Apa bedanya ruang kosong dengan ruang semu?

Pertanyaan: Menurut Akungibnu Science tidak mengakui adanya energy semu, padahal Fisika mengakui adanya ruang kosong, padahal Fisika termasuk Science. Apakah ruang kosong berbeda dengan ruang semu?

Jawaban:

a.Ruang kosong adalah ruang yang belum atau tidak terisi oleh partikel bermassa hal ini berdasar science yang menganggap Alam Semesta hanya terisi oleh materi (partikel). Setiap partikel membutuhkan ruang (ruang nyata). Ruang kosong dapat diperoleh dengan mengisolasi ruangan nyata yang terisi oleh materi dengan dinding/batas yang berupa materi sehingga tidak dapat ditembus oleh materi. Ruangan itu dikosongkan dengan mengeluarkan materi yang terdapat didalamnya.

b. Ruang Semu adalah ruang yang belum/ tidak terisi oleh materi atau energi nyata. Ruang semu akan menjadi ruang nyata saat didalamnya terdapat materi, atau energy fisika. Ruang semu bukan ruang kosong sebab terisi oleh energy semu, yaitu energi gaib, energi metafisika dan energy transient diantaranya eter. Fisika tak mungkin mengakses energy semu, karena energy semu  tak mungkin terakses oleh pancaindra dan peralatan fisika. sehingga beranggapan energy semu tidak ada.

Ruang semu yang berupa Alam Semesta  dan isinya  dipisahkan dari Alam Abadi atas dasar perbedaan dimensi waktu. Alam Semesta  selalu berubah, sedangkan Alam Abadi tidak mengalami perubahan. Dimensi universal Alam Semesta adalah dimensi waktu, sedangkan Alam Abadi tidak berdimensi.

Alam  Semu  (Supernatural) di Alam Semesta  yang terisi energy semu dan Alam Nyata (Natural)   yang terisi energy nyata berbaur menjadi satu, tidak dibatasi oleh dinding materi sebagai halnya ruang kosong dengan ruang terisi materi melainkan oleh kesadaran (consciousness) masing-masing energy. Setiap ciptaan Tuhan YME telah dibekali kesadaran untuk mengurus diri, jenis dan lingkungan masing-masing; kesadaran inilah yang menyebabkan masing-masing sanggup berbaur secara acak namun dalam kondisi teratur (cosmos). Kondisi cosmos dapat berubah menjadi chaos akibat saling berebut kepentingan, namun akan kembali menjadi cosmos saat masing-masing menyadari kepentingan bersama.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.