Iman,Budi pekerti dan Science..

Pertanyaan: Menurut Eyangibnu Iman adalah program untuk memanfaatkan bright energy (E=-x), Budi pekerti program untuk memanfaatkan dark energy energy (E=y) sedangkan Science program untuk memanfaatkan clear energy (x=y).
Program mana yang paling penting?

Jawaban: Cermati penjelasan Peta Energy, agar tidak mencampur adukkan antara:

a. Iman dengan dogma/agama, b. Akal budi dan Budi pekerti, c. Science dan pancaindera.

Menurut eyang:

a.Iman adalah hasil dari dogma, jadi dogma itulah yang sanggup memanfaatkan bright energy./ energy dogma.

b.Budi pekerti itu hasil akal budi, jadi akal budi yang sanggup memanfaatkan dark energy yang melimpah (73 %)  untuk mengimbangi bright energy pada trans energy  pada trans yang tak terakses oleh pancaindera menjadi terakse oleh pancaindera walau tidak berpa clear energy. Aka; budi  dapat dimanifistasikan sebagai budi pekerti. Budi pekerti (behaviour)  adalah perbuatan bukan materi, yang dapat diamati lewat pancaindera dalam ujut gerakan (bagaikan sebuah gambar/citra  yang bergerak secara dinamis), Budi pekerti  erat kaitannya dengan gerakan dari living organism, berbeda dengan gerakan benda mati (misalnya mobil atau atom). Manusia termasuk living organism sehingga dapat dinilai perbuatannya  lewat pancaindera , yang menggerakkan living organism adalah soul atau spirit.

c.Science adalah ilmu pengetahuan yang materialistik, sebab hanya mempelajari benda atau yang melakukan aktivitas sendiri, tidak digerakkan oleh sesuatu yang bukan materi (soul atau spirit). Science berdampak materialisme karena dapat menyajikan kenikmatan dan kebahagiaan duniawi walau hanya sesaat.

Ketiganya sama pentingnya, namun tergantung tujuan yang memanfaatkan.

a.Iman sangat penting bagi manusia yang ingin mencapai kebahagiaan abadi dalam komunitas religious atau spiritual religious/.

b.Budi pekerti sangat penting bagi mereka yang ingin hidup bermartabat dalam suatu komunitas Spiritual Ilmiah.

Dalam komunitas Spiritual Ilmiah perilaku living organisme, termasuk manusia pernilaian bukan hanya atas dasar fisiknya (organismenya), melainkan atas dasar yang mengendalikan organisme itu yang terlihat pada “peri lakunya”, bukan ujutnya. Fisiknya manusia , jika perbuatannya buruk (merugikan lingkungan) tidak akan dihormati oleh sesama manusia, sebailiknya hewan maupun tumbuh-tumbuhan yang perilakunya baik akan dihormati sesamanya atau bahkan oleh manusia. Yang menilai baik dan buruk bukannya Tuhan melainkan sesama living organisme.

c Science sangat penting untuk menyediakan kenikmatan dan kebahagiaan duniawi yang hanya sesaat (tidak abadi).

Akungibnu  tidak akan menyebut kekurangan dari program dan program  dasar tersebut, sebab akan “melukai” yang memanfaatkan program tersebut. Namun tidak berlebihan jika dikatakan tiada program yang sempurna atau yang sanggup dimanfaatkan untuk segala keperluan.

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Iman,Budi pekerti dan Science..

  1. Akung Ibnu berkata:

    Ringkasnya:
    a.Dogma adalah program terapan yang dimanfaatkan oleh otak manusia sebagai hargware guna menerima masukan berupa energy dogma yang disebut bright energy x= F1(t) atau gelombang dasar monopole magnet Weber x= a1*sin (u1 + w1t) dengan formula E=-x. Hasilnya adalah iman,yang berupa keyakinan tentang adanya keabadian yang tidak dikuasai oleh dimensi waktu sehingga tak terjadi perubahan yang membutuhkan energy.
    b. Science (Sains) adalah program terapan yang dimanfaatkan oleh otak manusia sebagai hardware guna menerima masukan berupa energy metafisika yang disebut dark energy y=F2(t) atau gelombang dasar monopole magnet Weber y= a2*sin (w2 + w2t). Hasilnya berupa disiplin ilmu pengetahuan yang sanggup menyediakan kemudahan, kenikmatan dan kebahagian duniawi yang hanya sesaat karena dikuasai oleh dimensi waktu, dimensi ruang nyata dan dimensi massa.. Hasilnya adalah materialisme asehingga beranggapan isi Alam Semesta adalah materi. Materi hanya terakses oleh pancaindera secara langsung atau dengan bantuan peralatan fisika. Materialisme beranggapan Sub Alam Fisika identik dengan Alam Semesta.
    c. Akal budi adalah program terapan yang dimanfaatkan oleh otak manusia sebagai hardware guna menerima masuk berupa energy metafisika / dark energy untuk mengimbangi
    brigt energy agar terjadi “kesei mbangan dinamis” antara kedua energy tersebut sehingga dapat terakses oleh pancaindera, namun bukan berapa materi melainkan dalam ujut budi pekerti atau perilaku.
    Sebelum sebuah komputer dapat memanfaatkan program terapan dibutuhkan program dasar (system) untuk “memasukkan dan mengolah data masuk” yang akan dikeluarkan sebagai output berupa perbuatan. Otak dalam kondisi sadar berperan penting dalam mengendalikan perbuatan.
    Program dasar jauh lebih menentukan perbuatan dibanding dengan program terapan yang hanya berfungsi sebagai program memasukkan data untuk diolah oleh otak.
    d. Dalam kondisi bawah sadar sebenarnya living organisme, termasuk manusia, dapat menerima masukan berupa energy transien yang jauh lebih hebat dibanding energy lainnya.Ini dapat dibuktikan saat otak “beristirahat” living organisme masih tetap hidup (tidak segera mati), sehingga setiap living organisme mengalami bioritmik, kondisi sadar dan bawah sadar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s