Manusia bukan komputer.

Pertanyaan: Saya berkebaratan jika manusia disamakan dengan komputer! Komputer itu buatan manusia sedangkan manusia itu ciptaan Allah. Itu namanya merendahkan Allah, karena mensetarakan Allah dengan manusia.
Jawaban: Benar sekali: manusia itu ciptaan Allah, komputer juga ciptaan Allah, hanya melewati/memanfaatkan manusia sebagai “lantarannya.” Yang harus dipertanyakan adalah: Mungkinkah komputer dapat langsung diciptakan oleh Allah tanpa dengan terlebih dulu menciptakan  manusia untuk menciptakan komputer?

Kalau kamu menjawab “Ya, Allah dapat menciptakan apa saja,”  itu menurut saya tidak salah, namun  dalam mengolah dan mengambil kesimpulan berbeda dengan yang meyakini setalah berfikir terlebih dahulu apa lagi yang menyakini atas dasar kenyataan (bukti nyata yang terakses lewat panca indra dan peralatan fisika.). Bahayanya yakin yang tak didasari oleh fikiran dan kenyataan adalah terjerusmus dalam mimpi/angan-angan yang dikatagorikan dalam fenomena paralogika (fenomena bawah sadar). Dalam kondisi bawah sadar (diantaranya mimpi) apa saja dapat terjadi, misalnya komputer jatuh dari langit atau diturunkan dari sorga.

Komputer yang jelas  (dapat di terima  akal berdasar kenyataan dan  dapat terakses oleh pancaindra, bukan mimpi) adalah dibuat oleh manusia di bumi, maka  atas dasar logika nyata, tanpa manusia peralatan canggih yang dinamakan  komputer tak mungkin lahir di bumi. Komputer buatan manusia, maka manusia dengan mudah dapat mengetahui bagaimana membuat komputer dan bagaimana kerja komputer, sangat berbeda dengan living organisme, diantaranya manusia, jauh lebih rumit dibandingkan dengan komputer. Berdasar kenyataan komputer  lebih  mudah dipelajari dibanding living organisme,  maka Teori Paralogika: memodelkan organisme sebagai komputer sedangkan soul/spirit dimodelkan sebagai user/manusia. Ini bukan menyamakan atau mensetarakan manusia dengan Allah, melainkan justru mengagungkan Nya namun, bukan atas dasar dogma  dalam era Spiritual Religious, melainkan atas dasar pemikiran atau akal budi  manusia dalam eran Spiritual Ilmiah.

Saya katakan tidak salah meyakini  tanpa difikir  bahwa komputer dapat diciptakan Allah tanpa  dengan sarana manusia, sebab dengan berfikir (walau belum ditunnjang oleh kenyataan) di Alam Semesta ada makhluk hidup (microcosmos) yang mungkin  lebih hebat ketimbang manusia, sebab sekarang semua sudah yakin atas dasar berfikir dan kenyataan (penginderaan) bahwa  bumi bagaikan debu di Alam Semesta namun sangat langka.  Itulah sebabnya saya menggagas  Teori Revolusi Som Wyn yang menginformasikan bahwa manusia merupakan hasil revolusi  microcosmos di bumi,   bukan hasil evolusi microcosmos  yang harus mengalami evolusi sebagai yang diajarkan oleh Teori Evolusi Darwin, namun tidak  semua manusia keturunan Nabi Adam dan Hawa sebagai yang diajarkan oleh agama langit. (bedakan dengan agama bumi)

Ada 4 tahap perkembangan  budaya manusia: yang saling tumpang tidih, belum selesai yang satu telah disusul oleh yang lain, yang membuktikan bahwa manusia berbeda dengan living organisme lainnya di bumi, terutama dalam perkembangan budayanya.

1. Era Spiritual Alamiah. 2. Era Spiritual Religious. 3. Era Ilmu Pengetahuan (Science) yang materialistik. 4. Era Spiritual Ilmiah.

Jika tertarik baca tulisan-tulisan saya agar kamu dapat memperluas cakrawala pandanganmu.

 

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s