Teori Minimalis (TM) dan Teori Membrane (T-M)

Pertanyaan: Menurut Akungibnu ada seorang yang  ingin “mengawinkan” Teori Minimalis dengan Teori Membrane” karena keduanya menyatakan Alam Semesta memiliki 11  dimensi. Dapatkah  Akungibnu menjelaskan kesebelas dimensi itu?

Jawaban: Akungibnu tak tahu masalah Teori Membrane, namun  yang jelas Teori Minimalis merupakan gagasan/kutak katik  Akungibnu dan berkembang menjadi teori-teori turunannya. , jadi tidak ada hubungan  dengan Teori Membrane yang merupakan upaya  para ilmuwan menyatukan Teori Relativitas dengan Mekanika Quantum menjadi Theory of Everything.

Jika terdapat persamaan jumlah dimensinya itu sekedar  sebuah kebetulan. Jika ingin mengetahui  11 dimensi T-M silakan bertanya kepada ahlinya, yaitu para ilmuwan.

Ada baiknya Akungibnu memberikan 11 dimensi TM, cucu  dapat membandingkan dengan  11 dimensi T-M.

11 dimensi TM:

Menurut TM isi Alam Semesta bukan hanya matter (materi) yang memiliki 5 dimensi (tiga dimensi ruang nyata, satu dimensi massa dan dimensi universal  waktu)  melainkan terisi  berbagai jenis Energy yang bercampur menjadi satu secara ecak, namun masing-masing memiliki kesadaran (consciousness)  yang dapat berubah sejalan dengan perubahan waktu (t).

Atas kesadaran energy TM  membagi menjadi 5 Sub Alam:

Sub Alam Occult,  Sub Alam Metafisika, Sub Alam Transient, Sub Alam Fisika, Sub Alam Organisme,

Mula-mula hanya diciptakan sepasang energy dasar Alam Semesta oleh Tuhan YME yaitu energy x atau E=-x  dengan KM(#0#00) dan energy y  atau E=y dengan KM(00#0). Kedua energy  dasar ini diberi  kesadaran atau dimensi berbeda yang  merupakan fungsi waktu,  x=F1(t) sedangka  y=F2(t), keduanya memiliki kesadaran masing-masing.  Perubahan kesadaran yang berubah sejalan dengan dimensi waktu di Sub Alam masing-masing  menyebabkan terbentuknya berbagai jenis energy

1. Sub Alam Occult: Sesama x dapat  bergabung membentuk rantai terbuka x atau menyatu membentuk x dengan variable lebih besar.  Hasil penyatuan x dapat bergabung membentuk rantai  terbuka  x dengan  segmen  x lebih besar dari energy dasar x. Kedua ujung rantai terbuka  x dapat  terhubung membentuk rantai tertutup x atau (x). Rantai tertutup (x) dapat masuk/pindah  ke Sub Alam yang berdimensi lain, diantaranya Sub Alam Transient.

2. Sub Alam Metafisika (SAM): Sesama y dapat  bergabung membentuk rantai terbuka y atau menyatu membentuk y dengan variable lebih besar.  Hasil penyatuan y dapat bergabung membentuk rantai terbuka y dengan  segmen  y lebih besar dari energy dasar y. Kedua ujung rantai terbuka  y dapat  terhubung membentuk rantai tertutup y atau (y). Rantai tertutup (y) dapat masuk/pindah  ke Sub Alam yang berdimensi lain, diantaranya Sub Alam Transient.

3.Sub Alam Transient (SAT): Kesadaran energi di  SAT berubah, sesama energy x akan  tolak menolak, demikian juga energy y akan tolak menolak, sebaliknya energy x akan menarik energy y.

Sifat energy x / y sama dengan sifat kutub  utara magnet / kutub selatan magnet. Atas dasar sifat ini maka TM menginformasikan bahwa Sub Alam Transient terisi oleh Monopole Magnet Weber (MMW). Di Sub Alam Transient berlaku Hukum Kemagnetan.

Akibat perubahan kesadaran  energy maka (x) / (y) pecah dan berhamburan. Energy x berubah menjadi MMW x, energy y berubah menjadi MMW y.  Masing-masing  akan bergetar dan bergerak menjadi Gelombang Magnet  x (GMx) dan Gelombang dan Gelombang Magnet y (GMy).  Atas dasar Interaksi elektromagnet, sepasang GM yang kogeren akan diikuti oleh sepasang Gelombang Electro (GE). Paket GM dan GE akan menghasilkan GEM atau EMW.

Setelah masa transisi selesai, MMW x akan menarik MMW y membentuk Dipole Magnet Weber (DMW).  DMW  dapat berkutub magnet sama besarnya dan dinamakan quantum minimalis atau qm (E=0), atau memiliki sepasang kutub magnet tidak sama dan dinamakan eteric atau  e (E#0).

Sesama qm dapat bergabung membentuk rantai terbuka qm, demikian halnya  e dapat bergabung membentuk rantai terbuka e.  Kedua ujung rantai terbuka dapat terhubung membentuk rantai tertutup (qm) atau rantai tertutup (e). Rantai tertutup (qm) atau (e) dapat menyatu menjadi  quantum eteric   atau qe yang memiliki E=0 atau  bergabung menjadi Anti Matter Minimalis (AMM) yang memiliki E#0.

4. Sub Alam Fisika atau Sub Alam Nyata memiliki tiga dimensi ruang nyata, satu dimensi massa  dan  satu dimensi universal  waktu. Sub Alam Fisika/ Sub Alam Fisika terisi matter (materi) yang dibangun oleh  rantai terbuka qm, rantai tertutup (qm) dan quantum eterik (qe) , masing-masing memiliki E=0.

Di Sub Alam Fisika berlaku Hukum Fisika dengan 5  dimensi dasar: waktu (t) ,massa (m) , panjang (l) , lebar (d)  dan tinggi (h).

Menurut TM  Alam Semesta  bukan hanya terisi matter melainkan  berbagai jenis energy yang memiliki kesadaran (consciousness) masing-masing yang berubah sejalan dengan perubahan waktu (t).

1. Dimensi waktu (t). 2. Dimensi Occult (x), 3 Dimensi Metafisika (y), 4. Dimensi Eter (e), 5. Dimensi Quantum (q), 6. Dimensi quantum eteric, 7 . Dimensi Anti Matter Minimalis,  8. Dimensi massa (m) , 9. Dimensi panjang (l), 10. Dimensi lebar (d)  dan 11. Dimensi tinggi (h) 

5. Sub Alam Organisme: hanya terdapat di bagian Alam Semesta yang memiliki biosfera.  Bumi bagaikan debu di Alam Semesta namun sangat langka  sebab memiliki biosfera yang memungkinkan terjadinya makhluk hidup bertubuh organisme atau Living organisme, diantaranya manusia.

Menrut TM Plus Alam Semesta juga terisi oleh Non Energi yang tak berdimensi, diantaranya z (zesos) yaitu soul.

Sains beranggapan bahwa isi Alam Semesta hanya matter sehingga  memandang makhluk hidup sekedar process biologi hingga  tak mengakui adanya z  Teori Som Wyn: z tak mungkin dimengerti oleh manusia, namun setelah melakukan interaksi vitallistik dengan body yang tersusun dari energy yang merupakan macrocosmos (keteraturan besar)  menghasilkan Microcosmos(keteraturan kecil) , yang berupa  individu  makhluk hidup (Living body) hingga yang bukan sekedar matter menjadi dapat dimengerti oleh manusia.

Menurut TM energy tak mungkin keluar dari Alam Semesta yang merupakan system tertutup bagi energy, sedangkan Non Energy (termasuk z) dapat keluar masuk Alam Semesta karena bukan energy.

Microcosmos  yang masih terkait dengan energy juga tak mungkin meninggalkan Alam Semesta untuk masuk  ke Alam Abadi.

Ingat: TM sekedar hasil  kutak-kutik seorang kakek  berkebangsaan  Indonesia yang tak menyandang gelar akademik sedangkan T-M  termasuk Science  hasil pemikiran para ilmuwan yang menyandang Gelar Akademik karena  telah  mempelajari/ menguasai ilmu pengetahuan mutakhir  jadi mustahil untuk dikawinkan.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Teori Minimalis (TM) dan Teori Membrane (T-M)

  1. Akung Ibnu berkata:

    Mengawinkan TM dengan T-M lebih sulit dari mengawinkan Teori Relativitas dengan Mekanika Quantum. Jadi biarkan masing-masing berjalan sendiri-sendiri dan saling mengimbangi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s