Akungibnu genius atau gila?

Pertanyaan: membaca profil di Yahoo, ternyata yang namanya ibnusomowiyono itu orang konyol, jebolan ITB dan UGM namun gayanya seperti ilmuwan. Obsessi nya “luar biasa” Ingin menjadikan dunia bagaikan sorga.
Dalam situs ini dia digugat oleh seorang yang merasa genius karena menulis bahwa orang genius dan orang gila bedanya hanya serambut dibelah sejuta.
Katanya: orang genius dapat berfikir yang tak terfikir oleh orang lain, alias lain dari yang difikir oleh orang pada umumnya.
Dari tulisan dan gagasannya akungibnu tergolong nyleleh, ini terlihat dari teori gagasannya.
Menurut akungibnu orang genius harus sanggup membuktikan kebenaran apa yang difikir sehingga dapat diterima/menyakinkan orang lain, jika tidak artinya akan menjadi gila sungguhan.

Apakah akungibnu sanggup membuktikan kebenaran gagasannya? Jika dapat artinya genius, jika tidak artinya gila!

Jawaban: Terima kasih cucu “menantang” akungibnu untuk membuktikan kebenaran gagasan/ fikiran akung. Tujuannya bukan agar dikatakan genius, melainkan membuktikan bahwa akungibnu tidak gila, masih waras..

Semua orang yang religious yakin adanya: keabadian, namun banyak yang berfikir di alam abadi hanya tersedia surga sehingga mereka berlomba mencari akhirat , bukan mencari kebahagiaan abadi. Dunia termasuk bagian dari Alam Semesta yang dikuasai oleh dimensi waktu sehingga tidak abadi, di dunia tidak hanya tersedia kenikmatan duniawi, melainkan juga kesengsaraan. Semua (termasuk manusia) menginginkan kenikmatan duniawi dan berusaha keluar dari kesengsaraan, walau semua bersifat sementara.

Semua orang akan mati, artinya semua akan memperoleh akhirat (akhir dari hidup)  Jadi akhirat tak usah dicari, akan datang sendiri pada saat kematian atau hari kiamat kubro.  Akhirat tidak identik dengan kebahagiaan abadi (surga/nirvana,heaven,paradise), sebab tersedia juga siksa berkepanjangan (neraka, hell, inferno).  Hidup ini merupakan kesempatan untuk memilih,

a. sekali hidup lalu mati tanpa adanya pertanggungan jawab setelah mati.  Inilah yang “diajarkan” oleh Science yang materialistik, yang beranggapan hidup sekedar proses biologi, sehingga tidak  mengakui adanya soul atau spirit, tuhannya adalah materi. Ajaran ini menjadikan manusia yang materialis menggunakan filosofi aji-aji mumpung, mumpung hidup dapat berbuat apa saja untuk memperoleh kenikmatan duniawi, karena tak percaya pada janji Tuhan YMK tersedia kebahagiaan Abadi. Oleh karena itu TM menginformasikan, manusia macam ini tak dapat diatur oleh Moralitas Agung (MoA), diantaranya adalah agama, melainkan harus diatur dengan Moralitas Tertip Hukum (MoTH) buatan manusia.

b. agama mengajarkan adanya alam abadi atau akhirat sekaligus memberi tuntunan untuk mencapai kebahagiaan abadi (surga)  dan menghindari siksa berkepanjangan (neraka). Ada keyakinan yang menyatakan hidup hanya sekali, ada yang menyatakan hidup dapat berkesinambungan,  ada siklis kehidupan sebelum masuk alam abadi.

Bagi yang yakin bahwa hidup hanya sekali harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, sebab dia telah mengantongi ticket untuk masuk ke surga atau neraka. Bagi yang meyakini siklus hidup  berusaha meningkatkan kwalitas hidupnya agar pada akhirnya dapat memperoleh nirvana.

Hidup  bermanfaat untuk mempersiapkan diri masuk ke surga untuk memperoleh kebahagiaan abadi atau menyia-nyiakan ,bahkan  membiasakan  berbuat yang menjadikan sengsara  diri sendiri , jenis dan lingkungan, diantaranya merusak ekosystem.

Kalau dalam kehidupan yang hanya sementara saja menjadikan dunia bagaikan neraka, secara nalar mana mungkin akan masuk ke surga yang bersifat abadi.

Jadi: menurut akungibnu, jika ingin mendapatkan kebahagiaan abadi (bukan sekedar akhirat) sebaiknya berobsessi dulu menjadikan dunia bagaikan surga dapat dengan memanfaatkan kesempatan hidup yang hanya sekali, atau melakukan peningkatan kwalitas hidup secara bertahap.

Apakah akungibnu  dapat meyakinkan kamu bahwa untuk mencapai surga yang abadi harus  mempersiapkan / membiasakan diri membuat sejenis surga yang tidak abadi di dunia  dengan segala yang telah disediakan oleh Tuhan YME.

Apakah akungibnu dapat meyakinkan kamu bahwa akhirat berbeda dengan kebahagiaan abadi?

Jika kamu dapat menerima penjelasan diatas, bukan berarti akungibnu genius, sebab masih banyak yang harus akungibnu  kerjakan untuk membuktikan “kebenaran” gagasan/hasil pemikiran akungibnu.

Semoga akungibnu masih  diberi  umur panjang atau kesempatan untuk “hidup” kembali, sesuai dengan keyakinan akungibnu.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s