Mati adalah kembali ke sisi Tuhan.

Pertanyaan: Benarkah dogma yang menyatakan mati artinya kembali ke sisi Tuhan Yang Maha Esa?
Jawaban: Dogma bukan untuk dipertanyakam melainkan tinggal dipercaya atau tidak dipercaya, believe it or not.
Namun menurut TM:  Tuhan Yang Maha Esa adalah hasil akal budi manusia, sehingga akan lebih tepat (tidak rancu) kata Tuhan YME diganti saja dengan Tuhan atau Tuhan Yang Maha Kuasa yang menjanjikan kehabagiaan abadi.
Mengapa? Menurut akal budi (terutama akal) yang memiliki sisi hanyalah sesuatu yang memiliki batas baik yang berupa fisik maupun non fisik. Tuhan YME itu menyediakan segalanya, sehingga tidak memiliki batas atau keterbatasan.
Menurut Teori Som Wyn : Holly body, Talent body maupun Non Body tidak pernah mati (walau tidak abadi karena dikuasai oleh dimensi waktu) . Mereka yang tidak memanfaatkan kesempatan ber- reinkarnasi kematian adalah pencapaian untuk tidak akan mati lagi karena tidak menggunakan kesempatan ber reinckarnasi. ( immortal), Jadi tersedianya pilihan untuk mencapai kondisi Non body ( 0,-0, 0 atau 0.0,-0) dapat diartikan kembali ke sisi Holly body atau Talent body yang immortal., jadi bukan ke sisi Tuhan YME, melainkan ke sisi Holly Body atau Talent body. Keduanya adalah microcosmos yang memiliki sisi.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s