Apa bedanya Sains dengan Saint?

Partanyaan: Mengapa Sains  berbeda dengan Saint ? Mohon dijelaskan  agar tidak terjadi kerancuan.

Jawaban:

  1. a.        Sains  singkatan dari Science  adalah Ilmu pengetahuan  yang mengajarkan bahwa Alam Semesta hanya terisi oleh materi sehingga bersifat materialistik karena  sangat mengedepankan pancaindera dan peralatan fisika, sebagai pembuktian setiap hasil  pemikiran manusia ,  dan menisbikan yang tidak ter-akses oleh pancaindera dan peralatan fisika. Dalam Sejarah Perkembangan Peradaban Manusia versi Minimalis : Materialisme tidak termasuk dalam Spiritualisme, sebab  materialisme  tidak mengakui adanya spirit, soul apalagi non energy sehingga cenderung menimbulkan atheisme. Yang termasuk dalam spiritual adalah: Spiritual Alamiah, Spiritual Religious dan Spiritual Ilmiah (Scientific Spirituality).
  2. b.      Saint  singkatan dari Scientific atau ilmiah sehingga lebih mengedepankan  fikiran (akal)  dan  batin (budi)  dibanding dengan bukti berdasar pancaindera dan peralatan fisika. Pada Era Spiritual Ilmiah akal budi dimanifistasikan  dalam bentuk nyata :  budi pekerti (perilaku atau perbuatan) yang dapat ter-akses oleh pancaindera dan peralatan fisika, namun bukan sekedar memberikan kenikmatan “hidup  individu”  sesaat dan berakhir pada saat  kematian (tanpa pertanggungan jawab), melainkan dimungkinkan terjadinya kesinambungan hidup individu dalam mencapai puncaknya, yaitu kebahagiaan abadi yang belum tercapai dalam satu kehidupan. Saint  juga mengakui kesinambungan generasi akibat penguasaan sistem informasi sebagaimana Sains.

TM menginformasikan bahwa: materi (clear body) tak mungkin berinteraksi langsung dengan soul, namun masih mungkin melakukan  interaksi semi vitalistic dengan spirit.

Spirit adalah hasil  interaksi vitalistic antara astral body dengan soul. Astral body yang tersusun dari trans energy tidak memiliki massa karena belum mencapai keseimbangan prima (E=0). Astral body memiliki E#0 sehingga tidak ter-akses oleh pancaindera dan peralatan fisika karena merupakan fenomena transient, namun dapat ter-akses lewat kemampuan bawah sadar (lewat indera keenam), misalnya mimpi dan kondisi koma.

Menurut Saint, spirit tidak memiliki massa sehingga dapat “berkelana” ke seluruh  penjuru Alam Semesta, sehingga memungkinkan manusia bermigrasi ke galaxy lain yang jaraknya teramat jauh tanpa memanfaatkan hasil teknologi material melainkan dengan akal budi.

Menurut  Sains, manusia memiliki massa, sehingga manusia tak mungkin bermigrasi ke ruang angkasa untuk berpindah dari galaxy  yang satu ke galaxy  lain. Manusia dengan kendaraan yang memiliki massa secanggih apapun, sesuai dengan Teori Fisika hanya mungkin bermigrasi dari planet yang satu ke planet yang lain dalam satu galaxy  atau bahkan satu tata surya.

Itulah sebabnya Einstein menggagas Teori Relativitas karena beranggapan tak ada yang dapat bergerak melebihi kecepatan  cahaya (c).

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s