Benarkah adanya ruang semu dan energi semu?

Pertanyaan: Dapatkah Akungibnu membuktikan adanya ruang semu dan energi semu? Apa manfaatnya?

Jawaban: Ruang semu (supernatural)  dan anergi semu tidak dapat terdeteksi oleh pancaindera/”mata organik” maupun peralatan fisika, namun dapat terdeteksi oleh a.  “mata hati”/ batin lewat dogma/keyakinan, b. terdeteksi oleh akal lewat fikiran, atau terdeteksi oleh kemampuan bawah sadar lewat kondisi  paralogis (misalnya mimpi dan angan-angan)

Pancaindera sangat terbatas kemampuannya, hanya sanggup mengakses partikel. Partikel yang paling mendasar adalah quantum atau photon.  Pancaindera membutuhkan bantuan peralatan fisika.   Mengapa? Fisika (konvensional  atau fisika terapan)  hanya mempelajari fenomena Sub Alam Nyata yang dapat terdeteksi lewat pancaindera dan peralatan fisika.  Agar dapat berkembang Lahirlah Fisika Teori, yang sangat  membutuhkan bantuan Matematika untuk membuat peralatan bantu penginderaan. Mathematika memanfaatkan energy metafisika (bagian dari energy semu)  yang sanggup terakses oleh akal.

Tanpa pemanfaatan energy metafisika tak mungkin manusia mengembangkan Information Technology, sebab informasi tidak memiliki massa namun memiliki energy, jadi bagian dari energy semu sebagai halnya energy metafisika.

Mathematika adalah ilmu fikir yang memanfaatkan energy metafisika,  sedangkan IT adalah  Ilmu Transient sehingga  sanggup menghasilkan Dunia Maya yang bagaikan mimpi. Informasi dapat dikirim lewat cahaya yang tidak memiliki massa namun memiliki energy transient.

Cahaya termasuk dalam energy transient jadi dapat dimanfaatkan untuk membuktikan adanya energy semu. Mengapa? Cahaya tidak memiliki massa, namun memiliki energy. Menurut TM photon dihasilkan oleh cahaya jadi bukan partikel yang bergerak bersama/seiring dengan gerakan  cahaya. sebagai anggapan  fisika bahwa cahaya memiliki sifat ambigus. Photon hanya terjadi pada cahaya yang dinamakan STW (Symmetrical Trans Wave), tak akan terjadi pada ATW (asymmetrical Trans Wave). Dengan Formula Supernatural Modern (FSM)  dan Teori Minimalis (TM) dapat dibuktikan adanya eter yang mengisi seluruh bagian Alam Semesta, sehingga cahaya dapat bergerak melewati ruang hampa (tak terisi partikel).

Manfaat energy semu adalah agar semua yang ada di Alam Semesta sanggup saling berkomunikasi dengan sangat cepat. Pengakuan adanya energy semu adalah dapat menjelaskan fenomena yang tak mungkin dijelaskan lewat ilmu pengetahuan materialistik (Science)  yang menganggap isi Alam Semesta hanyalah materi.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.