Menyingkap rahasia Alam Semesta dan Alam Abadi dengan berbagai gelombang.

Pertanyaan: Menurut eyang Ibnu ada gelombang yang kecepatannya melebih kecepatan cahaya sehingga menyalahi Teori Realtivitas Einstein. Bagaimana cara eyang mengukur kecepatan gelombang yang melebihi kecepatan cahaya?

Jawaban: Mengukur keceptana cahaya c yang sama besarnya dengan kecepatan photon dapat dilakukan dengan peralatan fisika karena photon dan cahaya ini merupakan fenomena Sub Alam Fisika. Mengukur kecepatan gelombang yang tak membangkitkan photon hanya dapat dilakukan lewat peralatan non fisik atau lewat kemampuan batin dan fikiran, tak mungkin lewat pancaindra walau dibantu peralatan fisika.
Urutan kecepatan gelombang di Alam Semesta menurut Teori Minimalis.
1. Gelombang gaib, misalnya wahyu dan cahaya Ilahi merupakan gelombang di Sub Alam Gaib yang hanya dapat terakses oleh kemampuan bathiniah, contohnya lewat agama. Lewat agama dapat terakses Alam Abadi dengan sorga dan nerakanya. Menurut TM Alam Semesta sangat luas, tak mungkin terakses lewat gelombang yang kecepatannya c atau dibawah c, apalagi  Alam Abadi.
2. Gelombang fikir, atau gelombang rasional. Gelombang fikir hanya terakses oleh olah fikir, misalnya filsafat. Lewat Filsfat dan mathematika dapat terakses Sub Alam Metafisika. Fikiran hanya sanggup mengakses alam semesta, tak mungkin mengakses yang diluar alam semesta.  Dengan berfikir manusia sanggup mengakses seluruh  Alam Semesta yang jika diakses dengan sarana cahaya yang kecepatannya c memerlukan waktu triliunan tahun.
3. Gelombang transien yang tak menimbulkan photon, disebut Asimetrical Transwave (ATW). Gelombang ini tak menimbulkan photon dan partikel lainnya, sehingga hanya dapat terakses lewat kemampuan paralogika (bawah sadar), diantarany, mimpi, angan-angan, imaginasi, illusi,…………..dan indra ke enam.
Gelombang ini  dapat dimanfaatkan untuk mengakses fenomena transien yang ada di Sub Alam Transien. Menurut TM Sub Alam Transien terisi oleh energi tansien, yaitu eter dan eteric. Energi ini berupa dipole magnet yang belum mengalami keseimbangan prima (E#0. x> 0 dan Y>0. Gelombang transien tak mungkin terakses lewat pancaindra, atau peralatan fisika, tak dapat dikendalikan oleh otak, karena berada di bawah sadar, namun dapat mempengaruhi kerja otak.
4. Gelombang yang menimbulkan partikel lebih “halus dari photon”, misalnya neutrino. Gelombang ini dinamakan Gelombang Som Wyn, karena hanya dapat dijelaskan  dengan Formula Gelombang Som Wyn. a3.sin (u3 + w3t) =  – a1.sin (u1 + w1t) +  a2.sin (u2 + w2t) Gelombang Som Wyn kecepatannya melebihi kecepatan cahaya (c)  namun masih dapat terakses oleh peralatan fisika canggih.
Keempat gelombang tersebut diatas tak mematuhi Hukum Relativitas. Ketiga yang teratas tak mungkin terakses oleh peralatan fisika, sedangkan gelombang ke 4 dapat terakses oleh peralatan fisika namun tak memenuhi Teori Relativitas Einstein. Dengan gelombang Som Wyn manusia akan sanggup berkomunikasi dengan bagian Sub Alam Fisika yang merupakan Macrocosmos yang jaraknya sangat jauh dalam waktu yang sangat pendek.
5. Gelombang Einstein adalah gelombang yang membangkitkan photon sehingga kecepatannya dibawah c. Gelombang ini dalam TM dinamkan Symmetrical Trans Wave (STW) dapat terakses oleh peralatan fisika, bahkan pada band frequensi tertentu dapat terakses oleh mata. Saat ini gelombang Einstein telah dimafaatkan untuk pembawa signal analog maupun digital. Kecepatannya dibawah c sehingga hanya dapat untuk melakukan komunikasi  antar wilayah di bumi, solar system, atau  wilayah gugusan Bimasakti. Cahaya yang berasal dari gufusan bintang lainnya membutuhkan waku berabad-abat untuk sampai ke bumi.
6. Gelombang partikel yang kecepatannya lebih rendah dari gelombang Einstein. Gelombang ini sangat lambat, misalnya gelombang suara, gelombang listrik (elektron), gelombang panas, dll yang dapat terakses oleh kemampuan pancaindra dengan atau tanpa bantuan peralatan fisika. Diantara gelombang ini yang paling cepat adalah gelombang gravitasi yang berupa Elementer Clear Wavee (ECW). Gelombang gravitasi ini pancarannya juga sangat terbatas, tetapi sangat penting dalam komunikasi macaroscopis Sub Alam Fisika. Gaya tarik gravitasi sanggup menghubungkan antara benda-benda yang memiliki massa  dalam galaksi Bimasakti, Wilayah Solar ssyem dan antara molekul, yang berupa gaya tarik menarik massa.

tough2slf
tough2slf wrote on Mar 8
Apabila sesuatu “hanya dapat dilakukan lewat peralatan non fisik atau lewat kemampuan batin dan fikiran, tak mungkin lewat pancaindra walau dibantu peralatan fisika.” sama saja bohong >>> tidak ada bukti

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Mar 8
Agar tak terjadi kesalah fahaman ada baiknya didifinisikan dulu dari “sesuatu” atau something. Kalau difinisi something adalah “benda” atau partikel yang menurut TM memiliki E=0, maka pernyataan: Apabila sesuatu “hanya dapat dilakukan lewat peralatan non fisik atau lewat kemampuan batin dan fikiran, tak mungkin lewat pancaindra walau dibantu peralatan fisika.” sama saja bohong >>> tidak ada bukti. adalah pernyataan yang benar. Dalam hal ini “sesuatu” pasti dapat terakses oleh pancaindra atau peralatan fisika. Tetapi jika “sesuatu” itu dimaksud dengan seluruh isi Alam Semesta, termasuk energi, body dan gelombang semu yang tak membangkitkan photon,mfisalnya fenomena Sub Alam Gaib, fenomena Sub Alam Fikir dan fenomena Sub Alam Transien, dimana E#0, sangat mudah dibuktikan kebenarannya, jadi tidak bohong.
Apakah anda dapat mengakses mimpi dengan pancaindra, walau dibantu peralatan fisik? Apakah anda percaya andanya sorga dan neraka yang tak dapat terakses oleh pancandra walau dibantu dengan peralatan fisik? Apakah anda dapat tahu ujud fikiran (bedakan dengan otak) dengan pancaindra walau dengan peralatan fisik? Jika anda jawab “dapat”, maka anda bohong!
Dalam filsafat dibedakan adanya sesuatu yang nyata/rieel dan tak nyata/abstrak. Dalam matematika dikernal bilangan imaginer alias bilangan tak nyata.
Dalam hukum ada dua cara pembuktian: azas praduga tak bersalah, jika akan memutuskan bersalah harus membuktikan dimana letak kesalahannya, atau pembuktian terbalik, harus membuktikan tak bersalah jika tak mau dipersalahkan. Dalam ilmu pengetahuan juga berlaku: Jika tak dapat membuktikan berarti “bohong”. atau Jika tak dapat membuktikan kesalahan itu artinya bohong.

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Mar 8
Fenomena Alam semesta ada yang hanya terakses oleh bathin, ada yang hanya terakses oleh fikiran, ada yang hanya terakses oleh kemampuan bawah sadar, disamping itu ada yang dapat terakses lewat pancaindra tanpa bantuan peralatan fisika dan ada yang harus menggunakan alat bantu fisika.
Tuhan YME menyediakan segalnya, yang nyata dan yang semu, yang rasional dan yang irrasional, yang valid dan masih terakses oleh kemampuan manusia dan yang invalid yang tak mungkin terakses oleh kemampuan manusia, misalnya soul dan roh. Ada ungkapan : dalamnya laut dapat diduka…………….. isi hati seseorang siapa tahu.

tough2slf
tough2slf wrote on Mar 8, edited on Mar 8
Siapa bilang ” sorga dan neraka yang tak dapat terakses oleh pancandra ”

Anda sekarang jalan jalan di taman firdaus/Sorga >>> lihat pemandangan disekitar anda dan nikmatilah keindahannya
Dikemudian hari ketika anda dikebumikan maka anda dekat dengan Neraka yang maha panas

Demikian juga kalau anda menyimak pembahasan di http://www.tough2slf.net78.net/index.php?p=1_105_Agama maka telah dibahas bahwa baik Sorga dan Neraka ada di Dunia dan dapat ditangkap pancaindra

Bukankah anda berucap

“rasanya di Surga” saat malam pengantin

“rasanya di Neraka” ketika pisah dari si DOI

Ketika para Astronut menyaksikan pemandangan bumi dari ruang angkasa maka dengan takjub keluar ucapan

The Earth is Awesome …it must be heaven

It’s the Blue Planet

It’s NIBIRU

Baik sebagai Konsep dan Realitas telah terbukti keberadaannya >> tidak bohong

Buktikanlah keberadaan Sub Alam Transian dimana E#0 …?

Perihal bawah sadar itu juga telah dibahas di http://tough2slf.multiply.com/journal/item/335/Mario_Teguh_dan_Orang_Galau dibagian Otak yaitu bahwa

Ke-1 “Perlu diketahui bahwa perilaku orang sehat dikendalikan oleh pikiran dan bukan emosi”

Ke-2 “Telah diketahui bahwa perilaku manusia sehat dikendalikan oleh otak bagian depan yang disebut korteks Prefrontalis(frontal lobe) yaitu bagian otak yang mengontrol pikiran manusia … berurusan dengan rasa malu, empati sosial dan nilai dalam kehidupan”

Ke-3 “Penyebab kerusakan pada Prefrontalis adalah Tumor – Effek samping pembedahan – Cedera”

Kerusakan pada korteks prefrontalis membuat manusia kehilangan tata krama sosial menjadi anti sosial, kehilangan rasa bersalah serta tergangungnya kematangan emosional … biasanya anda menjadi tidak santun, kasar, mudah marah, agresif dan emotional

Contohnya : Para Koruptor tahu bahwa tindakan mereka salah namun tidak dapat ditransfer dalam perilaku karena bagian otak yang menerjemahkan pengetahuan tersebut telah mengalami kerusakan

Dalam keadaan seperti ini peranan Amigdala cendrung lebih dominan dibanding dengan peran Prefrontalis

ibnusomowiyono
ibnusomowiyono wrote on Mar 10
Susah mempertemukan pandangan materialistik dengan spiritual, apalagi agama.
Dimensi utama alam semesta adalah waktu, sehingga “sorga dunia” seperti yang anda katakan pasti tak abadi, bukan merupakan kebahagiaan abadi melainkan kenikmatan sementara. Kebahagiaan abadi tak mungkin didapat di alam semesta yang dkuasai dimensi waktu, tetapi mungkin sekali didapat di alam abadi.
Itulah sebabnya Teori Som Wyn membedakan dua jenis living organsime: a. White blank body yang taat pada Tuhan yang membimbing untuk mencapai kebahagian abadi disamping kenikmatan sementara. dan b.
Reincarnated body yang “menuruti kehendak sendiri.” sehingga puas berkutat di alam semesta. Saya sendiri merasa tak termasuk dalam Whiteblank body, tetapi berdasarkan berfikir saya menyakini adanya White blank body.
Saya tak menyangkal yang anda tuliskan diatas, tetapi saya tak puas dengan jawaban yang bersifat materialistik dan menisbikan semua yang tak terakses oleh pancaindra dan peralatan fisika. Saya selalu berfikir sebelum meyakini, sehingga saya tak puas dengan pemikiran materialistik. Materi memang penting, namun menjadikan manusia terbelenggu/terpasung , tak bebas untuk berfikir dan berkeyakinan yang mungkin lain dengan masukan lewat pancaindra.
Saya dapat menikmati TV dan Dunia Maya yang sanggup menyajikan secara nyata sesuatu yang tadinya hanya dapat terjadi didalam mimpi. Tapi saya belum puas: mengapa Dunia Maya belum sanggup menyajikan “bau, rasa, raba” dan hanya sanggup menyajikan audio visual yang hanya dapat dinikmati lewat penglihatan dan pendengaran.
Saya dapat membedakan antara manusia yang masih hidup dan mayat. Saya dapat membedakan antara benda (batu) dengan fosil………….. mengapa tak mencari apa yang membedakannya?

tough2slf
tough2slf wrote on Mar 10, edited on Mar 10
ke-1 “sorga dunia” seperti yang anda katakan pasti tak abadi >>> betul … yang abadi hanya Tuhan .. selebihnya hanya bersifat sementara … termasuk Alam Semesta berikut anda karena hanya merupakan pikiranNYA saja

Ke-2 Semua materi manusia-batu dll semuanya terdiri dari sel dan atom >> tidak ada yang berbeda

ke-3 Materi = Energi yang memadat

Kecuali anda dapat membuktikan kebalikannya

Sementara ini kita dapat mengukur besaran dan keberadaan Energi saja … sedangkan Energi ada ber-macam2 penyebabnya … nyala Lampu …tenaga Nuklir … tenaga Magnit >> sedangkan sourcenya ada bermacam macam

Yang anda lihat hanyalah AKIBAT … carilah PENYEBABNYA ..

Kita terbelenggu karena tidak mencari penyebabnya liwat pendalaman ilmu pengetahuan … apabila para al-kimia tidak kutat katut ilmu kimia demikian juga dengan para ahli ilmu falak/pasti/arkeology dll maka kita masih hidup di tahun 600 M … jangan jalan ditempat dengan hanya “qoute” sesuatu yang telah diketahui … Kemukakan gagasan sendiri dengan pembuktian jang lebih konkrit..

Seperti ucapan kakek saya RM.Reksohadiprodjo (wedana Purworejo) >>> kalau rakyat tidak diberi ilmu pengetahuan maka selamanya mereka akan menjadi bangsa kuli

Sekali lagi pendalaman ilmu pengetahuan adalah kunci KePuasan anda

Sesuai wangsit Mertua anda “PIKIREN”

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s