Ringkasan Teori Minimalis dan turunannya.

Pertanyaan: Mohon dijelaskan secara rinci dan sistematis teori gagasan eyang Ibnu dan apa manfaat teori itu. Terima kasih.

Jawaban: Eyang akan mencoba menjelaskan kepada cucu teori hasil kotak-katikeyang agar lebih mudah difahami.

Teori Minimalis menginformasikan Alam Semesta merupakan sebuah system tertutup dimana jumlah energinya tetap yang berubah hanya sifat dan jenisnya.

Alam Semesta terisi oleh berbagai energi yang tak mungkin keluar dari Alam Semesta. Semua energi itu berbaur menjadi satu, namun memiliki kesadaran, consciousnes atau dimensi masing-masing. Kesadaran itu berubah sesuai dengan perjalanan waktu. Waktu adalah dimensi utama/universal Alam Semesta yang berjalan secara linier.

Atas dasar sifat dan jenis energi, Alam Semesta dibagi dalam Sub Alam Semesta yang masing-masing memiliki dimensi berbeda. Kesadaran energi akan berubah saat berpindah dari satu sub alam ke sub alam lainnya.

Manusia dianugrahi oleh Tuhan YME  lima kemampuan untuk mengakses kelima Sub Alam  Semesta:

  1. 1.       Sub Alam Gaib atau Sub Alam Bathin hanya terakses oleh kemampuan bathin.
  2. 2.       Sub Alam Metafisika atau Sub Alam Fikir hanya kerakses oleh kemampuan berfikir.
  3. 3.       Sub Alam Transien atau Sub Alam Bawah Sadar hanya terakses oleh kemampuan bawah sadar.
  4. 4.       Sub Alam Fisika atau Sub Alam Nyata hanya terakses oleh pancaindra dan peralatan fisika.
  5. 5.       Sub Alam Organisme atau Sub Alam Biologi hanya terakses oleh  pancaindra dibantu bathin dan fikiran.

 

Inilah ringkasan Teori Minimalis dan Turunannya:

  1. 1.       Teori Minimalis (TM) menginformasikan tentang energi yang ada di seluruh Alam Semesta yang erat kaitannya dengan pembagian Alam Semesta menjadi Sub Alam Semesta atas dasar energi yang terdapat di dalam Sub Alam masing-masing. Formula yang berlaku dalam TM adalah Formula Supernatural Modern (FSM) E = -x + y. Ada dua jenis energi dasar, yaitu a. energi semu dimana E#0 karena x#y, sehingga belum memiliki massa dan belum membutuhkan ruang nyata dan  b.energi fisika atau energi nyata yang memiliki massa (E)=0  karena x=y=q. , sehingga membutuhkan ruang nyata. Dalam fisika q adalah energi fisika terkecil  ( quantum) yang dapat membentuk massa sesuai dengan Formula Einstein  E=m.*c^2.  Keterangan E adalah energi fisika yang merupakan paket quantum,  m adalah massa yang terbentuk dari energi fisika sebesar E, sedangkan c adalah kecepatan cahaya. Formula ini hanya berlaku untuk fenomena nyata, tak berlaku untuk fenomena semu.  Saat ini Teori Relativitas telah  sanggup menjelaskan terjadinya massa, namun bertentangan dengan Mekanika Quantum dan sedang diupayakan untuk menyatukan nya. FSM dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan terjadinya massa menurut Teori Minimalis yang tak bertentangan dengan Teori Relativitas (kecuali mengenai dimensi waktu) maupun Mekanika Quantum.
  2. 2.       Teori Minimalis Plus (TM +) menginformasikan adanya non energi di Alam Semesta sehingga terjadimicrocosmos disamping macrocosmos. TM hanya menginformasikan energi yang tak mungkin meninggalkan Alam Semesta yang membentuk macrocosmos. Sedangkan TM+ menginformasikan adanya non energi yang dapat bebas keluar masuk Alam Semesta  dan merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Tuhan YME. Non energi dinyatakan oleh Formula Som Wyn z # – x + y, yang menjelaskan bahwa z bukan energi.
  3. 3.       Teori Som Wyn (TSW) menginformasikan secara rinci mengenai microcosmos, dimana terjadi interaksi antara body yang tersusun dari energi dengan  non energi (diantaranya soul). TSW menginformasikan adanya tujuh lapis kehidupan di Alam Semesta  yang merupakan interaksi energi dengan non energi. Non energi tak mungkin dimengerti oleh manusia, namun setelah berinteraksi dengan body yang terjadi dari energi membentuk microcosmos menjadi dapat difahami oleh manusia. a.  Empat living body: 1. living organisme. 2. living astral body atau spirit. 3. living dark body. 4.living bright body. b. dua immortal body: 5. talent body. 6. holly body.  c. satu non body   7.soul (z).   Teori Som Wyn juga menginformasikan adanya tiga perspektif mengenai tuhan: a. tuhan menurut perspektip manusia yang materialistik, b. Tuhan menurut perspektif agama dan c. Tuhan Yang Maha Esa menurut perspektif Teori Som Wyn.    Soul yang terikat pada body membutuhkan energi untuk menunjang aktivitasnya dalam Sub Alam masing-masing, sehingga tak mungkin keluar dari Alam Semesta. Agar dapat keluar dari Alam Semesta maka z harus memutuskan mata kailnya dengan body yang terbentuk dari energi.
  4. 4.       Teori Paralogika (TP) merupakan pengkhususan dari teori Som Wyn yang menginformasikan tentang living organisme. Living organisme termasuk dalam microcosmos yang memanfaatkan organisme sebagai sarana untuk dapat memanfaatkan berbagai energi yang tersedia disekitarnya terutama bio energi. Livin body lainnya hanya sanggup memanfaatkan energi yang tersedia di Sub Alam masing-masing.

TP menginformasikan bahwa living organisme hanya mungkin hidup dan berkembang diwilayah Alam Semesta yang memiliki biosfera,  oleh karena  itu setiap living organsime mengalami bioritme, yaitu kondisi dasar dan kondisi bawah sadar. Manusia termasuk living organisme sehingga hanya dapat hidup diwilayah biosfera dan mengalami kondisi sadar dan bawah sadar. TP membedakan dua jenis Living organisme, yaitu White blank body yang merupakan interaksi vitalistik antara organisme dengan soul dan Reincarnated body yang merupakan interaksi semi vitalistikantara organisme dengan spirit.

White blank body sepenuhnya patuh pada Tuhan, sedangkan Reincarnated body menuruti keinginan sendiri.

TP tak sanggup memahami WB yang hanya mungkin dijelaskan oleh dogma agama. TP  menginformasikan bahwa organisme sangat  peka terhadap lingkungan fisik sehingga sangat sulit untuk meninggalkan bumi, bahkan tumbuh-tumbuhan  tertanam pada tempatnya.  Binatang hanya sanggup berpindah pada lingkungan yang sangat terbatas, sedangkan manusia sanggup memanfatkan berbagai macam energi sehingga sanggup membebaskan diri dari cengekaran gaya gravitasi bumi menuju planet disekiar bumi dengan  membawa/membuat biosfera tiruan. Namun karena organisme manusia sangat peka terhadap lingkungan, manusia tak mungkin berpindah ke bagian Alam Semesta yang teramat jauh.

Sebaliknya spirit memiliki kesadaran laten, tak memiliki massa, hanya memerlukan trans energi (diantaranya cahaya) yang terdapat diseluruh Alam Semesta sehingga dengan bebas spirit sanggup  berpetualang ke seluruh Alam Semesta dalam wilayah Sub Alam Transien.

TP dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan asal usul kehidupan di bumi yang memiliki biosfera. Menurut TP  organisme dapat terbentuk secara alami diwilayah biosfera bahkan sudah terbukti dapat dibuat oleh manusia.

Spirit terdapat diseluruh wilayah Alam Semesta di Sub Alam Transien. Alam Transien merupakan Sub Alam yang paling “dekat”/  berbatasan denga Sub Alam Biologi, bahkan saling over lap, tumpang tindih sebagian. Menurut TM dimana terdapat organisme “sehat” akan dimanfaatkan oleh spirit (bedakan dengan soul yang sepenuhnya patuh pada Tuhan). Spirit sangat membutuhkan organsime agar dapat memanfaatkan berbagai energi, maka  dimana ada organisme “sehat”/baru terbentuk , spirit akan bersaing memperebutkan agar dapat  mengendalikannya, ibaratnya user memprogram computer, untuk melakukan aktivitasnya. Spirit dari galaksi yang sangat jauh mungkin sekali datang ke bumi dan  memanfaatkan organisme yang terdapat di bumi. TP dapat menginformasikan  mengapa manusia di bumi  dapat berkembang intelegensianyaluar biasa, karena spirit yang mengendalikan manusia dapat berasal dari galaksi lain yang  peradabannya sudah sangat tinggi, walau jaraknya sangat jauh. Spirit tak akan mengalami kendala  sebagai  yang dialami  living organisme betapapun sederhanynya, misalnya sel, yang sangat peka terhadap lingkungan dan “umurnya” sangat pendek. Tak mungkin sel melakukan migrasi  melalui wilayah yang tak memiliki biosfera.

Teori  Evolusi Darwin mungkin benar tetapi hanya  untuk living organisme yang dikendalikan oleh spirit primitif hingga  harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya (diseleksi oleh alam). Manusia sanggup “mengatur” lingkungan di bumi hingga tak perlu melalui jalur  evolusi.  Teori Revolusi Som Wyn  dapat  membuktikan bahwa manusia merupakan hasil revolusi microcosmos, hingga  sanggup menginformasikan bahwa manusia bukan turunan kera, melainkan keturunan pasangan manusia dengan berbagai ras, yang merupakan satu spesies manusia yang sangat berbeda dengan spesies binatang apapun.  Seandainya ada kemiripan organsimenya, tetapi spirit yang mengendalikan berbeda. TP menggunakan komputer sebagai model organisme sedangkan user sebagai model spirit. Antara komputer dengan user harus seimbang kemampuannya, demikian juga antara organisme dengan spirit yang akan mengendalikan organisme  juga harus seimbang.

Dengan Teori Revolusi Som Wyn, agama tak usah peduli pada  Teori Evolusi Darwin, sebab sudah jelas  kera adalah spiesies binatang yang mengalami evolusi biologi , manusia adalah  hasil revolusi Alam Semesta, paling tidak  dalam segi  spirit nya.  Revolusi Spiritual Ilmiah akan menempatkan manusia  secara proporsional, manusia tak mau diatur oleh lingkungan di bumi, bahkan cenderung akan mengatur lingkungan di bumi dan sekitarnya. Apakah itu mungkin?  Jika Tuhan YME  mengizinkan, tak ada yang tak mungkin. Masalahnya apakah manusia sanggup melakukannya (menguasai lingkungan hidup di bumi) dan apakah manusia  berani menanggung risikonya? Bumi  ini maha pemurah tetapi  juga sanggup berlaku sangat kejam. Bumi bagaikan debu di Alam Semesta, namun termasuk bagian dari macrocosmos sehingga mencederai bumi  akan mendapat reaksi dari Alam Semesta. Akan lebih baik melestarikan  bumi  dari merusak bumi karena merasa sanggup keluar dari bumi yang merupakan bagian dari macrocosmos di Alam Semesta. Kebiasaan spirit merusak lingkungannya  akan menjadi kan spirit  menjadi perusak lingkungan dimanapun spirit berada, termasuk bumi, sebaliknya kebiasaan baik spirit untuk melestarikan lingkungannya akan menjadikan spirit sebagai penjaga/ pelestari lingkungannya, termasuk bumi. Spiritlah yang dapat menjadikan living body  baik atau buruk.

  1. 5.       Teori Revolusi Som Wyn (TRSW) menginformasikan bahwa manusia adalah hasil revolusi Alam Semesta, tak melalui proses evolusi sebagai yang dialami oleh living organisme lainnya. Organisme manusia terbentuk dari hasil komplementasi eteric. 

E3 = (E1#0 ) + (E2#0), hanya akan menghasilkan (E3=0) jika  (E1#0) = – (E2#0)  selain itu tak mungkin (E3=0)  diperoleh dari penjumlahan (E1#0) + (E2#0). Proses terbentuknya (E3=0) dari penggabungan (E1#0) + (E2#0) yang sangat langka ini  dinamakan komplementasi eteric. Eter dengan faktor tinggi dapat secararevolusioner membentuk quanta tinggi tanpa melalui proses evolusi. Quanta tinggi inilah yang dapat secara revolusioner menghasilkan organinisme berkwalitas tinggi yang dibutuhkan oleh manusia dan makluk cerdas lainnya, tanpa melalui proses evolusi. Hal ini sangat penting untuk mengimbangi kebutuhan spirit manusia yang memerlukan organisme  berkwalitas tinggi. Ibaratnya untuk mengimbangi user tingkat lanjut harus tersedia komputer tingkat lanjut.

Teori Revolusi Som Wyn tak menyanggah kebenaran Teori Evolusi Darwin melainkan mendudukkan manusia dan makluk cerdas lainnya pada proporsinya. Teori Revolusi Som Wyn merupakan pengkhususan  Teori Paralogika yang menginformasikan living organisme pada umumnya.

Evolusi berjalan sangat lambat, sedangkan revolusi berjalan sangat cepat. Ini dapat dibuktikan, manusia yang merupakan penghuni paling muda di bumi perkembangan organisme,chususnya otaknya, sangat luar biasa, tak seperti kera atau binatang lainnya.

Organisme yang berkembang secara revolusioner  ini diakibatkan spirit yang mengendalikan manusia berasal dari galaksi yang telah memiliki peradaban sangat  tinggi.

  1. 6.       Teori Quantum Eteric Minimalis  (TQEM) dan Teori Anti Matter Minimalis (TAMM) menginformasikan interaksi enegi fisika dengan energi transien. Rantai tertutup quantum dan rantai tertutup eteric yang sepadan/koheren dapat saling bergabung atau saling menyatu. Penyatuan rantai tertutup quantum dengan  rantai tertutup eteric  yang sepadan dinamakan quantum eteric sedang penggabungan antara rantai tertutup quantum dengan  rantai tertutup eteric dinamakan anti matter. Teori ini menginformasikan bahwa matter adalah quantum eteric, merupakan penyatuan dari rantai tertutup quantum dan rantai tertutup eteric, yang dalam Matematika Minimalis (MM) dinyatakan sebagai perkalian antara (E=0) * (E#0) akan menghasilkan (E=0). Walau sama dengan quantum (E=0) namun quantum eteric sifatnya berbeda dengan quantum. Rantai tertutup quantum tak memancarkan gaya magnetic  keluar, sedangkan quantum eteric memancarkan gaya  magnetic  keluar.  Quantum eteric dapat berubah operatornya dari perkalian menjadi penjumahan dan menghasilkan anti matter.  Anti matter adalah kondisi matter  saat operatornya berubah dari perkalian menjadi penjumlahan q + e = (E1=0) +  (E2#0) = (E3#0).  Eter memiliki E#0 namun sifatnya berbeda dengan Anti matter. Eter tak memiliki massa sedangkan anti matter memiliki massa. Anti matter dapat menyatu lagi menjadi matter atau terpisah menjadi rantai tertutup quantum dan rantai tertutup eteric.

Benda terdiri  dari  Quantum eteric dan quantum, sehingga kepadatan massanya berbeda beda. Inilah yang menjadikan berbagai tingkat ujud benda : plasma,  gas, cair , padat dan sangat padat yang dinamakan heavy matter.

TQEM dan TAMM dapat menginformasikan berbagai fenomana yang sangat sulit dijelaskan oleh Teori Fisika, misalnya  a.mengapa anti matter jarang sekali terdapat di Sub Alam Fisika sedangkan matter sangat banyak dijumpai di Sub Alam Fisika.  b. Gaya tarik massa dan gravitasi juga dapat dijelaskan oleh TQEM dan TAMM dengan menginforfmasikan adanya Elementer Clea Wave (ECW) yang membentuk graviton.  c.Mengapa Black hole memiliki kepadatan  massa sangat tinggi. d. Putaran electron mengelilingi inti atom  dapat dijelaskan dengan Model Atom Minimalis yang berbasis TQEM. e. Mengapa massa matter sama dengan massa anti matter yang sepadam juga dapat dijelaskan dengan TQEM dan TAMM.

  1. 7.       Model Atom Minimalis (MAM) adalah model atom yang berbasis TQEM.  Atom tersusun dari inti atom yang tak lain adalah quantum eteric yang terpusat pada inti atom, sedangkan electron merupakan quantum eteric yang tersebar pada kulit atom. Baik inti atom maupun electron memancarkan gaya magnetik keluar dan memiliki massa. Massa dibangun oleh rantai tertutup quantum sedangkan gaya magnetic dipancarkan oleh rantai tertutup eteric.

Inti atom terdiri dari a. rantai tertutup quantum (q) yang tak memancarkan gaya magnetic keluar karena besar kutub magnit pada sambungan segmennya sama besarnya, tak ada kelebihan kutub magnet diantara segmennya tetapi memiliki massa karena memiliki x=y=q, dimana q adalah energi fisika yang akan menyusun massa (sesuai denga Formula  q >>> E, sedangkan E= m*c^2) .  b. Rantai tertutup eteric (e) yang memancarkan gaya magnet keluar dari celah celah segmennya karena besarnya kutub magnet pada antar segmennya tak sama. Ada dua kemungkinan x > y atau y > x. Gaya magnetik yang dipancarkan oleh (e) kedalam  inti atom akan menimbulkan muatan listrik startis yang dipancarkan keluar sebagai medan listrik statis, sedangkan gaya magnetic  yang terpancar keluar akan menginduksi eter disekitarnya menyebabkan terjandika medan magnet ( menurut TM eter merupakan energi transien sehingga tak terdeteksi oleh peralatan fisika, sedangkan medan  magnet yang menginduksi eter adalah rangkaian gaya magnetic sehingga  dapat terakses oleh peralatan fisika).

Karena inti atom berotasi pada porosnya, maka medan magnet yang dipancarkan oleh inti atom akan ikut berputar  sehingga menyebabkan medan listrik dinamis disekitarnya (sesuai dengan E = k.. dH/dt, dimana E adalah kuat medan listrik dinamis atau GGL dinamis, H adalah Kuat Medan Magnit, sedangkan k tergantung dari media dalam atom, yaitu eter. Medan Listrik Dinamis adalah turunan ke satu dari kuat medan magnet. Medan Listrik Dinamis inilah yang menyebabkan electron berevolusi mengitari inti atom. Mengapa?  Electron juga merupakan quantum eteric yang “mirip inti atom namun  kelebihan kutub magnetnya  berlawanan dengan inti atom, inti atom kelebihan kutub magnet y pada sambungan segmennya, sedangkan electron kelebihan kutub magnet  x pada sambungan segmennya. Ini artinya muatan listrik statis pada electron juga berlawanan dengan muatan listrik statis pada inti atom. Perbedaan muatan ini menyebabkan gaya tarik listrik statis antara inti atom dengan electron.

Putaran electron mengeliling inti atom akan menimbulkan gaya sentrifugal karena elektron memiliki massa . Jika tak ada gaya lain electron akan terlempar keluar. Yang menyebabkan electron tak terlempar keluar atom adalah gaya tarik listrik statis antara inti atom dengan electron.  Jika kedua gaya ini tak seimbang, maka electron akan terlempar meninggalkan atom sehingga terjadilah ion positif, sebaliknya  juga memungkinkan atom menarik elekton dari luar sehingga terjadi ion negatif.  Ion positif dan ion negatif akan saling tarik menarik berdasar  perbedaan muatan listrik statisnya.

Model Atom Minimalis mendukung Model Atom Niel  Bohr, sekaligus tak bertentangan dengan Model Atom Quantum Fisika, Model Atom Quantum menyatakan dalam atom terdapat awan  elctron dalam  keadaan acak. MAM menginformasikan bahwa yang acak bukannya electron melainkan eteric yang dapat menjadi inti atom maupun electron. Eteric maupun quantum masing-masing dapat membentuk rantai tertutup, yang jika menyatu membentuk matter  (misalnya electron maupun  inti atom dan jika bergabung dapat membentuk anti matter, misalnya anti electron.) Sejalan dengan itu setiap partikel dapat berubah menjadi anti partikel. Hidrogen  (matter) jika operatornya berubah dari perkalian  menjadi penambahan atau berubah dari menyatu menjadi bergabung akan menjadi Anti Hydrogen.

  1. 8.       Teori Gelombang Minimalis (TGM)  menginformasikan bahwa gelombang adalah energi yang berubah secara periodik baik qualitas (jenisnya) atau intensitasnya (kekuatannya). Menurut TGM di Sub Alam Transien terdapat dua jenis energi transien yaitu x dan y. Dalam kondisi bergetar akibat terjadinya transisi  nilai keseimbangan energinya (E) , maka akan terjadi gelombang eteric x dan gelombang eteric y.  Kedua gelombang ini terintegrasi menjadi Fungsi  waktu : F1(t) dan F2(t), namun karena kedua fungsi ini malar dan memiliki nilai batas, maka dapat diuraikan menjadi Deret Taylor dari fungsi dasarnya yang berupa fungsi sinusoidal. TGM memanfaatkan fungsi dasar sinusoidal untuk menjelaskan gelombang x dan gelombang y.  Formula Gelobang transien menjadi: x  = a1.sin (u1 +w1.t) sedangkan y = a2.sin (u2 + w2t). Dimana   x dan y adalah simpangan gelombang , a1 dan a2 adalah amplitudo gelombang, u1 dan u2 adalah sudut phasa, w1 dan w2 adalah  kecepatan sudut yang dapat digantikan sebagai frequensi  gelombang, sedangkan t adalah dimensi waktu.

Formula Supernatural Som Wyn dapat dinyatakan sebagai:                                                                                                                                                                                                                                                       E = – a1.sin  (u1 + w1t) + a2.sin (u2 + w2t).

TGM menginformasikan adanya Assymetrical Trans  Wave (ATW) yang kecepatannya melebihi c (kecepatan cahaya diruang hampa materi menurut Teori Relativitas) dan Symetrical Tans Wave (STW) yang kecepatan dalam ruang hampa materi adalah c, sedangkan pada ruang yang berisi materi kecepatannya  lebih rendah dari c.

TGM juga dapat menjelaskan adanya partikel  yang merupakan fenomena fisika  stabil yang selalu hadir di Sub Alam Fisika, dan photon yang tak stabil yang hanya hadir sesaat diruang hampa partikel dan akan melakukan interaksi mekanik dengan partikel  atau sub partikel, bahkan dengan sub partikel yang lebih mendasar, misalnya quark, leptomatau messon

Terjadinya partikel, photon atau neutrinos dapat dijelaskan dengan TGM sbb:

  1. a.       Jika E # 0, maka yang terjadi adalah ATW yang tak menghasilkan photon apalagi partikel, yang terjadi adalah eteric dengan berbagai nilai kesimbangan E.
  2. b.      Jika E=0,  dan a1 = a2, u1=u2 dan w1=w2, maka x akan selalu sama deng y,  sehingga dihasilkan partikel yang memiliki E selalu nol, tak ada kondisi E#0 sehingga tak terjadi EWM.
  3. c.       Jika E=0 dan  a1=a2, w1=w2, tetapi u1#u2 maka yang terjadi adalah photon, karena tiap panjang gelombang hanya terjadi dua kali kondisi dimana x = y=q. Ini artinya photon hanya  muncul saat x=y=q, Kemunculan photon inilah  yeng menyebabkan STW  kecepatannya terbatas (c) dalam ruangan hampa materi, sedangkan diruangan terisi materi kecepatannya lebih rendah, namun tetap melebihi gelombang  partikel , diantaranya adalah Elementer Clear Wave (ECW) Semakin tinggi frequensi STW  semakin sering photon nongol. Diruang terisi materi photon akan  melakukan interaksi mekanik dengan partikel, inilah sebabnya diruangan berisi materi gelombang dengan frequensi lebih tinggi kecepatan rambatnya lebih rendah dari gelombang yang frequensinya lebih rendah. Diruangan berisi materi  STW kecepatannya dapat menjadi nol, karena berubah menjadi berbagai  energi fisika (misalnya energi panas, energi photo sintesis, energi listrik, energi bio kimian dll energi fisika..
  4. d.      Jika E=F3(t) atau E= a3.sin (u3 + w3t) maka terjadilah berbagai kemungkinan  ATW, STW atau Gelombang Som Wyn yang kecepatannya dibawah ATW diatas STW.

Formula Gelombang Som Wyn adalah:

 a3.sin (u3 + w3t) =  – a1.sin (u1 + w1t) + a2.sin (u2 + w2t)

Jika a3 = 0 terjadi STW,  karena E = 0

Jika a3#0 tetapi u3=0 dan w3=0  terjadi ATW, karena E # 0  dan bukan merupakan fungsi waktu, melainkan sebuah konstanta.

Jika a3#0, u3#0 dan w3#0 terjadi Gelombang Som Wyn yang menghasilkan EMW dan neutrinos.

Gelombang Som Wyn menghasilkan neutrinos yang kecepatannya melebihi photon atau cahaya Einstein.

Catatan:  Neutrinos, sebagai halnya photon memiliki E=0 walau dalam waktu sekejap diruangan hampa partikel, sehingga dapat terdeteksi oleh peralatan fisika mutakhir. Neutrinos tak mematuhi Teori Relativitas sehingga hanya dapat dijelaskan dengan Formula Gelombang Som Wyn yang berbasis Teori Minimalis.

GSW sangat bermanfaat sebagai gelombang pembawa informasi yang berupa sinyal analog maupun digital sebagai halnya EMW dan  cahaya. Karena kecepatannya melebihi cahaya maka dapat dimanfaatkan untuk melakukan telekomunikasi jarak sangat jauh, misalkan antar galaksi.

 

Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
ibnusomowiyono wrote on Mar 17, edited on Mar 18
Kita harus mensukuri adanya EMW yang kecepatannya melebihi c, walau ini dapat menggoyahkan Teori Relativitas Einstein. Masa depan IT akan mengalami kemajuan luar biasa.
gracitation wrote on Jul 13
Eyang Ibnu, jika ada EMW yang lebih cepat dari c, berarti:
1. Transformasi Lorentz salah. Ini bertentangan dengan fakta eksperimental yang membuktikan Tranformasi Lorentz tidak salah.
2. Benda bermassa diam bisa dipercepat sampai kecepatan tak berhingga. Ini bertentangan dengan fakta eksperimental yang tidak pernah mendapati benda bermassa diam dapat dipercepat sampai tepat c.
3. Menyatakan adanya EMW yang lebih cepat dari c = menyatakan adanya foton yang dapat dipercepat kelajuannya menjadi tachyon. Padahal, tiada satu fakta eksperimental pun yang membenarkan pernyataan ini.
Bagaimana Eyang Ibnu akan menjelaskan semua kontradiksi ini?
ibnusomowiyono wrote on Mar 18
Disamping gelombang transien terdapat gelombang bathin dan gelombang fikiran.
a. Gelombang bathin sanggup menghubungkan Alam Semesta, termasuk bumi, dengan Alam Abadi yang tak terkirakan jaraknya.
b. Gelombang fikir dapat menghubungkan seluruh Alam Semesta yang jaraknya sangat jauh dalam waktu sangat singkat.
ibnusomowiyono wrote on Mar 18, edited on Mar 18
Ada seorang cucu yang bertanya kepada eyang: ” Mengapa spirit berimigrasi ke bumi padahal disana telah memiliki peradaban tinggi?
Jawabnya: Lho kamu ini turunan RB atau bukan? Kalau turunan RB tanyakan pada leluhurmu!
Penyanya: Katanya Eyang seorang RB, makanya cucu bertanya kepada eyang. Mengapa eyang berimigrasi ke bumi?
Jawab: Siapa bilang eyang termasuk RB? Coba baca statement eyang: Jika Tuhan YME mengizinkan eyang ingin mendapat kesempatan ber-reincarnasi. Jadi cucu salah faham jika menganggap eyang RB.
Penanya: Kok ingin ber reincarnasi?
Jawaban: Ingin membuktikan teori gagasan eyang benar atau salah, dimanfaatkan oleh generasi sesudah kita atau dimasukkan ke keranjang sampah. Jika ada yang salah eyang masih berkesempatan untuk mengkoreksinya, sesuai dengan kebutuhan.
Penanya: O, jadi bukan karena belum puas menikmati kenikmatan sementara di dunia sehingga tak menginginkan mendapatkan kebahagiaan abadi, atau mungkin eyang ingin balas dendam, atau memperoleh gelar kesarjanaan?
Jawaban: Sejak awal eyang menyatakan: semua menginginkan kebahagiaan abadi, tapi juga kenikmatan duniawi, jika mungkin mendapatkan kedua-duanya.
Saran penanya: Jika begitu seharusnya eyang memeluk agama Islam, sebab hanya agama inilah yang membimbing untuk mendapatkan kenikmatan dunia dan kebahagiaan abadi, atau memperoleh dunia dan akherat.
Saran eyang: Semoga cucu tak melupakan janji Allah swt: ” memperoleh kebahagiaan abadi dengan mematuhi perintah Nya dan menjauhi larangan Nya” , hanya karena sibuk mengejar kenikmatan sementara atau mabuk kenikmatan duniawi.
Penanya : Amien!
Eyang: Ingat: Yang dilahirkan sebagai RB dapat menjadi WB, sebaliknya yang terlahir sebagai WB dapat menjadi RB.
Mungkinkah cucu membawa kenikmatan duniawi saat cucu meninggal dunia?
Penanya: (tak dapat menjawab.)
Jawaban: Ada agama yang menyatakan jika ingin memperoleh kebahagiaan abadi harus melepaskan mata kail duniawi. Cucu percaya?
Penyanya: (tak menjawab).
Saran eyang:: Seharusnya cucu tidak hanya mempelajari agama hanya pada kulitnya saja, melainkan masuk dalam intinya
Penanya: Eyang membelokkan masalah, tidak menjawab inti pertanyaan saya untuk membuktikan bahwa “ilmu kotak-katik” eyang dapat dipertanggung jawabkan.
Jawaban: Ini menurut kotak-katik eyang: Spirit dari peradaban tinggi itu berimigrasi ke bumi karena “melarikan” diri akibat lingkungan biosfera disana telah rusak.
Penanya: Mengapa rusak?
Jawaban: Itu akibat ulah makluk cerdas disana, termasuk spirit yang melarikan diri ke bumi. Ini suatu peringatan yang sangat berharga bagi manusia agar berusaha melestarikan lingkungan di bumi, bukan merusaknya jika tak mau mengalami nasib seperti yang dialami oleh living organisme di galaksi lain yang terpaksa spiritnya melarikan diri ke bumi.
Penanya: O, jadi RB itu perlu dicurigai, sebab dapat merusak lingkungan di bumi.
Jawaban: Itulah sebabnya eyang ingin menjadikan mereka yang tak mau diyakinkan adanya Tuhan YME lewat agama karena dianggap membatasi kebebasan berfikir dan berbuat. Hampir semua agama menggunakan dogma, yang merupakan bangunan kokoh yang tak boleh di renovasi jika ingin “murni” tak terkontaminasi oleh perspektif manusia.
Target Teori Paralogika maupun Teori Som Wyn adalah mereka yang atheis (bukan yang religius). Atheisme tak mengakui keberadaan Tuhan maupun Tuhan YME. Agar mereka terhindar atau keluar dari atheisme modern akibar terbius oleh materi, sehingga menjadi materialisme, maka dibutuhkan suatu metoda untuk meyakinkan mereka.
Kemampuan kotak-katik itu menjadikan eyang sanggup membuat berbagai teori yang tujuannya mengagungkan Tuhan YME, yang jelas tak pernah memaksakan kehendak Nya, melainkan memberikan kesempatan kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri sendiri, jenis dan lingkungannya, menyediakan segalanya untuk memanfaatkan atau dimanfaatkan (take and give) dan memberikan pilihan: patuh pada Tuhan yang akan membimbingnya mendapatkan kebahagiaan abadi dan memberikan kenikmatan hidup walau hanya sementara.
Reincarnassi memberi kesempatan hidup berkesinambungan secara individual bagi spirit, disamping informasi yang merupakan penghubung antar ruang dan antar waktu untuk kelompok/jenis/antar generasi dalam microcosmos, maupun dalam macrocosmos.
Penanya: garuk-garuk kepala : Gumun aku, wis tuwa kok kurang gawean.
Eyang: Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja gampang maido apa sing durung kok ngerteni. Belive without thinking is the way to the heaven, thinking before believing is the way to reality.
ibnusomowiyono wrote on Mar 30, edited on Apr 1
Dalam Fiksi Blackhole yang berlatar belakang abad ke 30 dikisahkan terjadinya “ledakan” mini Blachole sehingga terjadi perubahan keseimbangan energi di Bumi. Energi nyata sebagain berubah menjadi energi semu, terutama energi transien. Perubahan keseimbangan inilah yang dikisahkan dalam Fiksi Blackhole.
Ada seorang Psycholog, Max Freud, yang memperoleh kemampuan supernatural sehingga sanggup menciptakan kendaraan ruang angkasa yang tak berbobot, yang dinamakan CSPN (CeeSPeeN) atau Capsule Sub Pra Natural. Kendaraan ini hanya dapat dimuati oleh spirit yang juga tak berbobot. Kendaraan ini dibangun dengan lapisan triologi: Energi Gaib, Energi Fikir dan Energi Transien, sehingga tak mengandung unsur energi fisika dan energi biologi. Disamping dapat bergerak dengan sangat cepat maupun sangat lambat/berhenti, kendaraan ini memiliki sarana navigasi dan sarana komunikasi, berkat kemajuan IT yang sangat luar biasa.
Spirit memang dapat berkelana ke seluruh Alam Semesta, namun tak memiliki sarana navigasi dan telekominikasi , sehingga betapapun tinggi peradabannya, migrasi spirit di Alam Semesta bersifat untung-untungan, dan bersifat individualistik, tak melakukan kerjasama antar spirit atau dengan organisme yang ditinggalkan “untuk sementara waktu”. Tanpa komunikasi spirit dengan organisme yang sedang ditinggalkan menyebabkan spirit tak dapat kembali ke organisme yang ditinggalkan, sehingga petualangannya di ruang angkasa juga menjadi tak ada manfaatnya bagi peradaban manusia, karena spirit bebas dapat tersesat akibat tak memiliki kemampuan navigasi. “Kepergian” spirit yang tak sanggup berkomusikasi dengan bumi akan tak bermanfaat untuk misinya dalam mencari bagian Alam Semesta yang memiliki biosfera, sebab hasilnya tak dapat dimonitor oleh yang mengirimkannya, dan tak sanggup mengirimkan data-data tentang perjalanannya mengarungi ruang angkasa.
Penemuan CSPN menjadikan manusia lebih unggul dari makluk cerdas lainnya, termasuk yang mengirim Alien dan UFO ke Bumi.
Ingin tahu lebih rinci mengenai Ceespeen? Baca Fiksi Blackhole sekali lagi!
Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Teori Minimalis. Tandai permalink.

2 Balasan ke Ringkasan Teori Minimalis dan turunannya.

  1. Akung Ibnu berkata:

    Terima kasih atas perhatian anda pada tulisan saya. Mohon diberi tanggapan.

  2. Akung Ibnu berkata:

    Jawaban untuk Gracitation: Transformasi Laplace hanya dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena Fisika yang terjadi di Sub Alam Fisika. sebagai halnya Formula Eintein hanya dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena Sub Alam Fisika. Dalam Alam Semesta yang diantaranya terdapat dua Sub Alam Paralel: Sub Alam Fisika dan Sub Alam Transenden: setiap fenomena pada dua Sub Alam ini dapat dijelaskan dengan Transrformasi Som Wyn: q & e >>>>> (q) & (e) >>>>> (q)+ (e) >>>>> (q)*(e). Mengapa demikian?.Kedua Sub Alam itu terletak pada satu bidang datar yang memuat (E#0) dan (E=0), sedangkan Sub Alam Fisika hanya merupakan sebuah garis lurus pada bidang tersebut, yang memiliki sifat khusus terisi oleh partikel yang memiliki massa hingga membutuhkan ruang nyata, memiliki (E=0). Hal ini dapat dijelaskan dengan Peta Energi dan Non Energi Minimalis dengan memanfaatkan koordinat kartesian. Peta ini juga dapat digunakan untuk menjelaskan adanya Non Energi, yaitu titik-titik diluar bidang datar tersebut (E#0) yang memuat (E=0) dan diluar garis energi gaib (E=-x) dan garis energi metafisika (E=y). Dengan Transformasi Som Wyn dapat dijelaskan terjadinya matter yang memiliki massa dan membutuhkan ruang nyata dan anti matter yang tidak memiliki massa hingga hanya membutuhkan ruang semu. Transformasi Som Wyn juga dapat menjelaskan perbedaan antara matter (diantaranya bintang) dengahn heavy matter (diantaranya Blackhole).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s