Orang genius dan orang gila bedanya serambut dibelah sejuta.

Pertanyaan: Membaca tulisan akungibnu yang menyatakan: “orangginius dan orang gila bedanya serambut dibelah sejuta” aku sangat gusar, sebab aku merasa ginius tak mau dikatakan gila! Jangan asal ngomong, berikan argument-nya.

Jawaban: Jika cucu gusar artinya cucu masih warasfikirannya, belum gila, sebab orang gila tak  peduli dianggap gila. Tak percaya? Boleh coba jadi orang gila sungguhan! Caranya? Orangginius “tak ada waktu”  untuk berfikir dirinya ginius, jadi kalau cucu merasa ginius artinya cucu berobsessi menjadi ginius, belum ginius sungguhan. Teruskan obsessi itu…………………..dengan “menghasilkan” sesuatu yang tak pernah terpikirkan oleh orang lain (yang tidak ginius),  dan buktikan sehingga orang lain dapat menerima “gagasan”/obsessimu. . Jika berhasil, baru kau boleh menyebut dirimu ginius, jika tidak artinya kamu gila sungguhan.

Ada sekelumit kisah: seorang guru yang superior dan murid yang  ginius:

Murid yang berani melawan arus, berfikiran berbeda dengan sang guru yang menjadi panutan semua muridnya:  ” Mengapa guru memilih dia sebagai pemimpin, sudah jelas dia hanya memikirkan dirinya, tak peduli pada yang lain, suka membodohi orang ……………kok dijadikan pimpinan.”

Guru: “You  ini tahu apa, aku tahu  segalanya, jadi jangan menggurui aku.”

Murid yang pemberani itu melemparkan bakiak tepat mengenai muka sang guru sehingga menyebabkan  dikeluarkan dari perguruan itu.

Murid yang lain: “Jangan marah guru, dia itu ginius……………..”

Guru:  Dia bukan ginius, tapi  gila, berani melawan gurunya.”

Semua murid: “Kalau dia dikeluarkan kami semua akan keluar .”

Guru: “Keluar? Kalian mau kemana?”

Semua murid: “Jadi pengikut orangginius itu!”

Guru: (geleng-geleng kepala): “ternyata semua sudah ikutan  gila! Baiklah, jika begitu perguruan ini kuserahkan kepada kalian, aku akan mengawasi dari luar bagaimana si gila itu   memimpin orang-orang gila  seperti kalian.”

Pertanyaannya: Mengapa si pembangkang itu dapat membuat dirinya terpilih sebagai pengganti sang guru yang telah kehilangan kepercayaan dari murid-muridnya? Karena berani menentang arus dan sanggup meyakinkan pada yang lain bahwa perguruan itu dipimpin oleh guru yang sewenang-wenang. Apa yang terjadi jika dia tak dapat meyakinkan murid lainnya? Dia akan gila sungguhan!

 

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s