TM 004 = Teori Minimalis versi 004

Hari ini tgl 21 Maret 2014 pukul 00.16 aku terbangun dan mencoba membuka akungibnu@wordpres., ternyata berhasil.

Sudah lama aku ingin menorehkan TM 004, namun sulit mencari kesempatan untuk langsung menulis tanpa melewati “konsep” yang dapat saja kutulis terlebih dulu. Mengapa?  Jika kupersiapkan dulu, setiap saat dapat berubah karena kukritisi sendiri. Hingga kini TM dalam taraf perkembangan dan terhenti pada TM003 yang dapat dibaca lewat Ringkasan dan rincian Teori Minimalis dan turunannya.

Aku berusaha mengembangkan  TM ke-arah Teori Akal Budi dan Budi Pekerti, namun seseorang mengatakan bahwa Akal Budi adalah Kepribadian Ganda. Aku lalu berfikir: Apakah aku memiliki kepribadian ganda karena aku meyakini “kebenaran” Akal Budi dan Budi Pekerti  yang dikatakan identik dengan Kepribadian ganda? Untuk itu aku sudah menemukan jawabannya: Akal Budi jika terpisah memang dapat menjadikan seseorang memiliki kepribadian ganda, namun jika merupakan ” keseimbangan dinamis” justru sangat bermanfaat untuk mengatasi “keseimbangan statis”  yang menjadikan seseorang materialistik (mengandalkan pancaindera)  atau tenggelam dalam dogma yang menisbikan realita akibat larut menggunakan batin hingga mudah dibodohi orang lain,  atau membanggakan  fikiran sekedar untuk berbuat akal-akalan (memperbodoh orang lain).

Aku yakin atas dasar berfikir bahwa Akal Budi berbeda dengan kepribadian ganda, namun memang ada kaitannya. Akal budi harus berjalan berdampingan, bukan terpisah……………. suatu saat hanya menggunakan akalnya, pada saat yang lain menggunakan batin-nya.

Nah, saat inilah kucetuskan TM 004= Teori Minimalis versi 004,  yang lebih mendukung Spiritual Ilmiah. Spiritual berkaitan dengan batin sedangkan ilmiah berkaitan dengan akal.

TM004:

Otak adalah bagian dari  organisme tubuh yang berfungsi untuk mengendalikan perbuatan manusia  dalam keadaan sadar (dalam TP dimodelkan sebagai cpu)  sedangkan dalam kondisi  bawah sadar aktivitas tubuh dikendalikan oleh sumsum tulang belakang (dimodelkan sebagai router/modem).

TM004 menganalisa Living organisme  yang merupakan bagian dari Microcosmos sebagai pengembangan Teori Paralogika. Living organisme yang paripurna (mendekati sempurna tapi tak pernah sempurtna) memiliki kemampuan individual:  a.  Pancaindera untuk mengakses energi fisika yang merupakan fungsi linier: x=y,  b.  batin untuk memanfaatkan  energi  dogma yang  merupakan fungsi linier  E=-x sedangkan pikiran untuk mengakses energi metafisika yang merupakan fungsi linier  E=y.  Masing-masing merupakan program terapan/aplikasi  untuk mengendalikan pemasukan sekaligus mengolahnya.

Agar dapat berfungsi  untuk memanfaatkan program terapan  otak harus diprogram dasar oleh soul atau spirit sebagai user.

TM004 mengembangkan MM sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengkritisi penggabungan (operatornya +) dan penyatuan (operatornya *)  untuk menjelaskan bedanya: batin  (E=-x) , akal (E=y) dan pancaindera (E=0) serta interakti diantara ketiga fungsi linier itu dalam berbagai variasinya.

Atas dasar itu dapat dicermati apakah yang dimaksud dengan:

A. Penggabungan: (E=-x)+(E=y);(E=0)+(E=-x);(E=0)+(E=y);(E=-x)+(E=-x);(E=y)+(E=y);(E=0)+(E=0)

B. Penyatuan (E=-x)*(E=y); (E=0)*(E=-x);(E=0)*(E=y);(E=-x)(E==-x);(E=y)*(E=y);(E=0)*(E=0).

1. A. (E=-x)+(E=y) = penggabungan antara batin dan pikiran, dapat berakibat kepribadian ganda, kadang religious  kadang materialistik. B. (E=-x)*(E=y) = penyatuan antara batin dan fikiran menghasilkan akal budi.

2. A. (E=0)+(E=-x) = penggabungan pancaindera dan batin, dapat berakibat kepribadian ganda, kadang materialistik, kadang religious. B.(E=0)*(E=-x)= penyatuan pancaindera dan batin menghasilkan materialistik sekaligus religious.

3. A.(E=0)+(E=y) = penggabungan pancaindera dan pikiran dapat menyebabkan kepribadian ganda, kadang materialistik (tanpa dipikir) kadang rational (ilmiah).B.(E=0)*(E=y), materialistik namun rasional sehingga tidak mau diperbudak materi melainkan memperbudak materi.

4. A.(E=-x)+ (E=-x) = penggabungan  dogma dengan batin ( diluar dogma)  dapat berakibat kepribadian ganda, suatu saat taat pada agama, suatu saat mistik (dipengaruhi bisikan setan). B.(E=-x)*(E=-x) penyatuan antara dogma dan batin= menjadikan dogma sebagai pembimbing batin.

5.A.(E=y) +(E=y) = penggabungan pikiran dengan akal, dapat menimbulkan kepribadian ganda, suatu saat menggunakan pikiran yang bermanfaat bagi  jenis dan lingkungannnya, pada saat yang lain menggunakan akal untuk kepentingan pribadi hingga  merugikan jenis dan lingkungannya. B.(E=y)*(E=y) penyatuan akal dan pikiran menjadikan fikiran/akal  sebagai panglima sehingga menisbikan kemampuan lainnya, menjadikan seseorang takabur.

6.A.(E=0)+(E=0), penggabungan pancaindera dengan nafsu biologis dapat menjadikan kepribadian ganda, suatu saat memanfaatkan materi untuk memenuhi kebutuhan bersama (bersifat sosial), pada saat yang lain menggunakan materi untuk melampiaskan nafsu pribadinya (kenikmatan sendiri). B. (E=0)*(E=0) = penyatuan antara materialisme dengan nafsu serakah hingga menjadikan kelompok Maksimalis yang bertolak belakang dari kelompok Minimalis.. Kelompokm Maksimalis tidak peduli akan  generasi mendatang sehingga akan “menguras” semua yang tersedia disekelilingnya, sedangkan kelompok Minimalia akan menjaga kelestarian Alam Semesta.

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke TM 004 = Teori Minimalis versi 004

  1. Akung Ibnu berkata:

    Psychominimalis membedakan antara: kepribadian ganda, kepribadian terpecah dan alter ego.
    1.Kepribadian ganda: Setiap living organisme, termasuk manusia memiliki kepribadian ganda, yaitu keseimbangan dinamis antara akal dan batin, sehingga memiliki akal budi. Gunanya akal budi adalah untuk menilai budi pekerti orang lain. Dengan akal budi manusia dapat menilai yang baik dan yang buruk berdasar masukan dari pancaindera atau peralatan fisika tanpa dipengaruhi oleh agama yang dianutnya.
    Mengapa? Yang dapat menilai iman seseorang hanya Tuhan. Akal budi bermanfaat untuk mengimbangi iman agar manusia tidak “terbelenggu” oleh iman sehingga menganggap yang berbeda agama/imannya serba salah dan dianggap sesat. Akal budi juga bermanfaat untuk mengendalikan perbuatan seseorang agar tidak “terbelenggu” oleh imannya.
    2. Seseorang yang akal budinya ‘(>++<)', bedanya pemecahan kepribadian bersifat bergantian atau berubah-ubah dalam amplitudo yang sangat besar, sehingga menjadikan seseorang tidak konsisten perbuatan dan pendiriannya. Perbuatan yang tidak tetap, bergoyah dalam amplitudo cukup besar akan dapat terlihat/terdeteksi pada sikap dan perbuatan seseorang. Suatu saat rasional, sesaat kemudian irrasional.

  2. Akung Ibnu berkata:

    Koreksi: No 2 seharusnya:
    2. Kepribadian terpecah: ‘(>+<)': Terpecahnya akal dengan batin, suatu saat dikendalikan oleh akal pada saat yang lain dikendalikan oleh batin. Lebih payah lagi jika berlaku pada saat yang sama akan terjadi konflik kejiwaan, menjadikan otak tidak sanggup mengontrol perbuatan seseorang.
    3. Alter ego: terpecahnya kepribadian yang bersifat bergantian sehingga menyebabkan yang berakbat pendirian dan perbuatan seseorang tidak konsisten, suatu saat rasional sesaat kemudian irrasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s