Mengapa manusia bukan dimodelkan sebagai robot.

Pertanyaan: Teori Paralogika menggunakan komputer sebagai model organisme sedangkan user sebagai model spirit dan otak dimodelkan sebagai cpu? Mengapa organisme tidak dimodelkan sebagai robot?
Jawaban: Teori Paralogika adalah bagian dari Teori Minimalis gagasan Akungibnu, tujuannya agar lebih mudah mempelajari living organisme, bukan malah mempersulit. Akungibnu awam mengenai robot, Akungibnu juga awam masalah living otganisme. Sebaliknya Akungibnu memahami prinsip kerja komputer, dan menurut kenyataan komputer juga sangat populer sehingga sangat dikenal oleh peradaban manusia saat ini.
Teori Minimalis usianya masih sangat muda dan dalam taraf penyempurnaan sehingga mungkin saja suatu saat akan digunakan robot sebagai model organisme sehingga lebih “realistik” karena manusia dapat membuat robot sangat mirip dengan organisme (Baca Fiksi Blackhoe karta Akungibnu), malah mungkin saja manusia membuat  organisme tiruan dengan cara membuat tiruan telor (misalnya telur binatang yang telah punah) atau biji tumbuh-tubuhan buatan yang telah punah hingga tumbuh seperti tumbuh-tumbuhan alami.

Hal ini bukan melampau wewenang Tuhan Yang Maha Esa,  sebab Dia menyediakan segalanya dan memberikan kesadaran kepada setiap citaanNya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya. Semua yang terjadi adalah ulah ciptaannya (termasuk membuat telor tiruan dan biji tiruan yang dilakukan oleh manusia), namun pasti telah mendapat izin Nya. Jika hal itu dapat terjadi artinya Tuhan YME telah memberikan izin. Izin itu hanya akan diberikan bagi yang sanggup melakukan sesuatu yang diinginkan dan berani menanggung risikonya.
Berdasar Teori Paralogika semua itu dapat terjadi, sebab manusia berguru pada Alam yang ada disekitarnya (bumi). Inilah sebabnya Akungibnu memperkirakan akan terjadi Revolusi Spiritual Ilmiah (Scientific Spiritual Revolution) . Spiritual Ilmiah adalah upaya manusia untuk keluar dari belenggu materialisme  yang menjadikan manusia Atheis dan Dogma yang membatasi kebebasan berkeyakinan, berfikir apalagi berbuat.
Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pintu memasuki spirirtual ilmiah.Teori Minimalis dan turunannya mendukung Spiritual Ilmiah.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s