Axioma Som Wyn = doktrin setan !

Pertanyaan: Semakin lama kamu semakin gila. Kamu menyatakan manusia boleh berfikir dan berbuat bebas. Akan jadi apa dunia/hidup ini? Axioma Som Wyn = doktrin setan ! Jangan percaya doktrin setan!
Jawaban: Maaf jika tulisan/gagasan saya telah melukai  keyakinan  anda, namun saya berterima kasih anda telah bersedia membaca tulisan/gagasan saya sehingga anda tahu bahwa tidak semua manusia seperti anda. Jika semua manusia seperti anda, tak boleh ada yang berbeda, dengan cara memaksakan kehendak masing-masing, apa  jadinya dunia/hidup ini? 

Saya ganti  bertanya:

1.Apakah segala yang terjadi itu dapat terjadi tanpa izinNya?

2.Apakah bencana dan semua malapetakan saat ini atas kehendakNya?

Axioma Som Wyn satu kesatuan dengan seluruh Teori Som Wyn,. khususnya yang menginformasikan / mendefinisikan Tuhan YME, jadi bukan tentang tuhan-nya orang materialistik (benda/berhala) atau Tuhan YMK, sesuai dengan dogma agama langit.,

Axioma Som Wyn tidak boleh dicomot senaknya saja ( yaitu bagian yang menyatakan manusia boleh berbuat apa saja). Ada sangsi dari setiap perbuatan manusia yang dinamakan risiko. Risiko adalah sangsi bagi setiap perbuatan manusia hidup. Kalau tak berani ambil risiko jangan berbuat, alias jangan hidup.

Adalah sangat naif melemparkan kesalahan/tanggung jawab kepada orang/fihak lain, misalnya setan. Setan memang diizinkan untuk “menyesatkan” manusia sehingga manusia butuh perlindungan Tuhan , namun manusia sebenarnya telah dibekali “kesadaran” (consciousness) untuk melawan setan. Hanya orang yang kehilangan kesadaran dapat terbujuk oleh setan.
Semoga anda tidak mencomot dogma: “Tiada Tuhan selain Allah” pada bagian yang di depan saja:, sehingga anda menjadi atheis.
Bacalah dengan teliti pernyataan berikutnya: (no 5).
Izin itu hanya diberikan kepada ciptaanNya yang sanggup melakukan perbuatan sesuai dengan yang diinginkan dan berani menanggung risikonya.

Dalam Fiksi Blackhole dikemukakan dua pandangan:
1. Pandangan Marx Freud: “Biasakan berfikir dan berkeyakinan yang tidak merugikan diri, ,jenis dan lingkungan, maka secara otomatis perbuatan seseorang menjadi sebagai yang difikir dan diyakini, yaitu tidak merugikan diri sendiri, jenis dan lingkungan.”
2. Pandangan Som Xiang: ” Manusia bebas berfikir dan berkeyakinan, namun tidak bebas dalam berbuat.”

Ad 1. Kebiasaan adalah rel menuju ke tujuan, pancaindera memberikan masukan pada otak sesuatu yang nyata, sedangkan pikiran dan keyakinan memberikan masukan yang semu. Semua masukan diolah oleh otak untuk diwujudkan menjadi perbuatan. Dalam kondisi sadar perbuatan manusia dikendalikan oleh otak. Dalam Teori Paralogika otak dimodelkan sebagai cpu.
Ad 2. Tak ada yang dapat mengetahui apa yang dipikir atau diyakini oleh seseorang, sehingga tidak dapat diketahui orang lain, berbeda dengan perbuatan dapat terdeteksi oleh pancaindera sehingga menjadi tidak bebas. Setiap perbuatan pasti menimbulkan risiko karena dapat merugikan merugikan diri sendiri, jenis atau lingkungannya.

WordPress.com / Gravatar.com credentials can be used.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s