Hebatnya akal budi manusia.

Pertanyaan: Eyangibnu telah menjelaskan perihal hebatnya Sub Alam Transiens yang merupakan bidang datar yang memuat spektrum energy transien yang secara keseluruhan tidak terakses oleh otak manusia dalam kondisi sadar dan hanya terakses oleh sumsum tulang belakang saat otak dalam kondisi istirahat.
Saya percaya bahwa mimpi itu sanggup menyajikan sesuatu yang tidak dapat dikendalikan oleh otak, sangat berbeda dengan Dunia Maya. Mohon dijelaskan bagaimana caranya memanfaatkan Sub Alam Transiens agar manusia tidak tertinggal dengan makhluk cerdas lain di Alam Semesta ini.

Jawaban: Ada beberapa cara untuk mengakses Energy Transien (Etrans):

1.  Sanggup merekam mimpi pada memory otak atau tidak sanggup merekam mimpi.  Hal ini tergantung dari kemampuan program dasar otak.

a. Ada yang tidak sanggup mengingat mimpi pada saat terbangun. Manusia jenis ini tidak akan peduli pada fenomena mimpi.2

b. Ada yang sanggup mengingat mimpi, namun tidak sanggup membedakan mimpi dengan kenyataan Manusia jenis  ini akan terganggu perbuatannya , dalam kondisi sadar otaknya “terganggu” oleh pengaruh mimpi karena tak sanggup membedakan mimpi dengan kenyataan. Otak tidak dapat mengendalikan mimpi, sebaliknya mimpi dapat mempengaruhi kerja otak.

c. Ada yang sanggup mengingat mimpi dan memanfaatkan sebagai sumber inspirasi, manusia jenis ini sanggup membedakan antara mimpi dengan kenyataan, bahkan memanfaatkan “rekaman” mimpi sebagai sumber inspirasi untuk dijadikan kenyataan, atau sebaliknya menjadikan kenyataan bagaikan mimpi, diantaranya para seniman dan para cendekiawan yang sanggup menciptakan Dunia Maya.

2. TM menginformasikan: bahwa Sub Alam Fisika (E=0)  adalah bagian dari Sub  Alam Transien yang memiliki E=0 hingga memisahkan bagian E> 0 dimana y>x yang terisi oleh energy rational yang masih mungkin diterima oleh akal manusia dan bagian E<0 dimana x>y yang terisi oleh energy irrational yang masih mungkin diterima oleh batin manusia

Dalam Teori Paralogika, otak merupakan cpu bagian dari hardware (organisme) sedangkan pancaindera, pikiran dan batin adalah program terapan yang bermanfaat untuk mengakes data dari luar ( luar system individu )  untuk dioalah oleh otak dan dikeluarkan dalam bentuk perbuatan. Setiap perbuatan normal  dikendalikan oleh kerja otak dalam kondisi sadar,sedangkan perbuatan menyimpang dapat disebabkan oleh kemampuan program dasar  otak  atau cecat otak sebagai hardware, namun dapat disebakan  ketidak beresan  atau kelemahan salah satu program pemasukan data.

Program dasar otak mungkin berorientasi pancaindera, fikiran atau batin. Jika berorientasi pancaindera akan menjadikan seseorang menjadi materialistik, jika berorientasi fikiran akan menjadikan seseorang cerdas dan kritis,, jika berorientasi batin seseorang akan menjadi religious dan taqwa alias beriman.

Energy Transien merupakan energy yang memiliki berbagi variable E = – x + y. Secara keseluruhan hanya terakses oleh kemampuan bawah sadar, Jika otak sanggup merekam energy bawah sadar yang tidak terkendalikan oleh otak dalam kondisi sadar sehingga dapat teringat saat sadar, maka masukan ini dapat diolah  otak menjadi bentuk energy lainnya, misalnya menjadi energy dogma, energy metafisika atau energy fisika.

a. Dengan  dogma/iman  yang memanfaatkan bright energy secara efektif dapat dieleminir variable y sehingga menjadi tinggal energy x alias  energy gaib yang sangat bermanfaat untuk mencapai Alam Abadi.

b. Dengan fikiran yang hanya sanggup memanfaatkan  dark energy dapat menyeimbangkan energy transien sehingga berubah menjadi energy fisika  (E=0) yang bermanfaat untuk mendapatkan kenikmatan  dan kebahagiaan duniawi walau hanya sementara.

 

Kenikmatan dan kebahagiaan duniawi terakses olh pancaindera karena terjadi keseimbangan antara bright energy dengan dark energy menjadi clear energy.

Kesimpulan: Fikiran sanggup memanfaatkan dark energy yang tersedia melimpah di Sub Alam Metafisika  (73 %)  guna menyeimbangkan trans energy untuk dijadikan clear energy (E=0)

Pancaindra bermanfaat untk mengakses Sub Alam Fisika, sehingga ,manusia sanggup memperoleh kenikmatan dan kebahagiaan duniawi walau hanya sesaat.

Pancaindera sangatlah terbatan oleh karenanya membutuhkan peralatan fisika untuk memperluas jangkauan pancaindera, peralatan fisika adalah hasil pemanfaatan pikiran. Yang harus diwaspadai pancaindera dapat menjadikan manusia terjebak dalam materialisme, sehingga hasil pemikiran harus dapat dibuktikan lewat pancaindera atau peralatan fisika.

 Akal budi tidak menuntut bukti yang bersifat materi, karena  akal memanfaatkan energy metafisika, bukan energy fisika  sedangkan budi memanfaatkan energy gaib bukan energy fisika. Akal budi dapat  dimanifistasikan dalam bentuk budi pekerti atau perbuatan yang dikendalikan oleh akal dan batin,, keseimbangan akal dan batin yang dinamis (E=0 dan E#0), sangat berbeda dengan materialisme yang bersifat statis (E=o) dan menisbikan ( E#0)

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s