrote on Jan 26

Yang menyatakan ” tak ada yang dapat melebihi kecepatan cahaya” adalah Eintein, bukan ibnusomowiyono

Sepertinya A.Einstein tidak begitu gegabah untuk membuat pernyataan tersebut diatas … sebagai ilmuwan dia menyadari bahwa manusia pada saat ini belum dapat membuat mesin yang kecepatannya melampaui kecepatan cahaya tanpa musnah >> SuperNova sebagai contoh

Di Alam Semesta semuanya dalam keadaan PASTI >> bukan Gaib … masalahnya pengetahuan Exakta dan Kimia manusia masih rendah..jadi lebih gampang berteori saja..

Sudah diketahui bahwa kecepatan cahaya = 300.000 km/detik jadi sesungguhnya gampang untuk membuktikan teori tersebut

1) membuat mesin/bahan yang tidak meledak/meleleh karena overheating pada kecepatan 1 Milyard/jam
2) mendapatkan bahan bakar yang sanggup menjalankan mesin tersebut

Sebuah kerjaan rumah yang bagus bagi ESMKA bukan

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 27
Eintein memang tak secara tegas menyatakan” tak ada yang dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya”, seperti halnya Darwin tak secara tegas menyatakan”manusia turunan kera”, Hawking juga tak pernah secara tegas menyatakan” Blackhole merupakan jalan menuju ke sorga”, tetapi teori dan formulanya “menggiring manusia” (paling tidak saya), kearah itu. Silakan baca fiksi ilmiah!
Saya bukan ilmuwan fisika, sehingga tak apriori menolak sesuatu yang gaib,namun saya menggunakan akal untuk menerima yang gaib itu. Menurut hasil pemikran saya ada yang sanggup bergerak melebih kecepatan cahaya. Walau bukan ilmuwan saya memiliki argumentasi mengapa saya mempercayai adanya sesuatu yang dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya, ini saya tuangkan dalam Formula Gelombang Som Wyn. Nama ini merupakan pertanggungan jawab, bukan sekedar membuat sensasi
Jika anda seorang yang mempelajari matematika, cobalah cek kebenaran formula gagasan saya itu secara matematis, Pengetahuan saya sangat minim dalam mathematik, sehingga saya gunakan matematika konvensional, diantaranya persamaan gelombang dasar sinusoidal.:
Nenek moyang kita mempercayai fenomena gaib yang dapat dimanfaatkan untuk mengarungi alam semesta secara piritual maupun religi. Para penulis memantaatkan teori relativitas dan teori Hawking untuk “membawa manusia bermimpi” dengan fiksi “ilmiahnya”………………… sehingga “diciptakan” mesin waktu, “terowongan menuju sorga”, lobang cacing yang sanggup melipat alam semesta sehingga bagian yang dalam kenyataan teramat jauh dapat menjadi sangat dekat.
Reverensi saya secara fisika adalah Formula Newton F=m*a. Semakin kecil massa semakin besar percepatan yang dapat dicapai oleh gaya tertentu, Jadi benda yang massanya sangat kecil, mendekati nol (tertapi bukannya nol) akan dapat terdeteksi oleh peralatan fisika mutakhir, namun menurut Foprmula Einttein kepepatan itu tak mungkin melebihi kecepatan cahaya (photon).
Jika secara eksperintal dapat terdeteksi neutrino yang kecepatannya melebihi cahaya, saya tak apriori “menolaknya” sebab artinya itu diizinkan oleh Tuhan YME. Saya lalu bertanya:” mengapa dapat demikian”. Saya gemar mengkotak-katik sesuai dengan kemampuan saya dalam bidang fisika dan matematika konvensional, hasil nya adalah Teori Gelombang Som Wyn yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan mengapa nutrino dapat bergeral sedikit lebih cepat dari cahaya..
Dengan Formula Gelombang Som Wyn bahkan saya memprediksikan akan terdeteksinya partikel yang dapat bergerak lebih cepat dari nutrino.
Partikel-partikel itu tak akan mengalami “pelelehan” atau supernova karena diruang hampa keberadaannya hanya sesaat (umurnya sangat pendek), diruangan terisi materi kesempatan untuk melakukan interaksi dengan partikel penghalangnya yang menghasilkan energi panas, juga sangat pendek, sehingga seakan sanggup menembus setiap parrtikel penghalangnya.
Kebenaran atau kebohongan FGSW akan terjawab setelah terbukti adanya atau tak adanya partikel yang dapat bergerak lebih cepat dari photon (kecepatan cahaya) secara eksperimental, namun paling tidak saya berusaha menggiring manusia (khususnya diri saya sendiri) untuk tidak begitu saja mempercayai atau terbelenggu oleh “mitos” yang menyatakan tak ada yang dapat melebihi kecepatan, Mitos ini “di bangun” atas dasar teori relativitas Einstein. Saya bukan menentang teori relativitas, melainkan mengkritisinya. Dengan Teori Revolusi Som Wyn saya juga bukan menentang Teori Evolusi Darwin melainkan mengkritisinya.
Saya mendambakan cucu-cucu saya, generasi akan datang, bukan menjadi super apalagi superior melainkan semakin kritis.

tough2slf
tough2slf wrote on Jan 27, edited on Jan 27

melainkan mengkritisinya.

Tentu saja harus kritis bila menghadapi suatu teori … akan tetapi tetap sebuah teori apabila tidak dapat dibuktikan… sama sama tidak pasti..celakanya Hasil baru SomWijn = kosong /hampa

Jalur ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut

Thesis >> >> Ant Thesis >>>> Syntheses

Hasil lama >> Perlawanan >> Hasil baru

A.Einstein >> SomWijn >> Kosong/Hampa
C.Darwin >> Nutrino

Karena Nutrino bukan penemuan SomWijn maka nilainya = 0
Bila Hasil Lama = Y
Maka Hasil baru = y x 0 = 0 >> Hampa

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Jan 29, edited on Jan 29
TM sekedar jendela meneropong Alam Semesta. Peneropongan ini tak membutuhkan peralatan fisik, cukup dengan kemampuan paralogika (mimpi/angan-angan/obsessi) ditunjang oleh fikiran (energi metafisika) dan keyakinan (energi gaib). llmu Pengetahuan adalah pintu untuk memasuki alam semesta secara nyata (real) untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi. Jangan dicampur adukkan.
Ilmu pengetahuan yang kini berjalan berlandaskan axioma: ” yang tak dapat terakses oleh pancaindra secara langsung atau dengan bantuan peralatan fisika adalah “kosong”, alias bohong.” Jadi pernyataan anda: Eintein >> Som Wyn>> Kosong/Hampa adalah tak salah, tetapi juga belum tentu benar, sebab tak melewati jalur Thesis >>>> Anti Thesis >>>> Syntheses
Axioma TM lewat Teori Paralogika adalah :” semua yang dapat terjadi pasti telah mendapat izin dari Tuhan YME”. Kalau kenyataannya ada partikel yang kecepatannya melebihi cahaya, pasti telah mendapatkan izin Nya. Susahnya memang membuktikan adanya nutrino yang sanggup bergerak melebihi kecepatan cahaya, ini bukan wilayah/tugas TM, melainkan tugas ilmu pengetahuan/tehnologi yang kini telah dikuasai oleh manusia.
Akan lebih gampang mengatakan :” Itu adalah kehendak Tuhan” (bedakan Tuhan dengan Tuhan YME). Jika kita gunakan dogma ini, maka manusia tak akan berusaha untuk mengungkapkan rahasia alam semesta agar dapat dikembangkan hingga bermanfaat bagi seluruh ciptaan NYa.
Sedikit catatan: Andaikata nutrino memang ada dan dapat bergerak melebihi cahaya ( menurut analisa/thesis saya dengan menggunakan Formula Gelombang Som Wyn berdasar matematika konvensional fenomena yang bertentangan dengan teori relativitas ini secara teoritis memang mungkin sekali dapat terjadi).
Saat ini sedang dibuktikan keberadaannya lewat ilmu pengetahuan dan tehnologi mutakhir, Kita tunggu saja hasilnya, seandainya memang ada bukan berarti Teori Relativitas salah, melainkan tak secara keseluruhan benar.
Nutrino memang bukan penemuan Som Wyn (baca tulisan saya yang berjudul “benarkah ada yang melebihi kecepatan cahaya.” Disitu saya kutibkan tulisan ilmiah lewat mesin pencari google, sehingga kita tahu apakah itu nutrino dan perkembangannya dalam ilmu pengetahuan fisika sekaligus sejarah diperkenalkannya adanya nutrino, Akan gamblang bahwa nutrino bukan penemuan Som Wyn, sehingga mungkin saja nilainya bukan nol karena melewati Jalur Thesis >> Anti Thesia >> Sinthesia sebagai yang anda tetapkan agar hasilnya bukan bohong-bohongan.

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s