Materi adalah hasil dari keseimbangan statis, budi pekerti adalah hasil keseimbangan dinamis.

Pertanyaan: Mohon dijelaskan perbedaan materi dengan budi pekerti. Apa yang dimaksud keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis?

Jawaban: Keseimbangan statis dapat dijelaskan dengan FSM E = – x + y saat nilai E = 0, sehingga x = y.

a.Keseimbangan statis merupakan fenomena macrocosmos  (energy dan body yang memiliki kesadaran untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya) sehingga dapat dimengerti oleh manusia dan dapat terdeteksi oleh  pancaindera atau peralatan fisika  dalam ujut partikel yang bermassa, sesuai dengan faham materialisme yang dipelajari lewat Science (Sains)

b.Keseimbangan dinamis merupakan fenomena microcosmos sehinggga  bukan hanya dapat terdeteksi oleh pancaindera dan peralatan fisika, melainkan juga terdeteksi oleh akal budi dalam ujut perilaku/perbuatan living body (jadi mengandung unsur soul atau spirit) disamping unsur energy. Keseimbangan dinamis diinformasikan pada a.Teori Som Wyn mengenai tujuh lapis microcosmos, maupun b.Teori Paralogika mengenai Living Organisme  dan c.Teori Revolusi Som Wyn perihal manusia sebagai hasil revolusi micocosmos di bumi.

Perbuatan/perilaku  atau budi pekerti hanya dimiliki oleh microcosmos, termasuk manusia.  Yang menilai budi pekerti adalah sesama manusia atau living body yang menggunakan akal budi, bukan  atas dasar dogma. Sangat berbeda dengan Iman atau akhlak yang dinilai oleh Tuhan YMK. Budi pekerti bermanfaat agar manusia, atau living body dinilai positif atau negatif dalam kurun waktu yang lama (bukan sesaat).

Budi pekerti merupakan  “kebiasaan” dalam melakukan perbuatan (yang dikendalikan oleh soul atau spirit) pada microscosmos. Setiap saat budi pekerti manusia dapat berubah, atau bersifat dinamis,  sangat berbeda dengan materi (uang, jabatan,kekayaan) perubahannya tidak secepat budi pekerti bahkan sangat sulit diamati perubahannya.  Disini akan nampak dengan jelas perbedaan antara seorang yang materialistik dengan yang menggunakan akal budi. Seorang yang materialistik akan menilai seseorang atas dasar keseimbangan statis sedangkan yang menggunakan akal budi akan menilai seseorang atas dasar budi pekerti/perilaku/perbuatannya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s