Mengapa komplementasi eteric sangat langka di Alam Semesta?

Pertanyaan: Matematika Minimalis menyatakan (E1#0) + (E2#0) = E3, akan selalu menghasilkan E3#0, kecuali jika E1 = – E2.
Menurut eyang E#0 jauh lebih banyak dibanding E=0 , artinya kemungkinan berklomentasi jauh lebih banyak dibanding E=0 ,mengapa komplementasi eteric sangat langka? Menurut eyang justru E=0 jika bergabung maupun bersatu menghasilkan E=0. Aneh sekali! Tidak masuk akal!
Jawaban: Apakah semakin banyak terdapat di Alam Semesta semakin banyak kemungkinan menemukan pasangan nya untuk bergabung atau menyatu untuk menghasilkan sesuatu, misalnya eter itu jauh lebih banyak dibanding quantum minimalis, lalu eter jauh lebih gampang menemukan pasangannya untuk bergabung menjadi quantum minimalis ketimbang guantum dengan quantum?

Perhatikan Formula Minimalis E = – x + y.

E adalah keseimbangan energi, nilainya dari – tak berhingga sampai sedikit dibawah nol, lalu sedikit diatas nol sampai tak berhingga. Pada saat E = 0 terbentuklah quantum minimalis  karena x = y = quantum minimalis. Hal ini hanya mungkin dijelaskan dengan FSM.

Sesuai dengan Scaience materi dibangun oleh energi fisika atas dasar proses kimia dan proses fisika. Kalian telah tahu bedanya proses kimia dan fisika, jadi tak perlu eyang jelaskan.  Kedua proses ini merupakan penggabungan dan penyatuan quantum yang menghasilkan quanta yang berupa massa.  Jadi MM tak bertentangan dengan proses fisika dan kimia karena quantum dengan quantum akan menghasilkan quantum dengan nilai variable lebih besar. Sebaliknya quantum tak dapat menghasilkan eteric walau digabungkan maupun disatukan.

Variale x dan y pada FSM memiliki nilai sedikit diatas nol  hingga mendekati tak berhingga, namun salah satu boleh bernilai nol, sepanjang yang lain tetap bernilai positif.

Dibanding E=0, maka E#0 jauh lebih banyak terdapat di  Alam Semesta, namun merupakan sebuah spektrum energi yang mililiki berbagai nilai keseimbangan E. Itulah sebabnya E#0 tak mungkin terakses oleh otak dalam kondisi sadar dan hanya mungkin terakses oleh sumsum tulang belakang dalam kondisi bawah sadar atau sadar. Lain dengan daris energi x = y, E = -x dan E= y yang dapat terakses oleh otak dalam kondisi sadar.

Semakin besar nilai E semakin besar jarak x dengan y lebih-lebih jika  keduanya berada pada  E1<0 dan E2>0, maka  akan semakin jauh garis spektrum energi transien E1=-x1 + y1 dengan E2= x2 + y2,   sehingga semakin sulit untuk digabungkan, apalagi disatukan. Secara ekstrem E=-x jelas tak mungkin digabungkan ,  apalagi disatukan dengan garis E=y, kecuali saat nilai x=y (yang tidak mungkin terjadi sebab salah satu harus bernilai positif). Penggabungan dan penyatuan  x dan y hanya mungkin terjadi di Sub Alam Transien, saat sesama x saling tolak, sesama y saling menolak dan x dan y saling menarik.

Nah, cucu sulit untuk mengerti fenomena transien jika tidak mempelajari Teori Minimalis dan turunannya.

Kesimpulan: Komplementasi eteric hanya mungkin terjadi saat nilai E mendekati keseimbangan prima E=0. Sebagai contoh  STW masih memungkinkan terbentuknya photon, sedangkan ATW tak mungkin mengasilkan photon. Mengapa pada STW gelombang

monopol magnet Weber x dan gelombang monople magnet  Weber y bergetar disekitar E=0 dengan amplitudo cukup kuat.

Yang harus cucu fahami: variable x dan y boleh saja bernilai besar, (misalnya bahan baku organisme manusia) namun keseimbangan energinya harus mendekati nol. Jika nilai x dan y nya terlalu besar akan berakibat ledakan dahsyat,  akibat terbentuknya q besar dengan mendadak  membutuhkan ruangan besar.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s