Keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis.

Pertanyaan: Pancaindera hanya sanggup mengakses kesimbangan statis sedangkan akal budi sanggup mengakses keseimangan dinamis. Mohon dijelaskan !
Jawaban: Secara teori photografi (rekaman gambar) keseimbangan statis dapat dimodelkan sebagai sekedar still photo (gambar diam, tidak ada unsur gerakan atau berubah akibat perjalanan waktu ) , sedangkan keseimbangan dinamis dapat dimodelkan sebagai movie photo ( gambar bergerak, terdapat unsur gerakan).
Keseimbangan statis selalu memiliki E= 0, sehingga disamping dapat terlihat oleh mata fisik juga dapat terakses oleh pancaindera lainnya berdasar hukum fisika. sedangkan keseimbangan dinamis hanya teramati oleh “penglihatan” mata fisik ( yang hanya sanggup mengakses kondisi E=0 atau saat x = y ) dan harus dibantu oleh mata batin dan mata akal. Keseimbangan dinamis terjadi berdasar perubahan E= – x dan E = y disekitar E=0 akibat pengendalian organisme oleh soul atau spirit dalam ujut living organisme. Jadi saat organisme tidak lagi atau belum dikendalikan oleh spirit atau soul, tak mungkin living organisme, termasuk manusia, memiliki akal budi lagi. Benda mati tak lagi memiliki budi pekerti akibat tidak lagi dikendalikan oleh soul maupun spirit.
Akal budi sanggup mengakses “gelombang” / perubahan energy. bukan sekedar yang berupa materi (E=0) . Akal sanggup mengakses E= y sedangkan budi (batin) mengakses E=-x). Keseimbangan x dan y yang dinamis inilah yang sanggup teramati oleh akal budi manusia , bukan  sekedar pancaindera. Atas dasar ini budi pekerti seseorang atau living organism  dapat berubah-ubah setiap saat sehingga untuk menilai budi pekerti dibutuhkan waktu lama, bukan sesaat.  Yang menilai budi pekerti adalah  living organism, termasuk manusia, yang memanfaatkan akal budinya, bukan yang memanfaatkan sekedar pancaindera atau  dogma, sebab yang dapat menilai iman adalah Tuhan, bukan manusia.

Kesimpulan :  Keseimbangan dinamis hanya mungkin   dilakukan oleh living organism, termasuk manusia,  yang dikendalikan oleh soul atau spirit, jadi tak dimiliki benda mati.  Itulah sebabnya setiap living organism tahu balas budi sehingga terjadilah ekosistem di biologis di bumi.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis.

  1. Akung Ibnu berkata:

    Setiap individu living organisme dikendalikan oleh soul atau spirit.. Organisme dibangun oleh energi fisika dibumi dan STW yang menghasilkan photon, sehingga mungkin ada persamaannya antara yang satu dengan yang lain, dan akan terdaur ulang di bumi, sedangkan soul dan spirit berasal dari luar bumi dapat berasal dari luar Alam Semesta (Alam Abadi yang tidak berdeminsi) atau dari Alam Semesta ( yang dikuasai dimensi waktu) yang teramat luas yang tak mungkin dijelajahi oleh kendaraan ruang angkasa yang memiliki massa sesuai dengan Hukum Fisika.
    Soul dan spirit adalah individu sehingga menjadikan organisme satu dengan yang lain berbeda walau bahannya sama, sebagai halnya “masakan” walau bahannya sama, namun “rasanya” berbeda akibat berbeda yang mengolahnya.
    Soul dan spirit bebas (tak sedang mengendalikan organisme) tak mungkin terdeteksi oleh pancaidera dan peralatan fisika, dan hanya terdeteksi oleh kemampuan bawah sadar (kemampuan paralogika). Soul dan spirit yang sedang mengendalikan organisme dapat terdeteksi lewat pancaidera dari perilaku living organisme yang dikendalikan.
    Living organisme sanggup tumbuh fisiknya akibat dikendalikan oleh soul atau spirit, sedangkan materi/benda dapat melakukan aktivitas bukan karena dikendalikan oleh soul maupun spirit, melaikan atas dasar proses fisika dan kimia (bagi benda) atau broses kimia dan biokimia.(bagi organisme). Beda dan benda dan organisme adalah hasil keseimbangan statis sedangkan living organisme berdasar keseimbangandinamis.i.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s